Hakim Ajarin Jaksa KUHAP

Agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa terpaksa ditunda, Senin (27/11). Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Dianggap surat pemanggilan yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum, Syarif Sulaiman SH terhadap terdakwa Andi alias Aan tidak sah oleh majelis hakim, karena diantarkan bukan oleh dirinya tapi oleh petugas polisi, maka sidang dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa terpaksa ditunda.

Dimana hingga majelis hakim meninggalkan ruang sidang, persidangan hanya dihadiri lima terdakwa. Yakni Agus Romrizal (50), warga Jl Slamet Riyadi Lr Kemas I Kelurahan Kuto Batu (terdakwa I), Taufik Hidayat (30), warga Jl Slamet Riyadi Lr Sei Jeruju (terdakwa II), M Helmi (35), warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa III).

Selanjutnya Andi Gunawan (20), warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa IV). Berikutnya, Fitriadi (38), warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa VI) dan Antoni (25), warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa VII).

“ Berdasarkan pasal 227 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang berwenang untuk mengantarkan surat pemanggilan terhasdap terdakwa itu jaksa penuntut umum (JPU) bukan polisi. Kalau hanya menemani untuk mengantarkan boleh saja, tapi yang harus menyerahkan itu jaksa,” kata Ketua majelis Hakim, Berton SH di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (27/11) sore.

Selain itu, tindakan jaksa dengan mengulur-ulur dan tidak memanggil secara patut, membuat sidang ini menjadi sia-sia. Dan kalaupun harus dipaksakan, maka persidangan ini akan semena-mena dan tidak memperhatikan azas hukum yang ada. (afi)

Baca Juga :  Akhirnya... Pelaku Penggelapan Mobil ini Divonis 1,5 Tahun

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Selasa (28/11)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!