Harga Sayur Terpengaruh Musim

IKUT NAIK : Harga sejumlah sayur mayur ikut mengalami kenaikan seperti kentang, cabai, dan lainnya. Selain naiknya permintaan, kenaikan juga dipengaruhi berkurangnya suplai karena musim kemarau. Foto : Alfery/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Harga beberapa kebutuhan pokok masih mengalami kenaikan. Selain daging dan telur, juga komoditi sayur-sayuran pun ikut naik. Pantauan Sumatera Ekspres di beberapa pasar tradisional, harga sayur mengalami kenaikan secara bertahap sejak 5 hari terakhir. Seperti sayur sawi-sawian, mulai dari sawi pahit dan putih semua naik, dari awalnya Rp8 ribu kini 12 ribu per kilogram.
Diikuti sayur lain seperti bayam dari 2 ribu perikat jadi Rp4 ribu, kangkung dari Rp2 ribu, kini Rp3 ribu per ikat. “Sayur rata-rata naik dan bermacam. Tapi memang kenaikannya tak terlalu melonjak,” tutur Lia, penjual sayur di Pasar 26 Ilir, kemarin. Termasuk kentang dan wortel yang semula dijual Rp8 ribu menjadi Rp9-10 ribu per kilogram.
Komoditas lain yang cukup dikeluhkan seperti harga bawang yang dijual masih mahal seperti bawang merah Rp40 ribu dan bawang putih Rp20 ribu. “Untuk harga cabai hanya sebagian yang naik. Cabai merah masih diharga Rp25 ribu, cabai hijau Rp20 ribu, dan rawit Rp30 ribu per kilogram,” terangnya.
Dia sendiri tak mengetahui persis kenaikan harga sayur. Ada yang bilang stok sedikit. Ada juga bilang karena kemarau, macem-macem. “Kami tak begitu paham hanya menyesuaikan. Kalau pedagang ini hanya jual, ngikuti harga dari pemasok daerah. Kalau sayuran dominan berasal dari daerah Pagaralam,” tuturnya.
Di Pasar Km 5 juga kondisinya sama. “Kalau di sini kentang kami jual Rp12 ribu per kg, wortel Rp8 ribu-Rp10 ribu per kg, dan beberapa sayur lain juga mengalami naik harga,” ujar Marwah, pedagang sayur. Dia pun mengira naiknya harga selain bulan puasa dan jelang Lebaran, juga karena saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga hasil panen sedikit.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Yustianus mengatakan kenaikan harga sayur mayur masih tahap wajar. “Kenaikannya juga tak terlalu tinggi, dan beberapa komoditas masih stabil,” tuturnya. Selain itu juga, kata dia, kenaikan masih fluktuatif, bisa turun kembali. “Kalau lihat dari kondisi, karena faktor cuca yang kurang curah hujan. Bisa begitu,” terangnya.
Hanya saja untuk sayur mayur ini, menurutnya, tak begitu mengkhawatirkan. Jika dibanding barang pokok lain seperti ayam dan daging. “Khusus ayam potong sendiri contonhya, kita bersyukur beberapa waktu ini sudah mulai turun. Kita harapkan harganya akan terus stabil,” ujarnya. Demi jaga stabilitas harga bahan pokok, pihaknya sejauh ini terus melakukan pengawasan ke titik-titik pasar. Plus terbaru pemerintah kota kini sudah membuat pasar-pasar murah. “Dengan adanya pasar murah, kita harapkan daya beli masyarakan berjalan dan konsumsi terpenuhi,” terangnya. (cj11/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!