Hujan, Rentan Terjadi Diare

Foto:Kris/Sumatera Ekspres

HUJAN, selain menyebabkan banjir, juga memberi dampak penyakit seperti diare. Diare adalah sebuah gejala, bukan penyakit. Gejala itu timbul akibat infeksi saluran pencernaan, di antaranya penyakit tifus, disentri hingga kolera yang merupakan radang usus dan lambung.
Menurut dr Erial Bahar MSc, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, terjadinya banjir akibat hujan, memicu diare. Pasalnya, berkaitan erat dengan cara kuman masuk ke usus. Diare dapat disebabkan beberapa hal, salah satunya infeksi. “Infeksi bisa berasal dari beberapa kuman tertentu, contohnya kuman Salmonella typhi atau tifus. Kuman biasanya terdapat pada feses atau kotoran penderitanya,” ungkapnya.
Sehingga, terangnya, jika ada penderita tifus yang membuang feses di suatu tempat dan airnya menyatu dengan banjir, akibatnya orang lain yang menggunakan air tersebut juga dapat tertular tifus, di mana gejalanya berupa diare.
Ia mengatakan, diare yakni kondisi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan feses lunak atau cair. Jika buang air besar sebanyak dua kali sehari dengan feses lendir disertai lendir dan darah, keadaan itu juga dapat dikatakan diare.
Selain infeksi, diare dapat disebabkan konsumsi makanan yang salah seperti makanan pedas. “Mengonsumsi makanan pedas secara berlebih menyebabkan iritasi pada lambung,” cetusnya.
Gejala gangguan lambung dapat timbul walaupun tidak ada infeksi, karena kerja lambung meningkat akibat konsumsi makanan salah.
“Normalnya, makanan yang dikonsumsi baru dapat dikeluarkan dalam bentuk fases setelah 14 jam. Namun, karena faktor makanan yang salah, akan menyebabkan kerja usus menjadi cepat, sehingga feses yang dikeluarkan waktunya dapat lebih cepat dari keadaan normal,” terangnya.
Awalnya, feses yang dikeluarkan masih keras, tapi lama-kelamaan makin cair hingga hanya air yang keluar. Kondisi seperti ini bisa membahayakan, karena mengakibatkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi.
Sambungnya, dehidrasi juga berbahaya saat seseorang mengalami diare. Hal ini terkait zat-zat elektrolit yang penting bagi tubuh akan turun terbuang saat diare. “Efek ringan dari dehidrasi dapat menyebabkan penderitanya menjadi lemas dan ngantuk. Namun bila tidak segera ditanggulangi, dehidrasi tersebut dapat berakibat fatal karena bisa menyebabkan kerja jantung berhenti,” pungkasnya.(qiw/via/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!