INASGOC Dukung FPTI Loloskan Speed World Record di AG 2018

Nomor speed world record yang diperjuangkan untuk dipertandingkan pada Asian Games ke-18. Foto: Kumaidi/Sumatera Ekspres

CIKOLE – Panpel Asian Games 2018 alias INASGOC memberikan dukungan kepada Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) meloloskan nomor speed world record untuk dipertandingkan pada Asian Games ke-18 nanti. Lolosnya nomor ini memberikan peluang bagi Indonesia mendapat pasokan emas dari panjat tebing. Ini karena level atlet Indonesia di nomor ini sudah diakui internasional.

“INASGOC akan mendukung penuh untuk memasukkan nomor tersebut nanti. Saya harap sport climbing kita dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Asia,” terang Djoko Pramono, Wakil Deputi I Games Operation INASGOC.

Sekjend PP FPTI Sapto Hardiono menjelaskan, prestasi Indonesia di Asia khususnya sudah unggul dibandingkan negara Asia lainnya. Saat ini Indonesia unggul di nomor speed world record. Jadi prestasi Indonesia di nomor ini diperhitungkan. Apalagi atlet Indonesia pernah mengalahkan rekor dunia yang dipegang atlet dari Rusia. “Di Asia pesaing terberat Indonesia di nomor tersebut dari negara Iran dan Kazakstan,” jelasnya.

Sapto menambahkan bahwa sebagai tuan rumah, Indonesia seharusnya mendapat keuntungan. Termasuk memasukkan nomor speed world record yang mendapat izin OCA (Dewan Olimpiade Asia). Untuk mempersiapkan diri, para atlet pelatnas FPTI akan bertanding di Asian Sport Climbing Championship yang diselenggarakan 15 September 2017 di Teheran, Iran.

Baca Juga :  Begini Cara Taekwondo Berkembang di Indonesia

“Kami akan berjuang mati-matian di Asian Championship untuk membuktikan bahwa nomor speed world record memang pantas dimainkan di Asian Games 2018 dan akan menguntungkan Indonesia dari segi medali. Apalagi terakhir Saya mendapat kabar, untuk cabor sport climbing ada empat nomor yang dipertandingkan. Semoga salah satunya speed world record karena untuk nomor blounder dan lead prestasi Indonesia masih sangat jauh dibandingkan dengan negara unggulan Jepang, Korsel dan China,” terangnya. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!