Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kemb...

Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kembangkan Pupuk Kompos

‎MURATARA - Kendati banyak peminat, pengelolaan kotoran hewan ...

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

PAGARALAM - Anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2018 di Sumsel mendapat...

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

PAGARALAM - Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati ‎Mkes mengi...

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

PAGARALAM – Meski dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (A...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan Tersangka

JAKARTA- Mantan Walikota Jakarta Barat Fatahillah akhirnya ditetapkan ...

Pertamina Punya Jubir Baru

Pertamina Punya Jubir Baru

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan rotasi di internal. ...

Nilai Tukar Rupiah Stabil

Nilai Tukar Rupiah Stabil

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masi...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selat...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selatan dan Afrika

SURABAYA - PT INKA (Persero) berambisi menguasai pasar perkeretaapian ...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan Online

JAKARTA - Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Harryadin Mahar...

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenri...

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

SEKAYU – Permasalahan pembayaran gaji guru honorer SMA/SMK s...

Kejar Senjata Milik Teroris

Kejar Senjata Milik Teroris

JAKARTA— Densus 88 Anti-Teror berupaya melakukan antisipasi ...

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

JAKARTA – Kedatangan perwakilan Masyarakat Anti-Korupsi Indo...

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

JAKARTA – Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tur...

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

LONDON – Investigasi teror Westminster berlanjut. Kemarin (2...

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

JAKARTA – Indonesia dan Prancis akan teken beberapa kesepaka...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkon...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkong

HONGKONG – Sosok Fidel Castro berbaring tenang di atas kasur...

Pasang QR Code di Produk Obat

Pasang QR Code di Produk Obat

JAKARTA – Pengawasan obat-obatan dan makanan diakui Badan Pe...

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

MARTAPURA – Tak ada lagi rasa takut kawanan bandit bersenpi ...

Perbankan Beri Kemudahan

Perbankan Beri Kemudahan

PALEMBANG - Pelaku perbankan memberi kemudahan dan biaya bunga ringan ...

JAKARTA - Artis tersandung kasus narkoba kembali terjadi. Kali ini, Billy Syahputra, adik kandung almarhum Olga Syahputra dikabarkan ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Rabu (22/3).

Kabar tertangkapnya Billy punn pun langsung ramai jadi bahan pembicaraan netizen.

Mereka tak menyangka, pasalnya Billy masih sempat meng-update status di Twitter untuk mengucapkan berita duka kepada fansnya.

Mendengar kabar tersebut, penggemar yang kebanyakan tidak percaya dengan informasi tersebut meminta Billy ataupun pihak manajemen segera memberikan klarifikasi.

“Bang Billy jawab donk mudah-mudahan beritanya nggak bener,” harap akun mamyrezalaudya.

“Bang billy? Serius tu berita? Nggak percaya,” kata akun gracesst.(zul/ps/jpnn)

FLORIDA - Penangkapan terhadp gembong narkoba di Gifford, Florida, AS, Minggu (19/3) pagi waktu setempat berakhir tragis dan dramatis. 

Betapa tidak, seorang wanita yang diketahui bernama Alteria Woods (21) yang sedang hamil empat bulan tewas terkena timah panas Tim SWAT kepolisian di Florida. Alteria berada di tempat yang tidak tepat.

Alteria adalah kekasih dari Andrew Coffee IV (23). Dia dan ayahnya, Andrew Coffee III adalah target operasi. Alteria terjebak dalam baku tembak.

Ceritanya, saat Andrew III melihat polisi sudah mengepung rumah mereka di 45th Street and 35th Avenue, dia berlari keluar dari rumah. Namun, dia cepat tertangkap dan ditahan.

Nah, melihat kejadian itu, Andrew IV mempersenjatai diri dengan pistol. Entah apa yang ada di kepalanya, Andrew IV menggunakan pacarnya sebagai perisai.

Dor dor dor! Dari informasi yang dihimpun lewat sejumlah media di Negeri Paman Sam, Andrew IV yang mulai menembak ke arah polisi dari jendela kamar tidur.

Salah satu petugas menderita luka tembak di bahunya. Polisi membalas. Di situlah...diduga satu peluru menghantam Alteria Woods. Alteria tewas di tempat, pacarnya ditahan. Versi polisi, setelah penembakan itu, petugas menggeledah rumah dan diduga ditemukan narkoba.

Indian River County, Sheriff Deryl Loar mengatakan, Andrew IV memang memanfaatkan pacarnya untuk berlindung. "Itu tindakan pengecut, menggunakan dia (pacarnya) sebagai perlindungan," ujar Sheriff Loar seperti dikutip dari CBS12.
Namun Sherrif Loar juga menyatakan penyesalan atas tewasnya Alteria yang tak bersalah. "Kami meratapi kepergian Alteria Woods. Pikiran dan doa kami untuk keluarganya.

Arlene Cooper, bibi dari Alteria, mengatakan pihak keluarga sangat terkejut dengan insiden ini. "Kami baru mendengar, belum tahu apa yang harus kami lakukan. Saya sangat terkejut. Empat bulan hamil," ujarnya.

Senin (20/3) kemarin, Andrew III dan Andrew IV sudah diseret ke pengadilan dengan beragam tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan.

Sementara warga sekitar banyak menanggapi kasus ini dengan sinis. Ini menyusul meningkatnya protes dari masyarakat kulit hitam terhadap ketidakadilan para penegak hukum. (adk/jpnn)

MUSI RAWAS-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hendra Amoer menegaskan masyarakat tidak perlu takut direhabilitasi jika kecanduan narkotika. Menurutnya, dengan melakukan rehabilitasi si pengguna penyalahgunaan narkotika akan diobati secara intensif sehingga mampu kembali ke dalam kehidupan sosial masyarakat.

Untuk memberantas peredaran narkotika diharapkan peranan dari seluruh masyarakat. BNN Kabupaten Mura menegaskan, sampai saat ini masih banyak anggapan miring yang beredar jika rehabilitasi tidak mampu menyembuhkan secara total kecanduan narkotika.

Menurut Hendra Amoer, tanggapan itu tidak berasalan karena saat ini sudah banyak pencandu narkoba yang sembuh secara total setelah melakukan rehabilitasi. Dia mengatakan, sudah ada beberapa warga yang mendatangi BNN untuk melakukan rehabilitasi.

Seperti yang dilakukan oleh Zainudin (38) dan Burlian (32), yang mendatangi BNN Mura, Selasa (21/3), untuk melakukan rehabilitasi.

"Siapa pun warga yang hendak melakukan rehabilitasi kami siap membantu mereka, rehabilitasi ini gratis tidak dipungut biaya. Jadi program rehabilitasi ini memang khusus untuk mengobati warga yang kecanduan narkoba," katanya. (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (22/3). 

LUBUKLINGGAU - Masih adanya lembaga yang melaksanakan rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba tidak melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN) membuat proses pendataan sulit dilakukan. Baik itu pendataan terhadap jumlah pasiennya maupun lembaganya.

"Jadi itu memang ada beberapa, makanya untuk itu sekarang kita rangkul mereka, dengan demikian juga nanti terdata lembaganya, terdata pasiennya, juga tersertifikasi penyelenggaraannya," kata Kepala BNN Lubuklinggau, Ibnu Mundzakir.

Menurutnya, sejauh ini lembaga atau yayasan yang melakukan rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba sudah melaksanakan tahapan-tahapan rehabilitasi. Namun apa yang sudah dilaksanakan penyelenggaraannya oleh mereka tidak tercatat di BNN maupun tidak dilaporkan ke intansi-instansi terkait.

"Sejauh ini mereka sudah melaksanakan rehabnya, baru secara tradisional atau juga secara agama. Tapi tidak tercatat di BNN maupun instansi terkait lain. Yang jelas mereka tidak terdata," ujarnya. 

Lebih lanjut kata Ibnu, karena tidak terdata itu, maka terkait dengan program tindaklanjut selanjutnya tidak bisa dilaksanakan. Sebab proses rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilakukan.

Sementara itu, BNN sejauh ini di 2016 berdasarkan data asesment, tercatat 178 orang telah menjalani rehabilitasi. Mereka yang menjalani rehab, ada menjalani rehab jalan dan adapula direhab inap. Mereka yang menjalani rehab inap tersebar di sejumlah tempat yakni di Lido, Bengkulu, Palembang, dan Lampung.

"Nah dari luar itu, mungkin masih banyak lagi. Sebab tidak terdata," bebernya. (wek)

LAMPUNG - Polsek Tegineneng di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampun, diserang dan dirusak massa, Jumat (17/3) sekitar pukul 08.00 WIB. Dilempari pakai batu, membuat seluruh kaca jendela pecah di bagian dan samping.
Situasi baru kondusif, setelah kepolisian mulai dari Polda hinga Polres dan polsek, dibantu Yonif 143 Candimas dan Pemkab Pesawaran, bersama melakukan pengamanan. Kapolda Lampung Irjen Sudjarno dan Wakapolda Brigjen Bonifasius Tampoi, juga datang ke Polsek Tegineneng.
Usai rapat, Sudjarno menjelaskan kronologis kejadiannya. Serangan massa itu, diduga dendam jaringan narkoba karena dilakukan pemberantasan narkoba. “Kami sudah menangkap 5 orang yang diduga terlibat penyerangan Polsek. Tiga orang sudah kami tes urine dan hasilnya positif. Kelima yang tertangka ada didalam rekaman CCTV,” kata Sudjarno.
Informasi yang diterimanya, penyerang polsek mencapai ratusan orang. Datang mengendarai motor, langsung melempari batu. “Tidak ada anggota kami yang terluka. Saat kejadian, lima personel yang berjaga, sedangkan yang lain sedang bertugas,” pungkasnya, didmapingi Kapolres Pesawaran AKBP Syarhan. (cw25/air)

 

PALEMBANG - Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang memusnahkan 380 butir pil ekstasi menggunakan blender, Kamis (16/3) di Mapolresta. Pemusnahan dipimpin Kasat Reserse Narkoba Kompol Rudiansyah.

"Ini cara kita untuk memusnahkan barang bukti. Jadi siapapun tak bisa menggunakannya lagi," kata Rudiansyah. (chy)

MUARA ENIM-- Polsek Rambang Dangku menangkap dua tersangka penyalahgunaan narkotika di dua tempat berbeda. Tersangka Nasrul (48), menyimpan empat paket kecil sabu-sabu seberat 0,7 gram di bawah seng penutup pagar rumahnya. Dia ditangkap di rumahnya di
Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Dangku, Selasa (14/3) pukul 17.00 WIB.

Sedangkan tersangka Mey Reza (35), ditangkap karena menyimpan sepaket kecil sabu-sabu di dalam lemari pakaiannya. Dia dibekuk di rumahnya di Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Dangku, Selasa (14/3) pukul 18.00 WIB.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi melalui Kasubag Humas AKP Arsyad dan Kapolsek Rambang Dangku AKP Bustomi mengatakan, pihaknya menyelidiki ke rumah kedua tersangka setelah mendapat informasi warga adanya transaksi narkotika di rumah tersebut.

"Saat kita geledah rumah tersangka didapati barang bukti narkotika jenis sabu. Awalnya kita geledah badan namun tidak ditemukan barang bukti. Setelah kita geledah rumah dan dekat pagar rumah, ditemukan barang bukti sabu-sabu,"ujar Bustomi. (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (16/3). 

 

PALEMBANG - Dari hasil tangkapan selama satu Minggu, Polresta Palembang melalui Dit Narkoba Polresta Palembang "panen" sembilan TSK (tersangka) narkotika. Hal itu terungkap setelah dilakukan ekspos di halaman kantor Sat Narkoba Polresta Palembang, Selasa (14/3) sore.

Kesembilan tsk tersebut masing-masing Agung Putra bin Taupik, David alias acung bin Dorik, Yuswan Firmansyah bin Abdullah, Hasan alias Mandor bin Ma'an, Chandra irawan bin Amir Ismail. Lanjut dengan Dedi Wahyudi SH MKN bin Zulkifli, M Anwari Handaya Putra, Robi Yanti alias Oyep bin Junaidi dan DW.

"Maret 2017 Satnarkoba sudah melakukan penangkapan tersangka sembilan orang, semuanya pengedar jenis sabu, ekstasi dan ganja," tutur Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB didampingi Kasat Narkoba Polresta Palembang, AKP Rudiansyah. (chy)

LUBUKLINGGAU - Sebanyak 10 anak usia remaja yang tersandung penyalahgunaan narkoba dan sempat menjalani proses rehabilitasi selama empat bulan, Senin  (13/3) dilepas. Mereka berjanji setelah dipulangkan dan dikembalikan ke keluarga serta masyarakat tidak akan lagi menyalahgunakan narkoba.

Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar menjelaskan apa yang sudah dilakukan ke 10 anak remaja dengan memakai narkoba adalah korban dari zaman. Dan apa yang dilakukan mereka dengan lebih banyak dijalan mungkin kesalahan oran tua dalam hal mengasuh dan mendidik. Sebab sebenarnya meraka merupakan anak yang baik.

"Jangan menyalahkan mereka. Mereka korban. Mungkin salah mengasuh, mendidik, salah memberikan kasih sayang. Mereka mencari kehidupan sendiri, ngelem dan sebagainya," kata Wawako usai acara pelepasan 10 anak remaja yang sudah selesai menjalani rehabilitasi di Yayasan Syifaa' Alif Ar-Rahman di Jl Garuda, Kelurahan Lubuk Durian, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Terkait dengan narkoba, Sulaiman mengajak masyarakat untuk ikut serta memerangi narkoba. Dan melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat hal yang mencurigikan di lingkungan tempat tinggal khususnya soal penyalahgunaan narkoba. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (14/3). 

 

MUSI RAWAS- Rindu Canggih Siahaan alias Ucok (31), warga Desa Dusun II Desa V Surodadi Kec Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas‎ (Mura), terpaksa merayakan ulang tahunnya (Ultah) di dalam sel tahanan.‎ Pasalnya, Ucok diringkus polisi karena mengkosumsi narkotika jenis sabu-sabu di dalam dalam rumahnya sendiri. ‎

Entah doa apa yang dipanjatkan Ucok saat merayakan hari kelahirannya yang ke 31, sehingga Minggu (12/3) sekitar pukul 17.30 WIB, sejumlah polisi berpakaian preman ikut menyantroni kediamannya dan memberikannya kejutan. Ucok yang saat itu tengah mengonsumsi sabu-sabu, langsung kalang kabut dan kabur bersembunyi di bawah kasur kamarnya.

Tapi upaya yang dilakukan untuk mengelabui anggota sia-sia, dia langsung diringkus polisi yang sudah seminggu melakukan pengintaian. Karena rumah Ucok sering dijadikan tempat transaksi narkotika. Ucok sempat berkelit dan tidak pernah melakukan transaksi barang haram tersebut, namun gelagatnya mencurigakan karena usai mengkosumsi narkoba, membuatnya sulit bersilat lidah.

Tersangka akhirnya menyerah tanpa perlawanan dan dipaksa menunjukkan sejumlah barang haram yang dia sembunyikan. Dua bungkus plastik klip berisi kristal putih berisi sabu-sabu seberat 0,95 gram, satu handphone, satu bong alat hisap, empat plastik klip kosong, dua skop, dua korek gas, satu lembar tisu di temukan di balik kasur busa. (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (14/3). 

Halaman 1 dari 35

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca