Ibrahim Terancam Kehilangan Mata

Ibrahim (3 tahun 9 bulan) terbaring tidur ditemani nenek dan ayahnya di rumahnya Jl Sjakjakirti Lr Kakap 1 Rt 3 Kelurahan Karang Jaya Gandus. Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Terlahir dengan kondisi sehat-sehat saja, M Ibrahim Nitwansyah (3 tahun 9 bulan) kini hanya bisa tergolek lemas. Apalagi sejak dua bulan terakhir, pasien yang divonis dokter menderita Retina Blustoma atau kanker mata bola matanya sebelah kanan semakin membengkak dan memberikan efek sakit sangat tersebut.

“ Anak saya ini terlahir normal dan sehat-sehat saja. Tapi sejak 9 bulan lalu, Baim (panggilan karib Ibrahim) mengeluh mata sebelah kanannya sakit. Pas ditutup matanya, Baim ngomong tidak bisa melihat. Karena khawatir, saya lantas membawanya ke dokter. Setelah dilihat dari teropong, ada bintik-bintik di matanya,” kata orangtua Ibrahim, Ilham Nirwansyah yang ditemui di kediamannya di Jl Sjakjakirti Lr Kakap I Rt 03 Rw 01 Kelurahan Karang Jaya, tadi (6/3) siang.

Dikatakannya, untuk menyembuhkan anaknya tersebut, secara berkala dirinya dan isteri mengajak ke dokter mata di Eye Center di simpang Polda, RS RK Charitas dan terakhir ke RSMH Palembang. Setelah melalui proses observasi lanjutan terhadap penyakit anaknya, didiagnosa harus segera dilakukan operasi dan pengangkatan bola mata anaknya tersebut.

“ Saya kasihan dengan kondisi mata anak saya yang akan diangkat tersebut.  Karena itu, saya melakukan pengobatan alternatif dan herbal, ternyata tidak juga membuahkan hasil. Hingga dua bulan ini, matanya membengkak dan memerah. Kalau menangis, selalu keluar darah dari matanya tersebut. Sehingga kalau malam tidak bisa tidur dan selalu gelisah dan menangis,” ulasnya.

Selain itu, setiap hari sejak sakit ini, dikatakannya, anaknya tersebut tidak suka lagi makan. Bahkan untuk asupan gizi, lebih banyak meminum susu. Tapi memang, sebelum matanya membengkak, Ibrahim tetap bermain seperti anak-anak sebayanya.

“ Sekarang ini, anak saya lebih memilih untuk tidur. Hanya saja, saat ini paling main sebentar. Tapi kalau sudah capek dan  kepalanya pusing, pasti menangis,” ujarnya. (afi)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Rabu (7/3). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!