GPN di Koba, Masyarakat Pamer Kebudayaan

Adiati Nurdin. foto: istimewa

KOBA – Gowes Pesona Nusantara (GPN) 2017 di Bangka Tengah (Bateng) benar-benar heboh. Semua kalangan masyarakat padati sepanjang jalanan dari Kecamatan Koba hingga Desa Terentang dengan mengayuh sepeda. Lintasan yang ditaklukkan sepanjang 11 km.

Sesampainya finish di Terentang, situasi malah semakin heboh. Gara-garanya, masyarakat Bangka Tengah memamerkan kesenian tradisionalnya berupa kereto surung dan kereto angin. Kedua kereta ini dibuat dari kayu. Ceritanya, permainan ini berawal dari kebiasaan masyakarat dalam mengolah tanah sebelum ditanam. Kini kereto tersebut jarang dipakai kemudian dilestarikan sebagai kesenian daerah yang menjadi kearifan budaya lokal.

Saat kereto surung dan kereto angin diperkenalkan, Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan Pemuda dan Olahraga Kemenpora Adiati Nurdin didaulat menaikinya. Wanita berhijab itu pun dibawa berlenggak lenggok mengitari halaman tempat acara dengan warga setempat gang mengendalikan. Di kereta lainnya ada Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh juga menaiki kereta surung.

“Luar biasa ya animo masyarakat di sini. Melihat antusiasme mereka kami sangat terkesan. Kami nilai kegiatan ini sukses karena berbagai kalangan ikut ambil bagian. Mulai dari anak-anak, sampai orang dewasa dan bahkan bupatinya. Kami berharap kegiatan seperti ini dijaga hingga akhirnya olahraga menjadi budaya,” ungkap Adiati.

Baca Juga :  Ini Jawara Baru LSP

Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh mengaku senang dan berterima kasih kepada Kemenpora. Diakuinya, GPN bisa jadi momentum mendongkrak popularitas pariwisata. Di Bangka Tengah, ada banyak destinasi wisata selain permainan tradisional. Misal air biru bekas galian timah, kemudian keelokan pantai yang membujur sepanjang jalan. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!