Hujan Lebat Disertai Petir

198
CUACA TAK MENENTU: Kondisi cuaca di Palembang dalam beberapa hari terakhir tak menentu. Seperti kemarin (13/4) sore, awan comulonimbus memayungi langit di Kota Pempek sehingga cuaca mendung. Foto:Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Akibat pembentukan awan konvektif di wilayah Sumsel yang aktif, menyebabkan pertumbuhan awan columbus dan cumulonimbus. Sehingga bisa menimbulkan hujan yang disertai dengan kejadian petir bisa terjadi.
Staf Kepala Seksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kenten Palembang, Dara Kasihairani mengungkapkan, saat ini kondisi atmosfir wilayah Indonesia sedang beralih dari musim hujan hingga nanti pada akhir April akan memasuki musim kemarau. ” Untuk itu, sudah sepatutnya kita melindungi diri karena potensi bahaya yang disebabkan angin kencang dan sambaran petir,” ucapnya, kemarin. Dirinya mengimbau untuk selalu waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan badai guntur masih terjadi. Seperti di daerah Empat Lawang, Lahat, Muba, Musirawas, Pagaralam dan Banyuasin.
Sebelumnya cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, khususnya di saat siang hari sangat panas bukan tanda memasuki musim kemarau. “Tetapi masih musim peralihan,” katanya.
Sedangkan Kasi Operasional BMKG, Agus Santosa menambahkan, suhu saat ini mencapai 32 derajat celcius itu masih normal. Kondisi cuaca saat bulan April – Mei kondisi cuaca memang panas, karena awannya sedikit. “Jadi matahari langsung tembus dan tidak terhalangi,” katanya. Selain itu awan tipis, karena pembentukan awan sedikit.
Lebih jauh, kondisi cuaca di diluar kota Palembang malah sejuk tidak panas. “Kondisi cuaca di tempat lain masih normal. Hanya saja kondisi awan di Palembang sedikit ini tidak berlangsung lama,” tandasnya.(uni)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!