Harga Naik karena Faktor Cuaca

Tumpukan beras di salah satu toko di Pasar Padang Selasa. Foto: Hatta/Sumeks

PALEMBANG – Pascatahun baru, harga bahan pokok malah merangkak naik. Salah satunya beras medium dengan kenaikan dari Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per 20 kilogram (kg), atau rata-rata kenaikan itu sebesar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kg.

Seperti yang terjadi di Pasar 10 Ulu. Rincian harga beras per 20 kilogram merek Patin Rp230 ribu dari sebelumnya Rp210 ribu, merek Oke naik jadi Rp195 ribu dari sebelumnya Rp187 ribu, merek Selincah Rp230 ribu dari sebelumnya Rp220 ribu, merek Raja naik menjadi Rp250 ribu dari sebelumnya Rp230 ribu. Selanjutnya merek Topi Koki naik jadi Rp230 ribu dari sebelumnya Rp210 ribu, merek Arjuna dari Rp180 ribu menjadi Rp190 ribu.

Geri, pedagang beras di Pasar 10 Ulu, mengatakan, kenaikan harga beras karena minimnya stok beras di pasaran. Selain itu dipicu curah hujan yang tinggi di beberapa daerah. Akibatnya, petani menaikkan harga gabah miliknya sejak akhir Desember 2017 hingga saat ini. “Kenaikannya antara Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram,” terangnya, kemarin.

Meski kenaikan harga beras tidak signifikan, tetap dikeluhkan pembeli. “Masyarakat tetap memburu beras karena itu kebutuhan pokok,” kata Geri yang mengaku, dirinya sering dikomplain pembeli karena harga beras yang naik sejak anak-anak libur sekolah.

Devi, warga Kelurahan 7 Ulu, mengeluhkan harga beras yang naik lagi sejak jelang tahun baru lalu. “Harusnya pemerintah turun tangan agar harga beras bisaturun. Karena beras ini kan kebutuhan pokok yang tetap harus dibeli. Pengeluargan kami jadi bertambah,” paparnya. (qiw/ce1/tambah…)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!