PENDOPO - Saling menjatuhkan, itulah yang saat ini terjadi dalam dualisme Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Masing-masing kubu mengklaim keabsahan statusnya, bahkan dua anggota DPRD PALI, yang berasal dari partai berlambang kakbah ini memiliki pandangan berbeda dan ingin saling menjatuhkan. 

Berawal saat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP kubu Romahurmuziy yang diketuai Hairul Mursalin, sekaligus juga sebagai anggota Komisi II DPRD PALI menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) beberapa waktu lalu, dan salah satu keputusannya adalah mengajukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Aka Cholik Darlin SPdi, yang menjabat sebagai ketua Fraksi Gabungan PPP dan PKS.

Tak ayal hal tersebut menimbulkan reaksi, terhadap Aka Cholik Darlin SPdi yang juga langsung menggelar Rapimcab DPC PPP versi Djan Faridz. Hasilnya tidak lain mendesak DPP PPP untuk memecat Hairul Mursalin dari kursi dewan, karena telah jauh melenceng dengan AD/ART partai.

Aka Cholik Darlin SPdi dikonfirmasi terkait masalah ini justru tidak banyak bicara. Namun dirinya hanya menyayangkan langkah yang salah, telah dilakukan Hairul Mursalin, dengan memulai menghidupkan bola panas untuk saling menjatuhkan dari kursi legislatif.‎

"Kita lihat saja nanti, sebab kita ini merupakan negara hukum. Dan biarkan saja masyarakat yang menilainya nanti. Kalau memang mereka yang sah kenapa kantor DPW serta DPP lebih memilih untuk menyewa, sementara kantor lama sudah ada?," ujarnya. 

Sebelumnya, Hairul Mursalin selaku Ketua DPC PPP Kabupaten PALI versi Romahurmuziy menanggapinya dengan dingin, adanya rencana dirinya bakal digulingkan dari jabatanya sebagai wakil rakyat oleh DPC PPP Kabupaten PALI yang dipimpin Aka Cholik Darlin SPdi.

"Sudah biasa kita dapat ancaman-ancaman seperti itu. Seperti beberapa waktu lalu, beliau (Aka Cholik) selalu bicara akan memecat saya dihadapan rekan-rekan DPRD Kabupaten PALI, tapi nyatanya sampai hari ini saya tetap duduk di DPRD PALI. Jadi jangan omong doang lah," katanya. (ebi)

PENDOPO - Peringatan satu tahun terpilihnya pasangan Bupati dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo-Ferdian Andreas Lacony, dilakukan dengan menggelar doa bersama dan pembacaan Surat Yaasin di aula kantor bupati, Jumat (17/2). 

‎Ferdian Andreas Lacony mengungkapkan, terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten PALI atas kebersamaanya membangun daerah ini. Terutama kepada seluruh pegawai yang berada di jajaranya yang telah bekerja sama hingga Kabupaten PALI bisa mengalami kemajuan dari sebelumnya.

"Kita juga berharap untuk tahun-tahun selanjutnya, Kabupaten PALI bisa semakin baik dan bisa cepat setara dengan daerah lain yang ada di Provinsi Sumsel. Dan perlu gotong royong dan kebersamaan apabila ingin maju, sebab bupati dan wakilnya tidak  bisa jalan apabila bekerja sendiri. Oleh sebab itu, jaga sinergi ini tetap berjalan agar kedepan terus semakin maju," kata Ferdian.

Dikatakanya, selain ikhtiar diperlukan juga doa serta bersyukur agar keberhasilan yang telah dicapai mendapatkan berkah dari yang Maha Kuasa. "Semoga apa yang kita cita-citakan menjadikan PALI Cemerlang dan visi misi kami yakni Serasi Nia bisa cepat tercapai. Dengan ikhtiar serta doa yang kita panjatkan dan puji syukur yang kita sampaikan mendapatkan berkah dari Allah SWT," tukasnya. (ebi)

PENDOPO - Mahalnya tarif jasa ambulans di Puskesmas Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ternyata mulai dikeluhkan warga. Pasalnya, warga menganggap besarnya biaya antar tersebut memberatkan dan menambah beban bagi pasien dan keluarganya yang ingin membutuhkan keringanan.

