LUBUKLINGGAU - Serah Itra Ujen (25), tersangka begal motor nyaris tewas dihajar massa usai beraksi di jalan Belalau I, belakang Hotel 929, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Rabu (29/3) pukul 18.30 WIB.

Beruntung nyawa petani, warga Desa Karang Dapo, Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara itu dapat diselamatkan dari amukan massa dan kejadian dilaporkan ke Polsek Lubuklinggau Utara. Selanjutnya tersangka dibawa ke RSUD Dr Sobirin untuk dilakukan perawatan.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Diaz menjelaskan, tersangka dengan dua orang temannya (melarikan diri) melakukan aksi dengan berpura-pura menjadi penumpang ojek. Korbannya yakni Dede Irawan (29), tukang ojek, warga RT 06, Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

"Tersangka berpura pura menjadi penumpang ojek dan meminta untuk di ntar ke Belalau I dari pasar satelit," ujarnya.

Kemudian oleh korban diantar menggunakan sepeda motor. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), tiba tiba dari arah belakang menyalip sepeda motor teman tersangka. Lalu memepet dan memukul korban dengan sepotong kayu.

"Lantas tersangka memegang pundak korban dan berusaha merobohkan korban di atas sepeda motor," jelasnya.

Lebih lanjut, akibatnya sepeda motor korban masuk dalam siring dan terjatuh. Korban lalu berdiri dan berlari, sedangkan tersangka berusaha mengambil sepeda motor korban di dalam siring. Korban kemudian berteriak dan datang warga sekitar menghakimi tersangka.

"Namum teman tersangka yang lain melarikan diri," bebernya. (wek)

 

PALEMBANG - Keinginan Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe yang ingin di wilayahnya berdiri kantor Imigrasi sepertinya harus bersabar. Sebab, Kemenkum dan HAM terkendala moratorium untuk mendirikan kantor baru.

"Moratorium pendirian kantor baru masih berlaku, sehingga pendirian kantor Imigrasi di Kota Lubuklinggau belum bisa direalisasikan," kata Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkum dan HAM Sumsel Edy Lauder Lumban Gaol saat berkunjung ke Graha Pena (kantor Sumeks Grup), Rabu (29/3).

Sebagai gantinya, tambah Edy, Kanwil Kemenkum dan HAM, akan mendirikan ULP (unit layanan paspor) di Kota Lubuklinggau. ULP inilah yang akan melayani warga dari Kabupaten Mura, Muratara, dan Lubuklinggau yang akan membuat paspor.

"Kanwil akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan kantor ULP tersebut," ujarnya.

Diakuinya, untuk mendirikan kantor Imigrasi di suatu daerah, memang harus memenuhi beberapa persyaratan. Seperti banyaknya TKA, perusahaan asing, dan jumlah warga yang membuat paspor per harinya. Di Sumsel, baru Muara Enim yang sudah memiliki kantor Imigrasi.

"Memang di Kabupaten Muara Enim, banyak warga yang membuat paspor setiap harinya," tukasnya.

Kunjungan Edy Laudar Lumban Gaol ke Graha Pena diterima Pemred Hj Nurseri Marwah, Koordinator Liputan Martha Hendratmo, dan awak redaksi lainnya. (dom)

LUBUKLINGGAU - Sudah tiga kali keluar masuk penjara, tak membuat Joni Ismadi alias Muis (31), warga Jl Sulawesi, RT 13, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II ini jera. Tersangka residivis spesialis curas dan curat itu kembali berurusan dengan polisi.

Kali ini melakukan aksi curat. Tersangka diringkus di Muara Cabang, Kelurahan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (24/3) pukul 00.10 WIB. Saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha melawan dan melarikan diri. Sehingga polisi memberikan tindakan tegas dan satu pelor bersarang di kaki kanan tersangka hingga tersungkur.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin mengatakan aksi curat yang dilakukan tersangka Muis di rumah korbannya yakni Novian Deca (33), warga Gg Sawo, RT 03, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II berdasar Lp/B- 802/XI/2015 / Res Llg tanggal 25 November 2015.

"Tersangka dengan Ahmad Yunus alias Ujang (sedang menjalani hukuman) dan Redi (DPO) melakukan curat sekitar pukul 00.30 di rumah korban," ujarnya.

Aksi curat yang dilakukan kawanan tersangka yakni dengan cara mencongkel jendela depan rumah korban. Kemudian mengambil tiga unit HP merek iphone, blackberry, dan Nokia. Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami korban ditaksir senilai Rp18 juta. (wek)

LUBUKLINGGAU - Petugas Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau meringkus tersangka jambret yakni Agusti alias Agus (34), warga Jl Jenderal Sudirman, RT 06, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Tersangka diketahui merupakan oknum guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Empat Lawang yang mengajar Bahasa Inggris di salah satu SMP Negeri.

Tersangka diringkus hanya berselang setengah jam usai menjambret di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rabu (22/3) sekitar pukul 14.30 WIB terhadap korbannya yakni Neni Maria (27), warga Jl Karya Masa, Lr Arwana, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Setelah sebelumnya anggota Reskrim yang dipimpin langsung Kanit Pidum Iptu Herdawan sempat kejar-kejaran dengan tersangka.

"Tidak lama datang piket reskrim dan Tim Buser menginterograsi untuk mengetahui ciri-ciri korban. Tidak lama kemudian, pelaku ditangkap di Jl Kenanga II, setelah dilakukan pengejaran," kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin. (wek)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Senin (27/3)

LUBUKLINGGAU - Keberadaan kantin duafa di komplek Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, Jumat (24/3) telah dibuka. Kantin tersebut sementara dibuka setiap Jumat yang menyediakan makanan gratis sebanyak 200 porsi setelah salat Jumat.

"Jadi kantin ini kan sudah dibangun pemerintah, hari ini kita mulai menyediakan makan gratis untuk 200 orang, penyedianya akan ada pengelola dan itu dari donatur dengan sistem gotong royong," kata Ketua TP PKK Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana usai meninjau langsung kantin tersebut.

Diharapkan dengan dibukanya kantin duafa tersebut pihaknya membuka kesempatan kepada donatur untuk bersedekah di kantin duafa. "Direncanakan untuk tahap awal ini dibuka setiap jumat, sebanyak 200 porsi makan siang dengan menu sederhana tapi layak," ujarnya.

Ke depan, lanjut Rina, akan melihat perkembangan dari donatur sendiri. Bagaimana kelayakan pembukaan kantin itu. Kalau memang banyak donaturnya, tidak menutup kemungkinan dibuka lebih dari empat kali dalam satu bulan.

"Atau menjelang ramadhan ini banyak donaturnya kita buka satu bulan full buka bersama di sini, saat ini sudah siap untuk dua minggu kedepan," timpalnya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe berencana untuk membangun kantor Imigrasi di wilayahnya. Keinginan itu diutarakan orang nomor satu di Bumi Sebiduk Semare, salah satunya mengacu karena Lubuklinggau telah memiliki bandara.

"Jadi kita berharap Imigrasi untuk bisa berada di Kota Lubuklinggau. Nah ini yang kita harapkan," kata Nanan -panggilan Prana Putra Sohe-.

Nanan menjelaskan, kenapa dirinya berkeinginan untuk membangun kantor imigrasi di Lubuklinggau? "Ya kan Lubuklinggau landasan terbangnya di kota Lubuklinggau. Dan yang jelas, masyarakat yang biasanya lebih memanfaatkan fasilitas daripada Imigrasi ini, ya ini, di kota. Itu yang menjadi harapan kita," ujarnya.

Dan pihaknya mengaku telah meninjau lokasi yang kemungkinan bisa dijadikan kantor sementara Imigrasi Lubuklinggau. "Nanti proses administrasinya baru akan kita tindak lanjuti," jelasnya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Keberadaan warga negara asing (WNA) di Lubuklinggau dan Kabupaten Mura, tercatat 17 orang. Mereka berasal dari Malasyia, China dan Amerika Serikat (AS)

Data yang dimiliki kantor Imgrasi Cabang Muara Enim menyebutkan ke 17 WNA tersebut yakni 8 WNA bekerja di Kabupaten Mura dan 9 orang berada di Lubuklinggau. Ke 17 WNA tersebut keberadaannya bekerja di perusahaan dengan mengantongi visa kerja dan izin tinggal terbatas.

"Semuanya masih terkontrol, izin tinggalnya masih berlaku dan masih ada izin tinggalnya. Dia bekerja perusahaan-perusahaan. Visa kerja, izin tinggal terbatas," kata Kepala Imgrasi Cabang Muara Enim Telmaizul Syatri usai Rakor tim pengawasan orang asing (Tim Pora) Lubuklinggau, Mura dan Muratara di Hotel Smart, Kamis (23/3).

Pihaknya mengungkapkan bahwa semua WNA yang bekerja di Kabupaten Mura dan Lubuklinggau masih dalam pengawasan kantor imigrasi Muara Enim. Dalam hal pengawasan terhadap keberadaan WNA, pihaknya menggunakan dua cara yakni pengawasan tertutup dan terbuka.

"Pengawasan secara tertutup, menggunakan intelijen dan pengawasan terbuka dengan secara resmi serta melakukan pengawasan secara mandiri melalui koordinasi dengan perusahaan dan pemerintah daerah," bebernya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Lokasi judi sabung ayam di RT 06, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II digerebek petugas Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat, Selasa (21/3) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat digrebek, di lokasi gelanggang judi sabung ayam belum ramai pengunjung dan pemain. Sebab saat itu cuaca hujan, sehingga tidak ada pengunjung yang diamankan. Penggerebekan dipimpin Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sopian Hadi beserta anggotanya. Ikut mendampingi Lurah Ulak Lebar, Dovin Novio.

Dari lokasi Polisi hanya mengamankan barang bukti (BB) yakni kayu-kayu tiang pondok, pembatas lapak, lapak jualan dan lapak judi. Di lokasi gelanggang sabung ayam, polisi juga sudah memasang Police line.

"Penggerebekan merujuk dari laporan, informasi masyarakat perihal adanya kegiatan judi sabung ayam di wilayah itu," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sopian Hadi.

Menurutnya, kegiatan gelanggang judi sabung ayam tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar. Apalagi, gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah itu meningkat. Masyarakat juga mengaku khawatir dengan adanya judi sabung ayam akan berdampak terhadap anak-anak mereka. (wek)

LUBUKLINGGAU - Berdasar pengalaman tahun sebelumnya, soal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lubuklinggau terdapat tiga wilayah yang dianggap rawan kebakaran. Yakni, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Lubuklinggau Selatan II, dan Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

"Titik rawan pantauan kami Bukit Sulap paling bahaya, kemudian wilayah Kecamatan Utara I, Selatan II dan Timur II di pinggir jalan," kata Kepala Damkar dan Penanggulangan Bencana Daerah Lubuklinggau, Kgs Ferry usai Rakor lintas sektoral tentang penanganan Karhutla di wilayah hukum Polres Lubulinggau, Rabu (22/3) di Mapolres Lubuklinggau.

Kebanyakan kebakaran lahan yang terjadi di Lubuklinggau akibat pembukaan lahan. Di samping itu, penyebab lainnya yakni keberadaan lahan kosong yang berada dipinggir jalan acapkali terbakar akibat pengendara membuang puntung rokok sembarangan.

"Di Lubuklinggau, 50 persen Karhutla akibat buka lahan," ujarnya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat meringkus Eman alias Elman (24) yang merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus curat. Tersangka diringkus, Sabtu (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB tanpa perlawanan saat tengah bertandang ke rumah temannya di daerah Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong (Bengkulu).

Penangkapan terhadap warga Jl Kelabat, Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur itu menindaklanjuti Laporan Polisi B -205/XII /2016/ Sek/Barat 11 Desember 2016. Tersangka melakukan curat terhadap korban Edwar (33) di Toko Tani Kencana, Jl Jenderal Sudirman, depan Bank BRI Pasar Inpres, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

"Kita dapat informasi keberadaan pelaku. Informasi di dalami dan bekerja sama dengan unit Reskrim Polsek Kota Padang untuk melakukan penangkapan," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sofyan Hadi.

Setelah dilakukan penangkapan, tersangka selanjutnya diinterogerasi dan mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian dengan membobol Toko Tani Kencana. Dalam beraksi, mereka bertiga yakni Hendra Siswanto (napi), Buyung (DPO) dan tersangka Eman alias Elman.

"Sabtu (10 Desember 2016) jam 03.00 WIB, pelaku melakukan pencurian di Toko Tani Kencana dengan cara Hendra dan Buyung masuk ke dalam toko lewat pintu belakang dengan merusak gembok," ujarnya. (wek)

Halaman 1 dari 28

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca