Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kemb...

Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kembangkan Pupuk Kompos

‎MURATARA - Kendati banyak peminat, pengelolaan kotoran hewan ...

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

PAGARALAM - Anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2018 di Sumsel mendapat...

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

PAGARALAM - Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati ‎Mkes mengi...

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

PAGARALAM – Meski dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (A...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan Tersangka

JAKARTA- Mantan Walikota Jakarta Barat Fatahillah akhirnya ditetapkan ...

Pertamina Punya Jubir Baru

Pertamina Punya Jubir Baru

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan rotasi di internal. ...

Nilai Tukar Rupiah Stabil

Nilai Tukar Rupiah Stabil

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masi...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selat...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selatan dan Afrika

SURABAYA - PT INKA (Persero) berambisi menguasai pasar perkeretaapian ...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan Online

JAKARTA - Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Harryadin Mahar...

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenri...

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

SEKAYU – Permasalahan pembayaran gaji guru honorer SMA/SMK s...

Kejar Senjata Milik Teroris

Kejar Senjata Milik Teroris

JAKARTA— Densus 88 Anti-Teror berupaya melakukan antisipasi ...

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

JAKARTA – Kedatangan perwakilan Masyarakat Anti-Korupsi Indo...

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

JAKARTA – Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tur...

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

LONDON – Investigasi teror Westminster berlanjut. Kemarin (2...

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

JAKARTA – Indonesia dan Prancis akan teken beberapa kesepaka...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkon...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkong

HONGKONG – Sosok Fidel Castro berbaring tenang di atas kasur...

Pasang QR Code di Produk Obat

Pasang QR Code di Produk Obat

JAKARTA – Pengawasan obat-obatan dan makanan diakui Badan Pe...

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

MARTAPURA – Tak ada lagi rasa takut kawanan bandit bersenpi ...

Perbankan Beri Kemudahan

Perbankan Beri Kemudahan

PALEMBANG - Pelaku perbankan memberi kemudahan dan biaya bunga ringan ...

Sriwijaya Mania (S-Man) menyambut hangat kedatangan pelatih anyar Sriwijaya FC, Osvaldo Lessa. Ya, kelompok suporter Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, berbaju kuning itu meletakkan harapan besar pada mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.


“Ya, saya sih setuju saja kalau Lessa sudah diputuskan untuk melatih Sriwijaya FC. Tapi ingat, jangan lagi main bertahan, harus main menyerang dan paling penting bisa kembali mengangkat piala,” kata Eddy Ismail, ketua S-Man, dibincangi, tadi malam.


Eddy menilai, dua musim lalu, klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini lebih suka bermain bertahan. Apalagi setelah unggul meski hanya 1-0 sudah buru-buru mengamankan pertahanan.


“Memang bertahan perlu, apalagi untuk mempertahankan kemenangan. Namun, lebih bagus kalau bermain terus menyerang dan memenangkan pertandingan. Ya, nanti tinggal Lessa yang ngatur strategi dan kita akan pantau sampai setengah musim,” terang dia.


Eddy berharap nama besar Sriwijaya FC kembali. Seperti pada era kepelatihan Rahmad Darmawan (2007/2008) dan Kas Hartadi (2011/2012). “Ya, jaman itu bisa dilihat sendiri stadion (Gelora Sriwijaya) selalu penuh. Permainannya menawan, apalagi masih ada Keith “Kayamba” Gumbs (penyerang) lini depan, benar-benar jadi mokok lawan. Kalau target kita, memang juara, jangan takut dan harus jor-joran,” tandas dia.


Dia juga mengucapkan terima kasih pada coach Widodo C Putro yang sudah dua kali turnamen bersama Laskar Wong Kito. “Coach Widodo kami doakan segera dapat klub baru. Terima kasih di ajang Piala Presiden sudah sampai ke semifinal,” katanya. (ion/ce4)

PALEMBANG - Sriwijaya FC terus berbenah. Pascamelepas gerbong pelatih, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu kemarin (26/3) resmi mendepak satu penggawa seniornya, Muhammad Ridwan.

