JAKARTA - Ketimpangan antara desa dengan kota dinyatakan penyebab utama tingginya urbanisasi. Salah satu upaya menekan pertumbuhan urbanisasi ialah melakukan percepatan pembangunan desa.

“Pada tahun 2017, kita akan lebih fokus untuk mengatasi persoalan ketimpangan, bukan saja ketimpangan antardaerah, ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin, tapi juga ketimpangan antara desa dengan kota,” kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di kantor presiden.

Menurutnya, persentase jumlah penduduk kota semakin meningkat setiap tahunnya. Ia menjelaskan, pada tahun 2010 tercatat persentase penduduk kota sebesar 49,8 persen. Kemudian tahun 2015 telah meningkat menjadi 53,3 persen dan diprediksi pada tahun 2025 mencapai 60 persen.

“Sementara itu, persentase kemiskinan di pedesaan tercatat mencapai 13,96 persen. Hampir dua kali lipat persentase penduduk miskin di kota sebesar 7,7 persen,” ujarnya lebih lanjut.

Jokowi menambahkan sejak tahun 2015 pemerintah terus meningkatkan alokasi dana desa. Pada tahun 2015, pemerintah telah mengalokasikan Rp20,76 triliun, kemudian ditingkatkan lagi menjadi Rp46,98 triliun pada tahun 2016 dan pada tahun 2017 ini, Pemerintah menyalurkan dana desa sebesar Rp60 triliun.

“Namun saya titip pesan, agar penyaluran dan pemanfaatan dana desa tersebut bisa betul-betul efektif sehingga memberikan manfaat bagi warga di desa terutama pada penurunan jumlah penduduk miskin di pedesaan,” pintanya.

Terkait dengan penyaluran dana desa, ia mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2016, masih terdapat 4 kabupaten/ kota yang dana desanya tidak cair dari rekening Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah karena keterlambatan di Pemerintah kabupaten/kota, dan ada 241 desa yang belum menerima dana desa karena berbagai faktor.

“Saya minta masalah ini bisa segera diatasi. Dan tahun 2017 ini, saya minta dipastikan betul semua desa bisa menerima dana desa,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar pemanfaatan dana desa bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tapi juga pada upaya peningkatan produktivitas perekonomian desa serta upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di desa.

“Tahap berikutnya, saya ingin agar alokasi dana desa digunakan lebih besar lagi untuk pengembangan potensi ekonomi desa, terutama untuk sektor pertanian, perikanan dan industri UMKM di desa,” katanya.

Selain itu, Jokowi menegaskan agar pengelolaan dana desa dapat melibatkan partisipasi warga untuk peningkatkan kualitas hidup warga desa, di samping itu, masyarakat juga dapat ikut mengawasi penggunaan dana desa agar tepat sasaran.

“Dalam pengembangan potensi ekonomi desa, pendekatannya tidak bisa parsial, tidak boleh sektoral, tapi harus betul-betul integratif dari hulu sampai hilir,” ujarnya.(ran)

MUARADUA – Lonsgor di ruas jalan kabupaten di kecamatan Mekakau Ilir,  tepatnya antara Desa Sukaraja dengan Desa Srimenanti tak kunjung behernti. Setelah sebelumnya longsor sempat memutuskan akses masyarakat antar desa itu, kini kembali longsor tak jauh dari lokasi lama kembali terjadi dan terancam putus.

Kerusakan jalan akibat tergerus air hujan yang terus mengguyur wilayah itu hanya menyisakan sekitar 2 meter lagi badan jalan. Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati jika tidak mau terperosok ke dalam jurang sedalam lebih dari 7 meter itu.

“Itu longsor memang baru terjadi beberapa hari ini, makin parah akibat hujan kemarin malam, sehingga badan jalan kembali terancam putus. Memang untuk kendaraan sementara ini masih bisa melintas, namun harus pelan jika tidak mau celaka,”kata Pjs Kepala Desa Sukaraja, Adi Atma kepada Sumatera Ekspres.

Dikatakannya, longsor di antara Desa Sukaraja dengan Desa Srimenanti itu memang tidak habis-habisnya. Jauh sebelumnya juga sudah terjadi longsor sebelum titik longsor yang terjadi saat ini. Namaun longsor yang sempat memutus akses masyarakat itu sempat ditanggulangi dengan dipasang beronjong oleh pemerintah kabupaten OKU Selatan pada tahun 2016 lalu. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (29/3). 

 

KAYUAGUNG - Dana Desa (DD) tahun 2016 lalu dirasa bermanfaat bagi pemerintah Desa Mekar Jaya lantaran dana tersebut dibangun untuk mempercantik infrastruktur desa. Seperti pembangunan plat deker, siring, gorong -gorong dan jalan cor beton. Tak hanya tu juga dibuat unit sanitasi air bersih bagi masyarakat.

"Sehingga desa bisa lebih bersih dan rapi," ungkap Kades Mekar Jaya H Artikana.

Sambungnya untuk pemberdayaan desa dibeli alat perontok pagi. Lantaran Desa yang berpenduduk 2.500 kepala jiwa ini memang mayoritasnya pertanian IP200. Kedepan selain menlanjutkan pembangunan jalan siring dan plat deker pada tahun 2017 ini, juga rencananya membeli molen.

"Agar lebih mempermudah masyarakat untuk melakukan pengecoran dan perbaikan infrastruktur desa kalau sudah ada molen. Tapi memang akan kita rapatkan dahulu," ucapnya. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (28/3). 

 

MUSI RAWAS-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) klaim sudah melepaskan lima desa dari 12 desa yang menyandang predikat sangat tertinggal di 2017. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mura, Suharto Patih menegaskan tinggal tujuh desa lagi yang harus mereka garap.

"Kita tidak mengandalkan data BPS, kita ada tim sendiri untuk melakukan survei, saat ini Desa tertinggal di Kabupaten Musi Rawas hanya tersisatujuh desa lagi, sementara lima desa lainnya sudah lepas dari kategori tertinggal," katanya usai menghadiri acara Musrembang di gedung serbaguna Bagasraya, Yadika, Kamis (23/3).

Suharto Patih menuturkan, Kabupaten Mura masih masuk dalam kategori tertinggal bersama wilayah Kabupaten Muratara. Disinggung mengenai sistematis serta program apa yang sudah dilaksanakan pemerintah secara konkret untuk melepaskan diri dari predikat daerah tertinggal.

Bappeda Mura menyatakan, program yang dilaksanakan pemerintah daerah sejurus dengan visi dan misi bupati Mura. "Semua program di bahas dalam Musrembang, jadi langkah apa yang akan dipersiapan sudah kita rencanakan agar lepas dari predikat daerah tertinggal," tutupnya singkat.  (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).    

MUARADUA – Ketentuan Satu Desa Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak April mendatang, masih berpeluang bisa bertambah. Terutama di desa-desa tertentu yang tidak memungkinkan cukup hanya dengan satu TPS saja.

Kemungkinan bertambahnya TPS di satu desa menjadi dua TPS, terungkap dalam rapat Komisi I DPRD bersama mitra kerja. Dihadiri Dinas PMPD, Kesbangpol dan Polres OKU Selatan. Artinya dari 82 TPS yang sudah dipersiapkan di setiap desa penyelenggara Pilkades, jumlah tersebut masih bisa berubah.

“Usai rapat ini kami DPRD meminta ke Dinas PMPD OKU Selatan agar melapor ke Bupati untuk penambahan TPS, terutama di desa-desa yang benar-benar membutuhkan. Jika diperlukan siap dilibatkan untuk Sidak lapangan melihat langsung kondisi desa yang benar-benar membutuhkan penambahan TPS,” lugas Anggota Komisi I Drs A Cipto BM

Selain rencana penambahan TPS, menjadi kesimpulan rapat Komisi I bersama mitra kerja di ruang Komisi I DPRD OKU Selatan. Yakni, pemetaan daerah rawan pilkades yang diserakan ke Polres OKU Selatan. Penegasan bahwa setiap bentuk pelanggaran menyangkut pelaksanaan Pilkades di luar ketentuan Perda tentang Pilkades, menjadi kewenangan kepolisian Polres OKU Selatan.
Juga persetujuan pembuatan seraga panitia desa jika memungkinkan. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).

 

PENDOPO - Warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel mendadak geger, lantaran ditemukannya sesosok pria yang belakangan diketahui bernama Ir (32), warga Kampung IV, Desa Air Itam Barat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan tubuh penuh luka bacokan senjata tajam (sajam).

Informasi yang berhasil dihimpun sumeks.co.id, penemuan mayat pertama kali diketahui warga setempat, Rabu (15/3) sekitar pukul 17.28 WIB, di sekitar rawa-rawa aliran Terusan Toman, tepian jalan Desa Air Itam menuju Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.

Berawal saat keluarga korban melakukan pencarian terhadap keberadaan Ir, yang keluar rumah Selasa (14/3) sekitar pukul 22.00 WIB, tidak kunjung pulang. Namun, salah satu warga setempat sempat melihat korban melintas menggunakan sepeda motornya seorang diri mengarah ke lokasi kejadian. Disanalah, warga beramai-ramai melakukan penelusuran dan akhirnya menemukan sepeda motor korban terparkir di tepian jalan.

Lalu, wargapun melihat bercak-bercak darah yang berentetan hingga 50 meter menuju rawa-rawa tersebut. Benar saja setelah dicek, terlihat sesosok mayat yang ternyata adalah korban Ir Semadi (32).

Salah satu warga setempat mengatakan, informasinya korban yang bekerja di perusahaan ini memang sempat ditelepon seseorang, hingga membuatnya langsung keluar rumah. Kemudian, keluarga menghubungginya melalui ponsel, justru tidak aktif-aktif hingga ditemukan sudah tewas mengenaskan.

"‎Setelah diangkat mayat korban bersama petugas kepolisian, lalu dibawa ke Puskesmas Air Itam untuk dilakukan visum. Kalau saya lihat tadi banyak luka bacokan pak. Kemungkinan korban dikeroyok, lalu korban lari ke arah rawa-rama. Karena posisi mayatnya tadi ditemukan sedang berdiri," ujarnya.

Sementara, Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK, melalui Kapolsek Penukal AKP Deni NS mengatakan bahwa korban tewas akibat dibunuh oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam. Karena, dibeberapa tubuh korban banyak ditemukan luka bacokan‎. Sementara, heandphone korban hingga kini tidak kita temukan."Ini merupakan korban pembunuhan. Karena, luka bacok terlihat di bagian wajah, kepala dan pundak. Sedangkan ada beberapa luka tusuk terutama di bagian leher belakang. Saat ini kita sudah kerahkan semua anggota untuk melakukan pengejaran terhadap pelakunya," jelasnya. (ebi)

MUARADUA – Kasus perampokan di OKU Selatan memang kerap terjadi di beberapa wilayah yang dianggap rawan. Ada satu kecamatan yang setiap tahunnya kerap terjadi kasus perampokan besar yakni dikecamatan Buay Pemaca.

Wilayah ini dianggap paling rawan aksi kriminalitas karena wilayah yang berhubungan langsung dengan Kabupaten OKU Timur, dan Kabupaten Way Kanan Lampung. Wilayah ini menjadi pintu masuk kawanan pelaku kejahatan.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Dra NI Ketut Widayana Sulandari melalui Kepala bagian Oprasional Kompol Hasbullah H mengatakan, untuk mencegah terjadinya tindakan Curas di wilayah Buay Pemaca, saat ini pihaknya sudah mendirikan pos pol di Desa Tanjung Durian.

“Dahulunya wilayah itu memang cukup luas dan jauh dari jangkauan Polsek sementara wilayah itu berbatasan langsung dengan Kabupaten tetangga dan pintu masuk para pelaku kejahatan seperti dari daerah tetangga OKU TImur, namun sejak ada Pospol wilayah itu realtif aman saat ini,”kata Hasbullah.

Dikatakan di wilayah OKU Selatan ada beberapa kecamatan yang juga tergolong rawan kejahatan curas seperti Muaradua Kisam, Warkuk Ranau Selatan, Kecamatan Kisam Tinggi, Buay Runjung, Buay Sandang Aji, Simpang, Buay Rawan. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (10/3). 

 

LUBUKLINGGAU - Sebanyak 24 relawan tenaga pengajar yang tergabung dalam kelas inspirasi Lubuklinggau, Senin (6/3) disebar ke sejumlah desa untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD) wilayah Kabupaten Mura.

Ke-24 relawan tenaga pengajar tersebut tidak hanya mengajar, tapi juga memberikan inspirasi kepada pelajar SD. Mereka telah melalui proses seleksi pendaftaran via online dan dibagi menjadi 4 tim, satu tim masing-masing berisi 6 orang. Tak hanya  itu, relawan tenaga pengajar berasal dari berbagai profesi diantaranya bidan, perawat, guru, pengusaha, mahasiswa dan dosen.

"Pembagian tim telah dilakukan saat briefing relawan dua hari sebelum turun ke sekolah-sekolah," kata ketua kelas inspirasi Lubuklinggau, Melissa.

Dijelaskannya, tim pertama beranggotakan 6 relawan pengajar, dua fasilitator dan satu dokumentator ditugaskan ke SD Negeri Suko Rejo. Lalu tim kedua ke SDN Suka Cinta, tim ketiga ke SDN Sumber Harta dan tim ke empat ke SDN Jambu Rejo.

"Tim bergerak sudah sejak pagi (subuh) menuju ke SD. Mereka ikut menjadi petugas upacara bendera disekolah juga. Setelah itu mereka mengajar dan menginspirasi anak-anak untuk membangun mimpi anak-anak di Musi Rawas," bebernya. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (7/3). 

 

PALEMBANG – Kodam II Sriwijaya, memilih enam daerah sebagai sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-98 Tahun 2017. “Hasil evaluasi pelaksanaan TMMD masih sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Sudirman, dalam paparan program TMMD, di Gedung Sudirman Makodam II/Swj, kemarin (3/3).
Karena itu, lanjut Sudirman, program TMMD akan tetap dilanjutkan. Karena terbukti menjadi terobosan yang efektif, efisien dan produktif dalam akselerasi pembangunan, khususnya di daerah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil dan terisolir. ”Menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita semua untuk bersama-sama mensukseskannya,” tegasnya.
TMMD kali ini tetap dititik beratkan pada sasaran fisik dan sasaran non fisik. Adapun sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana di daerah pedesaan sedangkan sasaran non fisik yaitu berupa penyuluhan-penyuluhan berupa , penyuluhan pertanian, bela negara, agama, hukum. Termasuk kegiatan sosial seperti khitanan massal dan pelayanan KB kesehatan.
Enam wilayah yang melaksanakan TMMD itu, Korem 041/Gamas dan Kodim 0409/Rejang Lebong di Kelurahan Durian Depun, Desa Pulogeto dan Desa Pungguk Meranti Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahang. Korem 042/Gapu dan Kodim 0419/Tanjab akan dilaksanakan di Desa Muara Seberang, Kuala Baru dan Desa Tungkai IV, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjab Barat.
Selanjutnya Korem 043/Gatam dan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, akan dilaksanakan di Desa Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat Kabupaten Bandar Lampung. Kodim 0427/Way Kanan, di laksanakan di Juku Batu Banjit Kabupaten Way Kanan. Sementara, Korem 044/Gapo dan Kodim 0418/Palembang, akan melaksanakan di Bukit Baru Kecamatan Ilir barat I dan Pulokerto Kecamatan Gandus, Kota Palembang
Sedangkan Korem 045/Gaya dan Kodim 0413/Bangka, dilaksanakan di Desa Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. “Diharapkan kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses serta mencapai sasaran yang diharapkan, baik sasaran fisik maupun nonfisik,” kata Sudirman, didampingi Kasdam II/Swj Brigjen TNI Marga Taufiq, serta pejabat kodam lainnya. (bis/air)

 

PALEMBANG - Tim satgas melakukan memetakan daerah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hasilnya, ada 150 desa rawan. Sedangkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ada 60 desa yang sangat rawan.
Hal tersebut diungkapkan Asdep 4/V Kamtibmas Kemenko Polhukam, Bambang Sugeng usai rapat koordinasi (rakor) dengan tim satgas Karhutla di Griya Agung, kemarin (2/3). “Daerah yang rapat ini sudah menyiapkan personil ekstra untuk penangganan,” katanya.
Menurut dia, daerah rawan tersebut tersebar di empat daerah. yakni Muba, Banyuasin, OKI dan Ogan Ilir (OI). Karena daerah tersebut berada di daerah sumber mineral. Disamping juga untuk daerah mineral yang rawan seperti PALI dan Muara Enim. “Semua harus diantisipasi sejak awal. Karena berdasarkan ramalan BMKG, cuaca lebih ekstrim dibandingkan 2016, tapi lebih baik dari 2015,” ucapnya.
Soal anggaran, Bambang memastikan tidak ada kendala. Tahun lalu memang ada kendala. Sebab gubernur mengira bahwa Pemendagri No.21 Tahun 2011, dimana menggunakan anggaran terkendala pada Pasal 162 ayat 8 A, B dan C yang menyebut anggaran dapat digunakan jika ada pernyataan tanggap darurat.
Sebelum itu, ungkap Bambang, anggaran tidak bisa digunakan untuk pencegahan. ”Padahal, pada Pasal 162 ayat 1 sampai 7 diperbolehkan untuk pencegahan. Sehingga anggaran antisipasi tidak ada kendala,” sebutnya. Terkait anggaran tahun ini, ia mengakui ada perubahan. Mengenai besarannya, dirinya tidak tahu. ”Kalau itu tanya kementerian keuangan,” ucapnya.
Terkait penegakan hukum, sebut dia, juga menjadi perhatian. Karena banyak tidak mendapatkan dukungan dan tidak memenuhi unsur untuk ditetapkan tersangka. Penyebabnya ada perbedaan persepsi antara administrsi dan lapangan akan ditertibkan. Nantinya akan disamakan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan, sehingga penegakan hukum dapat dilakukan,” tegasnya.
Disamping itu, perlu diwaspadai aktifitas masyarakat menghadapi karhutla. Yang penting, keberhasilan pencegahan karhutla tahun ini akan memberikan warna pada pelaksanaan Asian Games 2018. ”Intinya pada rapat hari ini (kemarin, 2/3, red) untuk melihat arahan pak presiden dan pak menteri Menkopolhukam. Hasilnya sudah dilaksanakan, tinggal kontrol pelaksanaannya,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa mengatakan, pada rakor tersebut membahas upaya pencegahan dan pencegahan Karhutla. Diperkirakan kondisi cuaca khusus wilayah Sumsel tahun ini musim kemarau lebih panjang. ”Jadi langkah antisipasi harus dilaksanakan dengan baik,” sebutnya.
Sedangkan Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kol Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan, di seluruh wilayah Sumsel terdapat 483 Posko Karhutla. ”Sudah dipetakan, tahun ini sekitar 150 lebih desa rawan karhutla meliputi Kabupaten OKI, OI, Banyuasin dan OKU Timur,” katanya.
Hadir dalam rapat ini Ketua Tim Kemenko Polhukam Asdep 4/V Kamtibmas Kemenko Polhukam Drs. Bambang Sugeng SH MH, Danrem 044 Gapo yang juga Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kol Inf Kunto Arief Wibowo, SKPD dan stake holder terkait lainnya dil ingkungan Pemprov Sumsel. (yun)

 

Halaman 1 dari 20

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca