Gol Bunuh Diri, Iran Kalahkan Maroko

RUSIA – Laga Maroko kontra Iran berlangsung dengan tempo permain tinggi. Jual beli serangan terjadi selama waktu normal 2 kali 45 menit. Partai ini juga penuh kejutan dan prestasi. Misalnya Achraf Hakimi tampil sebagai pemain termuda pertama yang mewakili Maroko di Piala Dunia.

Bek kanan Real Madrid berusia 19 tahun ini bisa langsung bermain sejak menit pertama saat Maroko melakoni pertandingan pertama melawan Iran di Stadion Saint-Petersburg, Jumat (15/6/2018) malam WIB. Pemain termuda Maroko sebelumnya yang bisa bermain di Piala Dunia, yakni Ali Elkhattabi ketika berusia 21 tahun. Penampilan Hakimi dkk cukup menjanjikan di babak pertama laga melawan Iran.

Dengan penguasaan bola sebanyak 68 persen, terlihat bisa memberikan kesulitan besar bagi lini pertahanan Iran. Namun, hal tersebut tidak cukup untuk dapat membongkar benteng kokoh di lini belakang Iran di babak pertama.

Sementara itu, Iran bukan tanpa peluang mencetak gol. Lewat serangan balik skuat asuhan Carlos Queiroz bisa membuat ancaman terbesar pada menit ke-43. Memasuki babak kedua Maroko terus memberikan tekanan. Sebaliknya Iran yang mengandalkan permain serangan balik kerap membuat barisan pertahanan Maroko kerepotan.

Kiper Ali Beiranvand tampil gemilang. Ia beberapa kali mampu menghalau upaya mengonversi serangan jadi gol dari psdukan Maroko. Hingga waktu normal berakhir, tidak terjadi gol. Begitu juga dengan tambahan waktu selama 6′  Iran baru bisa memecahkan kebuntuan melalui gol bunuh diri pemain belakang Maroko. (int) Foto atas: Younes Belhanda , pemain maroko terlihat sangat kecewa atas kekalahan timnya.  Getty Images)

 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!