Hapus Image Politik Uang

Komisioner KPU Sumsel pose bersama awak redaksi Harian Sumatera Ekspres, Kamis (20/7). foto: dendi romi sumeks.co.id

PALEMBANG – KPU Sumsel berharap pemilukada serentak yang akan digelar pada tahun depan akan melahirkan pemimpin yang tidak menggunakan politik uang. Karena itu, lembaga penyelenggara pemilu tersebut akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sosialisasi pemilukada akan dilakukan bulan depan. Tahap awal adalah KPU kabupaten/kota di Sumsel,” kata Ketua KPU Sumsel Aspahani didampingi Komisioner Alexander Abdullah, Liza Lizuarni, dan Henny Susantih saat menerima audiensi redaksi Harian Sumatera Ekspres, Kamis (20/7).

Dia menyesalkan masih sering terjadinya politik uang setiap Pilkada. Masyarakat sebagai pemilih cerdas, seharusnya tidak mau diiming-imingi uang oleh timses pasangan calon kepala daerah. Jika masyarakat masih mau menerima uang atau sembako, maka pemimpin yang lahir tidak akan berpihak pada rakyat. “Pemimpin terpilih pasti akan membalas donatur atau sponsor yang sudah membantu pasangan calon saat kampanye,” ujarnya.

Karena itu, sambung Aspahani, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terlebih kepada pemilih pemula. Apakah itu pelajar atau mahasiswa. “KPU akan menanamkan kepada pemilih pemula untuk menjadi pemilih yang cerdas,” tukasnya.

Dia menyesalkan sikap partai yang menunggu pasangan calon kepala daerah yang akan melamar dengan membuka penjaringan. Jika partai mau fair, usunglah calon kepala daerah yang memiliki sifat amanah. “Jangan ada mahar-maharan,” tukasnya. (dom)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!