GAPMMI: Berat Sekali Jika Dolar Tembus Rp 15 Ribu

Ilustrasi

JAKARTA – Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) tengah melihat dampak kenaikan dolar AS yang mencapai angka Rp 14.400 terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Ini sekarang kita (GAPMMI) sedang mereview, apakah perlu menaikkan harga pokok atau tidak,” ujar Ketua Umum GAPMMI, Adhi S Lukman dalam diskusi “Bersiap di Era Revolusi Industri 4.0 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).

Menurutnya, ada banyak yang perlu dipertimbangkan sektor industri, jika harus menaikkan harga pokok. Mulai dari efisiensi kemasan, perubahan ukuran, harga jual, dan sebagainya.

“Semua ini membutuhkan waktu yang lama. Industri tentunya dengan kenaikan harga ini sekarang sedang menghitung apakah margin yang ada di industri mampu untuk menutupi kenaikan ini. Ujung-ujungnnya, kalau tidak bisa, jalan terakhir adalah menaikan harga,” paparnya.

Pihak pengusaha, tutur Adhi, menginginkan dolar yang stabil. Namun, tetap ada batas toleransi kenaikan dolar. Sehingga tidak berpengaruh terhadap penetapan harga pokok atau pun harga jual.

“Sebenarnya kita ingin stabil. Tapi industri ada toleransi Rp 14 ribu. Sekarang sudah melewati dan ini condong ke Rp 15 ribu. Meski menguat sedikit, tapi ancaman itu masih ada,” demikian Adhi.

Lalu, bagaimana jika dolar benar-benar menyentuh angka Rp 15 ribu?“Itu sangat berat sekali,” tegasnya. “Oleh sebab itu, pemerintah harus bisa menstabilkan kalau bisa di bawah Rp 14 ribu,” demikian Adhi. [ian/rmol) 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!