LUBUKLINGGAU - Satreskrim Polres Lubuklinggau meringkus tersangka spesialis curas yang sudah dua kali beraksi di lokasi objek wisata Watervang, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Tersangka merupakan petani yakni Renfil Agustian alias Renfil (24), warga Desa Marga Tani, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Mura.

Tersangka ditangkap di rumahnya, Kamis (16/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Dan terpaksa ditembak kaki kirinya lantaran saat akan ditangkap berusaha melarikan diri dengan membawa senjata tajam (sajam). Sehingga tersangka dilumpuhkan meskipun sudah dua kali lebih polisi memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan.

Tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasar Lp/B- 642/IX/2015/Res Lubuklinggau. Salah satu korbannya adalah Tengku Alda Aulia (13), pelajar, warga Jl Kemuning, No 57, RT 06, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

"Polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku. Lalu dilakukan pengintaian selama satu minggu dan diperoleh informasi yang akurat tersangka berada di Jayaloka," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin. 

Kemudian tim buser melakukan penggerebekan. Namun saat dilakukan penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri dengan membawa senjata tajam jenis pisau. Dan telah diberi peringatan untuk menyerah dengan memberikan tembakan peringatan lebih dari dua kali. Namun tidak diindahkan.

"Sehingga dilakukan tindakan tegas, pelaku menggalami luka tembak pada bagian kaki sebelah kiri dan telah d lakukan pengobatan terhadapnya," ujar Ali. (wek)

LUBUKLINGGAU - Petgas Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau meringkus Aswin alias Win (42) di rumahnya di Jl Kenanga I, Gg Kelinci, RT 05, No 20, Kelurahan Sinalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kamis (16/2) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Penangkapan dilakukan undercover buy," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Narkoba, AKP Ahmad Fauzie.

Selanjutnya setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka, polisi lalu melakukan penggeledahan pakaian dan menemukan satu paket sabu. Kemudian dilakukan penggeledahan di tempat tinggal tersangka.

"Dari penggeledahan terhadap tersangka dan tempat tinggalnya, didapat barang bukti berupa 22 paket sabu yang disimpan di samping rumah tersangka. Diakui tersangka sebagai miliknya," jelas Ahmad Fauzie. (wek)

MUARA BELITI - Pasca pemadaman aliran listrik selama 24 jam lebih di tiga wilayah, Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara, banyak pihak yang mengaku alami kerugian. Pihak PLN mengaku dampak kerugian jelas terjadi di semua lini, karena kebutuhan listrik saat ini menjadi kebutuhan wajib yang mesti dipenuhi.  

Randhy, Kapala Cabang PLN Ranting Muara Beliti mengatakan, pemadaman aliran listrik yang terjadi di tiga wilayah setidaknya menimbulkan beberapa kendala teknis, maupun kerugian.

"Memang semua bisa terhambat, karena listrik sudah menjadi kebutuhan dasar. Pemadaman kemarin terjadi akibat adanya pergantian penghantar trafo di gardu induk yang rusak," kata Randhy, (16/2).

Dikatakannya, akibat kerusakan tersebut PLN harus melakukan perbaikan secepat mungkin dan sekitar pukul 10.20 WIB hari ini (16/2), aliran listrik baru bisa difungsikan dengan maksimal. "Sekarang sudah normal karena sudah dilakukan perbaikan. Jelas banyak pihak yang rugi seperti masyarakat dan termasuk kami sendiri," timpalnya.

Sementara itu, Menajer PLN Ranting Kota Lubuklinggau, Ilyas menyatakan pihaknya optimis setelah melakukan perbaikan tersebut tidak akan terjadi pemadaman kembali. Saat melakukan pemadaman selama 24 jam tersebut PLN sendiri alami kerugian sekitar Rp1 miliar lebih.

"Bukan hanya warga saja yang rugi tapi kami juga rugi. Kerugian bisa finansial karena pergantian alat-alat maupun kerugian perputaran KWH aliran listrik karena tidak bisa menyuplai ke konsumen," ucapnya.  (cj13)

LUBUKLINGGAU - Saat ini kontrol navigasi dan lalu lintas udara di Bandara Silampari masih dipantau dari bawah meskipun Air Traffic Control (ATC) tower Bandara keberadaannya sudah ada. Namun ATC Tower tersebut belum beroperasi lantaran belum diserahkannya tower ke pihak bandara dari Pemkot Lubuklinggau.

Hari ini (16/2) dilakukan pertemuan antara Pemkot Lubuklinggau dengan pihak Bandara Silampari. Itu menyikapi persoalan mengenai tower bandara. Yang mana pertemuan itu menyepakati bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penyerahan tower Kontrol navigation dari Pemkot ke Bandara sehingga bisa dimanfaatkan.

"Nanti diserahkan ke kita, selanjutnya baru dioperasikan oleh Air Nav. Mereka yang akan memantau lalu lintas udara," kata Kepala Bandara Silampari Rudi Pitoyo melalui pelaksana harian Kepala Bandara, Ikhsan Fadilah.

Menurutnya, selama ini control navigasi pesawat atau lalu lintas udara dilakukan dari bawah. Sehingga jarak pandang tidak terlalu dekat dan jelas. Lalu dengan dioperasikannya tower itu, tentua akan mengefektifkan pengontrolan lalu lintas udara.

"Kita tunggu dulu penyerahan, biar bisa dioperasikan oleh R-Nav, kalau sudah beroperasi tower ini tentu akan lebih efektif dalam mengontrol lalulintas udara kita," bebernya.

Terpisah Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menyatakan pihaknya akan segera menyerahkan tower tersebut agar dapat difungsikan untuk pengontrolan lalulintas atau navigasi pesawat. (wek)

MUARA BELITI - Masyarakat di wilayah Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), merugi akibat lamanya pemadaman aliran listrik. Warga mengaku tidak memiliki persiapan karena pemadaman aliran listrik terlalu mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Hendrik (43) tukang las, asal Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura menuturkan, pemadaman listrik berlangsung Rabu (15/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Warga mengaku cukup kesulitan, karena ‎hingga pukul 15.00 WIB aliran listrik juga hidup. Padahal,  rata-rata masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Mura, sangat ketergantungan dengan aliran listrik.

"Sekarang kami tidak bisa bekerja, ini banyak orderan terbengkalai karena mati lampu dari pagi. Saya tidak bisa berbuat banyak karena profesi kami mengandalkan aliran listrik," kata Hendrik.

Hendrik menuturkan, kerugian secara materi juga dikeluhkan oleh sejumlah warga lainnya. Bahkan sejumlah warga yang memiliki usaha warnet, las listrik, dan usaha lainnya memilih menutup lapak. Warga berharap pihak PLN segera melaksanakan perbaikan, sehingga pemadaman aliran listrik bisa diatasi dengan cepat.

"Kita tidak tahu apa penyebab aliran listrik padam. Tapi Jelas kami rugi tidak bisa melaksanakan aktivitas dan bekerja dengan maksimal," ucapnya.

Terpisah, Randy, kepala cabang PLN Rayon Muara Beliti menyatakan, pemadaman memang dilakukan secara serentak di tiga wilayah seperti Kota Lubuklinggau-Kabupaten Mura, dan Muratara. Menurutnya, ketiga wilayah ini mendapatkan suplai aliran listrik dari gardu induk yang berada di Pedatang Kota Lubuklinggau.

"Sekarang lagi ada kerusakan trafo di gardu induk Petanang mas. Jadi untuk melakukan perbaikan kita padamkan aliran listrik dulu," ujarnya. (cj13)

MUARA BELITI - Pengguna jalan di sepanjang jalan lintas penghubung Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura), diminta waspada. Pasalnya, di sepanjang jalan penghubung Kelurahan Tanah Priuk dan Kecamatan Tugumulyo, banyak didapati lubang yang meneror keselamatan pengendara.

Kusrianto, salah satu warga mengatan, kondisi kerusakan jalan lintas kabupaten yang mengarah ke Kecamatan Tugumulyo, sebetulnya sudah berlangsung lama. Karena belum dilakukan perbaikan, kondisi kerusakan jalan saat ini semakin parah.

"Karena banyak truk muatan besar yang melintas ditambah dengan meningkatnya curah hujan, kondisi jalan semakin parah. Saat ini banyak jalan berlobang tergenang air, warga yang melintas mesti hati-hati karena lobangnya dalam," kata Kusrianto, Rabu (15/2).

Menurutnya, jalan lintas penghubung antar-kabupaten ini sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, banyak aktivitas warga yang berlalu lalang menggunakan jalan ini. (cj13)

LUBUKLINGGAU - Luston Sitorus alias Edi Batak (35), warga RT 09, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura yang merupakan residivis ini kembali harus meringkuk di jeruji besi tahanan Polres Lubuklinggau. Tersangka kali ini dibekuk dalam kasus copet yang acapkali beraksi di pasar dengan menyasar ibu-ibu.

Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka dengan satu tembakan mengenai betis kirinya lantaran berusaha melawan saat akan ditangkap. Tersangka ditangkap, Senin (13/2) sekitar pukul 15.00 WIB di Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

"Saat ditangkap berusaha melawan dan melarikan diri. Sudah diberi tembakan peringatan ke atas lebih dari dua kali, namun tersangka tidak mau menyerah, sehingga dilumpuhkan," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin.

Penangkapan berdasar LP/B-40r/VI/2016 dan tersangka sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Aksinya pada 30 Juni 2016 lalu sekitar pukul 10.00 WIB di pasar tradisional Inpres, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dengan korbannya Paridah, seorang petani warga Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

"Saat korban sedang berbelanja di pasar, tersangka menyenggol korban dan mengambil dompet, kalung emas yang ada ditas sandang korban," bebernya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Sejumlah reklame yang terpasang di akses jalan protokol Kota Lubuklinggau diantaranya di Jl Yos Sudarso ditertibkan dengan cara dilepas dan diangkut tim gabungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu serta Satpol PP, Selasa (14/2).

Pelepasan dan pengangkutan reklame tersebut dilakukan lantaran belum membayar pajak dan tidak mengantongi izin. Dari penertiban tersebut disita reklame dan alat promosi sejumlah produk handphone (HP) seperti Oppo, Samsung, Huawei, Vivo dan Hymax. Disita pula reklame KFC, rokok dan lainnya.

Selain itu, tim gabungan juga mendatangi stand-stand promosi HP yang menggunakan reklame berbentuk boneka Oppo, pengeras suara dan selebaran di sepanjang Jl Yos
Sudarso.

"Kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan reklame ini sampai hari Jumat," kata Kasubid Penilaian dan Penetepan BPKAD Lubuklinggau, Nurya Hartikasari. (wek)

LUBUKLINGGAU - Gas elpiji ukuran 3 kg di sejumlah tempat di Kota Lubuklinggau sulit didapat. Kalaupun ada, harganya saat ini sekitar Rp25 ribu dari yang sebelumnya diperkirakan harganya antara Rp10 ribu sampai Rp20 ribu.

Rif'at Achmad, warga RT 09, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklingau Timur II mengaku, dirinya sudah keliling di wilayah Kelurahan Wirakarya dan Dempo untuk mencari penjual gas ukuran 3 kg, Senin (13/2). Namun dari keliling itu, hampir 10 warung tempat menjual gas semuanya kosong.

"Tadi pagi sudah keliling. Kosong," kata Rif'at.

Kata Rif'at, setelah berkeliling gas elpiji 3 kg baru ditemukan di pengecer yang ada di Kelurahan Cereme Taba. Harganya Rp25 ribu per tabung.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Lubuklinggau sekaligus pemilik agen Gas Winasta Caroline di Lubuklinggau, Winasta Ayu Duri menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada pengurangan. Tapi agen tidak memiliki stok, karena pihak SPBE menyalurkan gas LPG 3 kg ke pangkalan berdasarkan request dari agen.

"Kuota tetap tidak berkurang dan tidak bertambah, karena untuk menambah itu harus ada permintaan dari pemerintah, sementara saat ini tidak ada permintaan," jelasnya. (wek)

MUARA BELITI - Aparat keamanan TNI dan Polri serta jajaran Pemerintahan Daerah mengajak seluruh ulama di tiga wilayah, yakni Mura-Lubuklinggau-Muratara (MLM), untuk duduk bersama. ‎Ulama dan tokoh masyarakat dianggap memainkan peranan penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Pertemuan antara aparat, pemda, dan ulama tersebut digelar di Mapolres Mura, Senin (13/2).

Kapolres Mura AKBP Hari Brata SIK mengatakan, ‎pertemuan dilakukan merupakan bentuk silaturahmi yang sebenarnya program ini untuk menyatukan para ulama terkait beberapa kejadian di pusat.

"Intinya ini untuk mempersatukan kembali persepsi kita bersama dan kembali menjaga keutuhan NKRI. Program silaturahmi ini merupakan agenda dari Bhabinkamtibmas yang biasa kita lakukan di jajaran Polsek, tapi kali ini tingkatnya lebih luas," kata Hari Brata. (cj13)

Sementara itu, KH Usman Syafei, ketua PC NU Mura-Muratara mengaku sedikit heran dengan undangan silaturahmi dan tatap muka yang digagas oleh Polres. Menurutnya upaya ini dilakukan untuk meredam dan menidurkan kembali macan yang tidur.

"Apa NU dan Muhammadiyah ini tidak rukun, sehingga diajak ukhuwah wathaniyah, dari dulu sampai sekarang kita tetap rukun.‎ Ini sudah dicontohkan oleh tokoh nasionalis seperti KH M Dahlan dan KH Hasyim Asyari," ujarnya. (cj13)

Halaman 1 dari 24

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca