PALEMBANG - Delapan pemenang beruntung kuis Sriwijaya FC dan Sumatera Ekspres diumumkan. Dalam undian yang berlangsung di Graha Pena itu dihadiri langsung Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, Kamis (16/2).

Turut hadir pula jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) seperti Direktur Pertandingan dan Kompetisi Augie Bunyamin, Sekertaris PT SOM Faisal Mursyid, Direktur Keuangan Yuliar, dan Sekertaris tim Sriwijaya FC Ahmad Haris.

Dodi yang baru saja terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin ini menyambut atas antusias besar dari kuis Sriwijaya FC. Wajar mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito, memang salah satu tim sepakbola terbesar sekaligus ikon di Sumsel.

Sedangkan Sumatera Ekspres yang juga menjadi koran terbesar di Sumsel juga sukses menjadi media partner Sriwijaya FC dari tahun ke tahun.

"Insya Allah kuis ini kita harap akan terus belanjut. Bahkan tahun depan kita harap konsepnya kita perbesar lagi, hingga ke pelosok-pelosok kabupaten," kata Dodi di sela kata sambutannya.

Lebih besar lanjut Dodi, maksudnya yakni di setiap kabupaten juga siap digelar satu kuis undian. Dengan begitu, pecinta klub Sriwijaya FC yang ada di setiap daerah juga bisa ikut dalam kuis undian tahun depan.

"Kita harap Sriwijaya FC bisa terus ditopang, dalam hal kerja sama publikasi bersama Sumeks Grup," tuturnya.

Senada Wakil GM Harian Sumatera Ekspres H Mahmud juga menyambut baik, dengan kerja sama yang dilakukan Sriwijaya FC dan Sumeks Grup. "Untuk menampung partisipasi Sriwijaya FC yang cukup besar tidak hanya di Palembang. Maka tahun depan kita siap membuat kuis dengan konsep lebih melebar di setiap regional kabupaten. Seperti Sekayu, Muba, LubukLinggau, ataupun Lahat," jelasnya. (cj11)

Daftar Pemenang Kuis Sriwijaya FC:

1 Unit Sepeda Motor
-Sri Mastuti (32 Ilir Palembang) NIP :1671016603770004

1 Unit Televisi
-M Hasan Haikal (Palembang) Nip :167111070985002

1 Unit Kulkas
-M Wahyudi (Lubuk Linggau)Nip :1673062904840003

5 Jersey Original Sriwijaya FC
-Kemas Ramadhan (Palembang) Nip :1671046607900003
-Yuliana A(Palembang) Nip: 1671046607900003
-Sri intaniah (Palembang) Nip: 1671086710630001
-Yolanda Aresta (Lubuk Linggau)Nip : 1673054212970001
-Jumana (Kertapati Ogan baru)Nip :1671134608930002

SEKAYU - Pasangan calon kepala daerah Muba yang maju dari jalur independen, ternyata hanya Cawabup Ahmad Toha yang mempunyai hak pilih. Cabup Amiri Arifin tidak mempunyai hak pilih. Ahmad Toha sendiri menggunakan hak pilihnya di TPS 9 Desa Srigunung, Kecamatan Sungai Lilin. 

Dia datang didampingi sang istri yang juga mempunyai hak pilih. Toha berharap Pilkada Muba berjalan aman dan lancar dan menghasilkan pemimpin sesuai harapan rakyat Muba. "Siapa pun yang terpilih adalah terbaik bagi masyarakat Muba," kata Toha. (kur)

SEKAYU - Cawabup Muba Beni Hernedi dan istri Susi Imelda menggunakan hak pilihnya di TPS Desa Tanah Abang, Kecamatan Batanghari Leko sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan Beni di kampung halamannya itu disambut hangat warga desa tersebut. Mereka menyapa mantan Wabup Muba tersebut. 

Setibanya di TPS, Beni ikut antrean bersama warga lainnya yang akan menggunakan hak pilihnya. Setelah menunggu beberapa saat, Beni dipanggil dan langsung masuk ke bilik suara. 

"Semoga pelaksanaan Pilkada berjalan dengan baik dan lancar. Semoga pemimpin yang terpilih sesuai harapan masyarakat," kata Beni. (yud)

SEKAYU - Pilkada Muba dilakukan serentak bersama 75 kabupaten/kota lainnya di Tanah Air, Rabu (15/2). Calon Bupati Muba Dodi Reza Alex menggunakan hak pilihnya di TPS Kelurahan Kayuara, Kota Sekayu pada pukul 10.15 WIB. Dia didampingi sang istri Thia Yufada. Namun yang menggunakan hak pilih ini hanya Dodi. Sedangkan Thia Yufada tidak terdaftar sebagai mata pilih. Saat tiba di TPS, warga menyalami putra Gubernur H Alex Noerdin itu.

Penjabat Bupati Muba H Yusnin, anggota DPD RI H Hendri Zainuddin dan pejabat Pemkab lainnya melakukan monitoring ke beberapa TPS di Kota Sekayu. "Kita berharap Pilkada Muba berjalan aman dan lancar," kata Yusnin. (yud)

JAKARTA – Potensi ketidakserentakan penyelenggaran Pilkada 2017 di 101 daerah, hari ini (24/2) muncul dari faktor eksternal. Yakni adanya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. “Kalau secara administratif semuanya sudah beres, tapi itu (bencana alam, red) sulit diantisipasi,” ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Hotel Burobudur, Jakarta, kemarin.
Diakuinya, ada sejumlah daerah dilaporkan masih terkena dampak cuaca ekstrem, di antaranya Kabupaten Pandeglang, Lebak, Pati, dan sejumlah wilayah lain di Indonesia timur. Meski demikian, dia menegaskan kondisinya masih memungkinkan dilakukan pemungutan suara.
Karena itu, sebagai antisipasinya, pihaknya menginstruksikan agar dilakukan penyesuaian lokasi TPS jika sewaktu-waktu ada kondisi alam yang tidak terduga. “Nanti dilihat dari relokasi pemilihnya di sana, misalnya ditempatkan di pengungsian, nanti di sana akan didirikan,” imbuhnya.
Selain aman, tuturnya, syarat mendirikan TPS harus aksesibel. Meski dibayangi cuaca kurang bersahabat, mantan Ketua KPU Jawa Barat itu berharap semangat pemilih datang ke TPS tidak redup. Pasalnya, semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih, kualitas dan legitimasi atas kepala daerah terpilih lebih kuat.
Dalam Pilkada kali ini, terangnya, KPU menetapkan angka partisipasi 77,5 persen. Angka itu meningkat dari capaian partisipasi Pilkada 2015 lalu di angka 69 persen. Dengan sejumlah upaya, dia optimis itu bisa tercapai. “Mudah-mudahan ekspektasi yang kita lakukan tercapai,” tuturnya.
Berdasarkan data dihimpun, adanya bencana alam sempat pengaruhi proses tahapan Pilkada. Di Pati misalnya, sejumlah TPS dilaporkan mengalami sejumlah pergeseran lokasi. Sementara di Banten, banjir yang menerjang sejumlah wilayah membuat distribusi logistik sempat terhambat.
Bagaimana di Sumsel? Staf BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, Dara Kasihairani mengatakan, hampir seluruh wilayah Sumsel juga diprediksi diguyur hujan hari ini. “Untuk wilayah Muba, Mura, Muara Enim, dan Lahat perlu diwaspadai adanya potensi hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir,” ujarnya.
Potensi hujan turun di siang hari. Intensitas curah hujannya sedang, 20-50 milimeter dan hujan lebat 51-100 milimeter. “Untuk Palembang diperkirakan akan hujan sejak pagi hari sampai siang,” bebernya.
Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, mengatakan, adanya cuaca yang tidak stabil menjadi tantangan bagi penyelenggara. Pasalnya, antusiasme masyarakat memilih mengalami penurunan. Selain aspek antusiasme masyarakat, Masykur menilai kondisi cuaca juga bisa berdampak pada adanya mobilisasi oknum tertentu. “Kalau hujan, keinginan datang ke TPS malas. Maka potensi menggerakkan orang dengan uang bisa terjadi,” ujarnya.
Meski demikian, dia mengingatkan agar pemilih bisa tetap datang tanpa harus tergadaikan kemandiriannya. “Kemandirian pemilih melakukan pemungutan suara menentukan masa depan daerah,” ujarnya. Bukan hanya menggunakan hak pilih, dia juga menyarankan agar pemilih tidak langsung pulang. Melainkan, ikut mengawal pelaksanaan penghitungan suara. “Dengan menyediakan waktu di TPS, kita dapat mengawal proses pemungutan suara secara lebih jujur dan adil, serta memastikan suara kita di TPS tidak dicurangi,” tambahnya. Apalagi, hari ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah.
Terpisah, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Daniel Zuchron menambahkan, hingga H-2 pemungutan suara, pihaknya masih menerima adanya sejumlah persoalan administratif yang belum klir. Di antaranya distribusi surat keterangan (suket) pengganti e-KTP belum terbuka maupun di temukannya formulir C6 bermasalah. “C6 bermasalah ditemukan di Bangka Belitung, Jakarta selatan, hingga Sulawesi Barat Karena berlebih jumlahnya,” ujarnya di Kantor Bawaslu RI, kemarin.
Sementara distribusi suket yang tertutup nyaris terjadi di semua daerah. Padahal, lanjutnya, dengan angka ditribusi yang terbuka, maka upaya pencegahan atas adanya upaya penyalahgunaan bisa dilakukan lebih dini. “Di beberapa lokasi kabarnya sudah ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Selain yang bersifat administratif, persoalan lain yang masuk ke jajarannya menyangkut netralitas petugas penyelenggara di tingkat KPPS. Di beberapa wilayah, kasus dugaan keberpihakan KPPS banyak dilaporkan, di antaranya Jakarta Barat dan Mamuju.
Meski demikian, dia optimis, dalam waktu sehari dua hari ini sudah dilakukan sejumlah pembenahan oleh penyelenggara, sehingga saat pemungutan suara hari ini persoalannya relatif sudah lebih diminimalkan.

Coblos Pakai Hati
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan pelaksanaan pilkada momentum kedaulatan rakyat. Untuk melaksanakannya, masyarakat diminta menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara hari ini. “Jangan sampai kedaulatan ditukar sembako ataupun uang ratusan ribu,” kata Zulkifli.
Menurut Zulkifli, KPU dan Bawaslu diharap bisa menjadi wasit yang adil. Hal ini penting supaya pelaksanaan pilkada berjalan aman, tertib, dan damai. “KPU dan Bawaslu harus bisa mengawal, supaya pilkada berjalan jujur dan hasilnya legitimate,” ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.
Lebih lanjut, pilkada adalah ajang adu konsep dan gagasan. Pilkada adalah pertarungan demokratis antar anak negeri. Karena itu, perbedaan pilihan jangan sampai menjadi pemicu adanya perpecahan. “Pilihan boleh berbeda, tapi persaudaraan dan persatuan tetap yang utama,” tandasnya.
Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan, setiap pasangan calon (paslon) sudah menyampaikan visi misinya baik melalui kampanye maupun debat terbuka. Jadi, masyarakat sudah mengetahui sosok calon kepala daerah yang akan ikut berkompetisi dalam pilkada.
Menurut Ketua DPP Partai Golkar itu, saatnya rakyat memilih sesuai dengan hati nuraninya. Meski disertai dengan suasana hingar-bingar, kasak-kusuk dan riuh, cukuplah kebisingan yang menguras pikiran itu sebagai pembelajaran untuk semua. “Masa depan daerah kita dan masa depan bangsa dan negara kita berada di tangan rakyat sebagai pemilik suara,” ucapnya.
Dia menjelaskan, pilkada adalah ajang kontestasi yang sejatinya menghasilkan pemimpin yang betul-betul dipercaya mampu membenahi persoalan yang ada. Persoalan yang terkait dengan hajat hidup rakyat dalam menggapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.
Setnov mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilih dengan jujur, bebas langsung dan rahasia. Tanpa intimidasi, tanpa rekayasa serta tanpa intervensi dari pihak manapun. Jadikan pilihan sebagai penentu kebaikan. “Untuk diri kita, untuk keluarga kita, untuk masyarakat kita dan untuk generasi kita masa depan,” paparnya.
Meski berbeda pilihan politik, kesatuan bangsa dan negara serta keutuhan sebagai sesama anak bangsa harus dikedepankan. Siapapun yang terpilih sebagai pemimpin adalah bagian dari rakyat. Pilkada serentak merupakan awal yang baik untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan mengisinya dengan semangat kerukunan. “Perbedaan adalah sumber kekuatan, dan sebaliknya perpecahan hanya akan membuat tujuan berbangsa dan bernegara kita semakin jauh dari harapan,” tuturnya.
Pernyataan senada juga disampaikan Wakil Presiden RI Jusauf Kalla. JK menuturkan, pilkada yang damai merupakan dambaan seluruh rakyat. Masyarakat tidak hanya menginginkan kepala daerah yang berkualitas, namun juga suasana pesta demokrasi yang meriah nan sejuk. Kemeriahan dan kesejukan itu akan dibuktikan saat para pemilik suara menggunakan hak pilihnya di masing-masing TPS.
Karena itu, JK mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga agar proses pemungutan suara hari ini berjalan dengan damai dan lancar. Bagaimanapun, pilkada merupakan bagian dari proses demokrasi di Indonesia. “Demokrasi yang baik adalah demokrasi yang damai, bertanggung jawab, dan juga tentu bersifat rahasia dan bersih,” ujarnya.
Bila prosesnya bisa berjalan dengan baik dan lancar, lanjut JK, masyarakat akan mampu memilih dengan jernih sehingga menghasilkan pemimpin yang tepat. Kriterianya sederhana. Pemimpinnya baik, bersih, dan memang memiliki kemampuan untuk memimpin daerahnya masing-masing. Dengan demikian, barulah bisa dihasilkan kemajuan di tiap-tiap daerah.
Proses demokrasi yang meriah dan sejuk akan berdampak positif bagi masyarakat. Ujungnya tentu adalah kemajuan daerah. Karena untuk selanjutnya, kepala daerah terpilih bisa langsung bekerja tanpa disibukkan menyelesaikan persoalan yang terjadi selama pilkada. “Mari kita semua bersama-sama ke TPS dengan senyum, bahagia, mengharapkan pemimpin yang baik,” tambahnya.

