GPN Pintu Masuk Olahraga Jadi Kebutuhan Hidup

GPN di Koba. foto: istimewa

KOBA – Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan Pemuda dan Olahraga Kemenpora Adiati Nurdin berharap, Gowes Pesona Nusantara (GPN) 2017 menjadi pintu masyarakat gandrung berolahraga. Bahkan lebih baik lagi jika olahraga menjadi sebuah kebutuhan hidup. Jadi gaya hidup bangsa karena olahraga sangat membantu dalam pembangunan karakter bangsa.

“Di olahraga ada banyak nilai positif, seperti sportivitas, disiplin, dan kerja sama. Semua itu bisa menjadi modal membangun bangsa dan negara Indonesia. Salam Pak Menpora, beliau sangat mendukung acara seperti ini. Terima kasih Bangka Tengah telah berikan kesempatan untuk bergembira dalam bentuk olahraga. Dengan hebohnya antusiasme peserta dan keterlibatan semuanya mulai dari anak sekolah, pemuda, dan pejabat daerah ini menjadi fakta suksesnya acara ini,” ungkap Adiati.

GPN 2017 di Bangka Tengah mengambil start di Bundaran Tugu Ikan Kecamatan Koba. Mereka akan finish di Desa Terentang yang merupakan masih bagian dari Kecamatan Koba. Lebih dari seribu goweser mengayuh sepedanya menempuh jarak sekitar 11 kilo meter. Pesertanya, semua tingkatan usia. Mulai dari anak-anak sekolah dasar sampai para orang tua. Mulai pejabat daerah sampai bapak-bapak Polisi juga ikut ambil bagian. Putra maupun putri. Mulai yang berhijab sampai yang tidak.

Baca Juga :  Kembangkan Air Terjun Cughup Sangeh

Semua tumplek blek di jalanan mengayuh sepeda bersama-sama berusaha mencapai garis finish. Sesampainya di garis finish, berbagai acara hiburan menyambut peserta. Salah satunya permainan tradisional kereto angin dan kereto surung. Selain itu juga ada jajaran pasar berjejer memanjakan peserta. Deburan ombak pantai melengkapi suasana bersantai para peserta karena Desa Terentang ini berada di tepi pantai. Adiati dipercaya melepas peserta GPN 2017 di Bangka Tengah.

Sebelum mengayuh sepeda, didahului prosesi penyerahan tanah dan air dari tempat keramat, Tapak Dewa di Desa Batu Blubang, Kecamatan Pangkal Baru, Bangka Tengah. Penyerahan dari Bupati Ibnu ke Staf Ahli Pemuda Bidang Pengarusutamaan Pemuda dan Olahraga Adiati Noerdin diiringi Tarian Pesembahan. “Tanah dan air ini menjadi perekat bangsa. Semua titik di Indonesia yang dilewati GPN makukan ini. Menyerahkan tanah dan air yang nanti akan kami kumpulkan semuanya di Magelang untuk menjadi simbol perekat pemuda di sana. Kelak pemuda jadi pemimpin bangsa dan rekatkan NKRI,” ujar Adiati.

Bupati Bangka Tengah (Bateng) Ibnu Saleh berterima kasih kepada Kemenpora karena daerahnya dilewati GPN 2017. Dia meyakini program dengan tagline “Ayo Olahraga” ini bakal berguna bagi masyarakat. Mengingat, GPN tidak hanya menjadi momentum untuk berolahraga agar tubuh menjadi sehat dan bugar tapi juga sebagai perekat bangsa. Bahkan dia siap dialokasikan dana untuk GPN 2018 dalam anggaran APBD tahun depan.

Baca Juga :  Selamat... Menteri ini Raih S2

“Kami sengaja muncul kan kesenian tradisional seperti kereto angin dan kereto surung karena GPN ini bagus untuk dongkrak geliat pariwisata di Bangka Tengah. Kami mohon maaf tahun ini yang pertama dan masih banyak kekurangan. Ini menjadi evaluasi kami tahun depan menjadi lebih baik. Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan hari ini saja tapi bersepeda setiap hari. Sebagai kebutuhan hidup sehingga┬á terjaga kesehatannya dan menjadi sumber daya manusia yang unggul,” ucap Bupati Ibnu. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!