Girder Diangkat, Lalin Normal

Arus lalu lintas di sekitar kawasan gilder yang jatuh menimpa rumah warga tampak lancar. Foto: Budiman/Sumeks

PALEMBANG – Hari keempat pasca-jatuhnya crane dan girder (steel box) yang menimpa dua rumah warga dan ruko empat pintu di Jalan GHA Bastari samping Flyover Jakabaring. Sabtu (5/8) dini hari, girder dengan berat 70 ton akhirnya berhasil diangkat.

“Sekitar pukul 01.00 atau 02.00 tengah malam tadi diangkatnya. Semoga tidak ada korban lagi,” tutur Sri, warga sekitar. Ada beberapa crane yang didatangkan untuk mengangkat girder tersebut.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB menegaskan, girder harus diangkat dengan menyesuaikan situasi lalu lintas di sana. “Maka itu girder box diangkat malam hari,” jelasnya.

Meski di sekitar girder masih terpasang police line, jalan yang semula ditutup sekarang sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan. “Jalan sudah dibuka sehingga (lalu lintas, redd) normal kembali,” imbuhnya. Hingga kini proses penyelidikannya masih terus dilakukan. Pihaknya juga akan memanggil kepala proyek untuk dimintai keterangan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Provinsi Sumsel Nasrun Umar menyebut PT Waskita Karya awalnya menjanjikan seminggu untuk evakuasi girder. “Tapi, saya batasi tiga hari. Ternyata mereka (PT Waskita Karya, red) bisa lebih cepat mengangkat girder yang jatuh,” terangnya.

Nasrun mengistilahkan ‘tidak ada yang sempurna’. Pihaknya berupaya menyeimbangkan antara kekurangan dan kelebihan dari apa yang telah dilakukan PT Waskita Karya dalam proyek LRT. “Tapi yang jelas, Gubernur menekankan betul masalah ini,” tukasnya. (chy/vis/vin/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!