Jokowi-JK ikut Nyoblos
Hari ini, sejumlah tokoh juga akan ikut serta memberikan suaranya di pilkada. Termasuk di antaranya Presiden Joko Widodo dan Wares Jusuf Kalla. Jokowi akan menunaikan hak suaranya bersama Ibu Negara Iriana Jokowi di Pilgub DKI Jakarta. Keduanya terdaftar sebagai pemilih di TPS 04 Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Sementara, Wapres Jusuf Kalla sekeluarga akan nyoblos di dekat kediaman JK di kawasan Brawijaya Jakarta Selatan. JK, Mufidah Jusuf Kalla, dan tiga anaknya, yakni Chairani Jusuf Kalla, Muchlisa Jusuf, dan Solihin Jusuf Kalla terdaftar di TPS 03, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru Jaksel. (far/bay/lum/byu/uni/ce1)

MUSI BANYUASIN - Pemilihan kepala daerah serentak 101 daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, berlangsung hari ini (15/2). Siapa yang akan memimpin Bumi Serasan Sekate itu, lima tahun ke depan (2017-2022), tergantung dari 464.909 pemilih yang punya hak suara.
Hanya saja, melihat peta dan dukungan partai politik, di atas kertas pasangan muda Dodi Reza Alex - Beni Hernedi sudah kantongi kemenangan. Ada 11 parpol dengan 45 kursi parlemen yang memperjuangkan kandidat nomor urut 1, putra gubernur H Alex Noerdin dan incumbent Beni tersebut. Yakni, Partai Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, NasDem, PKS, Hanura, Demokrat, PKB, PPP, dan PBB.
Sebaliknya, yang menjadi lawan politik adalah calon perseorangan (independen). Pasangan Amiri Aripin-Ahmad Toha. Orang menyebut paslon nomor urut dua ini sebagai calon boneka. Namun, baik Amiri maupun Toha menepisnya dengan aktif melakukan kampanye. Gerilya dari kecamatan yang satu ke kecamatan lain.
Baik Dodi maupun Amiri sama-sama yakin menang. “Kita optimis memenangkan pertarungan Pilkada Muba,” ujar Dodi kepada Sumatera Ekspres. Kemarin, suami Thia Yufada itu, menyempatkan diri menjemput kedua putri kembarnya yang bersekolah di kawasan Brawijaya, Jakarta. “Selama jadi anggota DPR RI idak sempat jemput mereka. Apalagi, sejak nyalon jadi cabup Muba. Sibuk blusukan,” tuturnya.
Tak hanya itu. Dodi juga berziarah ke makam neneknya di TPU Tanah Kusir Jakarta. Selama masa tenang 12-14 Februari, dia lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah swt.
Tanpa bermaksud mendahului, Dodi yakin kemenangannya sudah di depan mata. Apalagi, salah satu lembaga survei mengunggulkan dia dan Beni Hernedi “Kami tidak terlalu memusingkan hasil survei. Tidak boleh jumawah. Berdoa dan lihat nanti hasilnya,” ujar Dodi dibincangi di rumah pribadi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Jl Merdeka No 1, tadi malam.
Dodi berterima kasih atas dukungan 11 parpol. Baik yang punya kursi di parlemen maupun parpol non parlemen. Diakuinya, baru pertama kali terjadi di Indonesia ada pasangan calon yang didukung seluruh parpol peserta pemilu.
“Ini luar biasa bagi kami,” katanya. Dalam setiap kesempatan, dia selalu mewanti-wanti tim sukses (timses) agar menjauhi politik uang. Tidak ada dalam kamus pasangan nomor urut 1 yang namanya serangan fajar.
“Karena saya haramkan, itu pidana,” tegas Dodi. Diyakininya, di zaman sekarang orang akan berpikir seribu kali untuk memberikan uang. Sebab, ada sanksi hukum jika terbukti melakukan money politic itu.
Untuk hari ini, Dodi akan menyalurkan suaranya di TPS Kayuara di Kecamatan Sekayu. “Saya akan pergi bersama keluarga,” jelasnya. Dodi yakin, pilkada Muba berjalan aman dan damai, tanpa terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. “Bersama-sama, hari ini kita akan menunggu hasil perhitungan suara. Saya berdoa semoga menang dan saya yakin insyaAllah kami akan menang,” tandasnya.
Beda dengan wakilnya, Beni Hernedi. Mantan Wakil Bupati Muba itu, terlihat santai dan konsolidasi dengan seluruh kader PDI-Perjuangan di kantor DPC PDI-Perjuangan, Muba. “Konsolidasi untuk pengecekan tabulasi dan penyebaran saksi,” jelasnya. “Saya juga sudah ziarah ke makan bapak di Desa Tanah Abang Kecamatan Batang Hari Leko. Berdoa,” katanya lagi.
Cabup jalur perseorangan (independen) Amiri Aripin bersantai di posko pemenangan Jl Lingkar Randik Sekayu. Kontraktor itu, tengah berkoordinasi dengan tim suksesnya untuk menjaga perolehan suara.
Dia juga menggelar yasinan hingga mengunjungi kediaman tokoh masyarakat Sekayu. “Saya datangi Pak Usman Saleh. Minta doa restu dan berkenan Amiri menang jadi Bupati Muba,” ungkapnya.
Amiri mengaku sangat santai dan tak punya beban dalam menghadapi pemungutan suara hari ini. “Saya sudah 1,5 tahun berjuang agar bisa maju di Pilkada Muba. Target ya terpilih. Kalaupun kalah, itu adalah ketetapan Allah SWT. Bukan ketetapan seseorang.”