Ya, winger kanan itu, kini resmi dilepas tim kebanggaan masyarakat Sumsel. Pemain berdarah Semarang itu tidak diperpanjang kontrak lantaran terkendala regulasi pembatasan usia untuk kompetisi Liga 1 2017. Maklum saja, Ridwan kini termasuk salah satu pemain gaek dengan usia 36 tahun.

“Manajemen Sriwijaya FC mengucap terima kasih atas kontribusi positif M Ridwan selama di tim dan mendoakan yang terbaik ke depannya,” ungkap sekretaris tim Sriwijaya FC, Achmad Haris, tadi malam.

Sambung pria berkacamata tersebut, keputusan dilepasnya Ridwan juga sudah dibicarakan langsung dengan sang pemain bersamaan dilepasnya pelatih Widodo C Putro. "Ya, sudah (bicara, red). Jadi, Ridwan pasti tidak ikut dalam skema uji coba kita melawan Cilegon United, Selasa besok (28/3)," jelasnya.

Beberapa pemain muda Sriwijaya FC mengaku cukup kehilangan sosok M Ridwan. Menurut Ichsan Kurniawan, gelandang muda Sriwijaya FC, M Ridwan mampu menjadi guru, baik di lapangan maupun luar lapangan.

“Banyak ilmu yang kami dapatkan, terutama dari sisi agama. Karena ternyata memang benar, selain fokus mengejar dunia, kita juga harus tetap memikirkan akhirat,” terang gelandang asal OKU Timur ini.

"Beliau (Ridwan, red) juga mampu memberikan contoh dan kami selalu ingat pesannya agar tidak meninggalkan salat serta sebisa mungkin melaksanakan kewajiban tersebut di masjid secara berjemaah,” tambah pemain yang masih dalam pemulihan pascacedera ACL ini.

Sementara itu, M Ridwan membenarkan sudah tidak berada di Palembang dan pulang ke Semarang, Minggu (26/3) sore. “Saya mohon maaf bila ada kesalahan selama ini. Sejauh ini belum ada rencana dan sekarang sedang berkumpul dengan keluarga dulu,” ujarnya singkat. (cj11/ion/ce4)

 


PALEMBANG - Market properti mulai tunjukken tren positif. Buktinya, dalam ajang Realestat (REI) Expo 2017, target transaksi yang ditetapkan DPD REI Sumsel sebesar Rp 50 miliar tercapai selama pameran berlangsung.

Ketua DPD REI Sumsel, Harriadi Benggawan mengatakan, transaksi di tempat pameran tercapai 85 persen. Sedangkan sisanya sebesar 15 persen dilanjutkan ke kantor pengembangan. "Meski iklim industri properti melemah, namun target yang diinginkan tercapai," kata Harriadi saat penutupan, kemarin (26/3).

Tak hanya itu saja, expo ini juga membantu para pengembang dan didukung perbankan melakukan informasi produk mereka ke masyarakat. Hal itu sesuai tujuan pameran yang ingin memberitahukan secara jelas tentang perkembangan dan kemajuan pemukiman secara menyeluruh.

Selain itu, REI Sumsel juga sukses melakukan ajang Palembang Mencari Bakat. Event ini sudah mencetak talent-talent muda berbakat dalam pameran tersebut. "Terlaksana dengan sukses, lancar, dan baik," tegasnya.

Katanya, Realestat Expo ini merupakan wujud upaya REI dalam menghadapi arus MEA terhadap industri properti. "Ini merupakan salah satu program yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun dan akan dilaksanakan lagi akhir November 2017 mendatang," tukasnya. (rip)

PALEMBANG – Perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) juga jadi perhatian PT Jasa Raharja (persero) cabang Sumsel. Hal itu terlihat dari kucuran dana sebesar Rp1,35 miliar yang disiapkan untuk bantuan kemitraan.

Kepala PT Jasa Raharha Cabang Sumatera Selatan, Taufik Adnan didampingi Kabang Administrasi Guntur Anggoro mengatakan, Jasa Raharja memang memiliki tugas membangun ekonomi kerakyatan secara langsung melalui pemberian pinjaman kepada pelaku UKM. “Untuk tahap pertama program penyaluran kemitraan di tahun ini kami merealisasikan Rp335 juta kepada 16 pelaku UKM mitra binaan,” katanya kepada wartawan, kemarin (23/3).

Pihaknya memang sengaja menyasar pelaku UKM khususnya yang belum tersentuh oleh lembaga keuangan umum seperti perbankan. Artinya, bantuan tersebut dalam bentuk modal kerja dengan besaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari masing-masing pelaku UKM itu sendiri.

Umumnya jumlah maksimal yang diberikan sebesar Rp25 juta per mitra binaan, namun bisa saja mencapai Rp50 juta. Hanya saja pengajuannya akan diserahkan kembali kepada kantor pusat. “Jadi mereka (pelaku UKM) mengajukan permohonan, kemudian kami lakukan survei dan analisa. Setelah itu, baru akan ditetapkan berapa kebutuhan yang layak diberikan kepada yang bersangkutan,” katanya.

Kemudian, dalam waktu dua tahun modal kerja yang diberikan tersebut harus dikembalikan dengan interest rate 6 persen per tahun. Untuk lama proses penyaluran sendiri memakan waktu sekitar satu bulan. “Tahun ini ada tiga sektor usaha yang dituju, yakni jasa, industri rumah tangga, dan perdagangan,” katanya.

Dia menambahkan, semua pelau UKM berkesempatan untuk mendapatkan pinjaman lunak program kemitraan ini. Adapun syarat yang dibutuhkan antara lain fotocopy data diri dan usaha, kartu keluarga, NPWP, bukti bayar PBB, surat izin usaha, dan beberapa kelengkapan lainya.(rip/ce1)


PALEMBANG - Setelah dilaksanakan selama enam bulan, akhirnya program gebyar undian rejeki mitra periode dua selesai digelar,Yusnita Warga Tanjung Raja Ogan Ilir akhirnya keluar sebagai pemenang grand prize satu unit mobil Honda Brio.

Manager store Mitra Bangunan supermarket KM 7, Judani mengatakan, program ini tidak dipungkiri memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan. “Program yang sama akan kami gelar kembali, untuk periode satu tahun kedepan, di bagi dalam dua periode dimana pengundian periode pertama akan di lakukan 24 Maret 2017 mendatang," terangnya usai melakukan pengundian Gebyar Rejeki Mitra 2016/2017, Sabtu (25/3).

Untuk program yang sama di periode ini, store bahan bangunan ini masih memberikan berbagai hadiah menariknya, seperti grand prize, 4 honda beat pop, 6 unit home theater, 6 unit lemari es, 6 unit mesin cuci. "Kami tetap terapkan sambil belanja dapat hadiah, intinya tetap bagi-bagi rejeki," katanya.

Dalam pelaksanaan program ini, lanjut Dani pihaknya bukan hanya mengejar profit, tapi lebih kepada apresiasi dan menjaga loyalitas pelanggan. "Untuk itu, pada undian lanjutan kami tetap menggunakan format yang sama, yakni setiap pembelanjaan minimal Rp250 ribu akan dapat satu kupon dan berlaku kelipatan," jelasnya.

Selain program hadiah, mitra bangunan supermarket juga rutin mengadakan promo reguler, baik itu mingguan, bulanan, ataupun top spender. "Yang sekarang masih berlangsung promo kami, bazar murah hingga 2 April mendatang," tambahnya.

Sementara itu, pada penarikan undian periode 2 kemarin, hadiah yang di bagikan, yaitu grand prize 1 unit honda biro, 2 unit honda revo motor, 5 mesin cuci, kulkas 3, tv 3, voucher 2 juta 30 lembar, voucher 1 juta 50 lembar. "Adapun program ini sudah berlangsung dari 25 September sampai 25 Maret lalu," tutupnya. (Cj10)

PALEMBANG - Asosiasi perusahaan jasa pengiriman ekspres (Asperindo) target 2020 seluruh kabupaten/kota sudah memiliki Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Asperindo Sumsel, Muhammad Daud, didampingi Sekretaris, Haris mengatakan, Dewan Pengurusan Asosiasi ini baru dibentuk dan baru empat kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) yang memiliki DPD, yakni Muara Enim, Prabumulih, Ogan Ilir, dan Baturaja.

"Dalam tahun ini, akan ada empat daerah lagi, yaitu Lubuklinggau, Muba, Lahat, dan OKU Timur. Hingga 2020, kami harap semua kabupaten/kota sudah memiliki DPD," terangnya saat ditemui di sela HUT 31 Asperindo di showroom Suzuki Kamboja, kemarin (26/3).

Dengan terbentuknya semua DPD di setiap kabupaten/kota, maka organisasi akan lebih tertata, khususnya yang berada di daerah. "Kami di bidang jasa punya tujuan mengentaskan pengangguran. Di mana, saat ini saja berdasarkan catatan Korwil Asperindo Sumbagsel, ada 50 ribu karyawan yang bergabung di bisnis ini. Sedangkan secara nasional, mencapai 2,5 juta karyawan," jelasnya.

Sedangkan untuk saat ini, perusahaan jasa angkutan yang tercatat di Asperindo baru yang ada di Palembang, yakni berjumlah 43 perusahaan. "Kami di Asperindo sebagai perusahaan jasa logistik juga ingin turut membangun perekonomian nasional dengan
tetap angkat UKM lokal. Ini jadi pangsa pasar yang bisa dimaksimalkan dan memiliki impact menyeluruh terhadap perekonomian," jelasnya.

Meski langkah bisnis telah dimantapkan Asperindo menjadi bagian dari bisnis yang membantu pemerintah, baik masalah pengangguran maupun pengembangan UKM, namun masih menemui kendala soal perizinan. Selain itu, tak luput dari bayang pungutan liar walau sudah ada pembentukan tim saber pungli dari pemerintah.

"Kami minta dukungan pemerintah, apalagi terkait izin dan lainnya, dapat lebih dipermudah," ujar Korwil Asperindo Sumbagsel, Haryanto.

Sementara, Sekretaris Asperindo Sumsel, Haris menuturkan, adanya pembentukan saber pungli beberapa waktu lalu membuat pungutan liar di bagian bongkar muat barang tidak terjadi lagi. Ini berdampak positif mengurangi cost. Namun setelah beberapa waktu, kembali terjadi meski tak separah dulu. "Di beberapa daerah atau titik ini, masih sering gencar terjadi pungli, seperti di sepanjang Lintas Sumatera Lampung-Palembang, Bengkulu, dan Jambi," tandasnya. (Cj10/ce4)

MUARA ENIM – Sudah banyak pelaku pungutan liar (pungli) yang diciduk polisi. Namun, aksi pemalakan terhadap sopir truk batu bara masih saja terjadi. Sabtu (25/3) pukul 20.45 WIB, anggota Polsek Gunung Megang menciduk dua pelaku pemalakan.

Keduanya, Er (17) dan Suharto (21), warga Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim. Polisi menciduk keduanya saat beraksi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Dusun VII Desa Penanggiran.
Mulanya, anggota Unit Reskrim Polsek Gunung Megang mendapatkan informasi dari para sopir angkutan batu bara bahwa di lokasi ada beberapa orang yang melakukan pungli. Tiap sopir yang melintas dimintai uang Rp1.000-2.000. Berbekal informasi itu, dilakukanlah penyelidikan.

Tampak kedua pemuda ini memungut uang dari para sopir dengan kardus mi. Tanpa perlawanan, mereka pun ditangkap. Setelah dihitung, kotak itu berisi uang pecahan Rp1.000 sebanyak Rp50 ribu. Sisanya uang logam Rp500 sejumlah Rp12.500. Total yang didapatkan keduanya Rp62.500.

“Keduanya akan dijerat pasal tentang pemerasan. Kami imbau para sopir yang jadi korban untuk melapor,” imbuh Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasubag Humas AKP Arsyad, kemarin.

Pengakuan Suharto, dia dan Er memang menarik uang dari para sopir truk batu bara yang melintas di wilayah desa mereka. “Kami bawa kardus mi untuk minta sumbangan dari mereka,” cetusnya.(roz/ce1)

LUBUKLINGGAU – Entah apa yang ada dalam pikiran Ag (34). Punya pekerjaan tetap sebagai guru bahasa Inggris, statusnya PNS, dia malah nekat melakukan penjambretan. Apes, aksinya terendus polisi.


Setengah usah beraksi, Rabu (22/3) lalu, warga Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Lubuklinggau Utara II itu ditangkap anggota Satreskrim Polres Lubuklinggau. Guru PNS pada sebuah SMP di Empat Lawang itu kini tinggal menyelesai perbuatannya dalam jeruji besi.

Hari itu, tersangka melakukan penjambretan di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Korbannya, Neni (27), warga Jl Karya Masa, Kelurahan Taba Koji.

Tersangka mengendarai sepeda motor Yamaha BG 2213 HN memepet korban yang juga naik motornya. “Pelaku merampas handphone Vivo mereka korban yang harganya Rp2,7 juta,” ujar Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin, kemarin.

Apes, tak lama setelah kejadian itu, anggota patroli Polres Lubuklinggau melintas. Setelah mendapatkan keterangan ciri-ciri pelaku dari korban di lokasi, langsung dilakukan pengejaran.

Anggota lalu menemukan tersangka yang berusaha melarikan diri. terjadilah aksi kejar-kejaran. Pelarian tersangka tak berlangsung lama. Dia tertangkap. “Kami sita Hp korban, juga motor BG 2213 HN kendaraan pelaku,” tutur Ali.

Dia pun digelandang ke Mapolres Lubuklinggau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sembari tertunduk lesu, tersangka pun mengakui perbuatannya. Dia mengungkapkan statusnya sebagai PNS guru pada sebuah SMP di Empat Lawang.

“Aku menjambret karena sering berjudi poker. Kalau dapat, Hp itu mau dijual, uangnya untuk berjudi,” ungkapnya. Dia menambahkan, penjambretan itu dilakukannya pulang dari mengajar.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidilkan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi mengaku belum mengetahui adanya kejadian tersebut. Pihaknya terlebih dahulu akan menanyakan kepada sekolah tempat oknum guru tersebut mengejar.

“Jika memang terbukti bersalah, kami serahkan proses hukumnya kepada penegak hukum. Untuk sanksi sebagai PNS akan diproses sesuai UU yang berlaku,” tegasnya.

Selain oknum guru itu, jajaran Satreskrim Polres Lubuklinggau juga meringkus dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di hari yang sama. Keduanya, Edo (19) dan Mus (18). Mulanya, polisi meringkus Edo di pandai besi daerah Watas, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Kemudian meringkus Mustofa di rumahnya di Jl Patimura. Kedua pemuda ini diduga terlibat pencurian sepeda di teras rumah korbannya, Ferdi (34). Aksi kriminalitas itu berlangsung 2 Juli 2015. Dalam aksinya, pelaku sebenarnya bertiga. Namun, seorang pelaku sudah lebih dulu diringkus, yakni Rio. “Dia sudah menjalani hukuman,” pungkas Ali.(wek/eno/ce1)

 

INDERALAYA – Untuk sementara waktu, Rt (28) tak bisa menyopir truk dulu. Warga Pemulutan ini diciduk anggota Unit PPA Polres Ogan Ilir, Sabtu (25/3) pukul 13.30 WIB. Penangkapan berlangsung di kawasan Desa Ujan Mas, Muara Enim.

Tersangka diduga telah melakukan pencabulan terhadap Mawar (17), nama samaran, warga Kecamatan Gelumbang. Kejadiannya di sebuah rumah makan di Desa Lorok, Kecamatan Inderalaya, 13 Februari lalu.

Kapolres Ogan Ilir AKBP M Arif Rifai melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar menjelaskan, pada malam kejadian, korban yang bekerja di rumah makan itu hendak istirahat. Tiba-tiba, muncul tersangka dan mengajaknya tidur.

Belum ada jawaban, tersangka langsung memeluk dan mencabuli korban. Tak terima dengan kejadian itu, korban yang mengalami trauma melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Ogan Ilir, pada 16 Februari.

Kanit PPA Polres Ogan Ilir, Bripka Heriyanto bersama lima anggotanya menyelidiki keberadaan tersangka. Lalu didapatkan, tersangka sedang memperbaiki truknya di kawasan Desa Ujan Mas.

“Selain berhasil menangkap tersangka, anggota juga mengamankan barang bukti, termasuk hasil visum terhadap korban. Ada luka memar dengan diameter kurang lebih 0,5 cm pada tubuh korban,” jelas Ginanjar.(sid/ce1)

SEKAYU – Penangkapan Eddy (20) bak film koboi di televisi. Anggota Polsek Sekayu harus balapan di jalan Sekayu-Plakat Tinggi sejauh 10 km untuk mendapatkan tersangka. 


Kejar-kejaran dipimpin Iptu Tohirin itu berlangsung Sabtu (25/3) sore. Eddy merupakan tersangka pencurian sepeda motor yang memang jadi target operasi (TO) petugas.

Saat itu, dia berusaha meloloskan diri dengan memacu sepeda motor curiannya, jenis Jupiter BG 6603 ST. Aparat sempat kehilangan jejaknya. Lalu menemukan motor tersebut di pinggir ruas jalan Inpres C7, Kecamatan Plakat Tinggi.

Ternyata, tersangka meninggalkan motor hasil curiannya. Dia melarikan diri masuk ke dalam hutan. Tak mau buruannya hilang, polisi bersama warga mengejar masuk ke dalam hutan. Enam jam lamanya dilakukan pencarian. Akhirnya, tersangka yang bersembunyi di sebuah pondok di Dusun Talang Sekate, Kelurahan Soak Baru, Sekayu, terkepung sekitar pukul 20.00 WIB.
Meski begitu, warga Kecanatan Semanggus, PALI itu tetap tidak mau menyerah diri. Saat polisi menyergap, dia berusaha melawan dan melarikan diri. terpaksa, sebutir timah panas bersarang di kaki kanannya.

“Kami tak segan memberikan tindakan tegas kepada pelaku curanmor yang kian meresahkan di Kota Sekayu,” kata AKP Gunawan, Kapolsek Sekayu, melalui Kanit Reskrim, Iptu Tohirin.
Tersangka telah mencuri sepeda motor Jupiter milik Novriansyah yang terpakir di taman kirab rumah dinas Wakil Bupati Muba, sekitar pukul 13.30 WIB. Tersangka mengaku baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor.

Rencananya, motor curian itu akan dijual kepada salah seorang warga di Kabupaten PALI. “Mau aku jual Rp3 juta,” ungkapnya. Dia mengaku nekat mencuri lantaran saat ini tak memiliki pekerjaan. (yud/ce1)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca