Ijazah Cawagub ini Kembali Disoal

Ormas Putra Sriwijaya saat menemui Kadisdik Sumsel Widodo, Kamis (7/6). foto: neni sumeks.co.id

PALEMBANG – Dugaan ijazah palsu milik salah satu calon wakil gubernur Sumsel (MY) kembali digugat. Organisasi Masyarakat (Ormas) Putra Sriwijaya kembali menggugat dugaan ijazah palsu STM Pertambangan Palembang tahun 1977 milik Mawardi Yahya (MY), yang berkembang di masyarakat kini terus menguat.

Syamsu Rizal bersama tiga rekannya MA Agus Rusdi, Muhammad Ismail, dan Amrullah, yang mengaku saksi dengan berbagai data dan dokumen lengkap yang dibawa guna mengungkap kasus dugaan ijazah palsu milik salah satu kandidat Calon Wakil Gubernur Sumsel.

Hal tersebut terungkap ketika Syamsul Rizal mendatangi Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd didampingi Muhammad Soleh yang merupakan Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Putra Sriwijaya, Kamis (7/6).

Syamsul Rizal, saat mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel mengatakan, dirinya membawa cukup banyak bukti kejanggalan terhadap pemalsuan ijazah tersebut. “Saya tidak kenal siapa dia (Mawardi Yahya). Saya dan orang-orang sekolah dengar benar susah untuk dapatkan ijazah, dengan kekuasaan dia bisa membeli dan mendapatkan ijazah dengan mudah,” kata Syamsu Rizal di kantor  Disdik Sumsel.

Menurut pensiunan guru, dosen dan pegawai Pusri ini, pihaknya mendesak Dinas Pendidikan untuk membantu mengungkap dugaan skandal ijazah palsu MY dengan cara mengeluarkan Daftar Peserta Ujian (DPU) dan Daftar Ijazah yang terpakai pada ijazah STM Pertambangan Palembang miliknya.

Baca Juga :  Bapeda Mengacu Pada Surat Mendagri, Perusahaan ini Berpedoman MK

“Besok saya akan lapor ke Mabes Polri dan mendesak agar mencabut laporan ke Polda yang di SP3 kan pada 2004 yang hingga kini tak ada kabarnya. Bagaimana mungkin, laporan belum diperiksa tapi sudah di SP3,” tuturnya dengan penuh semangat.

Menurut dia, DPU STM Pertambangan Palembang pada waktu itu yang menjabat Kepala Sekolahnya adalah Ir Syarbini Husein Alam, telah dipalsukan oleh yang bersangkutan dengan indikasi bahwa DPU tersebut telah disusun dengan benar.

Namun, sekitar tahun 2000 DPU yang diserahkan ke Diknas Provinsi Sumsel pada waktu itu diubah oleh Syarbini Hussein Alam dengan memaksakan memasukkan nama Mawardi Yahya ke dalam DPU tahun 1977. “Artinya mantan Kepsek STM Pertambangan ini telah memalsukan DPU,” terangnya, lagi. Guna memperkuat posisi Mawardi Yahya pada pencalonan Bupati Ogan Ilir periode 2005-2010 maka Ir Syarbini Hussein Alam mengkoordinir tiga orang mantan siswa STM Pertambangan Palembang tamatan 1977 agar menandatangani surat pernyataan bahwa Mawardi Yahya adalah teman sekelas mereka,” lanjutnya.

Dengan tiga surat pernyataan itu mampu mengantarkan Mawardi maju ke pencalonan Bupati Ogan Ilir 2005-2010. Sebagai imbalannya maka Ir Syarbini Husein Alam ditempatkan pada BUMD sebagai salah satu Direktur (Dirlitbang) pada PT Petrogas yang berkantor di Inderalaya Ogan Ilir.

Baca Juga :  Sssttt... Pemuda Muratara Siap Aksi Soal Tapal Batas

“Saya seorang pensiunan PT Pusri dan tidak ada kaitan dengan calon cawagub tersebut baik sebagai teman sekolah atau warga satu dusun,” tegasnya.

“Pada saat calon wakil gubernur tersebut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD, ijazah yang dia cantumkan saat itu SMEA sedangkan dia insinyur, jadi salah satu TU mengatakan, kenapa bapak Insinyur menyodorkan SMEA, lalu diganti dengan ijazah STM Pertambangan,” tegasnya.

Senada Muhammad Ismail mengatakan, menghadirkannya Syamsul Rizal ke Disdik adalah janji yang telah disampaikan ke Dinas Pendidikan pada tuntutan dugaan ijazah palsu MY beberapa waktu lalu. “Kita miliki beberapa bukti kejanggalan terhaap pemalsuan ijazah tersebut,” ucapnya

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd mengatakan, terkait tahun pengeluaran ijazah mengenai kejadian dirinya masih sekolah jenjang SD di Bantul Yogyakarta.

“DPU memang sampai saat ini belum menemukannya lagi. Tapi kalau reguler ada karena sebagian yang menangani sudah pensiun. Tapi akan saya usahakan secepatnya termasuk daftar kelulusan akan saya cari bersama staf,” ucapnya.

Pihaknya berjanji akan membantu data apapun untuk mengungkap kebenaran yang sewaktu-waktu ditanyakan pihak hukum untuk proses penyelidikan. Sehingga gejolak ini cepat jelas. “Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah. Oleh karena itu saya menghimbau, ayo bagi siswa STM Pertambangan Palembang pada tahun itu muncullah guna mengungkap kebenaran,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kades Terpilih Diminta Beri yang Terbaik Bagi Rakyat

Sebelumnya, Koordinator Media Centre HDMY Alfrenzi Panggarbesi mengaku tidak terkejut dan terpengaruh lagi dengan kampanye hitam dan fitnah yang dituduhkan ke HDMY. Mulai dari ijazah palsu yang didemo puluhan kali, korupsi, selingkuh, caplok tanah, dan lainnya.

“Semuanya hoax. Gak tahu ada kampanye hitam apa lagi makin mendekati hari pencoblosan,” tegasnya. Sebenarnya, terang Alfarenzi, pihaknya enggan menanggapi kampanye hitam dan isu yang bertujuan untuk men-downgrade posisi HDMY. (nni)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!