Hafiz Bisa Masuk Sekolah Tanpa Tes

Wali Kota H Harnojoyo didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto beri penghargaan kepada siswa penghapal Alquran. Foto: Kris/Sumeks

Wako Launching TPA Berbasis Sekolah

PALEMBANG – Pembangunan karakter yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dimulai sejak dini. Langkah yang dilakukan program “Jam ke Nol dan TPA Berbasis Sekolah”. Program ini di-launching Wali Kota (Wako) Palembang H Harnojoyo di Bumi Perkemahan Cadika, kemarin (15/6).

Menurut Wako, program yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang ini
sinergis dengan tujuan dari pencapaian visi Palembang EMAS di 2018. Khususnya dalam menciptakan masyarakat yang madani, berkarakter membangun dengan basis agama yang kuat, dimulai sejak sekolah dasar hingga SMA di Kota Palembang.

“Tentu harapan kita nanti, Palembang akan bebas buta aksara Alquran. Program ini sangat baik dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang. Setelah anak-anak mampu membaca, mereka diminta memahami sehingga dapat mengamalkan,” harap Harnojoyo seraya menambahkan, dalam kegiatan tersebut diikuti lebih dari 4.000 siswa dan guru se-Kota Palembang.

Pada kesempatan tersebut, Wako secara simbolis memberikan piagam kepada siswa yang sudah mampu menghafal sejumlah surat lewat Jam ke Nol yang digagas sebelumnya. Termasuk mereka yng memiliki keterampilan dan kemampuan sari tilawah dan membaca Alquran dengan baik.

Bahkan, Wako Harnojoyo berencana akan mengkaji pemberian beasiswa bagi hafiz (penghafal) Alquran. Salah satunya bagi siswa SD dapat masuk SMP tanpa tes. Begitupun untuk siswa SMP yang akan masuk SMA. Namun, Wako mengaku, ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dan Kanwil Kementerian Agama Kota Palembang. Kebijakan tersebut sebagai motivasi pelajar di Kota Palembang.

“Akan kita programkan, sebagai motivasi. Karena para pelajar di Palembang tidak hanya diharapkan menjadi pintar, melainkan juga memiliki karakter dan akhlak yang mulia berlandaskan agama yang kuat. Itu salah satu target kita ke depannya,” jelas Harnojoyo.

Karena itu, Harnojoyo menegaskan tidak sependapat dengan munculnya isu penghapusan mata pelajaran agama di sekolah. Karena, menurut Harnojoyo, agama yang mengajarkan kebaikan akan mampu membentuk karakter anak didik. Sehingga menjadi orang baik dan berguna bagi masa depan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengungkapkan, sejak lama Pemkot Palembang menerapkan Jam ke Nol di seluruh sekolah di metropolis. Semua siswa diminta untuk mengaji, dengan masuk pukul 06.40 WIB.

Sedangkan launching program Taman Pendidikan Alquran (TPA) berbasis sekolah ini merupakan kenaikan tingkat. “Sehingga jadinya seperti ekskul. Kegiatan ini bisa dijadikan budaya, dengan peran guru agama yang harus lebih kuat lagi. Mereka bisa belajar mengaji dan berdiskusi masalah agama,” ungkap Zulinto.

TPA berbasis sekolah ini tak berbeda dengan TK/TPA Alquran yang ada di lingkungan perumahan. “Jadi syiar Islam akan semakin luas,” tandasnya. (aja/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!

BAGIKAN
Berita sebelumya
Berita berikutnyaBisa Berobat di Tujuan Mudik