Hangtuah Sayangkan WO Pacific di Palyoffs

LAGA: Pacific Caesar Surabaya saat melawan Stapac Jakarta pada playoffs Divisi Putih IBL Indonesia 2018 Sabtu (10/3). Foto: Kumaidi/Sumeks

JAKARTA – Direktur Bank Sumsel Babel (BSB) Hangtuah Ferri Jufry menyayangkan aksi walk out (WO) Pacific Caesar Surabaya saat melawan Stapac Jakarta pada playoffs Divisi Putih IBL Indonesia 2018 sabtu (10/3).

Menurutnya, semua pihak tidak perlu cari alasan sebagai pembenaran. Sebaliknya, semua mulai klub, wasit, maupun penyelenggara kompetisi bola basket tertinggi Indonesia ini harus introspeksi diri atas kejadian ini di DBL Arena Surabaya tersebut.

“Kami jelas menyayangkan Pacific WO apalagi kejadiannya saat kompetisi akan berakhir, yang mana playoffs adalah babak penentuan. Ini secara tidak langsung rusak citra liga terlepas siapa yang benar dan yang salah apalagi sebentar lagi kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan Piala Dunia Basket,” ungkap Ferri.

Sebagaimana diketahui, Sabtu kemarin Pacific memutuskan tidak melanjutkan pertandingan playoffs game kedua melawan Stapac Jakarta di DBL Arena Surabaya. Pacific protes Anton Waters tidak boleh dimainkan setelah di laga sebelumnya terkena ejected karena melakukan satu kali technical foul dan sekali unsportman.

Menurut peraturan FIBA, kondisi ini memang harus di eject dan berimbas pada pelarangan bermain pada pertandingan berikutnya. Di laga ini, Pacific Caesar Surabaya butuh kemenangan setelah di pertemuan pertama playoffs pada Jumat (9/3) takluk 77-69
kepada Stapac.

“Semua komponen harus introspeksi diri dengan kejadian ini. Jelek banget. Gak bisa dipungkiri semua punya kekurangan dan kelebihan. Mulai wasit, IBL, juga tim. Pemain Hangtuah sendiri musim lalu banyak yang kena eject dan gak boleh main, di antaranya Andre Ekayana dan Mei Joni. Bahkan Joni setelah terlibat perkelahian di lapangan tidak bisa main di beberapa game. Namun, semua ini kembali ke peraturan tertulis yang bisa jadi pegangan. Memang selama ini ada peraturannya tapi soal ejected belum ada secara rinci,” jelas pengusaha konveksi asal Padang ini.

“Prinsipnya kami setuju dan mendukung adanya perubahan tapi semua harus berjalan fair,” lanjutnya.

Hangtuah sendiri di IBL Indonesia 2018 sudah memastikan diri lolos semifinal. Di fase ini, tim berjuluk Laskar Segantar Alam akan bertemu Satria Muda yang sudah menunggu karena statusnya sebagai juara Divisi Merah. Sementara di Divisi Putih Stapac Jakarta yang keluar sebagai pemenang lawan Pacific Caesar Surabaya sua Pelita Jaya di semifinal. Pertandingan semifinal akan berlangsung tiga game. Hangtuah akan melawan Satria Muda pada 22 Maret nanti. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!