Harus Saling Mendukung

170
PEDULI: Wako Harnojoyo dan istri, Selviana saat mengadiri peringatan Hari Kartini,. Foto: M Hatta/Sumeks

PALEMBANG – Kaum perempuan punya peranan besar dalam pembangunan. Hal ini diungkapkan Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo pada puncak peringatan Hari Kartini 2017 di depan undangan dan dharma wanita Kota Palembang bertempat di rumah dinas Wako Jalan Tasik, kemarin (20/4).

Wako Harnojoyo berharap kepada para perempuan di metropolis untuk menyukseskan Asian Games dan visi Palembang EMAS (Elok Madani Aman dan Sejahtera) 2018 mendatang. “Pengabdian RA Kartini selayaknya jadi tauladan yang selalu melecut semangat membangun,” katanya.

Kaitannya dengan emansipasi dan kesetaraan, Harnojoyo juga berharap agar peringatan tahunan Hari Kartini ini jangan hanya sekadar jadi seremoni. “Telah lama kebangkitan perempuan ini dicetuskan. Untuk itu, keterlibatan dan langkah nyata ke depan yang kita tunggu,” kata Harnojoyo.

Wako juga menilai, anggota Dharma Wanita dan PKK Kota Palembang sangat mendukung jalannya pemerintahan di bumi Sriwijaya. Kontribusinya juga sudah maksimal. Meski begitu, Harnojoyo mengakui, setiap kegiatan dan langkah anggota Dharma Wanita dan PKK harus meneladani nafas dan semangat yang diberikan oleh RA Kartini.

“Tidak hanya sederajat, tetapi antara pria dan perempuan juga saling membantu dan mendukung. Peran wanita membantu dalam mensukseskan pembangunan. Hal itu untuk kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Baca Juga :  Puluhan Lady Bikers Ikuti City Rolling

Sementara itu, dalam peringatan hari Kartini di Rumah Dinas Wako di Jalan Tasik, kemarin, dimeriahkan dengan peragaan busana oleh anggota Dharma Wanita dan PKK Kota Palembang bertajuk “Kebaya Menjadi Salah Satu Identitas Bangsa.” Alasan kebaya sebagai identitas bangsa, dan menjadi sebuah budaya yang mampu memberikan peran terhadap kemajuan bangsa. “Kita pertahankan budaya asli Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Palembang, Rosmala Dewi Harobin mengatakan, peringatan hari Kartini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembalikan nilai-nilai budaya yang mulai terkikis. “Dalam hal ini, kami mengajak untuk bersama-sama kaum wanita menjadi penopang. Tak hanya mendukung tetapi juga ikut terlibat dalam pembangunan, khususnya mewujudkan visi Palembang ke depan,” tegasnya. (aja)

Diskusi & Komentar

More News!