Hari Ini, Kupas Anak Genius

Kadisdikbud Kota Pagaralam, Drs Marjohan MP. Foto: Almi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Hari ini diselenggarakan seminar bagaimana membuat anak cerdas bersama pakar mind map dan pengarang buku 7 Rahasia Mind Map, Herdin. Acara ini diselenggarakan Sumatera Ekspres bersama Pemerintah Kota Pagaralam yang akan dibuka langsung Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitrianti MKes.
Kadisdikbud Kota Pagaralam, Drs Marjohan MP mengatakan, peserta yang akan hadir, sekitar 500 orang, berasal dari para guru dan masyarakat. “Ini sebagai pencerahan untuk mengetahui bagaimana membuat anak genius, yang dimulai dari para guru sebagai pendidikan dan orang tua,” ucapnya.
Sementara, Herdin, pakar mind map dan pengarang buku 7 Rahasia Mind Map mengatakan, rahasia anak menjadi cerdas dan tidak mudah lupa adalah dengan melakukan imajinasi dan asosiasi.
Menurutnya, ada 7 rahasia membuat anak genius dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan dan dirumuskan dalam 7 hal. Semisal, sebelum mengisi soal ujian sekolah, bukan menghafal, melainkan harus bayangkan sesuatu biar tidak lupa, seperti visual, gambar, dan proses kerjanya. Lakukan dengan benar biar paham dan ingat.
Otak, lanjut bapak tiga anak ini, sukar mengingat sehingga asosiasi dan imajinasi harus dikembangkan. Itu peta dalam mind. Semisal, angka sulit diingat, maka harus menggunakan gambar secara visul, yang lebih lekat di otak. “Saat hendak mulai mengisi ujian, harus ingat soal dan juga jawaban,” jelasnya.
Dengan mempelajari 7 mind map ini, sangat bermanfaat. “Otak jadi tidak tegang dan tidak panas sehingga tidak takut lupa. Mind map sangat ramah dengan otak,” lanjutnya.
Pria 46 tahun ini menjelaskan, dirinya kini aktif sebagai trainer, edukator, konsultan, dan penulis buku. Dia pernah menjadi dosen, pengajar, dan dekan di universitas di Palembang. “Sekarang, saya aktif dalam seminar, workshop, dan trainer parenting,” jelas pemilik lisensi Buzan Internasional ini.
Dia mengatakan, sudah menulis buku tentang 7 rahasia mind map dan buku kedua tahap proses mengenai speed reading dan memori. “Bukan sekadar hafal, melainkan harus tahu pola ceritanya sehingga kreatif dan cerdas. Games melatih otak kanan harus dikembangkan lagi,” katanya.
”Intinya, ada dua tujuan saya mengembangkan mind map. Pertama, supaya anak merasa bangga terhadap dirinya dan kedua supaya anak memiliki kemampuan dalam segala hal,” pungkasnya. (nni/lia/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!