Hilang Nyawa saat Pesta Ultah

REKA ULANG: Tersangka Nick Hendri (kiri) memperagakan saat dirinya memukul kepala kakak korban Darmansyah dengan pisau pada rekonstruksi yang digelar di Mapolsek Sukarami, kemarin (12/1). Foto: Welly/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Penyidik Polsek Sukarami, kemarin (12/1) di Mapolsek Sukarami, kembali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang berlangsung sebanyak 13 adegan. Kali ini kasus pembunuhan terhadap korban bernama Darmansyah di Cafe Golden Star yang berada di eks lokalisasi Teratai Putih, pada 2016 lalu.
Saat itu, perut korban ditusuk tersangka Nick Hendrik. Korban sempat dilarikan ke RS Myria, namun nyawanya tidak tertolong. “ Rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan,” kata Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan.
Dikatakan Marwan, kejadian berlangsung saat keluarga korban sebanyak empat orang yakni Melisa, Bambang Sugianto, Yeni Anggraini dan korban Darmansyah sedang menggelar pesta ulang tahun Melisa di Cafe Golden Star. Acara ulang tahun Melisa pun di gelar pukul 02.00 dini hari.
“Tersangka lanjutnya, telah mencuri dompet kakak korban yakni Bambang. Lalu tersangka juga melakukan pemukulan dengan sajam di kepala kakak korban. Tak terima, korban lalu mengejar tersangka. “Namun saat dikejar, tersangka menusuk perut korban,”lanjutnya.
Sementara itu, Bambang menuturkan sebelum kejadian ia dan istrinya Melisa , adik Ipranya Yeni Anggraini dan adiknya yakni almarhum Darmansyah sedang merayakan pesta ulang tahun Melisa.
Kebetulan, saat kejadian cafe tersebut ramai dikunjungi para tamu. Tiba – tiba saat ke empatnya tengah asyik berjoget di hall, tersangka Nick Hendrik dari belakang mengambil dompet Bambang Sugianto .
Lalu, Melisa pun mengajak duduk Bambang dan berbisik bahwa tersangka sudah mengambil dompetnya. Di adegan 13, terlihat Bambang mendekati tersangka dan berkata, “ Kau ambek dompet aku,” kata Bambang. Namun, saat itu posisi tersangka sedang duduk dan sambil memegang pisau untuk memukul Bambang.
Masih di adegan 13, Bambang terus mencoba meminta dompetnya di kembalikan. Namun tetap saja tersangka menggelak. Tiba – tiba, tersangka yang hendak memukul Bambang pun berdiri dan terlihat dompet Bambang di duduki oleh tersangka.
“ Tersangka kesal karena aku tuduh terus. Memang benar, saat dia berdiri, terlihat dompet saya di kursinya. Lalu, tersangka memukul kepala saya,” lanjutnya.
Melihat keributan, Melisa pun langsung mendorong tersangka. Setelah itu, tersangka pun lari keluar dan dikejar korban. Saat dikejar itulah, tersangka langsung menusukkan pisaunya yang mengenai perut korban. “Saya sempat mengejar, tapi tersangka lari. Kami berharap, tersangka dapat hukuman setimpal,” tukasnya. (wly)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!