Generasi Micin Zaman Now

“Memang kelakuan kids zaman now.” Siapa sih yang gak pernah dengerin julukan seperti itu bagi generasi muda sekarang. Tak sedikit orang yang memberi julukan seperti itu bagi anak-anak diera globalisasi ini. Gak hanya julukan itu, sekarang saja sudah muncul julukan yang baru lagi nih yaitu generasi “micin”. Apasih salah dari Monosodium glutamate (MSG), sehingga ia disebut-sebut dan menjadi trending seperti sekarang? Setelah ini, ada julukan apalagi ya? Generasi lada, generasi garam atau yang lebih aneh lainnya. Penasaran gak sih, kenapa tiba-tiba bisa muncul julukan seperti itu? Yuk cari tahu! (may)
Jarang sekali, remaja sekarang disebut dengan generasi muda. Seperti yang sudah kalian tahu, sekarang banyak orang menyebutnya dengan julukan yang lebih unik yaitu generasi micin. Yups, micin atau bahasa kerennya Monosodium glutamate. Di dalam makanan sehari-hari, sebagian besar masyarakat terutama anak-anak memang tidak dapat terlepas dari penyedap rasa yang satu itu, entah itu ada di dalam makanan ringan, masakan, cemilan serta yang lainnya.
Tetapi itu bukan menjadi alasan utama, mengapa generasi muda dikatakan sebagai generasi micin. Alasan yang sebenarnya yaitu seperti dari tingkah laku anak-anak zaman sekarang yang dapat dikatakan ‘alay’ dan mengumbarkan kegalau-an nya di social media. Berbeda dengan anak zaman dahulu yang hanya tahu bermain petak umpet, kejar-kejaran, bermain layang-layang, serta permainan sederhana lainnya yang dapat menciptakan suatu kebahagiaan tersendiri. Memang sangat berbeda dengan anak zaman sekarang, yang sejak dini sudah diperkenalkan dengan namanya gadget maupun teknologi canggih lainnya. Itu yang terkadang dapat mematikan rasa kebersamaan.
“Cukup banyak sih anak alay yang memang mengumbar kesedihannya di dalam dunia maya atau social media. Mulai dari screenshot chat curhat-curhatan dengan teman sebaya nya untuk memberi ‘kode’ kepada gebetan, mempostingquotesgalau dari beberapa akun di timeline aplikasi Line, serta melakukan hal-hal yang terkesan aneh untuk mendapatkan perhatian dari publik.”, ucap Catherine Visakha dari SMA Xaverius 3 Palembang.
Gak hanya itu alasannya, namun masih banyak lagi alasannya seperti anak-anak yang masih berada di bawah umur lebih mementingkan status pacaran dibandingkan prestasi nya. “Maa, jangan lupa makan ya! Nanti kalau mama sakit, yang nyakitin papa siapa?” Kalian pasti sering mendengar kata-kata yang satu itu kan. Eits, jangan sampai salah! Itu bukan diutarakan oleh sepasang suami istri lho, melainkan anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar maupun Menengah dan juga masih menggunakan seragam putih merah, biru serta abu-abu.
Terkadang sikap kita yang terlalu mengikuti perkembangan zamanlah yang membuat kita menjadi lupa dengan jati diri kita yang sebenarnya. Ingin menjadi lebih kekinian, takut ketinggalan zaman dengan melakukan hal-hal yang kurang benar supaya dapat dipandang dan menjadi terkenal membuat kita menjadi terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak baik. Kita bukan Generasi Micin seperti apa yang dikatakan oleh kebanyakan orang, kita tetaplah Generasi Penerus Bangsa dengan segudang prestasi dan kreatifitas! (may)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!