PALEMBANG – Brand Levi’s sudah mendarah daging di Indonesia. Produk asal Jerman ini sudah lama menemani pakaian masyarakat. Kali ini, melalui store di Palembang Icon, Levi’s beri penawaran khusus.


Manager Operational Store Levi’s Palembang, Sandra Delima mengatakan, jika konsumen melakukan transaksi minimal Rp1.250.000 maka akan dapat free dua patch (emblem) keren. “Penawaran ini kami berikan selama rangkaian opening store ketiga kami di Palembang Icon Mall hingga 26 Maret mendatang,” kata dia.

Konsumen juga bisa hunting koleksi terbaru Levi’s yang hadir dengan 5 varian. Baik untuk pria ataupun wanita. Adapun koleksi terbaru dari 501, yaitu original, skinny, shrink-to-fit, celana pendek (untuk wanita) dan customized & tapered (wanita dan pria). “Harga jeans 501 terbaru dimulai Rp799 ribu sampai satu juta,” tambahnya.

Soal koleksi terbaru ini, khasnya atau iconic, berupa buterfly bottom (kancing yang menggantikan resleting memiliki lebih sekitar 5 kancing). “Untuk peminat, produk keluaran baru dari Levi’s selalu disambut baik di pasaran,” katanya. (cj10/ce2)

PALEMBANG – Santer soal ulama yang didiskriminasi, tidak membuat para ulama di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi gentar. Disebut tidak mencintai Tanah Air, padahal selama ini perjuangan ulama untuk menegakkan agama dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Kami ingin membuktikan kalau tuduhan itu salah, karena selama ini peran ulama begitu besar terhadap negara,” tegas Ketua Majelis Asatidz Peduli Ummat Rosulullah Saw (Maspuro), H Umar Said. Itu dikatakannya, dalam diskusi dan silaturahmi kyai, ulama, tokok ormas, pimpinan ponpes dan majelis taklim se Sumsel, di Grand Malaka Ethical Hotel, kemarin.

Kata dia, pertemuan serupa ini akan terus dilakukan. Karena banyak ide yang bisa digali, untuk terus menyatukan ukhwah Islamiah dari perbedaan pandangan. Sekaligus memberikan kekuatan kepada umat Islam agar terus bersatu dan mencintai tanah air. “Kejayaan Islam dan umat Islam, merupakan tujuan perjuangan umat. Untuk itu perlu hubungan yang erat dan kokoh,” tegas Umar Said.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketum Maspuro Drs H Solihin Hasibuan MPdI, ketua MUI Sumsel Prof Dr Aflatun Muchtar MA, Kakanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi MPdI, dan ulama lainnya. “Kegiatan ini sangat poitif. Terpenting kumpul dulu, baru bisa menuangkan ide kreatif untuk Islam ke depan,” timpal Sekjen FPI Sumsel Habib Mahdi Syahab. (uni/air)

 

BANYUASIN – Zumrowi (44), dengan santainya berjalan menenteng sebuah ember. Bercak darah terlihat di bibir ember. Tetangganya di Dusun 1, Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, ketakutan begitu diketahui ember itu berisi kepala manusia.

Warga langsung berlarian berteriak histeris. Apalagi Zumrowi yang diketahui mengidap gangguan jiwa, juga membawa sebilah parang panjang. Begitu pelaku terlihat linglung, Kapospol Kenten Laut Brigadir Devi dan warga langsung menangkapnya. “Pelaku sempat bilang menyesal kepada saya,” kata Devi.

Kejadian yang menggemparkan warga Kenten Laut itu, terjadi Kamis (23/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban yang dipenggal, diketahui bernama Gustiawan (38), warga asal RT 05, Desa Sukabaru, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur.

Di Kenten laut, dia bekerja sebagai buruh bangunan. Mengontrak di rumah pelaku, pelaku sendiri tinggal di rumah sebelahnya. Hanya saja korban tidak tahu, jika pelaku ada diriwayat gangguan kejiwaan sejak 10 tahun lalu. Dipersilahkannya saja, ketika pelaku datang bertamu.

Tanpa diduganya, pelaku mengambil parang tanpa gagang sepanjang 70 cm, di dalam kontrakan korban. Ditebaskannya ke leher korban, hingga kepalanya putus. “Pelaku sudah diamankan (di Polsek Talang Kelapa,red), dari keterangan sejumlah saksi pelaku mengalami gangguan jiwa sekitar 10 tahun ini,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmaji, ketika dikonfirmasi.

Indikasi itu, diperkuat barang bukti surat rujukan dr puskesmas Kenten Laut ke RS ernaldi bahar untuk kontrol terkait masalah ganggun jiwa atas nama Zumrowi. "Termasuk kartu pasien atas nama pelaku," jelasnya. Dikatakan, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang, pihak keluarganya di OKU Timur sudah dihubungi.

Terpisah, sepupu pelaku, Hendra, membenarkan Zumrowi mempunyai riwayat gangguan kejiwaan dan memiliki “kartu kuning”. Paman pelaku, Bay (43), menambahkan Zumrowi sempat direhabilitasi di RS Jiwa selama 6 bulan pada 2005 lalu. “Setelah keluar, hanya check up tiga bulan sekali. Bahkan, dia memiliki usaha depot kayu," ungkapnya. (qda/vis/air)

 

PALEMBANG - Minat kalangan muda Metropolis bekerja di dunia jasa penerbangan cukup besar. Ini dibuktikan dengan membeludaknya peserta sosialisasi sistem penerimaan calon taruna (sipencatar) Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan, kemarin (23/2).

Sosialisasi berlangsung di aula Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Palembang. Setidaknya ada 250 peserta perwakilan dari sejumlah SMA/SMK negeri dan swasta di Kota Palembang.

Ketua tim sosialisasi ATKP Medan, Beni Suherman SSIT MSi, didampingi Haerul Amren MPd, ketua kelompok dosen ATKP mengatakan, gambaran umum akademi Diploma III yang langsung berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan RI ini terdapat sejumlah program studi (prodi) utama.
Meliputi Prodi Pemanduan Lalu Lintas Udara (LLU), Teknik Listrik Bandar Udara (TLB), dan Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara (TNU), Elektronika Bandar Udara, Operasi Bandar Udara, Angkutan Bandar Udara, dan pendidikan nondiploma, Teknik Pesawat Udara dan Penerbang Helikopter (Rotary Wing).

“Selama ini calon taruna navigasi udara yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia masih minim pemahaman. Karena itu, kami sosialisasi pendaftaran secara online dengan ujian berbasis komputer di BP3 Palembang ini,” cetus Beni yang menyebut, kedatangan tim sosialisasi atas instruksi langsung Direktur ATKP Medan, Rajokki Aritonang ST MStr.

Pada penerimaan tahun lalu, sebanyak 10 putra/putri asal Sumsel lulus menjadi taruna/taruni dari total 350 taruna/taruni yang diterima di ATKP Medan. Mereka menyisihkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Salah seorang taruni ATKP Medan asal SMAN 1 Unggulan Muara Enim, Maria Firkila Sihombing yang merupakan angkatan IX tahun 2015, mengaku sangat bersyukur sekaligus bangga bisa diterima sebagai taruni.

“Yang membuat saya tertarik kuliah di ATKP karena rata-rata lulusan langsung diserap lapangan kerja, di antaranya di bandara yang ada di AP 1 dan AP 2, Air Nav,” ugkap Maria.
Turut hadir pada kegiatan sosialiasi, perwakilan Disdik Sumsel, Diskominfo Sumsel, BP3 Palembang, Air Nav SMB II, PT AP2 SMB II, dan instansi terkait lainnya.(kms/via/ce4)

PALEMBANG - Daftar guru besar (profesor) di Universitas Sriwijaya (Unsri) terus bertambah. Kemarin (23/2), kembali mengukuhkan guru besar ke-121, Prof Ir Basuni Hamzah MSc PhD, sebagai guru besar tetap Ilmu Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Unsri. Rektor Unsri, Prof Anis Saggaf MSCE mengatakan, saat ini, Unsri memiliki 121 guru besar. Dari jumlah ini, ada yang pensiun dan ada yang diberdayakan kembali sesuai Peraturan Menteri No 44 Tahun 2015.

Menurutnya, saat ini, Unsri telah menganalisis secara penuh, sekitar 360 dosen berstatus doktor lektor kepala, selangkah lagi menjadi profesor. “Tentunya dengan menulis dan membuat jurnal internasional,” terangnya di sela pengukuhan di gedung serbaguna Program Pascasarjana (PPS) Unsri, kemarin(23/2).

Guna mendorong para doktor, yang berstatus lektor kepala, pihaknya telah membentuk tim. Targetnya, 2017 ini dari jumlah tersebut, bisa mencapai 50 persen menjadi profesor. “Diraihnya akreditasi A sebagai upaya mengejar status World Class University (WCU), universitas bertaraf internasional, yang menjadi salah satu syarat, dosen harus bergelar doktor,” ucapnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemrov Sumsel, Dr H Ahmad Najib mengatakan, pemprov optimis, ke depan Sumsel akan lebih baik dalam bidang pangan. Apalagi dengan ditambahnya guru besar bidang pangan dan makanan bergizi seimbang. “Pemrov Sumsel akan kerja sama dengan Unsri dalam memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) ahli di bidangnya demi suksesnya swasembada pangan,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, hadir anggota senat Unsri, keluarga profesor baru dilantik, mahasiswa Fakultas Pertanian, dan para dosen Pertanian. Sementara itu, Prof Ir Basuni Hamzah MSc PhD mengatakan, wilayah Indonesia sangat luas dengan penduduk sebanyak 258.316.051 orang. “Sesuai penelitian, diperkirakan Juli 2016, yang membutuhkan bahan pangan dan produk olahan pangan hasil dalam negeri dan sebagaian besar juga didatangkan dari luar negeri, saya mengangkat persoalan keamanan, diversifikasi pangan, dan makanan bergizi seimbang,’’ ujar suami Ernawaty Efendy BSc ini.

Menurutnya, untuk makanan berskala besar, umumnya sudah menerapkan cara berproduksi baik (good manufacturing practice). “Nah, jadi persoalan, terkadang perajin makanan tradisional kadang-kala masih menggunakan bahan tambahan makanan yang tidak diperkenankan,” ucapnya lagi.
Diakui, sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan beras untuk bahan makanan pokok. Konsumsi beras penduduk Indonesia sangat tinggi dibanding negara Asia Tenggara dan Jepang.

“Penduduk perlu makanan empat sehat lima sempurna, dalam artian kecukupan gizi sumber pati, protein, vitamin, mineral, dan menambah kelengkapan dengan mengonsumsi susu,” urainya. Pola makanan bergizi seimbang mencakup asupan sumbser kalori berupa pati (nasi). Sedangkan asupan sumber protein rendah lemak, dalam jumlah cukup (protein baik, daging sapi, daging ayam, daging ikan, dan lainnya). (nni/via/ce4)

PALEMBANG - Menghilangkan kejenuhan di tengah padatnya aktivitas belajar di antaranya diisi dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Seperti dilakukan puluhan siswa/i SD Islam Cendikia Faiha, yang melaksanakan rekreasi edukatif dan outbound di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), kemarin (23/2).

“Kegiatan rekreasi edukatif kami laksanakan satu kali setiap semester atau dua kali setiap tahunnya,’’ ungkap penanggung jawab kegiatan rekreasi edukatif SD Islam Cendikian Faiha, Imam Arifin AMd, kemarin (23/2).

Tujuannya, selain refreshing sekaligus mengenalkan para siswa tempat-tempat yang menjadi icon dan bersejarah di Kota Palembang. “Kali ini kita ke Jakabaring Sport City (JSC),” bebernya.
Saat outbound, lanjutnya, setidaknya ada tujuh tangkai perlombaan dan permainan yang dilaksanakan.

Di antaranya lomba bakiak, lari estafet, menyusun kata dengan balon, bisik kata, mengumpulkan bola hingga lomba mengoper terigu. Setiap tim yang berlomba diwajibkan menjaga kekompakan. Pemenang setiap tangkai lomba mendapatkan hadiah berupa aneka makanan dan minuman.
“Inti dari kegiatan ini juga kami ingin memupuk semangat saling bantu dan solidaritas setiap siswa-siswi dengan mengedepankan kekompakan antarkelompok,” urai Imam yang juga menjabat wakil kepala SD Islam Cendikia Faiha bidang kesiswaan. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB-13.00 WIB yang dipusatkan di depan venue menembak JSC. (kms/via/ce4)

Oleh : Mahmud Jamhur

Emas dan perak adalah jenis logam mulia yang banyak perdagangkan baik untuk perhiasan, mahar pernikahan, souvenir, simpanan investasi dan lain-lain. Terutama emas, termasuk logam mulia yang memiliki potensi dan posisi penting dalam perekonomian suatu bangsa.
Sebagai perhiasan, emas merupakan logam mulia menjadi idaman yang banyak dikoleksi terutama oleh para wanita, selain mempercantik, menambah daya tarik dan menambah sempurna penampilan, mengenakan perhiasan juga menambah prestise bagi pemakainya. Hanya saja khusus untuk laki-laki, ada hadits larangan untuk memakai perhiasan emas.

Sebagai harta simpanan, emas juga adalah jenis barang perdagangan yang menguntungkan, terutama untuk investasi jangka panjang. Harga emas terutama jenis logam mulia (LM) atau emas batangan, walaupun ada fluktuasi harga, namun trennya cenderung meningkat (Sumatera Ekspres, Rabu1/1/2017).

Keunggulan emas dibandingkan investasi tanah atau property, dari segi kepraktisan dan juga kemudahan dalam menjual kembali. Terkait dengan emas sebagai harta, maka islam mengatur tentang hukum seputar perdagangan emas dan perak, serta kewajiban zakatnya.
Satu fungsi emas (juga perak) yang sebenarnya sangat penting dalam sistem perekonomian, namun
saat ini tidak eksis, adalah emas dan perak sebagai mata uang atau alat tukar. Dan perhatian islam terhadap fungsi emas sebagai alat tukar ini telah dibuktikan dalam sejarah penerapan islam dalam rentang 1.300 tahun, yang mampu menyejahterakan umat manusia, anti inflasi dan menciptakan stabilitas ekonomi.

Hukum Memakai Perhiasan Emas Bagi Kaum Lelaki

Islam mengatur kegunaan perhiasan emas hanya untuk para perempuan, adapun untuk para lelaki, nabi melarang dalam beberapa hadits. Setidaknya ada 8 hadits shahih mu’tabar yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad terkait larangan tersebut, bersamaan dengan pelarangan menggunakan bejana (wadah minuman) dari perak, pemakaian kain sutera bagi lelaki.
Diantara hadits-hadits tersebut adalah yang diriwayatkan dari al-Barra' bin Azib berkata, "Nabi SAW memerintahkan kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dengan tujuh perkara. Beliau menyuruh kami untuk mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang teraniaya, membenarkan sumpah, menjawab salam dan mengucapkan tasymit atas orang-orang bersin. Beliau melarang kami memakai bejana perak, cincin emas, dan kain sutra”. (HR Bukhari dan Muslim).

Adapun menyimpannya sebagai harta simpanan selama tidak dipakai sebagai perhiasan oleh laki-laki adalah boleh alias mubah.

Ketersediaan Emas di Dunia

Terkait dengan kegunaan emas dan perak yang urgen dalam kehidupan manusia, maka Allah telah menyediakannya dalam jumlah yang terbatas namun cukup kebutuhan manusia. Adapun ketersediaan emas di Indonesia, ternyata Indonesia termasuk negara dengan Cadangan Emas Nomor Dua Dunia. Sayangnya yang mendapat keuntungan besar tersebut bukan rakyat Indonesia, Namun Kapitalis
Asing, terutama PT Freeport.
Ketersediaan emas di Indonesia tergolong besar. Forbes Internasional merilis, di Indonesia tahun 2015, terjadi peningkatan sebanyak 20 persen.Tak hanya Indonesia, keseluruhan produksi emas dari 10 negara terbaik yang memiliki tambang emas mengalami peningkatan produksi sebanyak 1,8 persen menjadi 3.211 ton per tahun. Freeport yang memiliki dua kawah besar tambah emas dan tembaga ini pada tahun 2014 bisa memproduksi 38.8 persen dari total produksi tambang dunia.
Sedangkan di tahun 2015 mencapai angka 42.3 persen. Indonesia menduduki posisi kedua merupakan tambang emas terbanyak dalam segi produksi, berada dibawah Uzbekistan dengan total produksi hingga 61 persen.

Sedangkan negara lainnya seperti Australia, Papua Nugini, dan Meksiko berada dibawah Indonesia. Negara lain seperti Amerika dan Peru menduduki posisi nomer enam dan nomer lima. Sedangkan Peru menduduki posisi nomer tujuh. (republika.co.id, 5/6/2016)

Zakat Emas dan Perak

Sistem Islam sangat memperhatikan keadilan, kebersamaan dan kepedulian. Oleh karenanya islam mensyariatkan bagi para aghiya (orang kaya) untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, melalui mekanisme zakat.

Terkait dengan zakat harta jika berupa emas dan perak, maka islam memberi ketentuan, yakni jika emas tersimpan selama 1 tahun dan jumlahnya minimal 20 dinar alias 85 gram, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 2,5 persen, diberikan kepada 8 ashnaf (golongan penerima zakat). Jika sekarang harga emas Rp 590 ribu per gram, maka jika seseorang menyimpan harta sebanyak 50.150.000, maka wajib baginya mengeluarkan zakat sebesar Rp 1.253.750. Suatu jumlah yang relatif sedikit dibandingkan jumlah harta tersebut. Jika hartanya diatas jumlah tersebut, maka zakatnya dikeluarkan 2,5 persen dari jumlah hartanya.

Adapun nishab zakat perak sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits adalah jika harta sudah mencapai minimal senilai 200 dirham alias setara berat 595 gram perak. Maka dikeluarkan 2,5 persen sebagai zakat. Jika kurs perak per gram Rp 12 ribu, berarti harta yang mencapai Rp 7.140.000, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar Rp.178.500.

Bagaimana jika simpanan tidak berupa fisik emas dan perak, karena sekarang mata uang yang berlaku bukan dinar dirham?, maka menurut Syeikh Taqiyuddin An Nabhani dalam Kitab Nidzomul Iqtishody Fil Islam, standar penghitungan zakat nuqud (mata uang) mengikuti standar mana dari emas dan perak yang terpenuhi lebih dahulu. Tentu saat ini bagi pemilik simpanan uang yang sudah mencapai minimal Rp 7.140.000, sudah wajib dizakati.

Hukum Bisnis Emas dan Perak

Perdagangan/bisnis emas dan perak termasuk yang prospektif, praktis dan menguntungkan. Hukum berbisnis atau membisniskan emas dan perak adalah boleh alias mubah, selama tidak melanggar beberapa ketentuan syariat.

Namun terdapat larangan dalam quran dan hadits terkait menimbun harta khususnya emas dan perak, yang dalam alquran disebut kanzul maal, kadang juga disebut Ihtikarul maal, yang maknanya menyimpan tanpa tujuan tertentu kecuali agar harga-harga naik, sehingga ketika dijual kembali akan sangat menguntungkan.

Berbeda dengan menabung (saving), yang dalam bahasa arab disebut Idkhar, yaitu menyimpan harta untuk tujuan tertentu, misalnya untuk naik haji, membeli rumah, kendaraan, dan lain-lain, yang pada waktu tertentu akan dikeluarkan/dibelanjakan, maka menabung dibolehkan oleh syariat.
Perdagangan emas dan perak juga tidak boleh kredit namun harus cash alias kontan, karena akan terjadi riba, suatu praktek ekonomi yang diharamkan dalam islam.

Emas dan Perak sebagai Mata Uang

Salah satu kekhasan Sistem Ekonomi Islam sekaligus keunggulannya dibandingkan dengan sistem ekonomi kapitalis sekarang ini adalah penggunaan emas dan perak sebagai mata uang atau alat tukar. Penggunaan dinar emas dan dirham perak sebagai mata uang ini telah berlangsung sejak sebelum nabi Muhammad SAW, namun oleh Allah disyariatkan sebagai mata uang, dan eksistensinya terus berlangsung hingga runtuhnya Khilafah tahun 1924.

Keterkaitan penggunaan emas dan perak sebagai mata uang atau alat tukar ini dapat dilihat dari beberapa hal sebagai berikut :

Pertama: Zakat uang yang ditentukan Allah SWT berkaitan dengan emas dan perak. Islam telah menentukan nishab zakat tersebut dengan emas dan perak. Nishab zakat emas adalah 20 mitsqal atau 20 dinar. Hal ini setara dengan 85 gram emas. Adapun nishab zakat perak adalah 595 gram perak.

Kedua: Rasulullah saw. telah menetapkan emas dan perak sebagai uang sekaligus sebagai standar uang. Setiap standar barang dan tenaga yang ditransaksikan akan senantiasa dikembalikan pada standar tersebut.

Ketiga: Hukum-hukum tentang pertukaran mata uang (money changer) dalam Islam yang terjadi dalam transaksi uang selalu hanya merujuk pada emas dan perak, bukan dengan yang lain. Hal ini adalah bukti yang tegas bahwa uang harus berupa emas dan perak, bukan yang lain. Nabi saw. bersabda, “Emas dengan mata uang (bisa terjadi) riba, kecuali secara tunai.” (HR al-Bukhari).

Keunggulan Mata Uang Dinar dan Dirham

Mata uang dinar dan dirham memiliki legitimasi yang sangat kuat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dinar dan dirham yang terbuat dari emas dan perak bernilai tinggi dan diterima luas oleh masyarakat dunia. Mata uang yang didasarkan pada emas dan perak akan menciptakan kondisi moneter sebagai berikut:

1.Inflasi rendah dan terkendali.

Dengan menerapkan mata uang emas, pemerintah suatu negara tidak dapat menambah pasokan uang dengan bebas. Akibatnya, supply mata uang akan terkendali. Uang hanya bertambah seiring dengan bertambahnya cadangan emas negara. Dengan demikian inflasi yang diakibatkan oleh pertumbuhan uang sebagaimana pada sistem mata uang kertas (fiat money) tidak terjadi. Memang tak dapat dipungkiri, bahwa inflasi bisa saja terjadi ketika ditemukan cadangan emas dalam jumlah besar. Namun, keadaan tersebut merupakan sesuatu yang jarang terjadi dan orang yang memiliki emas tidak langsung melempar emasnya ke pasar.

Keampuhan mata uang mengendalikan inflasi telah dibuktikan oleh Jastram (1980), seorang profesor dari University of California. Ia menyimpulkan bahwa tingkat inflasi pada standar emas (gold standard) paling rendah dari seluruh rezim moneter yang pernah diterapkan, termasuk pada rezim mata uang kertas (fiat standard).

Sebagai contoh, dari tahun 1560 hingga 1914 indeks harga (price index) Inggris tetap konstan; inflasi dan deflasi nyaris tidak ada. Demikian pula tingkat harga di AS pada tahun 1930 sama dengan tingkat harga pada tahun 1800.

Bahkan dengan 1 dinar (4,25 gram emas) pada masa rasulullah, dapat membeli seekor kambing, yang ternyata dengan harga emas rp 590 ribu per gram setara dengan harga kambing sekarang yakni berkisar 2,5 juta per ekor.

2. Nilai tukar antarnegara relatif stabil.

Pertukaran antara mata uang yang dijamin oleh emas dengan mata uang kertas negara lain yang tidak dijamin emas juga tidak menjadi masalah. Hal ini karena nilai mata uang yang dijamin emas tersebut ditentukan oleh seberapa besar mata uang kertas tersebut menghargai emas. Nilai emas memang bisa naik atau turun berdasarkan permintaan dan penawaran. Namun, saat emas dijadikan uang maka masing-masing negara akan menjaga cadangan emas mereka. Dengan demikian supply mata uang akan relatif stabil sehingga nilainya pun stabil.

Ketika dunia menggunakan emas dan perak sebagai mata uang, tidak pernah terjadi sama sekali masalah-masalah moneter seperti inflasi, fluktuasi nilai tukar, dan anjloknya daya beli. Masalah-masalah moneter tersebut terjadi setelah dunia melepaskan diri dari standar emas dan perak serta berpindah ke sistem uang kertas (fiat money).

Syeikh Abdul Qadim Zallum dalam kitab Al Amwal fi daulah Khilafah, menerangkan setidaknya terdapat 6 (enam) keunggulan mata uang emas dan perak.

Pertama: Emas dan perak adalah komoditi, sebagaimana komoditi lainnya semisal unta, kambing, besi, atau tembaga. Komoditi ini dapat diperjualbelikan jika ia tidak digunakan sebagai uang.
Kedua: Sistem emas dan perak akan menimbulkan kestabilan moneter. Tak seperti sistem uang kertas yang cenderung membawa instabilitas dunia karena penambahan uang kertas yang beredar secara tiba-tiba.

Ketiga: Sistem emas dan perak akan menciptakan keseimbangan neraca pembayaran antarnegara secara otomatis, untuk mengoreksi selisih dalam pembayaran tanpa intervensi bank sentral. Sebaliknya, dalam sistem uang kertas, jika terjadi selisih semacam ini, maka negara akan mencetak lebih banyak uang sebab tak ada batasan untuk mencetaknya. Tindakan ini justru akan meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli uang di negara tersebut.
Keempat: Sistem emas dan perak mempunyai keunggulan yang sangat prima, yaitu berapapun kuantitasnya dalam satu negara, entah banyak atau sedikit, akan dapat mencukupi kebutuhan pasar dalam pertukaran mata uang. Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk sistem uang kertas. Jika negara mencetak semakin banyak uang kertas, daya beli uang itu akan turun dan terjadilah inflasi.

Kelima: Sistem emas dan perak akan mempunyai kurs yang stabil antarnegara. Ini karena mata uang masing-masing negara akan mengambil posisi tertentu terhadap emas atau perak. Dengan demikian di seluruh dunia hakikatnya hanya terdapat satu mata uang, yaitu emas atau perak, meski mata uang yang beredar akan bermacam-macam di berbagai negara.
Keenam: Sistem emas dan perak akan memelihara kekayaan emas dan perak yang dimiliki oleh setiap negara. Jadi emas dan perak tidak akan lari dari satu negeri ke negeri lain.
Keandalan emas di kancah sejarah memang tak terbantahkan. Walau peradaban hari ini telah menghentikan fungsinya sebagai uang, tetap saja emas diterima sebagai alat pembayaran perdagangan internasional karena nilainya. Logam mulia memiliki nilai jual, yang tidak dimiliki uang kertas.

Berbeda dengan fiat money, emas sulit mengalami inflasi. Pemerintah tak mungkin secara tidak terbatas (unlimited) mencetak uang emas atau uang kertas yang di-back-up emas. Pasalnya, pencetakan itu sangat bergantung pada tersedianya logam emas itu sendiri yang sifatnya langka (scarce) dan terbatas (limited).
Emas tidak bisa didevaluasi (diturunkan nilainya) melalui sebuah dekrit oleh pemerintahan tertentu karena emas akan mengikuti harga pasar yang berlaku.
Dengan kata lain, emas adalah aset yang benar-benar mandiri yang nilainya tidak bergantung pada keputusan politis pemerintahan mana pun. Stabilitas emas diyakini sebagai faktor kuat yang bisa menjaga perekonomian berada dalam jalurnya.

Prospek Dinar Dirham Masa Depan

Emas semestinya dikembalikan ke posisi terhormat sebagai mata uang dunia. Emas semestinya menjadi alat pembayaran universal (universal money) karena ia bisa digunakan dimana pun, dan diterima sebagai alat pembayaran. Bagi pihak yang meragukan keandalan emas sebagai media alat tukar (exchange currency) dengan alasan emas juga bisa menjadi obyek manipulasi, hal ini bisa ditampik dengan argumen bahwa tidak mudah memanipulasi emas seperti halnya komoditi yang lain. Tidak ada seorang pun yang mau menjual emas di bawah harga pasar emas. Apalagi tidak ada celah sedikitpun untuk menimbun emas dalam wilayah Daulah Khilafah. Islam memberikan sanksi yang keras bagi pihak yang berani melakukan itu.

Pemakaian emas sebagai mata uang adalah hal yang realistis karena emas tersedia secara cukup untuk seluruh umat manusia. Laju pertumbuhan emas berkisar 1.5%–4.0% pertahun, sementara pertambahan jumlah penduduk dunia hanya sekitar 1.2% pertahun (www.jurnal ekonomi.org). Emas menjadi tidak cukup digunakan sebagai uang jika ada yang menimbunnya. Inilah mengapa Allah SWT sangat mengancam orang-orang yang menimbun emas (QS at-Taubah [9]: 34-35).

Dalam analisis Syaikh Abdul Qadim Zallum, emas yang ada di negeri-negeri Islam, yang tersimpan di berbagai bank dan berbagai tempat penyimpanan, sangat mencukupi jika Negara Khilafah memberlakukan kembali mata uang emas. Apalagi jumlah perak yang ada di negeri-negeri Islam juga sangat besar sehingga memudahkan Negara Khilafah kembali kepada mata uang emas dan perak.
Agenda para ulama dan pejuang syariah ke depan tentunya adalah memahamkan berbagai kalangan, utamanya para birokrat dan militer, bahwa penerapan syariat secara kaffah adalah kebutuhan dan solusi yang solutif terutama dalam ekonomi dan Politik. Dan itu membutuhkan negara syar’i sebagaimana yang dikabarkan nabi SAW, yakni Khilafah Rasyidah.

*Pengajar Sistem Ekonomi Islam, pada Halqah HTI Sumsel

MALANG – Penggawa Arema FC optimis bisa mengatasi calon Sriwijaya FC di fase knock-out Piala Presiden 2017. Namun demikian, mereka tetap menaruh waspada kepada pemain Laskar Wong Kito itu, terutama dua pemain asingnya, Hilton Moriera dan Beto Goncalves. Kedua pemain asing ini bakal mengisi barisan lini depan tim asal Palembang tersebut.

Bek Arema, Arthur Cunha da Rocha mengatakan, komposisi Sriwijaya FC masih bagus. Hanya, karena dia adalah seorang bek, maka yang menjadi perhatiannya di kubu lawan adalah Beto dan Hilton. “Tentu saya akan mewaspadai para striker. Ada dua nama yang harus diwaspadai, Beto dan Hilton (Be-Thon, red),” ujar Arthur.

Menurut dia, secara kualitas, dua pemain ini di atas rata-rata. Karena dua pemain ini pula Sriwijaya bisa stabil menjadi tim tangguh, terutama dalam hal mencetak gol. “Mereka harus dapat perhatian khusus karena mereka punya skill, kecepatan, dan tembakan sangat bagus,” paparnya.

Secara kebetulan, Hilton dan Beto adalah pemain asal Brasil atau bernegara sama dengannya. Sehingga, dia juga tidak ragu dengan kualitas calon bomber yang wajib dia adang tersebut. Apalagi, di babak penyisihan, duo ini juga sudah menyumbangkan 3 gol, 2 dari Beto dan 1 dari Hilton. “Khusus dua ini perhatian harus ekstra,” tambah dia.

Hal senada juga diungkapkan Syaiful Indra Cahya. Kunci permainan Sriwijaya FC, terutama dalam hal mencetak gol, ada pada kolaborasi keduanya. Bisa mematikan salah satu saja, hampir dipastikan keran gol anak asuh Widodo Cahyono Putro itu akan seret. “Asal bisa mematikan Beto atau Hilton, pasti Arema lebih mudah untuk menang,” ungkapnya.

Syaiful Indra mengakui memahami gaya bermain beberapa pemain Sriwijaya FC, termasuk gaya Widodo Cahyono Putro. Musim lalu, Arema juga beberapa kali bertemu tim berkostum utama kuning-kuning tersebut dengan rekor bagus. Tiga kemenangan dan sekali imbang saat bermain di Gelora Sriwijaya Jakabaring. “Tetapi tahun lalu mereka berdua (Hilton dan Beto, red) juga mencetak gol,” imbuh dia.

Hilton dalam TSC 2016 mencetak gol saat bermain di Palembang. Sementara Beto menghasilkan dua gol ketika timnya kalah di Stadion Kanjuruhan, 2-3. “Pemain lain juga bagus, seperti TA Musafri dan Yuu Hyun Koo. Tetapi selain itu, materi Arema lebih baik dan harusnya menang,” tandasnya.

Hilton Moreira tengah bergairah. "Sebagai pemain saya ingin terus cetak gol, kapan pun dan dimana pun saya turun. Saya sudah cetak dua gol, saya ingin menambah gol saya saat melawan Arema FC nanti," ungkap Hilton.

Hilton mengaku cetak gol sudah menjadi tugas sebagai pemain depan. Bukan untuk mengejar gelar top scorer, tetapi untuk membawa Sriwijaya FC mengulangi capaian musim 2015, menembus babak final. "Saya yakin. Jika semua pemain mau kerja keras. Karena tim kita semua satu level dibabak 8 besar, jadi semua tim bisa saling mengalahkan," ungkapnya. (ley/cj11/ion/ce4)

JAKARTA - Sriwijaya FC bisa tenang memiliki Maldini Pali. Winger yang sempat bermasalah dengan status dualisme kepemilikan itu kini sudah terbebas dari masalah. Ini setelah Persela Lamongan menyerah dan merelakannya untuk membela panji Sriwijaya FC.

"Urusan kami sudah selesai dengan Maldini. Dia sudah telepon minta maaf dan meminta persetujuan untuk tidak perkuat Persela. Kami sudah memberinya surat. Kini dia bebas mau ke mana," ungkap Sekretaris Tim Persela, Muji Santoso, Kamis (23/2).

Winger kelahiran Mamuju, 27 Januari 1995 ini, memang sempat jadi rebutan Persela Lamongan dengan Sriwijaya FC di awal bergulirnya Piala Presiden 2017. Mereka membutuhkan servis pemain yang pernah menimba ilmu di Leicester City pada 2011 dan Devortivo Indonesia pada 2012-2013. Bahkan, keduanya juga mendaftarkan mantan bek PSM Makassar ini untuk turnamen pramusim.

Persela Lamongan mengklaim mendaftarkannya lebih dulu. Ini setelah Maldini menemui kata sepakat untuk menjadi bagian dari skuat Laskar Joko Tingkir. Bahkan semua persyaratan yang dibutuhkan juga sudah dalam genggaman manajemen Persela setelah dikirim Maldini via email.

Sayang, saat klausul kontrak disiapkan, mantan pemain Timnas Indonesia U-19 itu tak kunjung jejakkan kaki ke Bumi Soto, tapi justru malah gabung latihan bersama Sriwijaya FC di Bali, 15 Februari lalu. "Kami gak mau sebutkan berapa nilai kontraknya dengan kami, tapi saat itu temui kata sepakat. Namun sejak terbitnya surat Senin kemarin, Maldini sudah bukan lagi hak kami," terangnya.

Sementara Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris membenarkan, persoalan rebutan Maldini dengan Persela sudah beres. Urusan dengan Persela juga tak sampai keluarkan ganti rugi. "Dengan Persela kan belum tanda tangan kontrak, jadi tak ada bayar ganti rugi. Sekarang Maldini sudah bisa dimainkan untuk melengkapi skema yang diinginkan pelatih," tegasnya. (kmd/ion/ce4)

PALEMBANG – Sriwijaya FC tinggalkan Bali menuju Solo, kemarin. Skuat hanya berisi 28 pemain, 2 di antaranya telat gabung di Solo, yakni Zalnando (bek) dan Ichsan Kurniawan (gelandang). Sebelum terbang, Yu Hyun Koo bersama kolega gelar sesi latihan seperti biasa di Lapangan Gelora Samudra Kuta Bali.

"Zalnando baru selesai ikuti seleksi Timnas U-23 SEA Games sore ini (kemarin, red). Sementara Ichsan masih di Jakarta untuk pengobatan. Namun, Zalnando bisa turun lawan Arema FC. Keduanya akan menyusul besok (hari ini, red). Kemungkinan di Solo kita hanya melakukan satu kali sesi latihan dan uji coba lapangan sebelum pertandingan nanti," ujar Widodo C Putro, pelatih Sriwijaya FC.

Manajemen tim memang punya alasan khusus tetap membawa seluruh tim ke Solo. Dengan begitu, akan membantu tim pelatih mempersiapkan diri menghadapi kompetisi resmi Liga 1, April nanti.
"Karena ini sifatnya masih di pramusim dan persiapan waktu cukup lama, beda dengan kompetisi nanti. Tentu pemain yang dibawa terbatas dan pemain yang tidak masuk line up akan ditinggal di Palembang bersama satu asisten pelatih," bebernya. (cj11/ion/ce4)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca