Hadiri GPN, Staf Ahli Menpora Menangis

Adiati Noerdin menerima tanah dan air saat GPN di Jayapura. foto: istimewa

JAYAPURA – Mulai 2017 hingga 2020, dunia olahraga Indonesia disibukkan dengan berbagai multieven. Baik itu levelnya nasional, regional hingga kategori internasional. Tahun ini saja, para atlet Indonesia masih ada yang berjuang di Islamic Solidarity Games (ISG) di Baku, Azerbaijan. Sementara Agustus nanti ada SEA Games dan ASEAN Para Games Malaysia. 2018 ada Asian Games Jakarta-Palembang, Asian Para Games, dan 2020 Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua.

Staf Ahli Pemuda Bidang Pengarusutamaan Pemuda dan Olahraga Adiati Noerdin mengatakan, Kemenpora ingin menyemangati masyarakat Indonesia menatap multieven yang sudah ada di depan mata tersebut. Caranya, dengan menggerakkan masyarakat Indonesia gemar olahraga. Salah satunya ya dengan menggulirkan program Gowes Pesona Nusantara (PGN) 2017 keliling 34 provinsi meliputi 90 kota/kabupaten di Indonesia.

“Kemenpora juga punya Gala Desa dan Liga Sepakbola Berjenjang 2017 selain Gowes Pesona Nusantara. Semua kegiatan ini untuk berikan semangat menatap multieven yang sudah menunggu di depan. Kami juga berharap dari GPN ini muncul atlet sepeda bertaraf internasional selain bisa jadi momentum kembangkan destinasi wisata,” ungkap Adiati di depan para pegowes di Kantor Dinas Otonomi Kota Jayapura, Sabtu (20/5).

GPN di Jayapura merupakan lanjutan start dari Merauke yang launching pekan lalu. Di Jayapura alias Port Numbay, GPN diikuti seribuan goweser. Mereka start mengayuh sepeda dari Kompleks GOR Waina Batas Kota Jayapura dan finish di Kantor Dinas Otonom Kota Jayapura setelah menempuh jarak kurang lebih satu jam. Setelah finish, sepeser senam poco-poco dan ditutup dengan membagikan doorprize. Ada suasana haru jelang pelepasan goweser yang dilakukan oleh Sekda Kota Jayapura RD Siahaya. Adiati meneteskan air mata disaksikan peserta gowes saat Siahaya menyerahkan tanah dan air dari Bumi Port Numbay diiringi lagu “Tanah Airku Indonesia”.

Baca Juga :  Kemenpora Apresiasi Kejuaraan Basket Pelajar Asia

“Saya tak kuasa menahan air mata yang menetes. Saya terharu, begitu syahdu dan khidmat saat lagu “Tanah Airku Indonesia” dinyanyikan bersamaan dengan penyerahan tanah dan air dari Jayapura. Ini kesan yang mendalam buat saya di tengah kegaduhan yang mengancam Bhinneka Tunggal Ika dan keutuhan NKRI. Tanah dan air ini akan disatukan dengan tanah dan air dari lain daerah di Magelang 9 September nanti,” ungkap Adiati, sesekali menyeka air matanya yang meleleh basahi pipi.

GPN 2017 memang bergerak dari empat penjuru Indonesia. Ada yang bergerak dari titik nol kilometer Sabang, Tarakan, Atambua, dan Merauke. Semua akan bermuara di Magelang, Jawa Tengah pada perayaan puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September mendatang. Untuk Merauke, ke Jayapura, lalu pekan depan ke Sorong.

“Saya apresiasi sebesar-besarnya Kota Jayapura turut berpartisipasi melancarkan program Kemenpora. Saya gak menyangka kegiatan sangat meriah,” ucapnya.

Sekda Kota Jayapura RD Siahaya menjelaskan, GPN menjadi cara bukti dalam menjaga NKRI. “Maka atas nama pejabat walikota Jayapura, saya telah serahkan tanah dan air Port Numbay. Ini sebagai lambang tanah dan air Papua menjadi bagian tak terpisahkan dari Indonesia,” ucapnya.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!