Ikan Aligator Dijual Bebas

SITA ALIGATOR: Petugas BKIPM menyita ikan aligator yang dijual pedagang di Pasar 16 Ilir, kemarin. Ikan ini masuk 152 spesies ikan yang dilarang pemerintah. Foto: Eko/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Ikan aligator termasuk dalam 152 spesies ikan yang dilarang perkembangannya oleh pemerintah. Tetapi ternyata, di Pasar Burung Pasar 16 Ilir Palembang, ikan ini dijual bebas. Ini terungkap saat sosialisasi dan razia aparat gabungan dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Palembang (BKIPM), Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Palembang, dan Dinas Perikanan Kota Palembang.
Penelusuran tim di lapangan, petugas berhasil mengamankan lima ekor ikan aligator yang dijual oleh pedagang. Kepala BKIPM Palembang, Sugeng Prayogo mengatakan penjualan ikan ini sudah sejak lama. Dari pedagang yang dibincangi, mereka menjual ikan yang dilarang peredarannya tersebut sudah puluhan tahun.
“Kami akui, aturan yang dibuat dulu belum menyebutkan detail jenis ikan yang dilarang. Sekarang sudah keluar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 yang menyebut 152 spesies ikan dilarang. Karena baru, banyak pedagang belum tahu aturan ini,” ujar Sugeng di sela-sela razia, kemarin (6/7).
Sugeng mengatakan selain ikan aligator, spesies ikan lain yang juga dilarang namun diperdagangkan yakni sapu-sapu. “Kami sudah sosialisasikan tadi dengan pedagang agar tak lagi menjual ikan-ikan ini. Sebab keberadaannya mengganggu ekosistem sungai yang ada,” katanya. Menurutnya, ada kemungkinan ikan aligator sengaja dikembangbiakkan oknum peternak. Sebab pasokan ikan ke pedagang tak pernah putus. Mulai dari berukuran kecil (anakan) hingga dewasa.
“Kami akan telusuri lagi. Kalau memang ada yang sengaja (beternak) akan kami tindak tegas. Sesuai yang ada dalam aturan, yang bersangkutan bisa dipidana 6 tahun kurungan penjara,” ucapnya. Terkait pedagang yang kedapatan, pihaknya masih memberikan keringanan dengan menyita barang dagangannya saja.
Namun, jika kemudian hari masih menjual baru akan ditindak. “Sekarang sedang tahap sosialisasi. Kami juga buka Posko Penyerahan Ikan Invasif hingga 31 Juli mendatang. Jadi kami harap masyarakat, terutama penghobi ikan untuk menyerahkan ikan Aligator peliharaannya ke posko,” tuturnya.
Sugeng mengatakan ikan alligator termasuk ikan pemangsa. Sejenis ikan piranha dan arapaima. “Ikan tersebut dilarang karena bersifat sangat dominan dan mampu berkembang biak cepat dengan memakan ikan asli perairan Indonesia sehingga mengancam ekosistem perairan. Selain itu, ikan ini bisa berbahaya bagi manusia karena bisa berkembang sangat besar dan kanibal,” ungkapnya.
Salah seorang pedagang, Edi Gunawan mengaku mendapat ikan aligator dari penghobi ikan. Penghobi itu menukarkan ikan aligator dengan ikan yang dijual di tokonya. “Jadi tukar saja. Saya juga tidak tahu kalau itu dilarang. Saya sudah buka toko sejak 1987 tapi baru ini dirazia,” ungkapnya.
Harga ikan aligator miliknya cukup tinggi, berkisar Rp700 ribu-Rp1 juta. Sebab, ikannya sudah dewasa dan berukuran 70 cm. “Ikan ini bisa berkembang cukup cepat. Makannya juga kalau dewasa tidak terkendali lagi dan menyantap ikan kecil lainnya. Tidak hanya itu, ikan ini juga suka makan daging sapi dan ayam. Jadi butuh dana yang cukup ekstra untuk memelihara ikan ini kalau sudah dewasa,” pungkasnya. (kos/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!