Gangguan Internet, UNBK Molor

Ilustrasi

BATURAJA – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMK hari ketiga Rabu kemarin (5/4) mengalami gangguan. Dari data yang dihimpun kendala matinya jaringan internet terjadi pada 21 SMK yang berasal dari 7 kabupaten/kota yang ada di Sumsel.
Yakni di Kabupaten OKU, OKU Timur, Pali, Muara Enim, Lubuklinggau, Muratara, dan Palembang. Akibat gangguan tersebut, UNBK molor sekitar dua jam. Seperti yang terjadi di SMKN 1 OKU. Seharusnya digelar mulai pukul 07.30 WIB harus tertunda hingga pukul 09.30 WIB.
Keterlambatan tersebut membuat pihak sekolah meniadakan istirahat untuk pengawas pada sesi pertama agar bisa mengejar sesi kedua. “Bukan kami saja yang mengalami gangguan. Beberapa sekolah lainnya yang menggelar UNBK juga mengalami hal yang sama,” kata Kepala SMKN 1 OKU, Arief Basuki, Rabu (5/4).
Adanya gangguan tersebut pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pihak Telkom. “Setelah dilakukan perbaikan, jaringan normal kembali. Pelaksanaan UNBK bisa kembali dilakukan,” imbuhnya.
Kepala Telkom Baturaja, Agus Tiawan mengatakan, berdasarkan konfirmasi pihaknya ke area network (arnet) Sumsel di Palembang, gangguan internet, Rabu (5/4) pagi karena switth procesor di broadband remote access server (BRAS) mengalami gangguan. Menyebabkan internet Baturaja, Belitang, Pagaralam, Lubuklinggau dan Lahat terganggu. Selanjutnya Telkom Arnet Palembang akan memonitor dan mengawal ketat switt procesor BRAS. “Kami dari pihak Telkom menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya.
Begitu juga di OKU Timur sempat tertunda 1,5 jam. Hal itu dibenarkan oleh Kepala SMK Negeri 1 Martapura Ribut Setiadi SPd
“Memang benar ada gangguan didelapan sekolah, yaitu sekitar pukul 09.00 WIB. Dimana gangguan tersebut terjadi diwilayah Kecamatan Belitang sekitarnya,”Terang Ribut saat dimintai keteranganya Rabu (5/4) kemarin

Baca Juga :  2018, SMP Wajib K-13

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Drs Widodo MPd menyebut matinya jaringan internet sejak pagi menjelang pelaksanaan UNBK sesi pertama pagi kemarin (5/4) mengakibatkan terjadinya penundaan ujian selama hampir dua jam lamanya.
Widodo menyayangkan adanya kejadian yang dinilai tidak perlu terjadi. Peristiwa ini dinilainya membuat sia-sia semua persiapan yang telah dilakukan oleh semua pihak menjelang pelaksanaan UNBK sebelumnya. “Apalagi jika internet mati tersebut di kota besar dan hebat. Kan lucu bisa terjadi,” sesalnya.
Tak hanya itu, Widodo juga menyesalkan karena pihak vendor (penyedia jaringan internet) tidak menepati janji dan komitmen. Siswa terganggu, merasa panik dan merugikan siswa baik secara emosional maupun mentalnya.
“Saya harap ini jadi pelajaran bagi vendor penyedia layanan internet termasuk para kepala sekolah agar melakukan persiapan dengan baik. Terutama bagi pihak penyedia jaringan agar komitmen sebelumnya tidak menjadi cerita tidak baik bagi mereka kerena tidak peduli dan terkesan hanya memperdulikan di kota besar saja,” tukasnya.
Di OKU ada lima SMK yang mengalami gangguan yakni SMK Negeri 1 OKU, SMK Negeri 2 OKU, SMK Sentosa, SMK Kader Pembangunan dan SMK Tri Sakti. Di OKU Timur SMK Takwa Belitang, SMK Xaverius Belitang, SMK PGRI 1 Belitang, SMK Muhammadiyah Belitang, SMK Negeri 1 Buay Madang, SMK YIS Martapura, dan SMK Istiqlal Sidomulyo.
Selanjutnya Kota Lubuklinggau ada tiga SMK yakni SMK Negeri 2, SMK Muhammadiyah dan SMK Budi Utomo, Kabupaten PALI cuma ada satu SMK yakni SMK YPIP. Sedangkan di Muratara ada satu sekolah yakni SMK Negeri 1 Muratara, Kabupaten Muara Enim ada dua sekolah yakni SMK Cendekia Unggul dan SMK PGRI Muara Enim, dan Kota Palembang ada satu sekolah yakni SMK Mandiri. (kms/gsm/sal/jpnn/nan/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!