Harga Anjlok, Tomat Dibiarkan Membusuk

BUSUK: Petani tomat membiarkan hasil kebunnya membusuk di batang akibat harga tomat yang anjlok. Foto: Agustriawan/Sumatera Ekspres

LAHAT – Anjloknya harga tomat sebulan terakhir ini membuat para petani kesusahan. Bahkan saat panen tiba, tomat tak dipetik. Sebelumnya harga jual di tangan petani mencapai Rp 3 ribu perkilogram, saat ini anjlok menjadi Rp 400-Rp500 perkilogram. Anjloknya harga tomat ini membuat petani memilih membiarkan tomat membusuk di batang, alias tidak dipanen.

“Ongkos angkut saja Rp 10 ribu perkotak (berat 70 kilogram). Enak kalau kebun dekat jalan, ini kebun di atas bukit sana. Bukan saya saja, sebagian besar tidak ada lagi yang panen,” ujar Rulis (38), petani tomat di Desa Gunung Kaya, Ke Jarai, Kabupaten Lahat, Kamis (8/3).

Keadaan ini membuat petani di kaki Gunung Dempo itu membiarkan puluhan ton tomat membusuk di batang. Banjirnya tomat dari luar Sumsel, membuat harga tomat berada di posisi terendah. Padahal selama ini tomat dari wilayah Lahat dan Pagaralam yang menjadi andalan Sumsel memenuhi kebutuhan.

“Curup (Bengkulu) sudah masuk Palembang. Termasuk ada juga dari Padang, infonya,” kata Mul (30), juga petani tomat di Desa Gunung Kaya. (gti)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Jumat (9/3). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!