Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kemb...

Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kembangkan Pupuk Kompos

‎MURATARA - Kendati banyak peminat, pengelolaan kotoran hewan ...

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

PAGARALAM - Anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2018 di Sumsel mendapat...

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

PAGARALAM - Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati ‎Mkes mengi...

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

PAGARALAM – Meski dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (A...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan Tersangka

JAKARTA- Mantan Walikota Jakarta Barat Fatahillah akhirnya ditetapkan ...

Pertamina Punya Jubir Baru

Pertamina Punya Jubir Baru

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan rotasi di internal. ...

Nilai Tukar Rupiah Stabil

Nilai Tukar Rupiah Stabil

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masi...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selat...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selatan dan Afrika

SURABAYA - PT INKA (Persero) berambisi menguasai pasar perkeretaapian ...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan Online

JAKARTA - Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Harryadin Mahar...

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenri...

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

SEKAYU – Permasalahan pembayaran gaji guru honorer SMA/SMK s...

Kejar Senjata Milik Teroris

Kejar Senjata Milik Teroris

JAKARTA— Densus 88 Anti-Teror berupaya melakukan antisipasi ...

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

JAKARTA – Kedatangan perwakilan Masyarakat Anti-Korupsi Indo...

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

JAKARTA – Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tur...

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

LONDON – Investigasi teror Westminster berlanjut. Kemarin (2...

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

JAKARTA – Indonesia dan Prancis akan teken beberapa kesepaka...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkon...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkong

HONGKONG – Sosok Fidel Castro berbaring tenang di atas kasur...

Pasang QR Code di Produk Obat

Pasang QR Code di Produk Obat

JAKARTA – Pengawasan obat-obatan dan makanan diakui Badan Pe...

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

MARTAPURA – Tak ada lagi rasa takut kawanan bandit bersenpi ...

Perbankan Beri Kemudahan

Perbankan Beri Kemudahan

PALEMBANG - Pelaku perbankan memberi kemudahan dan biaya bunga ringan ...

LUBUKLINGGAU - Petugas Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau meringkus tersangka jambret yakni Agusti alias Agus (34), warga Jl Jenderal Sudirman, RT 06, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Tersangka diketahui merupakan oknum guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Empat Lawang yang mengajar Bahasa Inggris di salah satu SMP Negeri.

Tersangka diringkus hanya berselang setengah jam usai menjambret di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rabu (22/3) sekitar pukul 14.30 WIB terhadap korbannya yakni Neni Maria (27), warga Jl Karya Masa, Lr Arwana, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Setelah sebelumnya anggota Reskrim yang dipimpin langsung Kanit Pidum Iptu Herdawan sempat kejar-kejaran dengan tersangka.

"Tidak lama datang piket reskrim dan Tim Buser menginterograsi untuk mengetahui ciri-ciri korban. Tidak lama kemudian, pelaku ditangkap di Jl Kenanga II, setelah dilakukan pengejaran," kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin. (wek)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Senin (27/3)

PALEMBANG - Gaji guru honorer tingkat SMA/SMK hingga kini belum juga dibayarkan. Penundaan ini lantaran data guru membengkak pasca pengalihan dari kabupaten kota ke provinsi. ‘’Data tak sesuai aturan yang berlaku, banyak guru honor yang memiliki SK dari kepala sekolah,’’ ujar Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel Yohanes H Toruan.

Dikatakan, awal peralihan terdata 700 guru honorer, tapi kini membengkak hingga 2.000 orang. ‘’Untuk itulah kita akan melakukan kroscek terlebih dahulu terkait data jumlah guru honorer tingkat SMA/K se-Sumsel tersebut untuk mengetahui kebenaran datanya,’’ katanya.

Terkait masalah ini, Pemprov Sumsel belum bisa mencairkan gaji guru honorer tingkat SMA/SMK yang sempat tertunda sejak Januari lalu. ”Kami harus hati-hati mengeluarkan dana,” tukasnya.


Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel mengirimkan petugas ke Bali untuk mempelajari pola pembayaran gaji honorer. ‘’Karena Bali sudah melakukan pembayaran terhadap guru honorer, kita ingin konsultasi sekaligus mendapatkan informasi terbaik termasuk pola pembayaran agar dana dapat segera dibayarkan,’’ ujar Kadisdik Sumsel, Drs Widodo,M.Pd saat ditemui di OPI Convention Centre, kemarin (23/3).

Untuk itulah Widodo meminta waktu sekaligus berharap guru honorer yang namanya tercatat pada DIPA Disdik Sumsel sebanyak 705 orang bersabar. ‘’Sepulang staf kita dari Bali akan dilakukan rapat dengan Gubernur Sumsel. Kita pelajari pola pembayaran guru honorer agar tak menyalahi aturan,’’ jelasnya.

Soal membengkaknya jumlah guru honorer , Widodo mengingatkan yang dibayar adalah mereka yang memiliki SK bupati/walikota. ‘’Diluar itu bakal dieliminasi, karenanya kami akan melakukan verifikasi untuk memastikan jumlah guru honorer yang diambil alih ke provinsi sebanyak 705 orang,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Disdik Lubuklinggau, Tamri mengatakan terdapat 627 guru non PNS di Lubuklinggau. Jumlah itu tersebar, 7 guru non PNS TK, 469 guru non PNS SD, 14 guru non PNS SLB, 137 non PNS SMP. ‘’Guru yang dibiayai oleh komite," kata Tamri.

Mengenai pembengkakan tenaga guru honorer, itu bukan pembengkakan. "Selama ini mereka tercatat di Linggau kan tidak tercatat di provinsi. Karena pengalihan akhirnya kan ngumpul ke provinsi," bebernya. (yun/kms/wek)

PALEMBANG – Roadshow pemilihan guru favorit dan coaching clinic jurnalistik tingkat SMP se-Kota Palembang terus berlanjut. Memasuki hari ke-13, tim Sumatera Ekspres menyambangi SMPN 2 Palembang.

Event yang diusung Harian Pagi Sumatera Ekspres kerja sama Pemkot Palembang ini berlangsung meriah. Sebanyak 250 siswa antusias mengikuti acara yang berlangsung di aula kelas IX (1-4), Kamis (23/3).

Dalam sambutannya, Wakil Kepala SMPN 2, H Ahmad Sangkut, meminta siswa memilih guru favorit berdasarkan hati nurani. ‘’Kita menyambut baik adanya kegiatan pengenalan jurnalis ke para siswa. Tentunya hal ini diharapkan bisa mengembangkan minat menulis siswa," tutur Sangkut.

Sementara itu, Drs Hamsir, kasi kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, meminta siswa memilih guru favorit secara profesional. ‘’Kriterianya guru menguasai pelajaran, cara penyampaian yang membuat betah siswa. Lalu, menguasai kemampuan pedagogik, memiliki kompetensi sosial, dan kepribadian. Empat kompetensi itulah yang harus dimiliki guru profesional,’’ ujarnya yang menambahkan, keterampilan anak menulis bisa menjadi sumber penghasilan.

Saat penyampaian coaching clinic jurnalis, peserta terlihat semangat. Rian Saputra, redaktur Sumatera Ekspres mengatakan, unsur membuat berita berpedoman pada 5H+1W. Lalu, para siswa diuji membuat 2-3 paragraf berita dari tema roadshow. Acara ini juga diisi pengenalan rubrikasi Zetizen dan ilmu grafologi.
Suasana kembali meriah saat dua siswi, Isabela dan Yoke, mendapat tantangan berbicara menggunakan bahasa Inggris di depan seluruh peserta. (cj11/ce4)

MUARADUA- Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan mencatat, dari data guru SMA dan SMK se OKU Selatan berjumlah 810 personil. Dari jumlah tersebut personil guru PNS untuk SMA dan SMK sebanyak 376, sedang sisanya 434 personil merupakan guru non PNS atau tenaga sukarela.

“Jumlah guru untuk jenjang SMA dan SMK sederajat berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh sekolah se-OKU Selatan terdapat 376 guru PNS dan 434 guru non PNS atau tenaga sukarela,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan, Zulfakar Dhani.

Sayangnya pihaknya tidak bisa merinci jenis guru non PNS itu berapa honorer yang tergabung di ketergi dua (K2) termasuk yang tenaga sukarela. “Pastinya mereka honorer yang menjadi kewenangan sekolah yang menerbitkan SK-nya,
tidak ada yang di SK kan Bupati,”terangnya.

Sementara ketua MKKS, Supriyadi mengatakan, sekolah menengah atas sangat memerlukan dukungan guru non PNS honor untuk mengisi sejumlah mata pelajaran yang  memang belum tersedia guru PNS nya.

“Sebagian sekolah sangat membutuhkan dukungan mengajar dari guru non PNS, karena ada beberapa mata pelajaran misalnya guru PNS nya belum tersedia, sehingga bisa ditutupi oleh guru honor tersebut,”jelasnya. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).

 

PALEMBANG -  Meski berbeda lokasi dalam pencurian sepeda motor,  namun dua bersaudara ini , Tries Nova Ardiansyah (20) dan Romadon (26), kompak dalam menerima hasil pencurian dari  teman yang sama yakni SP (DPO).

Ditemui di Mapolsek IT II, Rabu (22/3), tersangka Tries mengaku bertugas mengawasi keadaan saat rekannya, SP 'memetik' kendaraan yang sudah diincar.

Tempat  kejadian perkara (TKP) di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kemas pada Rabu (21/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Dimana, kedua pelaku berhasil menggondol sepeda motor Honda Supra Fit BG 2331 UC.

"Aku dapat  bagian sebesar Rp 300 ribu dari pencurian tersebut," ujar pria yang berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Kuto - Kenten ini.

Selain itu, dia baru mengetahui kalau sepeda motor yang dipetik SP ternyata sepeda motor guru mengajinya.

" Aku baru tahu, kalau yang di malingnya sepeda motor guru ngaji aku," sesalnya. (wly)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).

 

PALEMBANG - Saat ini, Kota Palembang kekurangan tenaga guru sekolah dasar (SD). Untuk menutupinya, Pemkot Palembang memanfaatkan honorer K2 juga tenaga kerja sukarela (TKS). Namun, kekurangan tersebut masih belum teratasi.
Karena itu, Pemkot Palembang mewacanakan penarikan guru dari taman kanak-kanak (TK) dan sekolah menengah pertama (SMP) berstatus swasta. Nantinya para guru TK dan SMP akan ditarik untuk dijadikan pengajar di SD di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palembang.
Asisten III Pemkot Palembang, Ir Agus Kelana MT kepada Sumatera Ekspres mengatakan, memang ada rencana tersebut, namun masih akan dikaji lebih jauh. Sebab, banyak pertimbangan yang harus dihadapi untuk menarik guru-guru swasta tersebut. Di antaranya mereka harus dibekali pengetahuan dan pendidikan untuk mengajar di tingkat SD. “Waktunya paling tidak satu tahun untuk pembekalan itu. Namun dari penjelasan Dinas Pendidikan bahwa pengembangan sekolah swasta juga tanggung jawab pemerintah pusat sehingga agak sulit,” kata Agus, kemarin (17/3).
Mengenai aturan penarikan guru terhambat adanya peraturan menteri (permen), Agus mengaku, akan dipastikan lagi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Ahmad Zulinto. Termasuk pula masukan mengenai kekurangan guru yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
“Saat ini ada 410 honorer K2 yang membantu serta tenaga sukarela yang digaji melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tapi itu masih kurang. Sementara kalau memang ditarik dari swasta, tidak akan mengganggu APBD karena mereka ditanggung oleh pusat,” jelasnya.
Salah satu pilihannya, lanjut Agus Kelana adalah mengajukan formasi guru SD untuk rekrutmen CPNS. Karena ini paling memungkinkan. Selain itu, belanja pegawai tidak lagi membebani Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD, red). “Dari laporan yang ada, saat ini belanja gaji pegawai 45 persen dari APBD. Artinya kita sudah bisa ajukan, tidak lagi masuk moratorium. Ini lantaran guru SMA sudah diambil (ditanggung) provinsi sehingga ada pengurangan belanja pegawai,” urainya.
Ke depan, Agus mengaku, belum dapat memastikan wacana penarikan guru TK dan SMP swasta. Termasuk rencana pengajuan kebutuhan CPNS untuk formasi guru. Meski demikian, Agus memastikan Pemkot Palembang serius terkait kemajuan dunia pendidikan di metropolis. (aja/ce2)

PALEMBANG – Road show kedelapan Pemilihan Guru Favorit dan Coaching Clinic Jurnalistik Tingkat SMP se-Kota Palembang semakin seru. Kemarin (17/3), tim Harian Sumatera Ekspres bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang menyambangi SMP IT Harapan Mulia. Sekolah yang terletak di Jalan Wahidin No 4, Talang Semut, Bukit Kecil ini menyambutnya dengan antusias menunggu sejak pukul 07.00 WIB di aula sekolah.
Bahkan, sebelum acara dimulai siswa secara bergantian menampilkan kemampuan dan bakat di bidang seni. Seperti menyanyi, bermain angklung hingga pembacaan puisi atau musikalisasi puisi.
Drs Ahmad Haris Basid Msi, kasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Palembang mengatakan, banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadi guru terbaik di sekolah di hati siswa. Salah satunya dengan menerapkan metode pendidikan yang tepat dan benar serta mengena sasaran.
“Guru harus terus berkembang dan terus berinovasi termasuk juga dengan metode pendidikan yang akan diterapkan ke siswa. Karena ini sangat berkaitan erat ke hati anak didik. Kalau sudah pas dan sesuai, akan mudah memberikan ilmu pengetahuan ke siswa,” katanya.
Untuk meningkatkan disiplin ke anak didik maka terlebih dahulu guru harus disiplin. Dengan kata lain, ketika guru sudah disiplin, siswa secara tidak langsung akan meneladani sikap dan keseharian guru tadi. “Ini bisa dilakukan dengan mengedepankan kode etik guru. Di sana sudah jelas mengatur tentang tata cara dan etik seorang guru yang baik saat mengajar,” tegasnya.
Ketua Yayasan Harapan Mulia, Ir Hj Dr Umi Rosidah MM mengatakan, di abad ke-21 ini, setiap siswa dituntut untuk mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Baik itu literasi ataupun akses informasi juga media. “Ilmu bisa didapatkan di mana saja. Tentu saja, disesuaikan dengan karakter dan kepribadian siswa. Semakin baik, bila mampu menguasai literasi dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Di samping itu, dengan memahami dan mengaplikasikan teknologi yang ada di dalam handphone ataupun laptop atau komputer jinjing, siswa dapat mengetahui perkembangan dan ilmu pengetahuan secara cepat. “Tentu saja perlu filter yang bisa memilih dan memilah mana yang baik dan tidak baik,” bebernya.
Karenanya, di tahun ajaran baru ini, dijelaskannya, Harapan Mulia sedang mengembangkan sekolah berbasis information technology (IT) atau teknologi informasi. “Saat belajar mengajar, siswa akan memakai iPad. Harapannya, siswa bisa lebih semangat lagi dan mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan cara cepat dan tepat,” urainya.
Sebelum pelatihan jurnalistik, para siswa juga mendapatkan materi dari kru Zetizen yang disampaikan oleh Nofri dan ilmu graphologi dari Afif Aqilah Management. Coaching clinic jurnalistik juga diberikan oleh Redaktur Olahraga Sumatera Ekspres Edi Triono. “Yang terbaik akan berhak mewakili sekolah ke tingkat Kota Palembang bersaing dengan sekolah lain,” tandasnya. (afi/nan/ce2)

PALEMBANG – Sebanyak 705 guru honorer SMA/SMK belum bisa bernapas lega. Itu karena pembayaran gaji honor tersendat selama tiga bulan. Badan Pengelolaan Keuangam Aset Daerah (BPKAD) dan Disdik Sumsel masih merancang pola anggaran untuk bisa membayar gaji guru honorer. Tujuannya agar tak memunculkan permasalahan ke depannya. Meski demikian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel memberikan lampu hijau.
“Kalau untuk alokasi anggaran sudah siap kita anggarkan Rp15 miliar untuk satu tahun anggaran bagi 705 guru honorer yang mengantongi SK bupati/wali kota dari sebelumnya dibayar di kisaran Rp300 ribu hingga Rp800 ribu per bulan, nantinya kita gaji minimal mendekati UMR,” ungkap Sekretaris Disdik Sumsel, H Budiono.
Namun, untuk bisa mendapatkan gaji mendekati UMR itu ada beberapa syarat yang wajib harus dipenuhi guru honorer di antaranya mereka punya kewajiban untuk mengajar minimal 20 jam setiap bulannya, selain itu ijazahya juga harus linear dengan bidang studi yang diajarkan di sekolah.
“Semisal, tidak bisa guru bahasa Inggris mengajar prakarya dengan alasan untuk mencukupi jam mengajar 20 jam, harus linier. Persyaratan tersebut mutlak harus dipenuhi dan bakal kita lakukan verifikasi secara ketat,” sebut Budi.
Dan apabila nantinya dari hasil verifikasi yang dilakukan nantinya ditemukan banyak sekolah yang gurunya kekurangan jam mengajar artinya di sekolah tersebut tidak dibutuhkan adanya guru honorer karena bisa dikerjakan oleh guru PNS.
Selain itu, Budi menegaskan tidak semua guru honorer yang mengantongi SK bupati/wako yang bakal menerima gaji dari pemprov melainkan guru honorer termasuk kategori 2 (K-2) serta SK tahun 2005 hingga sebelum tahun 2016. “Kalau SK bupati/wako-nya baru diterbitkan tahun 2016 tentu tidak berhak menerima gaji, kan kasihan dengan mereka yang sudah lebih dulu mengajar, masak disamakan dengan yang baru,” sebutnya.
Sementara, terkait nasib dari tak kurang dari 3.227 guru honorer SMA/SMK yang mengantongi SK kepala sekolah yang gajinya selama ini dibayarkan melalui komite sekolah masing-masing akan tetap seperti itu. Bahkan, gajinya bisa diambilkan dari dana Program Sekolah Gratis (PSG), dana Komite Sekolah hingga dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Masih akan tetap seperti itu, tidak akan ada perubahan, untuk pembayarannya secepatnya bakal dilakukan tapi harus melalui proses, tapi pasti bakal dibayar ketika proses penganggarannya clear. Terpenting pola anggaran yang tengah kita susun agar tidak sampai melanggar aturan yang ada,” imbuhnya.
Terkait soal tersendatnya pembayaran gaji guru PNS SMA/SMK yang selama kurun tiga bulan terakhir akibat alih status dari kabupaten/kota ke provinsi, Budi memastikan hal itu tidak akan terjadi lagi mengingat selama ini terjadi lantaran kendala administrasi semata.
“Kalau gaji guru PNS sudah beres semua, insya Allah mulai bulan depan sudah lancar. Tersendat selama ini karena masalah administrasi yang belum kelar pasca peralihan dari Disdik kabupaten/kota ke Disdik provinsi,” tandasnya.(kms/nan/ce2)

MUARA ENIM--Maraknya kasus penculikan anak yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat semua pihak menjadi khawatir. Hal ini menjadi perhatian banyak pihak. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim, Muzakar MPd mengatakan, pihaknya telah memberi imbauan ke sekolah sekolah agar lebih memmeprhatikan anak didiknya saat datang dan pulang sekolah.

"Kita telah meminta para kepala sekolah agar datang lebih awal dan pulang terakhir agar bisa memperhatikan anak didiknya. Dan benar benar waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan," ujar Muzakar.

Selain itu, lanjut Muzakar pihaknya menghimbau untuk sekolah sekolah tingkat dasar agar hendaknya memiliki kontak dari keluarga siswa bila siswa tersebut belum dijemput oleh keluarganya.

"Kita juga mengimbau agar pihak sekolah melakukan pengamanan secara maksimal. Selain itu kita juga akan memasang spanduk berisikan nomor nomor penting yang bisa dihubungi bila dalam kondisi darurat,"tukasnya. (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (17/3). 

PALEMBANG - Road show pemilihan Guru Favorit yang digelar Harian Sumatera Ekspres bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang hari ini (16/3) menyambangi SMPN 15. Siswa sekolah tersebut berkumpul di halaman antusias mendengarkan pengarahan Haris Basit dari Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Begitu juga dengan penyampaian materi jurnalistik dari redaktur Harian Sumatera Ekspres. Cuaca sedikit bersahabat, sehingga siswa tidak gerah kendati duduk lesehan di halaman beralaskan tikar dan terpal. Seluruh Siswa diminta untuk membuat berita dalam waktu 15 menit. (dom)

Halaman 1 dari 20

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca