Gelora Sriwijaya Jakabaring Venue Leg Pertama Piala Presiden 2018

JAKARTA – Sriwijaya FC akan menjadi tuan rumah lebih dahulu di semifinal Piala Presiden 2018 ketika melawan Bali United pada 11 Februari nanti. Gelora Sriwijaya Jakabaring ditetapkan menjadi venue leg pertama turnamen pramusim tersebut. Tiga hari kemudian, atau pada 14 Februari, giliran Bali United menjadi tuan rumah di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Kedua pertandingan dilaksanakan pada 19.30 WIB.

“Kami tidak ada masalah dengan jadwal. Sepakat saja demi kebaikan bersama karena pertandingan semifinal ini paling ditunggu-tunggu masyarakat. Kami anggap Piala Presiden ini bukan hanya sebuah turnamen pramusim, tapi turnamen bergengsi bagi kami. Gelora Sriwijaya Jakabaring sudah siap untuk menyelenggarakan leg pertama semifinal,” ungkap Faisal Mursyid, sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, perusahaan yang mengelola Sriwijaya FC usai meeting semifinal Piala Presiden di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Selasa (6/2).

Faisal mengingatkan kepada panpel Piala Presiden 2018. Pada pertandingan krusial ini harus diterjunkan wasit terbaik Indonesia untuk memimpin pertandingan. Mengingat, pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu masayarakat Indonesia. “Harapan kami perangkat pertandingan, terutama wasit, tolong disiapkan yang terbaik di Republik ini pada pertandingan semifinal nanti. Pertandingan ini ditonton ratusan juta masyarakat Indonesia. Kami berharap, pelaksanaan sukses sampai final dan kami siap sukseskan turnamen Piala Presiden 2018 ini,” terang pria bergelar Datuk Talangik ini.

Dalam partai semifinal nanti, lanjut Faisal, Sriwijaya FC mendapatkan kepastian status warga negara Indonesia Alberto Goncalves. Ini setelah bomber kelahiran Brasil yang karib disapa Beto tersebut selesai dinaturalisasi dengan ditandai keluarnya Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia bernomor AHU.AH 10.02-28 Tahun 2018 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia atas nama Alberto Goncalves da Costa yang ditandatangani Dirjen Hukum Administrasi Umum Cahyo Rahadian Muzhar, tertanggal 6 Februari 2018. Kepastian bisa dimainkannya Beto sebagai pemain lokal di pertandingan nanti juga diangkat dalam pembicaraan di rapat semifinal yang dihadiri perwakilan empat semifinalis, OC dan SC Piala Presiden 2018.

“Apakah dengan sudah keluarnya SK WNI untuk Beto, dia bisa dimainkan sebagai pemain lokal di pertandingan 11 Februari nanti?” tanya Faisal. “Kita akan akui sebagai pemain lokal tapi gak ada penambahan untuk pemain asing. Sepanjang dokumen lengkap kami akui sebagai pemain lokal. Kami tunggu dokumennya diserahkan paling lambat 90 menit sebelum kick off,” terang Tigorshalom Boboy, selaku anggota panpel Piala Presiden 2018.

Asisten Pelatih Bali United Eko Purjianto mengaku tidak mempermasalahkan status baru Beto di pertandingan semifinal Piala Presiden 2018. Pihaknya sudah siap meladeni permainan Sriwijaya FC bagaimana pun skuat mereka. Termasuk jika nanti terbuka kemungkinan Sriwijaya FC memainkan enam “asing” dalam satu pertandingan jika Beto dan Bio yang sudah WNI main melengkapi kuota empat asing yang akan diperebutkan Yu Hyun Koo, Esteban Vizcarra, Makan Konate, Manuchehr Jalilov, dan Mahamadou N’Diaye.

“Kami tidak ada masalah dengan status WNI Beto. Kami akan main sebagaimana gaya kami sekalipun jadwal semifinal ini berdekatan dengan pertandingan AFC Cup,” ucap Eko yang hadir di meeting semifinal Piala Presiden. “Kami juga sudah terbiasa dengan situasi seperti ini karena sejak awal kami pecah tim kami menjadi dua hingga bisa capai semifinal. Satu fokus di Piala Presiden dan satu lagi di AFC Cup,” lanjutnya.

Bali United memang tidak diuntungkan dengan jadwal Piala Presiden 2018. Mereka di sela jadwal semifinal harus memainkan pertandingan penyisihan Grup G AFC Cup 2018. Pertandingan perdana melawan Yangon United pada 13 Februari. Di grup ini, selain Yangon United, Bali United juga akan bersaing diperebutkan tiket 16 besar AFC Cup dengan FLC Than Hoa (runner up Liga Vietnam) dan Global Cebu FC (wakil Filipina).

Dalam meeting semifinal Piala Presiden 2018 kemarin, ada putusan yang perlu didiskusikan dengan serius. Terutama terkait jadwal pertandingan Persija Jakarta melawan PSMS Medan. Sama dengan Bali United, Persija juga mewakili Indonesia di AFC Cup. Pada 14 Februari nanti, tim berjuluk Macan Kemayoran akan bertandang ke kandang Darul Takzim FC Malaysia. Karena pertandingan ini, rapat diskors 10 menit untuk membicarakan win win solution karena PSMS tidak mau jadwal dimajukan sehari sesuai permintaan Persija agar lebih longgar main di AFC Cup. Sementara PSMS Medan sudah memesan tiket dan booking hotel untuk pertandingan 10 dan 13 Februari.

Akhirnya diambil jalan tengah setelah rapat kecil ditengahi Ketua SC Maruarar Sirait, waktu pertandingan tetap sesuai timeline semua, hanya kick off untuk leg kedua pada 12 Februari dimajukan menjadi pukul 14.30 WIB dari jadwal semula pukul 19.30 WIB. Tujuannya, Persija bisa langsung bertolak ke Malaysia dengan penerbangan terakhir ke Negeri Jiran tersebut untuk bertanding melawan Darul Takzim FC pada 14 Februari.

“Jika tetap main 19.30 WIB kami kesulitan transpor ke Malaysia untuk mengejar pertandingan di Malaysia 14 Februari. Semua ini dilakukan untuk menjaga kualitas pertandingan yang sudah dinanti masyarakat Indonesia,” ucap Dirut Persija Gede Widiade.

Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait berterima kasih kepada klub yang mau menjaga keberlangsungan Piala Presiden dengan transparan. Karena itu, selama rapat berlangsung disaksikan oleh media dan para sponsor turnamen. “Kami berharap ke depan ada edukasi dan pencerahan dari klub kepada suporter karena saat di Solo kami temukan suporter dengan membawa senjata tajam. Ini karena Piala Presiden televisi share-nya paling tinggi dari laporan Indosiar. Artinya, sepak bola bisa menjadi hiburan masyarakat, selain dangdut,” ungkap Bang Ara, sapaan karib Maruarar Sirait. (kmd/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!