Hadiri Kemenangan Anies-Sandi, ini Kata Aburizal Bakrie

351
Aburizal Bakrie. foto: dok jpnn.com

JAKARTA – Kendati Partai Golkar mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta. Namun Ketua Dewan Pembina partai beringin tersebut mendukung kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga S Uno.

“Iya kalau sekarang dia menang, masak tidak didukung,” kata Aburizal saat menghadiri “perayaan kemenangan” Anies-Sandi di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (19/4).

Ical pun tidak merasa ada masalah meski dukungannya berbeda dengan Golkar yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. “Tidak apa-apa, namanya persaingan,” tegas mantan ketua umum Partai Golkar itu.

Ical mengaku dari awal selalu taat kepada apa pun keputusan partainya. Namun, Ical mengaku dukungan kepada Anies-Sandi lebih bersifat pribadi. Ini mengingat Anies-Sandi merupakan juniornya.

“Apalagi Sandi, kan ketum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) 12, dan saya HIPMI 3,” kata Ical.

Dia mengaku tidak merasa bersalah beda sikap mendukung calon dengan partai yang pernah dipimpinnya itu. Pun demikian soal kedatangannya ke rumah Prabowo, Ical merasa tidak ada persoalan meski partainya tengah mengalami duka akibat kekalahan.

“Kenapa merasa bersalah? Kan kita diundang, datang. Bahwa Jakarta damai seperti ini, kita senanglah. Mestinya dari Partai Golkar senang bahwa semua senang,” kata Ical.

Baca Juga :  Jelang Sidang KPPU, ini Kata Pengamat

Dia juga menjelaskan kedatangannya ke rumah Prabowo karena diundang mantan Danjen Kopassus itu. “Saya sampaikan selamat yang dinyatakan menang oleh quick count, tunggu (hasil) KPUD,” ujarnya.

Dia mengatakan, dari awal sudah berkomunikasi dengan Partai Golkar soal dukung mendukung cagub DKI Jakarta. Sebagai dewan pembina, Ical sudah memberitahu. Tapi, wewenang untuk menentukan ada di DPP Partai Golkar, bukan dewan pembina.

“Karena kewenangan DPP, saya tunduk kepada perintah DPP. (Yang menentukan) bukan dewan pembina. Kalau calon ketua DPR, calon presiden, calon ketua MPR, itu memang hak bersama antara DPP dan dewan pembina,” pungkasnya.(boy/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!