Lanjutnya, setiap pemilihan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Tapi, menjadi catatan bahwa kekalahan itu bukan lantaran kecurangan yang terjadi. “Mudah-mudahan bisa terpilih sebagai Bupati. Saya akan maksimalkan potensi Kabupaten Muba, demi meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang ada,” janjinya.
Cawabup nomor urut 2, Ahmad Toha SPdI MSi memanfaatkan waktunya untuk beristirahat di kediamannya, lingkungan Ponpes As-Salam, Desa Srigunung, Sungai Lilin, Muba. Salah satu penggagas Presidium Muba Timur itupun gelar yasinan. “Kumpul keluarga dan para santri,” ujarnya.
Toha mengaku tidak kecapaian dua bulan penuh berkeliling Muba. “Saya tidak terlalu memikirkan menang atau kalah. Pilkada bukan sesuatu yang harus didewakan karena merupakan bagian dari kehidupan berbangsa,” ungkapnya.
Parpol Optimistis
Lantas bagaimana dengan parpol pendukung? Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan, HM Giri Ramanda N Kiemas mengaku pihaknya optimis paslon nomor satu, Dodi Reza-Beni Hernedi bisa menang di Pilkada Muba 2017. Apalagi kekuatan partai besar, PDIP, Golkar, dan seluruh partai sudah bersatu mendukung mereka. “Kami yakin basis suara pemilih Dodi-Beni bisa sampai 75 persen, bahkan mungkin 90 persen,” ujarnya, tadi malam.
Dia yakin, Dodi-Beni bisa benar-benar melayani rakyat. Menjadi pemimpin jujur, tanpa kasus (korupsi, red) apapun. “Selama Dodi menjadi wakil rakyat maupun Beni menjadi pemimpin Muba juga tanpa ada masalah. Makanya, kami (PDIP) mendukung keduanya karena bersih. Juga komitmen mau menjalankan pemerintah yang bersih,” tandasnya.
Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumsel, Agus Sutikno juga memiliki keoptimisan serupa. “Kami lihat Dodi-Beni punya peluang besar untuk menang. Mungkin bisa di atas 80 persen,” ujarnya, tadi malam.
Dia beralasan, pertama karena rivalitas (pesaing) di Pilkada Muba 2017 tidak kencang. Hanya satu paslon independen. Sementara Dodi-Beni didukung oleh seluruh partai. Tentu setiap partai punya mesin politik untuk menggerakkan timnya meraih dukungan warga dan basis suara. Tak hanya itu, warga Muba juga sudah tahu bagaimana track record Dodi dan Beni.
Terkait banyaknya kasus OTT kepala daerah korupsi, Dia pun yakin paslon ini bisa belajar dari pengalaman kasus-kasus sebelumnya, baik itu di Banyuasin, Muba, Empat Lawang, dan daerah lain. “Semua partai politik tentu berharap yang sama, bahwa pasangan ini, jika terpilih, bisa menjalankan pemerintahan yang bagus dan tanpa korupsi,” tandasnya.
Ketua DPW PKS Sumsel Erza Saladin juga menyampaikan optimisme paslon yang mereka usung bisa menang di Pilkada Muba. “Insya Allah bisa menang,” kata Erza. Apalagi, disebut Erza, paslon yang diusung figur yang dirindukan masyarakat dan memiliki kapasitas.
Mereka (Dodi-Beni, red) juga energik, masih muda, dan siap membangun Muba dengan berbagai sumber daya alam. Di samping bisa menjadi solution maker dan simpatik masyarakat. “Terpenting komitmen tidak berbuat yang bisa mencoreng nama baik mereka, partai, dan daerah ketika terpilih,” katanya.
Sekretaris Gerindra Sumsel, H Novran Marjani mengungkapkan hal yang sama. “Karena Dodi-Beni punya track record yang baik dan berintegritas, makanya paslon ini bisa menang” katanya. Pihaknya melihat ada antusias masyarakat karena berharap ada perubahan.
Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) PAN Sumsel, Mardiansyah juga berharap paslon yang mereka usung bisa merealisasikan apa yang menjadi visi misi, komitmen menyelesaikan berbagai persoalan di Muba. Termasuk komitmen tidak melakukan korupsi dan money politik. Apalagi, di Muba masih banyak masyarakat miskin. Ini bertolak belakang dengan sumber kekayaan alam melimpah yang dimiliki Muba. “Kami pun meyakini kemenangan bisa diraih,” pungkasnya.
Ketua DPD Nasdem Muba, Ziadatulher, mengatakan rekam jejak pasangan Dodi-beni luar biasa, Tak ayal Nasdem mengukung pasangan itu. “Pasangan ini pantas memimpin Muba,” tambahnya.
Ketua DPD PKB Muba, Zainul Munasichin, mengakui, partai telah perintahkan seluruh kader, mendukung dan memenangkan pasangan Dodi-Beni. Yang terpenting melakukan pengamanan perolehan suara yang ada. “Kita tak ingin hilangnya perolehan suara yang diraih pasangan ini,” cetusnya.
Sementara Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel, Ir Erfanto MSi mengaku pihaknya sudah all out untuk memenangkan Dodi-Beni. Yakni menerjunkan tim ke masyarakat, sosialisasi paslon, memberi pemahamam Pilkada, dan lainnya. “Kami sudah kerja semaksimal mungkin, karena itu kami berharap target partai (Dodi-Beni menang, red) bisa terealisasi,” tambahnya.
Pihaknya pun meyakini, jika menang, Dodi-Beni mampu menjalankan roda pemerintahan sesuai visi misinya. “Kami juga melihat selama ini track record keduanya dalam memimpin sangat bagus.”
Pengamat Politik Sumsel, Joko Siswanto memprediksi Dodi-Beni bisa menang, bahkan di atas 50 persen. Keyakinan ini tak lain karena paslon nomor 1 ini didukung seluruh partai politik. “Dalam sejarah politik di Sumsel, tak pernah sama sekali paslon independen bisa memenangkan pertarungan politik dalam pilkada,” tuturnya. Sementara, Dodi-Beni didukung oleh semua parpol. Tentu saja, setiap parpol punya basis suara atau konstituen masing-masing.
“Parpol punya kursi di DPRD karena didukung masyarakat. Mesin politiknya jalan dari bawah, ini yang memungkinkan paslon didukung parpol lebih mudah meraih banyak suara,” katanya. Sementara, paslon independen tanpa basis apapun (partai, red), meski mereka punya pendukung sendiri tentu tidak sebanyak konstituen parpol.
Diketahui, sebanyak 464.909 pemilih akan mencoblos di 1.464 TPS (tempat pemungutan suara). Tersebar di 14 kecamatan yang ada. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muba sudah mencetak 477.241 lembar surat suara. Mengadakan, 1.504 kotak suara, serta 2.928 bilik suara. Seluruh logistik sudah tersebar di TPS.
KPU Muba mendirikan empat TPS VVIP. Yakni TPS di Kelurahan Balai Agung, lokasi PJ Bupati Muba Yusnin SSos MSi melakukan pencoblosan. TPS di Kelurahan Kayuara tempat Dodi Reza mencoblos, TPS di Tanah Abang Kecamatan Batang Hari Leko tempat Cawabup Beni Hernedi, dan TPS di Kecamatan Sungai Lilin, Cawabup Ahmad Toha. Sementara Cabup Amiri Aripin dipastikan tidak mencoblos karena tidak memiliki KTP Sekayu.
Di sisi lain, sekitar pukul 10.00 WIB, KPU Muba memusnahkan 302 Surat Suara. Meliputi 35 lembar surat suara rusak atau robek dan 267 surat suara lebih. Pemusnahan lewat pembakaran itu, dihadiri saksi tim kedua paslon, Panwaslu serta aparat keamanan.
Ketua KPU Kabupaten Muba, H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi, mengatakan, pelaksanaan pemusnahan kertas suara itu, menindaklanjuti PKPU No 1 tahun 2016 atas perubahan PKPU No tahun 2015. “Kita takutnya, ada penyalahgunaan surat suara yang ada,” tandasnya.
Komisioner KPU Sumsel, Ahmad Naafi SH MKn menambahkan KPU akan melakukan proses perhitungan cepat. “Ada sistim aplikasi berdasar hasil pelaporan scan C1 dari hasil Pilkada. Ini disampaikan langsung ke KPU RI lalu dihitung,” kata duia, kemarin. Hasilnya bisa dilihat di website KPU, termasuk Pilkada Muba.
Menurutnya, lima komisioner KPU Sumsel pun ikut turun memonitoring Pilkada Muba. “Kami ingatkan jika ada petugas KPPS ragu dengan pemilih yang hadir di TPS, terdaftar di DPT, tapi tidak membawa formulir model C6-KWK, maka pemilih wajib menunjukkan KTP atau identitas lain seperti paspor,” imbuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Selatan Septiana ZR mengatakan, jumlah wajib e-KTP di Sumsel itu sekitar 5.842.384 penduduk dengan total perekaman 5.221.155 atau sekitar 89.37 persen.
Khusus di Muba ada 438.375 wajib E-KPT namun yang sudah melakukan perekaman 375.315 atau sekitar 85,62 persen. Jadi 63.060 penduduk belum merekam. “Total ada 338.408 yang sudah melakukan pencetakan,” katanya.
Namun, bagi masyarakat Muba yang tidak memiliki e-KTP tetap bisa menyalurkan hak suara-nya dengan menunjukan surat keterangan (suket) sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri. Hanya saja, surat Suket -nya tidak asal-asal (sembarangan). Tapi dikeluarkan oleh Disdukcapil. “Ada bentuk dan form-nya sendiri suket itu,” katanya.
Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, pada pelaksanaan Pilkada 2017 gelombang kedua, hari ini (15/2), ada 41.205.115 pemilih yang akan menentukan masa depannya di 106.010 TPS. “Ada 101 daerah penyelenggara Pilkada. Pada prinsipnya semua daerah itu siap melaksanakan pemungutan suara hari ini,” ujarnya. Semua keperluan logistik pemungutan juga sudah sampai di lokasi.
Komisioner Panwaslu Bidang Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, M Sigit Nugroho mengatakan sejauh ini pihaknya menerima 10 aduan pelanggaran. Indikasi pelanggaran itu melibatkan petugas pengawas lapangan (PPL), aparatur sipil negara, kades yang ikut mendukung salah satu paslon. “Kita sudah undang dan memeriksa pelanggaran yang ada,” tandasnya. (yud/tom/kms/bis/cj10/ce1)

MASALAH anggaran beres. Namun, Pilkada Muba sepertinya masih bermasalah pada daftar pemilih tetap (DPT). Lho, kok? Ya, Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) menemukan sekitar 2 ribu mata pilih ganda. Itu berdasarkan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) sampling yang dilakukan petugas.
“Kita (panwaslih) telah meminta dan rekomendasikan KPU Muba segera menghapus mata pilih yang teridentifikasi ganda,” ungkap M Sigit Nugroho, Komisoner Panwaslih Muba Divisi Pencengahan dan Hubungan Antar-Lembaga.
Rekomendasi, tambah dia, telah diajukan sebelum penetapan DPT. Surat rekomendasi per 25 Januari dan 30 Januari lalu. “Harusnya temuan mata pilih ganda ini dilakukan penghapusan dari DPT,” jelasnya.
Lanjutnya, Panwaslih belum mendapatkan kejelasan mengenai mata pilih ganda ini. Termasuk juga mata pilih ganda tidak identik. Yakni nama sama, tapi nomor induk kependudukan (NIK) berbeda. Lalu mata pilih ganda identik, lantaran dua faktor seperti bisa alamat, nama dan tempat tinggal sama, tapi beda NIK.
Yang lebih tragisnya lagi, beredar laporan jumlah mata pilih ganda di DPT sekitar 12 ribu. Sebenarnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muba, telah berikan saran agar warga yang tak memiliki dan belum merekam e-KTP, dikeluarkan dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).
Anehnya KPU Kabupaten Muba tak melakukan itu. Bahkan, Disdukcapil telah menerbitkan 35 ribu lebih surat keterangan (suket). ”Apabila seluruh pemilih ini, melakukan pencoblosan pada 15 Februari mendatang, bisa jadi surat suara akang kurang.”
Kalkulasinya, DPT 464.909 pemilih dikurangi 2 ribu mata pilih ganda. Hasilnya sekitar 462.909 pemilih. Lalu ditambah 35 ribu pemilih menggunakan suket sehingga total menjadi 497.909. Sebaliknya, KPU Muba mencetak surat suara hanya sekitar 477.241 lembar. “Potensi kekurangan surat suara 11 ribuan,” tukasnya.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Muba, Hj Asmarani SSos MSi, mengakui, masih ada mata pilih ganda di DPT Pilkada Muba. Pihaknya telah melakukan perubahan dan up-date ulang di beberapa kecamatan. “Memang mata pilih ganda ini, tidak dihapus dari DPT,” jelasnya.
Hanya saja, mereka tidak akan mendapat formulir C6 (undangan) untuk melakukan pencoblosan. “Ini antisipasi agar mata pilih ganda tidak digunakan oleh orang tak bertanggung jawab. Nanti, mata pilih ganda ini kita umumkan di PPS dan TPS,” tegasnya.
Ketua KPU Kabupaten Muba, H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi, mengatakan pihaknya sudah memberi tahu Panwaslih dan Paslon, mengenai mata pilih ganda ini. Sosialisasi ke tingkat PPK, PPS serta KKPS. Bila ditemukan mata pilih ganda ya dicoret saja,” jelasnya.
Kok masih ada mata pilih ganda? Kata Firdaus, penetapan DPRT telah sesuai. Hanya saja terjadi kekeliruan sistem dan human error. “Soal Suket diterbitkan berdasarkan base kependudukan. Dan tidak ada penambahan pemilih baru. Jadi, jangan salah persepsi.”
Mengenai surat suara kurang, Firdaus menegaskan, pihaknya telah mencetak surat suara sesuai DPT dan tempat pemungutan suara (TPS). Di tambah cadangan 2,5 persen. “ Total surat suara yang dicetak 477. 241,” pungkasnya.
Bagian lain, meskipun sudah masa tenang Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Muba periode 2017-2022, mulai 12-14 Februari, namun alat peraga kampanye (APK) masih marak. Baik berupa spanduk, poster maupun umbul-umbul, belum diturunkan.
“KPU telah berikan imbauan kepada paslon dan tim sukses, melakukan penurunan dan pembersihan APK yang ada,” kata Ketua KPU Muba Ahmad Firdaus Marvel’s.
Mengenai masih ada APK yang yang belum diturunkan itu. Memang, diakuinya, tim paslon telah mengajukan permohonan mohon waktu, melakukan pelepasan APK secara menyeluruh. Ini lantaran mereka keterbatasan tenaga dan personel yang dimilikinya. Meski demikian, keberadaan APK adalah tanggung jawab Panwaslu dan akan ditindaklanjutinya.
Ketua Panitia Pengawas Pilkada (Panwaslih) Kabupaten Muba, Andi Gunawan SH, menambahkan, tugas menurunkan APK adalah tanggung jawab paslon dan tim suksesnya. “Kalau bandel, ada saksi administrasi.”
Bagian lain, distribusi logistik mulai bergeser dari kecamatan ke desa-desa. Seperti dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sungai Lilin kemarin (12/2). Sejak pukul 10.00 WIB logistik di bawah dari sekretariat PPK Sungai Lilin dikawal langsung unsur tripika dari Camat, Kapolsek hingga Danramil.
“Rencananya bergeser Sabtu, tapi hasil rapat koordinasi dengan Tripika pengiriman baru dilakukan hari ini (kemarin, red),” kata Ketua PPK Sungai Lilin M Zainun Putra. Di tingkat desa atau PPS logistik tersebut akan bermalam selama dua hari. “Linmas yang menjaganya.”
Kapolsek Sungai Lilin AKP Ardeva Lumy SIK, mengatakan, mereka terus memantau keberadaan logistik tersebut. ”Kalau pengamanan nanti linmas tapi kita juga akan terus memantau, beberapa orang dari kami nanti akan berkeliling ke desa-desa untuk memastikan supaya logistik dalam keadaan aman,” pungkasnya. (yud/kur/tim/ce1)

SEKAYU – Pengamanan ketat diberlakukan pada debat publik terakhir pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Muba di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Sabtu (11/2). Acara yang akan dihadiri pasangan calon nomor urut 1 Dodi Reza-Beni Hernedi dan pasangan nomor urut 2, Amiri Arifin-Ahmad Toha itu, dimulai pukul 19.30 WIB.
Sebanyak 231 personel kepolisian bersenjata lengkap sudah disiapkan untuk mengamankan lokasi acara. Rincinya, 65 personel BKO dari Brimob Polda Sumsel dan 166 anggota Polres Muba. “Kami juga sebar tujuh penembak jitu di sekitar gedung,” ungkap Kapolres Muba AKBP Julihan Muntaha SIK melalui Kasubag Bin Ops AKP Junarto, kemarin.
Dijelaskan, pengamanan dilakukan pada radius 176 meter di luar gedung. Untuk masuk ke sana, harus menembus pengamanan berlapis. Ada personel Dalmas di lapis pertama, Dalmas di lapis lanjutan, Brimob serta sniper.
“Akan dilakukan penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas di sekitar gedung acara sesuai situasi,” tambah AKP Junarto. Dibuka dua pintu untuk masuk ke Gedung Dharma Wanita tersebut. Yakni pintu depan dan samping.
Masing-masing pintu dilengkapi metal detector. Para tamu dan undangan yang hadir akan diperiksa. “Dilarang membawa senjata dan alat peraga kampanye lain,” tegasnya.
Selain itu, yang diperbolehkan masuk gedung itu hanya mereka yang memiliki kartu undangan dan tanda pengenal (ID Card) saja. Tim kampanye paslon dibatasi jumlahnya. Hanya 80 orang saja.
Ketua KPU Kabupaten Muba, H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi, mengatakan, kedua tim kampanye paslon telah menandatangani kesepakatan bersama. Intinya, akan mentaati tata tertib pelaksanaan debat.
Kesepakatannya, tim kampanye bertanggung jawab menjamin ketertiban pendukung. Kemudian, dilarang menyerang persoalan pribadi selain tema yang ditetapkan. Untuk tepuk tangan boleh dilakukan di awal sesi dan menjelang akhir sesi. Moderator dapat menegur dan memberikan sanksi bagi pendukung paslon yang tak mentaati tata tertib debat.
Ada tiga panelis yang terlibat dalam debat publik hari ini. Mereka, Prof Dr H Abdullah Gofar SH MH, Prof Dr H Syamsurizal AK, dan Prof Dr Kgs M Sobri. Ada empat tema yang diusung dalam pelaksanaan debat terakhir ini.
Temanya yakni Penyelesaian Persoalan Daerah; Penyelarasan Pembangunan Kabupaten, Kota, Provinsi, dan Nasional; Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan; serta Perang Melawan Narkoba. “Debat akan dibagi empat sesi,” ujar Firdaus.
Mulanya, paparan visi dan misi dari tiap tema yang ada. Lalu, paslon akan memilih amplop berisikan peranyaan dari tiga panelis, kemudian menjawabnya. Setelah itu, panelis mempertajam pertanyaan dari setiap permasalahan yang ada.
Pelaksaan debat terakhir tersebut disiarkan langsung pada TVRI regional sehingga bisa disaksikan seluruh masyarakat di Muba. Minimal, masyarakat dapat melihat rekam jejak calon pemimpin mereka lima tahun ke depan. Termasuk visi misi yang diusung.
“Apa yang disampaikan kedua paslon sebagai modal bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya pada hari pencoblosan 15 Februari mendatang,” tandas Firdaus.
Pelaksanaan debat terakhir tersebut sebagai penutup tahapan kampanye yang difasilitasi KPU Muba. Terhitung pukul 00.00 WIB besok, tim pemenangan diminta menurunkan dan membersihkan semua alat peraga kampanye.
“Masa tenang 12-14 Februari,” ujarnya. Calon bupati (cabup) paslon nomor urut 2, Amiri Aripin mengungkapkan, dirinya tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi debat terakhir. “Kami siap mengikuti debat terakhir ini sebagai rangkaian tahapan kampanye yang harus dijalani,” katanya.
Amiri yang tidak melakukan kampanye akbar mengatakan, rakyat sudah capek mendengar visi dan misi paslon. Nyatanya, berbagai persoalan jalan rusak, rakyat hidup susah, serta listrik sering padam terus terjadi di Muba.
“Banyak orang janji manis saja, bila belum terpilih. Setelah terpilih, melupakan janjinya kepada rakyat,” cetusnya. Menurut Amiri yang berpasangan dengan Ahmad Toha melalui jalur independen ini, rakyat perlu bukti dan realisasi.
Cabup Muba paslon nomor urut 1, Dodi Reza Alex juga sudah siap mengikut debat terakhir tersebut. Dengan dukung 11 parpol (Golkar, PDI Perjuangan, Demokrat, Hanura, Gerindra, Nasdem, PPP, PAN, PKS, PKB, dan PBB), pasangan ini menawarkan program kerja dan solusi untuk menyelesaikan permasalahan di kabupaten itu. Khususnya persoalan yang berkaitan dengan tema dalam debat.
Dodi dan Beni akan silih berganti memaparkan visi, misi serta program kerja mereka seandainya terpilih jadi bupati dan wakil bupati Muba. “Yang kami paparkan pastinya sesuai dengan pertanyaan panelis,” tandas Dodi.
Fokus program pasangan ini, melakukan berbagai perubahan dan pembenahan. Mulai perbaikan infrastruktur jalan, baik jalan kabupaten, provinsi hingga jalan negara yag harus mulus. Kemudian, menuntaskan persoalan byarpet listrik hingga air bersih.
“Kami akan tuntaskan permasalahan itu hanya dalam kurun waktu dua tahun saja,” tuturnya. Paslon ini juga berupaya meningkatkan perekonomian rakyat, yang mengantung hidup dari hasil perkebunan kelapa sawit dan karet.
Lalu, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dia meminta moderator debat bisa bertindak tegas terhadap tim kampanye dan pendukung paslon. “Kami tidak melarang orang berteriak dan tepuk tangan, tapi tentunya setelah orang berbicara,” pungkasnya. (yud/ce1)

 

PALEMBANG - Hari ini (8/2), Penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin bakal dilantik di Gedung Bina Praja Pemprov Sumsel. Pj Bupati Muba dipercayakan kepada Yusnin yang merupakan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumsel. Dengan begitu, masa tugas Plt Bupati yang diemban David BJ Siregar berakhir.
“Iya, surat pelantikan Pj Bupati Muba sudah turun. Besok (hari ini, red) akan ada pelantikan,” kata Kepala Biro Otonomi Daerah (Otda) dan Pemerintahan Pemprov Sumsel, Amsin.
Menurut Amsin, Pemprov Sumsel telah mengajukan 3 (tiga) nama ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk calon Pj bupati Muba. ”Dari situ nama dipilih satu nama,” katanya
Terpisah, Kepala DPMD Sumsel, Yusnin saat dikonfirmasi mengaku bersyukur dengan amanah yang diberikan. Untuk itu, dirinya akan berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan mendukung program pemerintah daerah. ”Saya bersyukur dan akan berusaha,” ucapnya singkat
Sebelumnya, beberapa nama digadang-gadang masuk dalam pengajuan sebagai calon Pj bupati Muba. Seperti, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumsel Yusnin, nantan Pj Bupati Kabupaten Muratara Agus Yusdiantoro, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel Richard Cahyadi. (yun/ce2)

SEKAYU – Logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) untuk enam kecamatan terjauh telah didistribusikan, kemarin (8/2). Keenam wilayah itu, Lalan, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, Babat Supat, dan Lais.
“Untuk kecamatan lain akan didistribusikan besok (hari ini),” ungkap ketua KPU Muba, H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi. Wilayah yang belum itu yakni Kecamatan Sekayu, Lawang Wetan, Babat Toman, Plakat Tinggi, Sungai Keruh, Batang Hari Leko, Keluang serta Sanga Desa.
Distribusi tiap kecamatan dikawal seorang polisi, anggota KPU, Paswaslih dan tim kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Muba periode 2017-2022. “Kami transparan melaksanakan semua tahapan. Mulai dari penyortiran, pengepakan hingga pendistribusian logistik ini,” jelasnya. KPU Muba telah memberitahukan perihal pendistribusian logistik itu kepada kedua paslon.
Berdasarkan surat edaran (SE) Direktorat Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) dan KPU RI, pemerintah daerah (pemda) harus berpartisipasi penuh dalam pendistribusian logistik pilkada.
Khususnya, membantu pendistribusian dari tingkat PPS ke TPS. Sulitnya medan geografis di wilayah Muba kemungkinan besar akan menyulitkan dan menjadi hambatan di lapangan. “Karenanya harus dibantu pemerintah daerah hingga ke jajaran pemerintahan di tingkat terbawah,” imbuh Firdaus.
Ada 1.506 kotak suara yang didistribusikan. ”Terdapat penambahan tiga kotak suara yang disiagakan dan ditempatkan di tingkat PPK (panitia pemilihan kecamatan),” ucapnya. Pihaknya juga mendistribusikan 2.928 bilik suara dan surat suara 477.241 lembar.
“Surat suara ini sesuai jumlah DPT (daftar pemilih tetap) 464.909 orang, plus surat suara cadangan 2,5 persen,” jelasnya. Semua logistik tersebut didistribusikan ke 1.456 TPS yang tersebar di 14 kecamatan pada wilayah Muba. KPU memastikan seluruh logistik harus sudah sampai ke tingkat PPS pada H-1 pencoblosan.
Dalam pendistribusian logistik pilkada itu ke 14 PPK, KPU bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Di seluruh PPK, logistik pilkada yang tersimpan akan dijaga ketat lima personel kepolisian.
Pengawalan akan terus dilakukan hingga logistik tersebut sampai ke PPS. “Kami tindak tegas oknum yang mengganggu kelancaran dan keamanan pendistribusian logistik pilkada ini,” tandas Kapolres Muba, AKBP Julihan Muntaha SIK.
Pihaknya juga akan menindak tegas pengacau dan perusak logistik tersebut. Termasuk memproses para pelaku money politic dalam Pilkada Muba. Semua personel dikerahkan untuk menjaga keamanan.
Polres Muba akan mendapat tambahan personel BKO dari Polda Sumsel sebanyak satu kompi. Juga BKO Dalmas pada H-1 pencoblosan. Penambahan itu bertujuan memperkuat pengamanan. “Sekitar 150 prajurit TNI pun ikut mengamankan pencoblosan nanti,” bebernya.
Ketua Panwaslu Muba, Andi Gunawan melalui Komisioner Panwaslu Divisi Pencengahan dan Hubungan Antar Lembaga, M Sigit Nugroho mengatakan, pihaknya telah mengirim rekomendasi kepada KPU Muba/ Sistem distribusi logistik yang ada melibatkan kepolisian, PPK, PPS serta panwas kecamatan.
Mulai dari penyortiran, pengepakan hingga distribusi logistik. “Semua rekomendasi dilakukan KPU secara terbuka dan transparan,” imbuhnya. Panwaslu pun mengantisipasi money politik yang berpotensi terjadi di pilkada Muba.
“Kami terapkan sistem deteksi dini,” jelasnya. Dengan menyebarkan pengawas TPS, PPL serta panwas kecamatan. Pada hari pencoblosan, pengawas TPS tetap bekerja dan melakukan pengawasan. PPL berpatroli dan melakukan pengawasan ke seluruh wilayah.
“Sejauh ini, kami belum mencium adanya indikasi money politic,” tukasnya. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muba, Ir David BJ Siregar menambahkan, sudah seharusnya pemkab membantu kelancaran pendistribusian logistik. ”Kita menginginkan pilkada di Muba ini berlangsung dengan aman dan lancar,” pungkasnya.
Diketahui ada dua paslon (pasangan calon) dalam Pilkada Muba, 15 Februari nanti. Yakni paslon nomor 1, Dodi Reza Alex Noerdin-Beni Hernedi yang diusung 11 partai politik meliputi Golkar, PAN, PDIP, PKB, PBB, PPP, PKS, Demokrat, Gerindra, Hanura, dan Nasdem. Kemudian paslon independen nomor 2, Amiri Aripin dan Ahmad Toha.
Selain fokus distribusi logistik, KPU Muba juga mengawal kampanye dan debat publik kedua paslon, Sabtu (11/2) di Gedung Dharma Wanita Sekayu mulai pukul 19.30 WIB. Debat itu akan mengusung empat tema, yakni menyelesaikan persoalan daerah, menyelaraskan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, provinsi dengan nasional, memperkokoh NKRI dan kebangsaan, dan anti narkoba. Disiarkan langsung oleh TVRI regional. (yud/ce2)

 

Halaman 1 dari 18

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca