MUARA ENIM - Kemacetan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Muara Enim masih sulit diuraikan. Penyebabnya adalah angkutan truk batu bara yang melintas secara konvoi. Terutama mulai pukul 19.00 saat truk batu bara tersebut mulai beroperasi. Salah satu upaya yang dilakukan Satlantas Muara Enim untuk memperlancar arus lalin adalah dengan menimbun jalan berlubang. Pasalnya, tak jarang kemacetan disebabkan karena jalan yang rusak membuat truk harus terhenti di jalan berlubang.

Salah satu titik yang ditimbun karena sering macet ialah di Jalinsum Kecamatan Ujanmas. "Sembari menunggu tindakan nyata dari instansi terkait, kami secara swadaya bersama warga melakukan upaya penimbunan jalan berlubang di Ujanmas dengan maksud bisa memperlancar arus di malam hari. Seperti yang kita ketahui kemacetan di titik ini terjadi menjelang jam 7 malam dimana angkutan batu bara beroperasi," kata Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Adik Listiyono, Minggu (12/2).

Dijelaskan Adik, kepedulian memperbaiki jalan rusak ini dibantu oleh masyarakat setempat dengan cara menambah batu krokos di perlintasan rel kereta api Desa Ujanmas, Kabupaten Muara Enim.

"Sehingga pengguna jalan menjadi nyaman dan terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Semoga kegiatan ini menjadi suri tauladan dan beguna bagi masyarakat banyak," imbuhnya. (roz)

MUARA BELITI - Sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah beserta penumpang di dalamnya, Sabtu (4/2) ketika melintas di jalan Desa U Pager Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Mura sekitar pukul 10.00 WIB nyungsep ke siring air irigasi dekat sawah dengan posisi terguling. Tidak diketahui dengan pasti kronologis kejadian.

Informasi yang dihimpun, mobil tersebut membawa jenazah seorang warga yang meninggal dan saat itu melintas di tempat kejadian perkara (TKP) untuk dimakamkan ke wilayah Kecamatan Megang Sakti. Mobil itu di samping membawa jenazah dibelakangnya beserta seorang supir, juga ditumpangi sejumlah keluarga yang meninggal.

"Informasinya tadi pagi (4/2) antara jam 09.00 WIB dan jam 10.00 WIB," kata Juli salah seorang warga Megang Sakti yang mendapatkan informasi tersebut.

Namun untuk detail kejadian lebih lanjut, dirinya tidak tahu lebih banyak. Sepengetahuannya tidak ada korban jiwa. Mobil mengangkut jenazah warga yang rencananya akan dimakamkan di Megang Sakti. Dan kejadian itu sempat membuah heboh. Bahkan sekitar lokasi sempat ramai.

"Didalam ada penumpang sekitar orang empat," jelasnya. (wek)

PENDOPO - Demi mewujudkan pembangunan yang merata dan cepat seperti harapan dari para warganya di dalam wilayah Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), saat ini telah mengajukan agar dilakukan pemekaran menjadi Desa Persiapan Talang Bulang Selatan.

Kepala Desa Talang Bulang Sakirwan mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mengajukan proposal permohonan pemekaran desanya itu, ke Pemkab melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten PALI, sejak dua bulan lalu. Dengan harapan bisa segera diproses.

"Memang sudah dua bulan kita lakukan pengajuan tersebut yakni, pada November 2016 lalu. Dan hal itu sudah diketahui oleh DPRD Kabupaten PALI. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan keinginan masyarakatnya tersebut, demi meratakan pembangunan yang sedang berlangsung," kata Sakirwan.

Masyarakat sangat mengharapkan lebih cepat perkembangannya. Pasalnya, Desa Talang Bulang merupakan gerbang utama untuk menuju Kota Pendopo, Kabupaten PALI, didukung dengan jumlah masyarakatnya yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa. (ebi)

LAHAT - Lokasi yang berada jauh dari ibu kota Kabupaten Lahat ini belum tersentuh penerangan listrik PLN. Selama ini, warga hanya mengandalkan genset.

"Itu juga sangat terbatas," kata Kurniawan, Kades Talang Padang Tinggi, Jumat (3/2).

Saat ini, kata Kurniawan, warga desanya belum dapat menikmati inti dari kemerdekaan. Maklum, pada malam hari, suasana desa gelap gulita. Segala aktivitas warga tidak berjalan, lantaran listrik belum ada. Padahal di desa itu bermukim sekitar 500 kepala keluarga. Begitu juga warga yang bermukim di Dusun Talang Siring Panjang dan Dusun Talang Buluh, juga merasakan hal yang sama.

Diungkapkannya, pada Juni 2016 lalu, warga mendapat angin segar. Tiang listrik menuju pemukiman sudah dipasang. Warga pun mulai memasang instalasi listrik di rumahnya. "Sayangnya, istalasi sudah dipasang, tiang listrik yang sudah dipasang dicabut kembali," sambung Kades Muara Jauh, Aay Hariadi. (irw)

MUARA ENIM--Mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah desa di Kecamatan Tanjung Agung dan Semendo diminta untuk ikut menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan desa. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim H Nurul Aman SH saat melepas 81 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muara Enim di kampus tersebut, Rabu (1/2).

Lebih lanjut Nurul mengatakan, Semendo dan Tanjung Agung memiliki potensi yang yang melimpah, tidak hanya sektor pertanian,
namun juga sektor pariwisata, namun belum dimanfaatkan atau dikembangkan secara optimal.

“Ini menjadi PR buat mahasiswa yang akan terjun di masyarakat untuk menyosialisasikan berbagai potensi dan kendala yang dihadapi kepada masyarakat,”ujar Nurul.

Ketua STIT Muara Enim HM Syarnubi Ahmad mengatakan peserta KKN sebanyak 81 mahasiswa dengan pendamping lapangan dari berbagai jurusan atau fakultas. Penempatan KKN di berbagai lokasi desa di Tanjung Agung dan Semendo yang memiliki potensi sesuai dengan jurusan diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada pemerintah. (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (2/2).

 

MUARA ENIM - Jalan lintas di Desa Air Asam, Kecamatan Lubai, Kabuaten Muara Enim belum tersentuh perbaikan dari Pemkab. Meminimalisir kerusakan jalan yang berlubang, beberapa warga berinisiatif menimbunnya dengan material sisa batu bata seadanya, Senin (31/1).

"Kalau mau menunggu sampai kapan mau diperbaiki. Jadi kita bergotong royong seadanya dulu menimbun jalan. Setidaknya bisa mengurangi mobil yang tepater (selip) di tengah jalan, karena jalan makin parah dan becek saat diguyur hujan deras akhir-akhir ini," kata Dedi, salah satu warga sekitar.

BKO Satlantas Polres Muara Enim Aipda Robial yang ikut membantu penimbunan jalan menambahkan, Satlantas Polres Muara Enim juga berkewajiban membantu warga sekitar menimbun jalan desa tersebut. "Kegiatan ini untuk meminimalisir kecelakaan dan kemacetan di jalan akibat jalan yang berlubang," ujarnya.

Menurut Robial, jajaran Satlantas memang sedang giat membantu perbaikan karena banyaknya pengendara yang mengeluhkan kondisi jalan di Desa Air Asam. "Yang jelas tugas kita adalah untuk mencegah kecelakaan dan mengurai kemacetan di jalan," pungkasnya.(roz)

MUARA ENIM - Pengendara patut waspada saat melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Dusun 4 Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim. Pasalnya, jalan tersebut mengalami amblas akibat terkikis air hujan yang saat ini sering turun di wilayah tersebut.

“Amblasnya jalinsum terjadi karena tidak adanya bronjong atau dinding penahan tanah, sehingga tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir membuat amblas tepat di pinggir Jalinsum,” kata Kelvin (26), salah seorang warga, Sabtu (28/1).

Dia mengaku, amblasnya di Jalinsum tersebut kian membesar dan mesti hati-hati melintas agar tidak terperosok ke lokasi amblas. "Saya berharap, instansi terkait dapat segera memperbaiki jalan tersebut agar tidak membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas,” harapnya. (roz)

MUARADUA - Semangat membangun terus digalakkan di setiap desa yang ada di Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan. Sekarang ini terpantau di Desa Pelangki yang dipimpin Pj Kepala Desa (Kades) Pelangki Aan Supriadi AMd, telah membuat perencanan pembangunan jalan setapak dari perkampungan desa hingga menghubungkan perkebunan penduduk.

Selain itu ada juga perencanaan yang akan digalakkan yaitu pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Perencanaan pembangunan anggaran dana desa tahun 2017 sudah mulai tahap perencanaan. Di Desa Pelangki untuk anggaran dana desa tahun anggaran 2017 di Dusun 1, dengan panjang 500 M dan lebar 3 M, dan untuk Dusun 3, panjang 1000 M, lebar 4 Meter. Selain itu ada juga perencanaan yang akan digalakkan yaitu pembentukan BUMDes.

Aan Supriadi mengatakan, pemerintah desa terus berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan dana desa untuk membangun OKU Selatan khususnya untuk desa. ”Saya bersyukur dengan adanya program membangun desa, desa kami bisa merasakan pembangunan yang merata,” kata Aan. (dwa)

MUARA ENIM--Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) serius untuk mewujudkan kehadiran Bank Sampah di setiap desa yang ada di wilayah bumi Serasan Sekundang. Jika sebelumnya pada tanggal 29 Desember 2016 telah mengadakan sosialisasi BUMDes Bank Sampah yang diikuti oleh seluruh kepala desa se-Kabupaten Muara Enim, kini Pemkab Muara Enim telah mewajibkan agar seluruh desa dalam Kabupaten Muara Enim menganggarkan APBDes tahun 2017 untuk mendirikan BUMDes Bank Sampah.

Hal itu diutarakan oleh Kepala BPMPD Kabupaten Muara Enim, Emran Thabrani. Menurut Emran, sampah sudah menjadi masalah yang serius. Bahkan, permasalahan sampah ini sudah menjadi isu nasional, yang tentunya harus kita pecahkan secara bersama-sama. Menurutnya, permasalahan sampah ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah masih kurangnya pemahaman masyarakat kita untuk melakukan perilaku memilah sampah yang bisa kita mulai dari rumah tangga, mana sampah organik, dan mana sampah yang anorganik, yang bisa didaur ulang atau diberikan kepada yang lebih membutuhkannya.

Di Kabupaten Muara Enim sendiri seperti masyarakat di pedesaan, sebagian warga masih bingung ke mana membuang sampah, lantaran tidak ada tempat untuk membuang sampah. Sehingga sering kali kita temukan ada banyak tumpukan sampah di pinggiran jalan atau di aliran sungai.

"Bisa kita bayangkan jika hal itu terus kita biarkan,"ujar Emran, Kamis (26/1). (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (27/1).

 

PENDOPO - Kreativitas Tim Pengerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)‎ untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat tidak perlu diragukan. Hal tersebut terlihat, dengan digelarnya pelatihan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), dengan kreatifitas inovasi bersama kita tingkatkan kualitas kerajinan dan produk-produk daerah. Kali ini, kreativitas anggotanya dilakukan dengan menyulap limbah kantong plastik menjadi suatu anyaman yang ‎begitu cantik, hingga bisa dipasarkan ke masyarakat.

Untuk mewujudkan itu, TP PKK Kabupaten PALI mengajak seluruh pengurus TP PKK desa di untuk mengikuti pelatihan di gedung Serbaguna Pendopo, Rabu (25/1). Mereka berlatih membuat anyaman bersama Komunitas Rajut Sriwijaya, dengan narasumber Sri Wahyuni yang didatangkan dari Jakarta.

Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo mengatakan, dengan adanya pelatihan ini para TP PKK di tingkat desa hingga Kelurahan bisa menghasilkan karya yang baik yang ke depanya bisa dipasarkan ke masyarakat luas. Sehingga secara otomati‎s akan memberikan penghasilan pendapatan bagi keluarga.

"Dengan adanya kegiatan ini, kantong plastik yang selama ini menjadi limbah. Bisa diolah menjadi anyaman yang nantinya berbentuk tas, dompet, dan taplak meja. Dengan begitu ibu-ibu tidak perlu lagi membuang kantong plastik bekas yang selama ini menjadi limbah rumah tangga," ujarnya. (ebi)

Halaman 1 dari 18

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca