MARTAPURA – Berakhir sudah pelarian dua pelaku pembunuhan terhadap Hendra (21), warga Desa Kotabaru, Martapura. Mereka, Rudi (32) dan Maryadi (24), warga Martapura, diringkus anggota Polres OKUT di Lampung, Selasa (14/2) malam.
Penangkapan berlangsung di rumah orang tua angkat tersangka Rudi. “Karena berusaha kabur, terpaksa dilumpuhkan,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru didampingi Kabag Ops Kompol Nurhadiansyah dan Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto, Jumat (17/2).
Keduanya menghabisi nyawa korban dengan jerat tali pada 18 Desember 2016. Kejadiannya di kebun ubi milik warga di Desa Kotabaru. Selain membunuh korban, kedua tersangka juga menggasak mobil Avanza putih BG 1760 KB milik korban. Mobil itu dijual kepada Sam seharga Rp21 juta
“Sebelum dihabisi, korban dicekoki dengan sabu sampai teler oleh Rudi. Setelah teler, kedua pelaku menjerat leher korban dengan seutas tali hitam,” tandasnya. Untuk motif pembunuhan diduga masalah dendam dan utang piutang antara tersangka Rudi dengan korban.
Selain kedua pembunuh, Audie juga merilis delapan tersangka lain yang ditangkap sejak Januari hingga 17 Februari. Ada tersangka curas dan curat. Seorang pelaku tewas ditembak dalam penangkapan.
”Dari delapan pelaku ini, kami juga amankan senpinya. Salah satunya milik pelaku yang tewas dalam baku tembak minggu lalu,” tutur Audie. Menurut pengakuan Rudi, dia dendam karena korban telah menggadaikan sepeda motor Beat milik kakaknya. Kejadiannya dua bulan lalu.
Saat ditagih, korban selalu menghindar. Muncul niat tersangka menghabisi nyawa korban. Tersangka lalu minta bantuan Maryadi untuk menghabisi nyawa korban. “Rupanya, motor kakak aku sudah digadaikannya,” cetus tersangka sembari mengaku menyesal telah menghilangkan nyawa orang lain.
Tersangka Maryadi mengaku diajak Rudi dengan iming-iming akan mendapatkan upah sebesar Rp7 juta. Tanpa pikir panjang, mantan pekerja harian lepas (PHL) Polres KU Timur itu langsung menyanggupi itu. “Setelah itu, kami lari ke Lampung. Belum dapat apa-apa, sudah ditangkap,” kata tersangka Maryadi.(sal/ce2)

KAYUAGUNG - Jajaran Polsek Lempuing menangkap tersangka Wayan Rantau alias Uus (46), warga Lampung Timur, lantaran terlibat kasus pencurian bermotor. Modusnya menginap di rumah korban, lalu membawa kabur motor.

Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia SH SIK melalui Kapolsek Lempuing AKP Agus Irwantoro mengungkapkan bahwa penangkapan tersangka sesuai Laporan korban Komang Swandana (47), warga Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Lempuing, 23 Januari lalu. Tersangka ditangkap di kawasan Pasar Tugu Mulyo, Jumat (17/2) sekitar pukul 09.30 WIB.

Sementara peristiwa pencurian tersebut bermula saat tersangka menumpang menginap di rumah korban. "Tersangka bertamu dan langsung menumpang menginap alasannya kemalaman kalau mau pulang," ujarnya.

Namun keesokan harinya, korban terkejut lantaran motor Yamaha Vega warna Hitam miliknya telah raib lantaran dibawa kabur tersangka. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Atas tindakannya tersangka dijerat pasal 363 KUHP," tukasnya. Seraya menambahkan bawah tersangka masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.(gti)

PALEMBANG - Setahun buron, Muhammad Nur Rizky (20) akhirnya berhasil diringkus di rumahnya, Kamis (16/2) malam.

Ditangkapnya tersangka, berawal dari kecurigaan korban yang merupakan tetangganya sendiri yakni Nangyu (49) melihat tingkah laku tersangka yang terkadang salah tingkah apabila keduanya bertemu pasca kejadian pencurian pada 3 Juni 2016 sekitar pukul 01.00 WIB.

Korban pun mencari tahu, keanehan ke warga sekitar dan diketahui bahwa Rizky dan T (DPO) pernah menjual tiga tabung gas elpiji 3 kg ke salah satu agen di sekitar rumahnya.

"Saya diajak T katanya ada kerjaan , dan tugas saya hanya mengawasi," kata warga Jalan M Isa , Gang Murni RT 13 RW 04 , Kelurahan Kito Buto, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Ia mengakui aksinya, karena sudah didesak oleh korban dan warga makanya ia pun mengakui perbuatannya. Ia pun berkilah bahwa mereka bersekongkol dengan temannya.

"Satu tabung Rp50 ribu, dan uangnya bagi rata. Serta dibelikan rokok dan makanan," kata sopir angkot ini. (wly)

KAYUAGUNG – Pemeriksaan intensif dilakukan oleh jajaran Polsek Pangkalan Lampam dan Polres Ogan Komering Ilir (OKI), terhadap Herman Sawiran (35) yang tega membacok istrinya, Sumiati (30).

Dijelaskan Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia SH SIK melalui Kapolsek Pangkalan Lampam, Ipda Indaryono, kondisi tersangka saat ini sehat dan sadar. Motifnya pembunuhan tersebut, karena hubungan keluarga mereka sudah tak harmonis lagi. Disinggung apakah ada permasalahan orang ketiga, Kapolsek enggan menjawab secara detail.

“Mereka sering cekcok karena hubungan keduanya tak harmonis lagi,” kata Indaryono.

Seperti diketahui sebelumny, tragedi kekerasan dalam ruman tangga dialami korban Sumiati (30) yang tewas di rumahnya dengan luka bacokan di sekujur tubuh. Tersangkanya, suami korban Herman Sawiran yang menghabisinya menggunakan sebilah parang. Kejadiannya sekitar pukul 20.30 WIB, Senin (13/2). (gti)

PALEMBANG - Pelaku kejahatan di Jakabaring masih bebas beraksi. Kendati polisi sudah berhasil meringkus kawanan begal dan pelaku pencurian kendaraan ranmor di kawasan tersebut, nyatanya masih ada korban yang mengalami kejadian serupa.

Kali ini, korbannya merupakan petugas security LRT (light rail transit) Zzona 4 Jakabaring yang diketahui bernama Rachman (27). Korban kehilangan sepeda motor kesayangannya itu saat melakukan patroli di Zona 4 Jl Gubernur HA Bastari, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I  Palembang, tepatnya di Simpang Pasar Induk Jakabaring, Rabu (15/2).

"Saya sedang mengecek lokasi di sekitar sana dengan kawan lainnya dan motor juga diparkirkan tak jauh dari sana," kata korban kepada petugas SPKT Polresta Palembang. (chy)

BATURAJA-Sungguh berani tindakan Ray Putra Ganda (12). Pelajar SD kelas 6 itu menggagalkan aksi penjambretan yang dilakukan dua anak baru gede (ABG). Kedua pelaku, Af (17) dan As (17), warga Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, OKU.
Aksi heroiknya berlangsung, Selasa (14/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu dia sedang main handphone (Hp) tak jauh dari rumahnya di Jl Padat Karya, Kecamatan Baturaja Timur. Tiba-tiba datang kedua tersangka naik motor Mio J. Af pura-pura turun tanya alamat kepada korban.
Karena tak kenal dengan nama yang dicari, korban mengaku tidak tahu. Saat korban akan memasukkan ponselnya ke kantong celana, tersangka merebutnya. "Waktu mereka mau kabur naik motor, aku tarik motornya belakang," kata korban di Mapolres OKU.
Korban sempat terseret puluhan meter hingga akhirnya kedua pelaku jatuh.
Dalam kondisi terluka lecet di kaki kanan dan lutut kiri, Ray lalu mengambil kembali ponselnya. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung menangkap kedua tersangka.
Tersangka Af mengaku sebelum beraksi dia dan As pantau dulu calon korbannya. “Baru inilah menjambret. Tapi kalau ambil handphone di boks motor sudah dua kali,” ujar remaja yang baru sepekan berhenti dari SMA di OKU itu. Saat beraksi, dia sebagai eksekutor, sedang As yang mengendarai motor.
Kapolres OKU, AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kasatreskrim, AKP Harmianto SH Msi membenarkan penangkapan dua pelaku jambret oleh korbannya. "Mereka masih di bawah umur," pungkasnya. (gsm/ce2)

 

LUBUKLINGGAU - Luston Sitorus alias Edi Batak (35), warga RT 09, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura yang merupakan residivis ini kembali harus meringkuk di jeruji besi tahanan Polres Lubuklinggau. Tersangka kali ini dibekuk dalam kasus copet yang acapkali beraksi di pasar dengan menyasar ibu-ibu.

Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka dengan satu tembakan mengenai betis kirinya lantaran berusaha melawan saat akan ditangkap. Tersangka ditangkap, Senin (13/2) sekitar pukul 15.00 WIB di Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

"Saat ditangkap berusaha melawan dan melarikan diri. Sudah diberi tembakan peringatan ke atas lebih dari dua kali, namun tersangka tidak mau menyerah, sehingga dilumpuhkan," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin.

Penangkapan berdasar LP/B-40r/VI/2016 dan tersangka sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Aksinya pada 30 Juni 2016 lalu sekitar pukul 10.00 WIB di pasar tradisional Inpres, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dengan korbannya Paridah, seorang petani warga Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

"Saat korban sedang berbelanja di pasar, tersangka menyenggol korban dan mengambil dompet, kalung emas yang ada ditas sandang korban," bebernya. (wek)

MEKAKAU ILIR – Sesosok mayat pria korban pembunuhan, ditemukan di tepi Sungai, Senin (13/2), sekitar pukul 08.00 WIB. Perbatasan antara Desa Galang Tinggi dengan Desa Sukaraja, Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan. Lukanya, tusukan di leher.
Belum diketahui motifnya. Diduga terkait dengan sepeda motor tak bertuan yang ditemukan warga di jembatan, Minggu (12/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Yakni motor Yamaha Vega ZR warna putih, terdapat darah. Lokasinya 100 meter dari lokasi penemuan mayat tersebut.
Pihak Polsek Mekakau Ilir dan Puskesmas Mekakau Ilir, mendatangi lokasi penemuan mayat untuk melakukan identifikasi. Belakangan diketahui identitas mayat tersebut, Harman (40). Itu setelah datang istrinya, Kasmau (30).
Menurut Kasmau, mereka baru menikah satu setengah bulan. Suamina pergi Minggu (12/2) pukul 11.00 WIB, pamit hendak jual motor Honda matic ke Banding Agung. “Sebelum pergi, suami saya menerima telpon. Katanya ada yang mau membeli motor, tidak tahu siapa yang menelpon,” ucapnya terbata.
Kades Sukaraja, Adi Atma, mengatakan korban berasal dari Lampung. Belum lama menikah dengan Kasmau, warga Desa Sukaraja. “Nikahnya juga di bawah tangan (siri,red). Setahu saya, profesi korban itu jual beli motor bekas,” ungkap Adi.
Kapolsek Mekakau Ilir Ipda Hendri Hardi, melalui Kanit Reskrim Bripka Faris Leon, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. “Masih mengumpulkan keterangan-keterangan saksi, motifnya belum tahu,” singkatnya. (dwa/air)

JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mencegah puluhan WNI berangkat ke Malaysia dan Timur Tengah. Kemarin (12/2), sebanyak 19 WNI urung terbang ke Timur Tengah. Sedangkan Sabtu (11/2), tidak kurang 11 WNI batal terbang ke Malaysia. Petugas mencegah puluhan WNI itu bertolak lantaran tidak dapat memberi keterangan jelas soal maksud dan tujuan keberangkatan mereka.
Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Agung Sampurno menjelaskan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Internasional Soetta mencegah 11 WNI bukan hanya karena tidak bisa menjelaskan maksud dan tujuan selama berada di Malaysia. “Mereka tidak punya pekerjaan serta dokumen yang jelas,” ungkap pria yang lebih akrab dipanggil Agung itu.
Semula, mereka hendak berangkat menggunakan AirAsia tujuan Kuala Lumpur dengan jadwal penerbangan pukul 20.50 WIB. Namun, petugas melarang mereka untuk turut serta dalam penerbangan tersebut. Tindakan itu sengaja diambil agar mereka terhindar dari ancaman eksploitasi oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Paspor 11 WNI itu sudah disita oleh petugas Bidang Wasdakim Kantor Imigrasi (Kelas I Bandara Internasional) Soekarno-Hatta,” jelasnya.
Berdasar data yang berhasil dihimpun, 11 WNI berasal dari Jawa Timur (Jatim). Sementara itu, pencegahan 19 WNI yang hendak terbang ke Timur Tengah kemarin terbagi atas dua tahap. Pertama, petugas menahan 3 WNI yang juga terdata sebagai warga Jatim. Mereka dijadwalkan terbang ke Abu Dhabi menggunakan Etihad Airways pukul 00.15 WIB. Ketiganya dicegah sebelum masuk ke dalam pesawat.
Agung mengungkapkan, tiga WNI itu merupakan pria. Yakni Samsul Huda, Syukron, dan Rusli. “Semuanya usia produktif,” kata dia. Disamping menyelamatkan mereka dari ancaman eksploitasi, petugas bergerak cepat agar mereka tidak jadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Dengan maksud dan tujuan tidak jelas, kemungkinan itu amat besar. Apalagi mereka hendak bekerja secara ilegal.
Tahap selanjutnya, 16 WNI asal Jawa Barat (Jabar) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) bernasib sama dengan tiga WNI asal Jatim. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Internasional Soetta mencegah mereka terbang ke Timur Tengah. “Ada 15 WNI asal Jabar dan 1 orang dari Sumbawa,” ungkap Agung. Mereka dijadwalkan terbang ke Doha menggunakan Qatar Airways pukul 07.45 WIB.
Dengan tindakan itu, petugas berhasil mencegah 30 WNI yang hendak bekerja secara ilegal di Malaysia dan Timur Tengah. Dia berharap besar, tidak ada lagi WNI yang nekat melakukan tindakan serupa. Dia turut mengapresiasi kinerja petugas Kantor Imigrasi Kelasa I Bandara Internasional Soekarno Hatta lantaran bergerak cepat. “Upaya itu kami harap dapat mencegah TKI bermasalah di luar negeri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Internasional Sotta Kaharuddin menuturkan, sampai saat ini puluhan WNI tersebut masih diperiksa oleh petugas. “Masih pendalaman,” imbuhnya. Mereka bakal dipulangkan ke daerah asal setelah petugas selesai melakukan pendalaman. Namun demikian, dia belum bisa memastikan sampai kapan pendalaman selesai. “Tergantung orangnya,” tegas dia.
Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah menuturkan, pencegahan yang dilakukan pihak Imigrasi di bandara untuk mencegah terjadinya human trafficking terbilang terlambat. Jika sudah sampai di bandara dan bersiap berangkat, para calon TKI itu sudah melalui proses panjang. Termasuk proses mengeluarkan sejumlah uang untuk bisa berangkat. “Mereka juga sudah pamitan dengan keluarga. Social cost-nya besar,” kata Anis.
Anis menuturkan, lebih efektif jika pihak imigrasi bekerja sama dengan pihak lainnya untuk membuat sebuah program yang bisa meredam arus TKI ilegal. Misalnya dengan menggandeng Kemendikbud untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah atau dengan Kemendes untuk melakukan sosialisasi ke desa-desa yang menjadi kantong TKI. “Itu akan jauh lebih efektif. Dan yang dapat informasi pun jauh lebih banyak. Lebih feasible,” ujarnya. (and/syn/oki)

 

PRABUMULIH - Dua pengendara motor, kemarin (12/2) sekitar pukul 15.30 WIB, terlibat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya depan SPBU Patih Galung, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat. Kedua pengendara tersebut yakni M Ikhsan Prajarani (41), warga Dusun II Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, yang mengendarai Yamaha Jupiter MX BG 2800 DD. Pengendara lainnya yakni Mokhsin Astaman (30), warga Kecamatan Prabumulih Barat, mengendarai Honda Karisma BG 4101 CL.
Dalam insiden tersebut, korban Ikhsan tewas karena mengalami luka parah di kepala dan lecet di sekujur tubuh. Sementara, korban Mokhsin masih mendapat perawatan di RS Fadillah Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasatlantas AKP Febri Indah Sari didampingi Kanit Laka Iptu Naizori saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Kedua korban sudah dievakuasi di RS Fadillah. Namun satu korban atas nama Ikhsan meninggal dunia di rumah sakit. Petugas juga sudah mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan,” terangnya.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat korban Ikhsan hendak mengisi BBM di SPBU Patih Galung. Korban yang melaju dari arah Simpang Tugu Nanas menuju Pasar kemudian hendak berbelok ke kanan untuk masuk SPBU.
Begitu berbelok, tiba-tiba datang korban Mokhsin dari arah berlawanan mengendarai motor Karisma dengan kecepatan tinggi. Melihat korban Ikhsan yang berbelok, Mokhsin sempat mengerem. Namun, karena terlalu ngebut, tabrakan tak terelakan. Kedua korban langsung terkapar di lokasi kejadian. Warga yang melihat kejadian langsung mengevakuasi keduanya ke RS Fadillah yang tak jauh dari TKP.
Namun, korban Ikhsan yang mengalami luka cukup parah dan nyawanya tak Terselamatkan. Meski tim dokter sudah melakukan penanganan medis. “Kami liat mereka tabrakan. Langsung bae kami bawa kesini. Bunyi tabrakannyo kenceng nian,” ujar salah seorang warga saat dibincangi di RS Fadillah. (kos)

Halaman 1 dari 30

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca