Hadirkan Tersangka, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Musnahkan 1.221 Butir Ekstasi

PALEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, kembali memusnahkan barang bukti narkoba. Rabu (16/5), ada 1.221 butir ekstasi dan 173,53 gram sabu yang dimusnahkan. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo mengatakan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan tersebut adalah hasil ungkap kasus dari 1 April hingga 6 Mei 2018. “Harus cepat dimusnahkan dan berkas perkara segera dilimpahkan ke Kejati,” ujar Slamet didampingi Kabag Wassidik Ditres Narkoba, AKBP Imran Gunawan.

Narkoba yang dimusnahkan tersebut hasil dari penangkapan 6 tersangka. Masing-masing tersangka pasangan suami istri Edi dan Esniwati. Keduanya ditangkap pada Kamis (12/4) pukul 13.00 WIB di Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Jakabaring. “Dari keduanya diamankan 100 butir ekstasi,” sambungnya. Kemudian dari tersangka Imam yang ditangkap pada Minggu (1/4) pukul 00.30 dini hari WIB di jalan Batu Jajar, Kecamatan Sukarami. Barang bukti yang diamankan 100 butir pil ekstasi.

Lalu, dari pengembangan hari itu juga, ditangkap rekannya yaitu tersangka Agus di jalan yang sama. Barang bukti yang diamankan 1.080 butir pil ekstasi. Selanjutnya menangkap tersangka Sumarno yang ditangkap Senin (23/4) pukul 10.00 WIB di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukarami. Barang bukti diamankan sabu seberat 97,62 gram.

Terakhir, tersangka Syafran ditangkap Minggu (6/5) pukul 18.00 WIB di Jalan R Soekamto, Kecamatan Ilir Timur (IT) 2. “Barang bukti yang diamankan sabu seberat 97,50 gram,” pungkasnya.

Pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara diblender menjadi bubur. Lalu dicampur larutan deterjen untuk menetralisir kandungan Amphetamin dan Metamphetamin yang menjadi zat utama narkoba tersebut. “Untuk barang bukti narkoba yang didapat di bandara, belum dimusnahkan karena kasusnya terus dikembangkan,” timpal Imran.

Pengakuan tersangka Edi, dirinya hanya kurir. Disuruh seseorang mengantar ekstasi ke Jakabaring. “Saya dijanjikan upah. Tapi belum dapat karena saya keburu ditangkap,” akunya.

Sementara tersangka Esniwati mengaku tidak tahu kalau bungkusan yang dibawa suaminya adalah narkoba. “Baru sekali inilah diajak suami,”ujarnya. Sementara tersanga Safran mengaku dijanjikan Rp5 juta dari sabu yang dibawanya. “Tapi saya tidak tahu nama orang yang menyuruh saya. Kami hanya komunikasi lewat telepon,” ujar tersangka. (vis/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!