Hal tersebut diungkapkan Feri, salah satu warga Desa Betung Selatan, Kecamatan Abab yang baru-baru ini diminta pihak Puskesmas Abab untuk membayar tarif ambulans untuk mengambil jenazah keluarganya, yang jaraknya tidak begitu jauh.‎

"Setelah jenazah diambil, kepala Puskesmas menanyakan ongkos ambulans dan meminta uang sebesar Rp500 ribu. Kami heran bisa semahal itu, namun kami siap bayar dengan syarat kami minta bukti pembayaran dari pihak Puskesmas," kata Feri, Kamis (16/2).

Namun nyatanya, kuitansi pembayaran yang diminta ternyata Puskesmas Abab menolaknya. "Pihak Puskesmas Abab menolak tanpa ada alasan, ketika kami ingin meminta kuitansi tersebut. Dan kami pun juga tidak ingin membayar apabila tidak ada tanda bukti yang kami inginkan," ujarnya.

Senada diungkapkan, Jhensentri, warga lainya yang mengalami hal serupa. Namun, dirinya dikenakan tarif Rp450 ribu, ketika ingin menjemput jenazah orang tuanya di RSUD Prabumulih menuju kediamannya.

"Seharusnya pihak Puskesmas memperhatikan keluarga pasien, sebab ketika orang berduka, malah dijadikan bahan bisnis. Padahal ambulans itu kan milik pemerintah untuk masyarakatnya, jangan dijadikan sebagai alat mencari keuntungan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Abab Eni Hartina m‎enyangkal, pihaknya memasang tarif mahal ketika menjemput atau mengantar pasien memakai mobil ambulans tersebut. ‎"Memang benar kita pasang tarif Rp 350 ribu ke RSUD Pendopo dan ke Prabumulih Rp400 ribu, tarif itu tidak mengikat. Sebab biaya minyak tidak dijamin pemerintah. Dan apabila ada warga atau pasien benar-benar tidak mampu, pihaknya akan menanggung biaya tersebut. Tapi apabila ada yang mengatakan harus bayar Rp500 ribu itu tidak benar," sanggahnya. (ebi)

PENDOPO - Warga Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai dilanda keresahan. Pasalnya, ‎tiang listrik milik Perusahan Listrik Negara (PLN) Areal Lahat Rayon Pendopo, yang berdiri di tepian jalan menuju desa ini saat ini ternyata miring sehingga memberikan ancaman tersendiri bagi warga yang melintas di bawahnya. Miringnya tiang  PLN tersebut, diakui warga sekitar sudah terjadi sejak Agustus 2016 lalu. Dan warga sendiri telah menyampaikan hal tersebut ke pihak PLN Pendopo.

Anjas, warga Desa Benakat Minyak mengatakan bahwa kemiringan tiang listrik tersebut semakin hari semakin miring, dan membuat warga sekitar menjadi khawatir apabila tiang tersebut roboh, yang ditakutkan menimpa warga yang sedang melintas di musim hujan disertai angin kencang.

"Yang paling parah sudah tiga bulan terakhir ini. Dimana kemiringannya semakin condong. Jadi apabila ada hujan, kami tidak berani melintas di jalan yang berada di sekitar tiang tersebut. Apalagi posisi tiang itu persis berada di tikungan jalan," kata Anjas, Kamis (16/2).

Sementara itu, Manager PLN Areal Lahat Rayon Pendopo M Ikhsan berjanji akan segera memperbaiki tiang listrik yang miring di desa tersebut.‎ "Akan kita tindaklanjuti dan segera kita lakukan perbaikannya," tukasnya. (ebi)

PENDOPO - Pemilihan kepala desa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan digelar serentak pada 4 April 2017 mendatang, sudah mulai disosialisasikan Pemkab melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Sosialisasi digelar di Gedung Pessos Kompleks Pertamina Pendopo, Senin (13/2) dan dibuka oleh Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony S Kom MM.

"Dimana, bisa kita lihat orang tanpa lengan dan kaki mampu hidup tanpa membebani orang lain. Dari situ kita harus bisa ambil hikmahnya, bahwa kita serba lengkap serta wilayah kita, dengan potensinya serba ada harus mampu bersaing lebih maju lagi dan menggerakkan serta memanfaatkan potensi kita masing-masing," kata Andreas.

Dikatakannya, kepala desa merupakan ujung tombak, karena pembangunan ada di tangan kepala desa. Untuk itu, kepala desa harus bisa bersinergi dengan pemerintah untuk mempercepat pembangunan di kabupaten ini. Sebab, bupati melalui programnya ingin menyaingi Kota Palembang dan bercita-cita menjadikan PALI salah satu kota metropolitan di Provinsi Sumatera Selatan.

"Sebagai Kabupaten yang mempunyai potensi alam yang melimpah, kita optimis cita-cita tersebut bisa terwujud. Kita punya segalanya disini, mulai dari pertanian, perkebunan serta minyak dan gas. Jadi saya yakin keinginan itu bisa terwujud, asalkan semua elemen terutama dari desa bergerak, bahu membahu dan bersinergi mendukung semua program pemerintah di bawah kepemimpinan bapak Heri Amalindo," pintanya. (ebi)

PENDOPO - Banyaknya titik-titik area kawasan hutan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), khususnya di Kota Pendopo, ternyata menimbulkan  keresahan tersendiri bagi penduduk, yang sudah bertempat tinggal di dalam wilayah tersebut hingga telah membangun rumahnya secara permanen di atas lahan hutan.

Mengantisipasi keresahan tersebut, Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony S Kom MM akan memanggil perusahan perkebunan akasia milik PT Musi Hutan Persada (PT MHP) dan mengundang Kementerian Kehutanan untuk duduk bersama menentukan batas-batas wilayah kawasan hutan.

"Kita akan ajak PT MHP selaku pengguna kawasan hutan dan mengundang pihak Kementerian Kehutanan agar bisa menentukan batas-batas wilayah lahannya yang selama ini belum begitu jelas patoknya. Sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat kita di Kabupaten PALI," kata Andreas, Jumat (10/2).

Lebih lanjut dijelaskan Andreas, pihaknya juga ke depan akan meminta kepada Kementerian Kehutanan untuk tidak menanam di atas lahan yang tidak produktif dan tidak lagi dilakukan penanaman pohon akasia, agar bisa diserahkan ke pemerintah daerah. Ini dilakukan untuk mempermudah dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung.

"Sekarang kawasan hutan seperti yang dimaksud, sebagian masuk dalam wilayah Ibukota Pendopo. Dan disana sudah menjadi pemukiman. Untuk itu kita akan mengambil alih kawasan hutan tersebut. Apalagi, sekarang titik-titik tersebut hanya menjadi lahan tidur saja," lanjutnya. (ebi)

PENDOPO - Puluhan pemuda tergabung dalam anggota Banser Nahdlatul Ulama beramai-ramai membersihkan bekas bungkus sirup obat batuk merek Komix yang berserakan dan mengganggu pemandangan di sejumlah tempat di Kota Pendopo, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten PALI, Ust M Erli Susri, kegiatan tersebut dilakukan Banser, karena tergerak melihat fenomena generasi muda di Bumi Serepat Serasan yang banyak menyalahgunakan sirup obat batuk untuk mencari sensasi.

"Kita gerakkan Banser untuk menyapu bersih bekas bungkus Komix yang berserakan dimana-mana, dan sekaligus mengajarkan kepada anggota Banser yang semuanya masih remaja ini untuk tidak meniru menyalahgunakan sirup obat batuk itu, apalagi mencoba bahkan memakai Narkoba," kata Erli, Jumat (10/2). (ebi)

PENDOPO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama Inspektorat Kabupaten, dan Dinas Kepegawaian Daerah dan SDM kembali menjaring para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang tetap saja nekat keluyuran saat jam kerja, Senin (6/2).

Kasat Pol PP Kabupaten PALI, Mukhlis Nabil mengatakan, ada beberapa pegawai yang tidak mengindahkan instruksi bupati Heri Amalindo untuk bekerja maksimal. Justru, masih banyak yang nongkrong di warung-warung di saat jam kerja, dan juga sedang asyik berbelanja di pasar. Sedangkan pegawai lainya sedang sibuk bekerja melayani masyarakat.

"Seluruh pegawai yang terjaring razia, kita giring ke kantor untuk menandatangani surat pernyataan, dan kepala SKPD bersangkutan bakal dipanggil. Lalu kita panggil kepala dinasnya untuk dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulanginya kembali. Dan kita lakukan ini secara rutin untuk menegakkan disiplin kerja di pegawai Pemkab PALI," ujarnya. (ebi)

PENDOPO - Demi mewujudkan pembangunan yang merata dan cepat seperti harapan dari para warganya di dalam wilayah Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), saat ini telah mengajukan agar dilakukan pemekaran menjadi Desa Persiapan Talang Bulang Selatan.

Kepala Desa Talang Bulang Sakirwan mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mengajukan proposal permohonan pemekaran desanya itu, ke Pemkab melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten PALI, sejak dua bulan lalu. Dengan harapan bisa segera diproses.

"Memang sudah dua bulan kita lakukan pengajuan tersebut yakni, pada November 2016 lalu. Dan hal itu sudah diketahui oleh DPRD Kabupaten PALI. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan keinginan masyarakatnya tersebut, demi meratakan pembangunan yang sedang berlangsung," kata Sakirwan.

Masyarakat sangat mengharapkan lebih cepat perkembangannya. Pasalnya, Desa Talang Bulang merupakan gerbang utama untuk menuju Kota Pendopo, Kabupaten PALI, didukung dengan jumlah masyarakatnya yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa. (ebi)

PENDOPO - Pasca mengalami perampokan, keempat guru yang bertugas di SMP Negeri 2 Penukal Utara (PU), Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), membuat semuanya mogok kerja. Dampaknya, proses belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu lantaran pelajar memilih meliburkan diri.

Para guru yang tinggal di rumah yang terletak di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Penukal Utara, sekitar 2 km dari sekolah tersebut, berlangsung pada 26 Januari lalu, sekitar pukul 03.00 WIB. Dimana, komplotan perampok yang berjumlah empat orang tersebut berhasil membawa tiga unit sepeda motor, laptop, dompet beserta isinya dan berkas-berka penting.

Kepala SMP Negeri 2 Penukal Utara, Wadia Astuti SPd mengatakan bahwa keempat guru yang mengajar tersebut pergi entah kemana. Pasalnya, mereka takut dan khawatir akan terjadi hal buruk. Sebelumnya, salah seorang guru tersebut dihubungi oleh kawanan perampok melalui telepon seluler, bahwa akan diancam dibunuh jika sampai melaporkan ke pihak kepolisian atau sampai ada yang ditangkap.

"Sudah kejadian paginya saya yang menemani membuat laporan Kepolisian di Mapolsek Penukal Utara. Waktu sampai di rumah, mereka ditelpon oleh perampok itu. Katanya akan membunuh mereka jika sampai berani melaporkan kejadian itu ke polisi apalagi sampai ditangkap," ujarnya. (ebi)

Halaman 1 dari 19

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca