MUARA BELITI - Tim Sapu Bersih Pungli (Saber Pungli) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengintai sejumlah oknum pelaku pungli di wilayah Kabupaten Mura dan Muratara.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Mura Kompol Padmo Arianto ‎mengatakan, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan terhadap sejumlah laporan warga. "Pungli khususnya di wilayah Kabupaten Mura dan Muratara cukup banyak, ini terbukti sebelum tim ini dibentuk. Kita sudah melakukan beberapa kali operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus pungli," kata Padmo, Minggu (19/2).

Dia berharap ke depan, Tim Saber Pungli Mura akan terus melakukan penindakan terhadap oknum yang melakukan pungutan di luar ketentuan yang berlaku. Baik itu di jajaran pemerintahan maupun di masyarakat. Untuk lokasi yang saat ini terus dipantau terdapat di pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti kantor Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan pelayanan desa.

"Jelas target kami berikutnya merupakan kasus besar, tapi tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan ada lagi ungkap kasus. Kami tidak akan pandang bulu, jika instruksi presiden tidak boleh pungli meski Rp10 ribu, target kami Rp5 ribu saja langsung disikat," tukasnya. (cj13)

LUBUKLINGGAU - Satreskrim Polres Lubuklinggau meringkus tersangka spesialis curas yang sudah dua kali beraksi di lokasi objek wisata Watervang, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Tersangka merupakan petani yakni Renfil Agustian alias Renfil (24), warga Desa Marga Tani, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Mura.

Tersangka ditangkap di rumahnya, Kamis (16/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Dan terpaksa ditembak kaki kirinya lantaran saat akan ditangkap berusaha melarikan diri dengan membawa senjata tajam (sajam). Sehingga tersangka dilumpuhkan meskipun sudah dua kali lebih polisi memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan.

Tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasar Lp/B- 642/IX/2015/Res Lubuklinggau. Salah satu korbannya adalah Tengku Alda Aulia (13), pelajar, warga Jl Kemuning, No 57, RT 06, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

"Polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku. Lalu dilakukan pengintaian selama satu minggu dan diperoleh informasi yang akurat tersangka berada di Jayaloka," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin. 

Kemudian tim buser melakukan penggerebekan. Namun saat dilakukan penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri dengan membawa senjata tajam jenis pisau. Dan telah diberi peringatan untuk menyerah dengan memberikan tembakan peringatan lebih dari dua kali. Namun tidak diindahkan.

"Sehingga dilakukan tindakan tegas, pelaku menggalami luka tembak pada bagian kaki sebelah kiri dan telah d lakukan pengobatan terhadapnya," ujar Ali. (wek)

MUARA BELITI -  ‎M Jimi Mario Govatino (23), warga Desa Medang, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas (Mura), menjerit histeris setelah ditembak polisi. Tersangka kalah adu tembak dengan anggota saat ditangkap. Jimi menyerah setelah lima butir peluru bersarang di kedua kakinya.

Nama Jimi sudah cukup terkenal karena sering melakukan aksi kriminalitas bersama rekan-rekannya di Kabupaten Mura. Dalam melakukan aksinya, tersangka kerap kali membekali diri dengan senjata api (Senpi). Jumat (17/2) sekitar pukul 02.00 WIB, Jimi disergap Tim Buser Polres Mura di jalan poros Desa S Kertosari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Mura.  

Kaget dengan sergapan mendadak tersebut, sekitar 10 meter dari lokasi anggota menghadang. Tersangka langsung turun dari kendaraan dan berlari ke arah semak belukar. Saat itu terjadi aksi kejar-kejaran, Jimi yang membekali diri dengan Senpi empat slinder rakitan beberapa kali mengeluarkan tembakan ke arah anggota yang mengejar. Tapi tembakan yang diarahkan Jimi meleset, dia terus berlari jauh ke dalam areal perkebunan warga.

Beberapa kali tembakan peringatan dilepaskan polisi namun tidak diindahkan, polisi mengarahkan tembakan ke kaki tersangka. Beberapa kali tembakan dilepaskan anggota akhirnya mengenai kaki tersangka Jimi.  sempat jatuh dan kembali melakukan perlawanan dengan senjata api miliknya sebanyak dua kali tembakan. Upaya Jimi rupanya mendapat respon kembali dengan susulan tembakan dari anggota.

Kanit Pidum Polres Mura I Bertu Haridyka yang memimpin penangkapan itu mengatakan, saat itu gelap dan hanya terlihat celana tersangka yang bersembunyi di balik pohon. Jadi anggota mengarahkan tembakan dengan membidik target kaki tersangka yang terluka. (cj13)

MUARA BELITI - Tak ada rotan akar pun jadi. Mungkin peribahasa tersebut pantas menggambarkan ulah sejumlah pemuda di wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), yang menggunakan obat batuk cair sebagai alat mabuk-mabukan. ‎Masyarakat diminta melakukan pengawasan terhadap anak mereka, karena saat ini penyalahgunaan obat-obatan legal tersebut, tengah digandrungi oleh sejumlah pemuda wilayah Kabupaten Mura.

Yulian, warga Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura menuturkan‎, warga saat ini resah dengan maraknya aksi para pemuda menenggak obat batuk cair dalam jumlah banyak, untuk mendapatkan sensasi play dan halusinasi. Menurutnya, aktivitas ini mulai populer sejak beberapa bulan terakhir. Warga mengaku, tidak jarang menemukan puluhan bungkus bekas obat batuk cair yang ditinggalkan para pemuda tersebut. Masyarakat meminta kepada pemerintah daerah segera menindaklanjuti penyimpangan sosial tersebut.

"Khawatir juga, ini ibarat tidak ada rotan akar pun jadi. Walau tidak ada narkoba, masih ada cara lain untuk mabok," kata Yulian, Kamis (16/2). (cj13)

 

MUARA BELITI - Pengguna jalan di sepanjang jalan lintas penghubung Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura), diminta waspada. Pasalnya, di sepanjang jalan penghubung Kelurahan Tanah Priuk dan Kecamatan Tugumulyo, banyak didapati lubang yang meneror keselamatan pengendara.

Kusrianto, salah satu warga mengatan, kondisi kerusakan jalan lintas kabupaten yang mengarah ke Kecamatan Tugumulyo, sebetulnya sudah berlangsung lama. Karena belum dilakukan perbaikan, kondisi kerusakan jalan saat ini semakin parah.

"Karena banyak truk muatan besar yang melintas ditambah dengan meningkatnya curah hujan, kondisi jalan semakin parah. Saat ini banyak jalan berlobang tergenang air, warga yang melintas mesti hati-hati karena lobangnya dalam," kata Kusrianto, Rabu (15/2).

Menurutnya, jalan lintas penghubung antar-kabupaten ini sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, banyak aktivitas warga yang berlalu lalang menggunakan jalan ini. (cj13)

MUARA BELITI - Pelaksana tugas Sekda Pemprov Sumsel Joko Imam Santoso menginstruksikan kepada Pemkab Musi Rawas (Mura), agar lebih optimal menangani permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Instruksi tersebut disampaikan Pemprov Sumsel dalam rapat langsung melalui video conference dengan seluruh Pemerintah Kabupaten di wilayah Sumsel.

"Kita minta semua kepala daerah untuk memaksimalkan upaya penanganan Karhutla, sebentar lagi kita akan menjadi tuan rumah Asian Games. Pemerintah daerah harus jaga gawang, jangan sampai Kabupaten Mura menyumbang asap waktu pelaksanaan Asian Games," kata Joko Imam melalui video conference, Selasa (14/2).

‎Pemprov Sumsel menggelar rapat mengunakan video conference ini untuk menghemat waktu, dan mempercepat koordinasi lintas daerah di wilayah Sumsel. ke depan, pelaksanaan rapat secara langsung seperti ini, akan terus dilakukan secara berkelanjutan seperti arahan gubernur Sumsel. Untuk mengatasi semua permasalahan yang bersifat mendesak, harus dilakukan koordinasi cepat.

"Jadi pemerintah daerah tidak perlu repot-repot pergi keluar daerah. Dengan peralatan IT ini kita bisa langsung menyampaikan koordinasi lintas batas. Saat ini kita membahas kesiapan mengenai Karhutla dulu, karena pelaksanaan Asian Games diramalkan bertepatan dengan musim kemarau, semua pemerintah daerah harus kompak, jaga jangan sampai ada kebakaran," pinta Joko Imam. (cj13)

MUARA BELITI - Setelah 10 hari menempati gedung baru di Kecamatan Muara Beliti, anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai mengeeluhkan beberapa kekurangan.

Ketua DPRD Mura Yudi Pratama mengatakan, pihaknya sudah memanggil sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengklarifikasi sejumlah kekurangan fasilitas yang terjadi di gedung baru DPRD Mura.

"Kita pindah ke gedung baru ini sudah sekitar 10 hari. Sejak kita fungsikan gedung baru, kami mendapati sejumlah kekurangan, seperti aliran listrik selalu mati, mesin genset yang belum juga bisa dipakai. Kami tidak tahu secara teknis bagaimana proses penyerahan gedung ini, tapi kami sudah minta dinas yang bersangkutan segera perbaiki kekurangan itu," kata Yudi, Selasa (14/2). (cj13)

MUARA BELITI - Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), memang dikenal sebagai sentral pertanian padi. Seiring peningkatan populasi penduduk, banyak areal persawahan di wilayah ini mengalami alih fungsi dan berubah menjadi areal pemukiman.

Siswanto (45), warga Kecamatan Tugumulyo menuturkan, pemukiman merupakan salah satu kebutuhan wajib yang mesti dipenuhi oleh masyarakat. Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan terbatasnya kepemilikan lahan, membuat areal persawahan menjadi sasaran. Kebanyakan warga mengaku tidak mampu membeli lahan baru untuk dijadikan lokasi pemukiman. Karena kisaran harga tanah khususnya di wilayah Tugumulyo sudah tinggi.‎

Menurut Siswanto, untuk mendapatkan lahan seluas dua panggul atau kurang lebih 1,5 hektare, khusus untuk areal persawahan, warga harus mengeluarkan Rp200 juta. Sedangkan harga satu kavling ukuran 10x15 meter persegi lahan untuk pemukiman, rata-rata dihargai Rp60 juta.

"Harga tanah di Tugumulyo ini sudah mahal, sedangkan kami hanya petani. Setiap tahun penduduk kita terus bertambah, tidak ada pilihan selain areal persawahan yang bisa dijadikan pemukiman," kata Siswanto, Senin (13/2). ‎(cj13)

MUARA BELITI - Aparat keamanan TNI dan Polri serta jajaran Pemerintahan Daerah mengajak seluruh ulama di tiga wilayah, yakni Mura-Lubuklinggau-Muratara (MLM), untuk duduk bersama. ‎Ulama dan tokoh masyarakat dianggap memainkan peranan penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Pertemuan antara aparat, pemda, dan ulama tersebut digelar di Mapolres Mura, Senin (13/2).

Kapolres Mura AKBP Hari Brata SIK mengatakan, ‎pertemuan dilakukan merupakan bentuk silaturahmi yang sebenarnya program ini untuk menyatukan para ulama terkait beberapa kejadian di pusat.

"Intinya ini untuk mempersatukan kembali persepsi kita bersama dan kembali menjaga keutuhan NKRI. Program silaturahmi ini merupakan agenda dari Bhabinkamtibmas yang biasa kita lakukan di jajaran Polsek, tapi kali ini tingkatnya lebih luas," kata Hari Brata. (cj13)

Sementara itu, KH Usman Syafei, ketua PC NU Mura-Muratara mengaku sedikit heran dengan undangan silaturahmi dan tatap muka yang digagas oleh Polres. Menurutnya upaya ini dilakukan untuk meredam dan menidurkan kembali macan yang tidur.

"Apa NU dan Muhammadiyah ini tidak rukun, sehingga diajak ukhuwah wathaniyah, dari dulu sampai sekarang kita tetap rukun.‎ Ini sudah dicontohkan oleh tokoh nasionalis seperti KH M Dahlan dan KH Hasyim Asyari," ujarnya. (cj13)

MUSI RAWAS - Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan menginstruksikan kepada seluruh tenaga pengajar agar menjadi suri tauladan bagi para pelajar. Menurutnya, pelaku dunia pendidikan harus menghilangkan kebiasaan buruk seperti merokok di hadapan murid.

"‎Bagaimana mungkin kita menghadirkan generasi hebat kalau kita tidak memberikan contoh baik terhadap para murid. Guru-guru jangan memberikan contoh buruk dengan merokok di sekolah, jelas itu nanti dilihat murid dan membentuk karakter negatif," kata Hendra, Minggu (12/2).

Menurutnya, kemajuan kualitas dan mutu sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kabupaten Mura yang saat ini masih dalam kategori tertinggal, sangat berpengaruh dari hasil pendidikan yang diterima oleh masyarakat. Guru diminta tetap memaksimalkan fungsi mereka sebagai tenaga pengajar yang sudah diberdayakan untuk mengajari ‎anak didik mereka secara maksimal. Dengan tidak merokok di hadapan murid, itu merupakan salah satu bentuk pengajaran yang bakal menjadi contoh pelajar.

"Kalau gurunya merokok nanti dicontoh oleh murid, mau merokok silakan di luar sekolah jangan dilihat murid. Dengan tidak merokok setidaknya itu bisa menghidari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengaruh peredaran narkoba," ujarnya. (cj13)

Halaman 1 dari 21

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca