MALANG dialami seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia bernama Safar (49) yang bekerja di negeri jiran tersebut. Korban menemui ajalnya setelah dililit piton di jalan, Jumat (17/2) malam.

Laman The Star mengabarkan, awalnya Safar sedang mengendarai sepeda motor setelah mengunjungi temannya di Jabor. Dugaan sementara, piton seberar 100 kilogram menghadang laju Safar di jalanan.

Safar pun menghentikan laju sepeda motornya. Dia mencoba menangkap piton yang menghalaninya.

Ternyata piton itu menjadi agresif dan melilit tubuh Safar. Kekuatan lilitan piton membuat Safar tercekik hingga meninggal.

Ada saksi bernama Mohd Yazid Ibrahim (30) yang melihat saat piton melilit Safar. Saat itu Yazid sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Kampung Jabor.

Tapi dalam perjalanan dia mendengar suara Safar meminta pertolongan. “Kami mencoba membantunya tapi ular bertingkah agresif dan istriku berlari ke kampung untuk mencari bantuan,” katanya.

Ada sejumlah luka di tubuh Safar setelah lilitan piton selama sejam hingga pertolongan datang. Penduduk desa memaksa reptil itu melepas lilitannya pada tubuh Safar.

Menurut komandan distrik kepolisian setempat Superintenden Mohd Said Ibrahim, kasus itu tergolong kematian mendadak. Kini jenazah Safar sudah dikirim ke Rumah Sakit Keamanan untuk keperluan postmortem.(bernama/ara/jpnn)

SUNGAI LILIN - Selama dua pekan terakhir, kemacetan parah sering terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Palembang-Jambi. Kemacetan hingga belasan jam membuat masyarakat mengeluh. Penyebabnya kondisi jalan yang rusak parah.
Camat Sungai Lilin Irwan Sazili juga mengakui kemacetan parah sudah menjadi pemandangan rutin di wilayahnya. Irwan pun menumpahkan keluhannya lewat media sosial (medsos) Facebook. “Setiap hari harus kami nikmati. Mohon maaf kepada para pengendara yang melewati Kecamatan Sungai Lilin. Mohon maaf. Perjalanan Anda terganggu karena banyak lubang di jalan,” tulis Irwan dalam akun facebooknya.
Kemarin (17/3), kemacetan panjang terjadi di dua titik di Jalintim. Yakni di Km 115, sekitar toko Tahu Sumedang, Kelurahan Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, dan Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya. Penyebabnya sama, kombinasi antara kerusakan jalan parah dan truk yang terjebak dan terbalik.
Di Sungai Lilin, antrean kendaraan mencapai 6 kilometer. Mulai dari Desa Pinang Banjar hingga kawasan Begadang, Kelurahan Sungai Lilin Jaya. Bahkan beberapa jam sempat lumpul total karena jalur ditutup untuk penanganan darurat. Sedangkan di Simpang Tungkal, kemacetan juga terjadi hampir sekitar 5 km mulai dari Simpang pauh hingga ke Simpang Telkom.
“Benar-benar parah kondisi Jalintim daerah sini (Muba, red). Dari Medan sampai Jambi kondisinya lancar saja. Tapi masuk sini (Sungai Lilin, red), lolos satu titik macet, ada titik macet lainnya menghadang. Bahkan sebelumnya, ada teman saya sampai dua hari menempuh Palembang-Jambi. Kita saja sepertinya sehari penuh baru sampai Palembang,” gerutu Arman, sopir truk yang membawa muatan dari Medan menuju Jakarta.
Tak cuma pelintas, warga Sungai Lilin juga merasakan dampaknya. Kemarin (17/2), pleno PPK sebagian besar yang hadir menggunakan motor untuk menghindari macet. Pelajar dan guru pun kerap terlambat masuk sekolah. Bahkan, kemarin beberapa pelajar terpaksa berjalan kaki karena angkutan umum dan jemputan terjebak macet yang berlangsung sejak pagi hingga siang.
“Biasanya naik angkutan Carry, Kak. Tapi tadi tidak ada mobilnya. Karena rumah tidak terlalu jauh, kami rame-rame jalan kaki, cuma becek,” kata Andi, salah seorang siswa SD Negeri di Sungai Lilin.
Deni, salah satu orangtua siswa mengaku terpaksa mengantar jemput sang anak dari sekolah. “Jemputannya yang biasa ngantar tidak bisa karena macet. Jadi terpaksa antar anak dulu,” ucapnya.
Hendri, Kepala SMAN 1 Sungai Lilin mengakui kemacetan juga berdampak siswanya. Mereka ada yang terlambat masuk, terutama yang menggunakan angkutan antar jemput PT Hindoli. “Jadi banyak orang tua terpaksa antar dengan motor, itu juga kadang terlambat. Dengan kondisi ini, diberi toleransi, kita suruh masuk saja,” jelasnya.
Titik kemacetan yang terjadi di Jalintim Muba selalu berganti tiap hari. Hujan yang sering turun memperparah kondisi jalan yang sudah banyak lubang. Sedikitnya ada 11 titik yang jadi langganan macet karena kerusakan jalan. Di Kecamatan Babat Supat ada dua titik terparah, yakni di depan kantor camat (Km 91) dan Desa Letang (Km 101).
Kemudian Kecamatan Sungai Lilin yang terparah, yakni di sekitar pasar buah, Km 114, sekitar boor 2, dan Km 115. Kemudian depan Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Srigunung, Km 121, tikungan Srigunung Km 131, lalu sekitar Simpang C4 hingga C2 Desa Srigunung.
Sedangkan di Kecamatan Tungkal Jaya ada di Desa Peninggalan dan Desa Simpang Tungkal. Sedangkan Kecamatan Bayung Lencir ada di sekitar Desa Telang, serta sekitaran Koramil Bayung Lencir.
PPK Betung-Peninggalan, Rukun Sitepu kepada koran ini menjelaskan, kondisi jalan yang mengalami kerusakan dari Betung hingga Peninggalan sepanjang 30 kilometer. Rinciannya rusak ringan 21 km dan rusak berat 9 km. “Dana untuk perbaikan dengan overlay dua lapis sebesar Rp9,8 miliar, itu untuk 2 km saja,’ katanya.
Sedangkan PPK Peninggalan-Batas Jambi, Mashudi mengatakan ada 25 km yang mengalami rusak ringan. Selain itu ada 600 meter spot rusak berat dari Peninggalan hingga ke perbatasan Jambi.
Terpisah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Susmel mengalokasikan Rp1 triliun untuk memperbaikan jalan yang rusak. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PU BM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Syamsul Bahri, kemarin. “Dana itu untuk perbaikan jalan,” tegasnya.
Tetapi fokusnya, lanjut dia, jalan yang memang dinilai rusak berat dan putus. Utamanya daerah yang terisolir lantaran bencana alam dan longsor pada tahun lalu. “Ada juga sebagian untuk pemeliharaan rutin jalan dan peningkatan,” tambahnya.
Dijelaskan Syamsul, dana tersebut terbagi dua proyek, yakni Rp600 miliar untuk proyek penunjang Asian Games seperti Musi VI dan jalan pendekat. Sedangkan Rp400 miliar untuk diperuntukan untuk perbaikan rutin. “Perbaikan jalan ini sifatnya spot-spot,” imbuhnya.
Diakuinya, kondisi jalan yang paling banyak rusak itu di daerah OKU seperti OKU Induk, OKUS, OKUT dan daerah OKU. “Yang jelas, hampir 40 persen dari total jalan kurang mantap. Rinciannya, sekitar 25 persen rusak berat dan sisanya rusak sedang dan ringan,” ulasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Pemprov Sumsel, Hendrian menambahkan, pada 2017 masih fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang Asian Games sesuai dengan PP No 3/2016 tentang Proyek Strategis Nasional dan Prioritas Nasional. “Ada 15 proyek strategis nasional,” katanya.
Seperti LRT, tiga ruas jalan tol, kawasan KEK TAA, tiga proyek PLTU 8,9 dan 10. Lalu dua jembatan Musi. Termasuk, pembangunan fly over simpang bandara dan Simpang Keramasan. Total, sambung dia, 15 proyek strategis ini mampu menyedot dana APBN Rp69 triliun. (kur/yun/ce1)

PALI - Tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Lahat Rayon Pendopo, di tepian jalan Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang mengalami miring dan memberikan ancaman tersendiri bagi para pengendara yang melintas dibawahnya akhirnya kembali berdiri tegak.

Manager PLN Areal Lahat Rayon Pendopo, M Ikhsan mengatakan, meskipun medan menuju lokasi tiang listrik milik PLN yang kemiringan cukup sulit ditempuh oleh petugasnya, namun tidak menyurutkan para petugas PLN yang sudah diperintahkan untuk segera memperbaiki tiang listrik tersebut.

"Petugas kita berjalan kaki menuju lokasi tiang listrik yang miring, karena akses jalan menuju ke lokasi tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Tapi meski demikian petugas kita akhirnya berhasil memperbaiki tiang tersebut dan kini kembali berdiri tegak," ungkapnya, Jumat (17/2).

Sementara, Anjas, salah satu warga setempat mengungkapkan, setelah tiang listrik tersebut diperbaiki, kini warga sekitar tidak lagi khawatir. Karena, sebelumnya warga tidak berani untuk melintas di jalan tersebut ketika musim hujan disertai angin sedang berlangsung. (ebi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/2). 

 

LUBUKLINGGAU - Kecalakaan adu kambing sepeda motor Suzuki Satria F BG 6994 GV vs Honda Supra X BG 6284 GR di Jalinsum dekat terminal Petanang, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I pada Senin (6/2) lalu hingga mengakibatkan satu orang tewas yakni Hermansyah (33), warga Jl Sekdam, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat diduga bukan murni kecelakaan.

Pasalnya Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara telah meringkus dua tersangkanya yakni Heriansyah (35), tukang parkir, warga Jl Agung, RT 06, Kelurahan Jawa Kiri dan Alamsyah (46), tukang ojek, warga Jl Cereme Dalam, Gg Selamet, RT 05, Kelurahan Cereme Taba. Keduanya diringkus Kamis sore (16/2) di Jl Yos Sudarso. Motif tersangka hingga tega melakukan tindak penganiayaan berat kepada korbannya ketika melintas di TKP mengakibatkan motor korban oleng dan alami kecelakaan juga sudah diketahui Polisi.

"Saat itu korban Hermansyah gunakan sepeda motor berboncengan dengan Sumiati, Erni dan Laila dari pasar Lubuklinggau menuju Terawas (Mura)," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Diaz Oktora.

Kemudian setiba korban di TKP dari arah belakang di pepet dengan sepeda motor yang di kendarai tersangka Alamsyah berboncengan dengan tersangka Heriansyah. Lalu tersangka Heriansyah memukul korban Hermansyah dan Sumiati dengan menggunakan helm sebanyak lima kali hingga mengenai kepala, tangan korban Hermansyah dan Sumiati.

"Sehingga sepeda motor yang di kendarai korban oleng dan korban terjatuh dari sepeda motor dan tubuhnya terbentur aspal. Dan sepeda motor korban di tabrak dengan pengendara lain," ujarnya. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/2). 

 

MUARA BELITI - Pengguna jalan di sepanjang jalan lintas penghubung Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura), diminta waspada. Pasalnya, di sepanjang jalan penghubung Kelurahan Tanah Priuk dan Kecamatan Tugumulyo, banyak didapati lubang yang meneror keselamatan pengendara.

Kusrianto, salah satu warga mengatan, kondisi kerusakan jalan lintas kabupaten yang mengarah ke Kecamatan Tugumulyo, sebetulnya sudah berlangsung lama. Karena belum dilakukan perbaikan, kondisi kerusakan jalan saat ini semakin parah.

"Karena banyak truk muatan besar yang melintas ditambah dengan meningkatnya curah hujan, kondisi jalan semakin parah. Saat ini banyak jalan berlobang tergenang air, warga yang melintas mesti hati-hati karena lobangnya dalam," kata Kusrianto, Rabu (15/2).

Menurutnya, jalan lintas penghubung antar-kabupaten ini sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, banyak aktivitas warga yang berlalu lalang menggunakan jalan ini. (cj13)

MUARA ENIM - Tingginya curah hujan akhir-akhir ini melanda Kabupaten Muara Enim, membuat jalan lingkar Kota Muara Enim makin tergerus longsor. Ditambah tingginya arus sungai membuat air terus mengikis tebing tersebut sehingga sebagian jalan amblas masuk ke dalam Sungai Enim.

Jalan lingkar Muara Enim yang tergerus longsor ini sudah terjadi sejak akhir tahun 2016 lalu. Namun hingga saat ini belum diperbaiki Pemkab Muara Enim. Meski begitu, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mengaku pihaknya sudah turun langsung melihat kondisi jalan lingkar tersebut. Pihaknya sudah mendapatkan laporan di beberapa titik ruas jalan baik itu statusnya milik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

"Untuk jalan lingkar Muara Enim juga akan mendapat prioritas untuk diperbaiki," kata Muzakir, Rabu (15/2).

Menurut Muzakir, untuk jalan yang statusnya milik pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sudah dilaporkan agar bisa segera diperbaiki, terutama seperti di wilayah Semendo yang sampai putus akibat hujan deras. Namun untuk jalan yang statusnya milik kabupaten akan dilakukan perbaikan pada tahun ini. (roz)

LUBUKLINGGAU - Sejumlah reklame yang terpasang di akses jalan protokol Kota Lubuklinggau diantaranya di Jl Yos Sudarso ditertibkan dengan cara dilepas dan diangkut tim gabungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu serta Satpol PP, Selasa (14/2).

Pelepasan dan pengangkutan reklame tersebut dilakukan lantaran belum membayar pajak dan tidak mengantongi izin. Dari penertiban tersebut disita reklame dan alat promosi sejumlah produk handphone (HP) seperti Oppo, Samsung, Huawei, Vivo dan Hymax. Disita pula reklame KFC, rokok dan lainnya.

Selain itu, tim gabungan juga mendatangi stand-stand promosi HP yang menggunakan reklame berbentuk boneka Oppo, pengeras suara dan selebaran di sepanjang Jl Yos
Sudarso.

"Kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan reklame ini sampai hari Jumat," kata Kasubid Penilaian dan Penetepan BPKAD Lubuklinggau, Nurya Hartikasari. (wek)

MUARA ENIM - Jalan lintas Desa Pancuringkih, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) yang menuju tiga kecamatan di Semende masih memperihatinkan. Soalnya, kondisi jalan longsor ini belum juga diperbaiki dengan pengerasan maupun cor beton atau aspal. Warga yang melintas di jalan ini, mengaku sangat was-was sekali, sebab kondisi jalan jika hujan sangat licin jika tidak berhati-hati. Padahal, jalan utama terdekat dari Kabupaten Muara Enim ini sangat penting bagi warga yang ingin keluar masuk menuju Kota Muara Enim.

"Kita berharap, kondisi jalan saat ini dapat segera direalisasikan pembangunannya," kata Khailani, warga yang melintas, Selasa (14/2).

Dikatakannya, jalan yang saat ini sudah dibuka membuat jalan baru, kondisinya cukup menanjak. Jika tidak berhati-hati, pengendara bisa tebalik dan tergelincir, khususnya kendaraan roda dua. Harapan warga, Pemprov Sumsel dapat mempercepat pembangunan jalan tersebut agar masyarakat tiga kecamatan tidak susah saat melintas.

Menurutnya, jika perbaikan jalan karena longsor ini tak kunjung dibangun, seakan-akan daerah Semende ini menjadi terisolir, karena kondisi jalan cukup susah dilewati. Apalagi di saat hujan, warga bisa mengurungkan niatnya untuk keluar dari Semende menuju Muara Enim.

"Dengan jalan sudah dibuka sudah cukup, tapi peningkatannya agar dapat sesegera mungkin," tuturnya.

Camat Semende Darat Laut (SDL) Fauzi S Sos menyatakan, kalau jalan tersebut memang sudah dijadikan prioritas provinsi untuk diperbaiki. Masyarakat diharapkan agar dapat bersabar. Memang kondisi jalan di saat hujan sangat licin, untuk itu pengguna jalan dapat berhati-hati saat melintas. (roz)

PALEMBANG - Kemacetan terjadi di Jalintim Palembang-Inderalaya, tepatnya di depan pergudangan Sriwijaya Mas, Kecamatan Kertapati, Selasa (14/2) pukul 11.00 WIB. Penyebabnya karena sebuah mobil tambang yang mogok di depan pergudangan Sriwijaya Mas.

Tak ayal, kendaraan yang melaju dari arah Inderalaya menuju Kertapati dan kawasan Perumahan Bukit Sejahtera terjebak macet. Kemacetan panjang terjadi dari arah Perumahan Bukit Sejahtera sampai ke Simpang Empat Kertapati. Kendaraan yang terjebak macet dari arah tersebut mencapai 3 km. (dom/air)

JALAN Kolonel H Barlian sepertinya selalu menjadi langganan macet. Kali ini kemacetan disebabkan penurunan material dari jalur LRT (light rail transit) di ATM BNI khusus kendaraan roda dua, Senin (13/2) pukul 16.00 WIB.

Pekerja kontraktor pembangunan jalur LRT yang  tidak mau ambil risiko, pengendara kejatuhan benda dari atas, memilih memberhentikan kendaraan yang akan melaju ke arah Sukarami. Tak ayal kemacetan terjadi mulai dari turunan flyover di Km 4 sampai Km 6. Kendaraan hanya bisa berjalan merayap. Petugas kepolisian terlihat mengatur kendaraan yang akan melintas. (dom)

Halaman 1 dari 40

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca