Hartono Ruslan: “Selamat kepada PS TNI”

Dalam lanjutan pekan ke 31 liga Gojek Traveloka PS TNI vs Sriwijaya FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (25/10). Laga tersebut dimenangkan PS TNI dengan skor 2-1. Foto: Fadli/Metropolitan/JPG

BOGOR – Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, pada Rabu malam (25/10), serasa milik suporter Sriwijaya FC. Tiga kelompok suporter Singa Mania, Sriwijaya Mania, dan Ultras Palembang bebas berekspresi dengan nyanyian. Sepanjang pertandingan, yel-yel mereka saling sahut-sahutan.

Jika pun toh ada TNI di tribun penonton, mereka berstatus membantu pengamanan karena memang tentara dilarang menjadi suporter imbas dari kerusuhan pada pertandingan Liga 2 PSMS Medan melawan Persita Tangerang yang membuat satu suporter Persita tewas. Pada laga itu, suporter PSMS mayoritas tentara.

Di laga kemarin, ketiga suporter Sriwijaya FC itu kompak yanyikan yel-yel semangat, juga gak ketinggalan lagu selamat ulang tahun yang dipopulerkan grup band Zamrud. Mengingat duel ini berdekatan dengan Hari Jadi Sriwijaya FC yang ke-13 pada 23 Oktober lalu.

Begitulah cara mereka membakar semangat pemain. Suasana sudah seperti di kandang sendiri. Tentu saja dengan upaya itu harapan mereka, tim kesayangan bisa memberikan hadiah menang.

Sayangnya, ekspektasi tinggi pecinta Sriwijaya FC itu bertepuk sebelah tangan. Pemain Sriwijaya FC di lapangan tetap bermain seperti kurang tenaga. Mereka sering kehilangan bola di babak pertama dan terus tertekan sebelum turun minum. Bahkan sejak babak kedua yang unggul jumlah pemain pun tak mampu dimanfaatkan. Meski berusaha bangkit dan mengirim ancaman ke gawang PS TNI hingga akhirnya bukan pesta kemenangan yang diraih, justru kekalahan pahit 1-2 yang dibawa pulang ke Palembang.

“Kami sebelumnya sudah khawatir karena sudah tidak terdegradasi ini pengaruhi pemain. Tapi jika bicara semangat, pemain semangat juga. Hanya karena PS TNI terus menekan sehingga permainan kami tidak berkembang. Selamat kepada PS TNI,” terang Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan usai pertandingan.

Sriwijaya FC langsung dalam tekanan sejak kick off. Sepanjang pertandingan babak pertama, pemain lebih banyak mengamankan diri dari serangan lawan. Bahkan PS TNI mampu menciptakan peluang emas sejak menit keempat melalui tandukan Redouane Zerzouri, kemudian sepakat Sansan Fauzi Hussein yang digagalkan Yanto Basna menit 21, kemudian tandukan Elio Martin yang mampu ditepis kiper Sandi Firmansyah tujuh menit kemudian.

Kiper Sriwijaya FC Sandi Firmansyah sampai jatuh bangun mengamankan gawang dari serangan pemain PS TNI yang berujung cedera karena salah jatuh. Pada menit ke-31, Sandi digantikan Dikri Yusron Afafa karena tak mampu melanjutkan pertandingan. Sayang, debut Dikri bersama Sriwijaya FC di Liga 1 harus ditandai dengan kebobolan di menit ke-40. Ini setelah Elio mampu akhiri rasa penasaran pemain PS TNI yang sejak kick off meneror pertahanan Sriwijaya FC melalui golnya di menit 40.

Elio sukses mengkonversi bola hasil sepak pojok Zerzouri yang kemudian bola mengenai kepala Sansan. Bola pantulan disambar tandukan Elio di depan gawang yang ditinggalkan Dikri Yusron Afafa. Sriwijaya FC hanya dua kali mampu mengirim ancaman melalui tendangan Hilton yang masih melambung setelah bangun serangan dengan manfaatkan serangan balik dan tandukan Alberto Goncalves yang masih melebar setelah manfaatkan set piece Tijani Bekasi sepanjang babak pertama.

Sriwijaya FC mendapat keuntungan di babak kedua setelah PS TNI terpaksa main dengan 10 pemain setelah pemain bertahan Safri Al Irfandi dikartu merah wasit Adi Ariyanto sebelum turun minum. Dia diusir wasit karena menarik Alberto Goncalves yang tinggal berhadapan dengan kiper PS TNI setelah manfaatkan salah umpan pemain PS TNI. Sayangnya, menang jumlah pemain tetap saja pemain Sriwijaya FC belum bisa membongkar pertahanan PS TNI. Ada upaya bangkit dengan mengancam pertahanan PS TNI hingga menit 60 belum juga menemui hasil. Memasuki menit 65, justru gawang Sriwijaya FC kebobolan melalui sundulan Wawan Febriyanto usai maksimalkan crossing Abduh Lestaluhu.

Gelombang serangan terus diproduksi pemain Sriwijaya FC. Hingga kiper PS TNI Teguh Amiruddin melakukan penyelamatan sebanyak empat kali. Hingga akhirnya pada menit 74 usaha pemain Sriwijaya FC membuahkan hasil setelah tandukan Airlangga Sucipto memaksa kiper Teguh pungut bola dari kalanya sendiri.

“Dalam berbagai kondisi bisa menang bisa kalah. Dalam sepak bola, itu biasa. Saya sendiri punya perhitungan bisalah menembus 10 besar. Tapi ya itu tadi, anak-anak sudah berusaha tapi memang pertandingan sering berhenti lama. Wasit juga pegang bola lama tidak segera pimpin pertandingan. Tidak berkualitas. Anak-anak sudah terlanjur kecewa jadinya ya gak semangat,” ungkapnya.

Kapten Sriwijaya FC Yu Hyun Koo mengaku kecewa dengan pertandingan lawan PS TNI. “Saya kecewa karena wasit hanya berikan waktu tambahan dua menit sementara banyak pemain PS TNI tiduran di lapangan bahkan ada kipernya yang ganti baju. Saya menghitung, ganti baju saja butuh tiga menit. Tapi tambahan waktu hanya 2 menit,” jelas gelandang asal Korea Selatan ini.

Manajer Sriwijaya FC Ucok Hidayat keluar dari ruang ganti pemain dengan muka lusuh. Tidak semangat. Ketika ditemui di mix zone, tidak ada senyuman dari wajahnya. Dia gak menyangka di hari ulang tahun Sriwijaya FC ke-13 diberikan hadiah kekalahan 1-2.

“Tapi pemain tidak perlu dimarahi. Mungkin juga mereka sudah berada di zona nyaman karena tim sudah gak degradasi. Ini menjadi tugas kami untuk memberikan motivasi lebih kepada pemain di pertandingan berikutnya. Lagi pula, pemain kan juga butuh tempat untuk menjual kualitasnya agar nilainya naik di musim mendatang. Semoga ini disadari pemain untuk bermain lebih fight lagi,” terang Ucok.

Ketum salah satu suporter Sriwijaya di bawah bendera Ultras, Agung, mengaku kecewa dengan hasil yang dibukukan Yu Hyun Koo dkk. “Jelas kami kecewa karena harapannya mendapatkan hasil menang di saat tim ulang tahun. Ini.kekalahan pahit bagi kami. Tapi ya mau bagaimana lagi, kalah ya kalah. Padahal kami masih berharap tim ini bisa berada di posisi lebih baik. Tidak pantas lah Sriwijaya FC berada di peringkat saat ini. Kami ingin tembus 10 besar. Kekalahan ini harus dibayar saat lawan Bali United nanti,” terangnya.

Dengan kekalahan ini, posisi Sriwijaya FC tak beranjak dari peringkat ke-13 dengan 38 poin. Sementara PS TNI menempel dengan modal 36 poin di peringkat ke-14. Modal ini hindarkan mereka dari zona degradasi. Sekaligus melimpahkan kepada Semen Padang dan Perseru Serui berebut selamat dari zona degradasi. Perseru masih bertahan di posisi ke-15 dengan 31 poin sementara Semen Padang ada di posisi ke-16 atau posisi paling atas di zona degradasi dengan 29 angka.

Sementara Pelatih PS TNI Rudy Eka Priyambada mengucap syukur atas kemenangan timnya dari Sriwijaya FC. “Alhamdulillah kami mampu menanti pertandingan. Kami kecewa kehilangan pemain syukur anak-anak bermain seperti yang kami mau. Tapi tetap ada kelemahan yang harus diperbaiki. Kami selalu kebobolan di babak kedua,” ungkap Rudy Eka. “Alhamdulillah dengan kemenangan ini kami gak degradasi,” ucap Ganjar Mukti, pemain PS TNI. (kmd/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!