Belajar Buat SS1 di Internet

17 Feb 2017
129 kali dibaca
Kapolres OKI menginterogasi pembuat senpi yang berhasil diciduk jajarannya. Kapolres OKI menginterogasi pembuat senpi yang berhasil diciduk jajarannya. foto: Agustriawan/Sumeks

KAYUAGUNG – Butuh kerja keras bagi kepolisian untuk menekan warga yang punya keahlian membuat senjata api (senpi). Pengakuan Lois (23), warga Desa Sungai Ceper, cukup mengejutkan. Dia bisa membuat senpi rakitan jenis senjata serbu (SS) 1 hanya dengan belajar di internet. “Awalnya aku buat laras pendek, belajarnya dari pistol mainan. Lalu ada yang pesan SS1. Aku cari bentuk cara buatnya di internet,” jelas tersangka yang kini diamankan di Polres OKI.

Untuk bahan baku besi dibelinya dari penampungan alat bekas. Sementara amunisi dari pemesan senpi. “Jadi silinder senpi dicocokkan dengan amunisi yang ada,” jelasnya. Dia sempat ketakutan dan tidak buat senpi ketika ada kunjungan anggota TNI dan polisi ke desanya, beberapa waktu lalu.

“Peralatan senpira kami ceburkan ke sungai,” imbuhnya. Lois mengaku nekat memproduksi senpi karena faktor ekonomi. Dia bingung harus bekerja apa di desanya yang berada di pinggir daerah perairan.

“Kalau cari ikan, kadang dapat, tapi tak seberapa. Mau cari kayu, sudah makin susah. Mau berkebun ke talang, jauh. Jadi buat senpi itulah,” cetus pria tamatan SD ini. Tersangka tak ditangkap sendirian. Anggota Satuan Reskrim Polres OKI juga menciduk Seli (21), warga yang sama.

Penangkapan keduanya berlangsung Rabu (15/2), pukul 03.15 WIB di rumah tersangka yang dijadikannya lokasi home industry senpi rakitan. Ditemukan senpi rakitan laras pendek jenis revolver dan duplikat senapan laras panjang SS1.

Disita pula, alat bor, gergaji, mata bor, dan peralatan lain untuk membuat senpi. “Aku buat ini sudah dua tahun,” katanya. Namun, baru aktif empat bulan terakhir lantaran ada pesanan senpi.

“Saya sulit bekerja, padahal anak saya butuh susu. Jadi mau tak mau, keahlian membuat senpi, saya manfaatkan untuk memperoleh uang,” ujar bapak satu anak ini. Dia mendapatkan pesanan senpi melalui telepon. “Orangnya saja tidak tahu. Kalau sudah selesai, saya berikan melalui perantara,” tandasnya.

Kapolres OKI, AKBP Amazonna Pelamonia SH SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Haris Munandar mengatakan, 30 anggota menggerebek melalui perairan. “Penampung amunisi sedang kami kejar. Pelurunya dari orang luar Sumsel. Tersangkanya masih diperiksa,” tambah Haris.(gti/ce2)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca