Imbau Sekolah Gelar Pesantren Ramadan

Ahmad Zulinto

PALEMBANG – Menyambut bulan suci Ramadan yang jatuh 17 Mei 2018 (kemarin, red), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun, libur yang diberikan tidak lama, hanya berlangsung tiga hari, mulai 17-19 Mei 2018.
Kepala Disdik Kota Palembang, H Ahmad Zulinto SPd MM, mengatakan, untuk libur, hanya di awal puasa. Selebihnya, siswa belajar seperti biasa. Namun, KBM akan lebih singkat, tidak seperti hari biasa. “Selama Ramadan, kami mengimbau sekolah-sekolah untuk mengisi kegiatan bermanfaat dengan menggelar pesantren Ramadan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pesantren Ramadan sangat penting untuk meningkatkan keimanan dan pengetahuan siswa/i tentang agama. “Ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini akan kita gelar rutin selama bulan Ramadan,” kata Zulinto.
Kabid SMP Disdik Kota Palembang, Drs H Herman Wijaya MSi mengatakan, memasuki awal Ramadan, siswa/i akan diliburkan. “Jika tak berubah, jadwal libur awal Ramadan, dimulai 17- 19 Mei, sesuai awal Ramadan,” ujarnya.
Setelah tiga hari, siswa-siswi kembali masuk. Untuk kegiatan Ramadan, akan diisi pesantren Ramadan, digelar mulai 21-31 Mei 2018. “Untuk kegiatan pesantren Ramadan, harus digelar setiap sekolah dengan mencocokkan waktunya,” tuturnya.
Senada Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Agama Islam (Pendis) Kementerian Agama Provinsi Sumsel, H Khusrin mengatakan, mempedomani kalender pendidikan tahun pelajaran 2017/2018, ketertiban proses evaluasi dan pelaksanaan libur siswa menyambut Ramadan, 16-18 Mei 2018.
Sedangkan penilaian akhir semester (PAS) genap, dilaksanakan 21 Mei 2018. Selama hari efektif di bulan Ramadan, madrasah diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pesantren Ramadan dan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). ”Pembagian laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik (rapor) dilaksanakan 9 Juni,” ucapnya.
Libur siswa sebelum dan sesudah hari raya Idulfitri 1439 H dilaksanakan, 11-23 Juni. “Khusus libur akhir semester tahun pelajaran 2017/2018, 25 Juni-14 Juli 2018. Awal tahun pelajaran 2018/2019, dimulai 16 Juli 2018,” tuturnya.
Khusus KBM selama Ramadan, sambungnya, untuk pengurangan ataupun penambahan jam, diserahkan ke madrasah masing-masing, mulai dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA. “Silakan madrasah mengatur sendiri. Hanya saja, tetap tidak mengurangi jam efektif yang telah ditentukan,” tandasnya.
Sementara, Kepala Disdik Sumsel, Drs Widodo MPd mengatakan, selama Ramadan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pemangkasan KBM mulai dari masuk sekolah diundur 30 menit dan setiap mata pelajaran (mapel) dikurangi 10 menit. “Sekolah diharapkan lebih memperbanyak kegiatan keagamaan. Mulai dari membaca Alquran, salat Duha bersama hingga lainnya agar ibadah puasa tetap terjaga meski melaksanakan tugas sebagai siswa/i maupun guru di sekolah,” tukasnya. (nni/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!