PALEMBANG - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima audensi PT Markplus Indonesia dalam rangka sosialisasi branding pariwisata Sumsel, di Griya Agung Palembang, Senin, (13/2).

Hadir langsung Direktur PT Markplus Indonesia Hermawan Kertajaya, para SKPD Provinsi Sumsel, para ketua asosiasi seperti ASITA, Komunitas Sosial Media serta tim dari Markplus Indonesia. Pertemuan ini membahas terkait pengembangan dan brand wisata Sumsel yang akan menjadi bahan dasar promosi pariwisata Sumsel.

Markplus Indonesia merupakan perusahaan yang dipercaya memprakarsai terkait branding wisata Sumsel dan sudah menyimpulkan bahwa posisi perancangan brand (Position Designing Branding) dari wisata Sumsel adalah Light Advanture.

Direktur Markplus Indonesia, Hermawan Kertajaya mengatakan, pertemuan ini adalah finalisasi terkait sosialisasi branding wisata Sumsel dan sudah disepakati bersama dengan istilah Exsplore Your South Sumatra, yang artinya memberikan pilihan kepada wisatawan untuk menjelajah Sumsel dengan tiga jalur wisata yang diusulkan kepada wisatawan menyangkup Kota Palembang, serta seluruh kabupaten dan kota lainnya. Disamping itu, ada tiga unsur penting wisata Sumsel yakni MICE, Sport dan Festival.

"Jadi kita tidak membicarakan Palembang saja, melainkan seluruh Sumsel, seperti maunya Bapak Gubernur agar ini bukan hanya di Palembang saja melaikan di seluruh wilayah Sumsel dengan harapan adanya gerakan dari seluruh daerah untuk bersama memajukan pariwisata Sumsel," terangnya.

Lanjut Hermawan Kertajaya, selama beberapa bulan tim dari Markplus Indonesia telah bekerja dan mencari secara keseluruhan elemen apa yang ada untuk dijadikan branding wisata Sumsel, serta menyusun perjalanan dari brand itu sendiri, mulai dari strategi, personality, expression, hingga sampai pada logo dari branding itu sendiri.

"Saya percaya Pak Alex, saya sudah banyak diundang kepala daerah tetapi  kebanyakan hanya bisa mengeluh. Kalau saya lihat Pak Alex luar biasa, jago
menarik minat Investor dan jago menarik dana dari luar. Saya yakin pariwisata Sumsel akan maju. Pendapat saya pribadi, NKRI sekala kecilnya ada di Sumsel," ujarnya.

Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, banyak hal yang bisa diangkat untuk mempromosikan pariwisata Sumsel. Seperti halnya, antara Islam dan China sudah menyatu di Sumsel dan bahkan sejak zaman kerajaan Sriwijaya China sudah ada di Sumsel. Selain itu, masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut Alex, Pemprov sudah putuskan bersama brandingnya pariwisata Sumsel dan seperti apa brandnya sudah disusun pihak Markplus Indonesia. "Nantinya ini akan kita sosialisasikan, sebab untuk mempromosikan suatu daerah harus ada brandnya terlebih dahulu," tandas Alex. (yun)

JAKARTA - Dalam hitungan pekan, Kezia Roslin Cikita Warouw tidak lagi menjabat Puteri Indonesia. Bulan depan karantina pemilihan puteri baru sudah digelar.
Dalam sisa waktu yang tak lagi panjang, Kezia masih punya satu ambisi yang ingin segera dituntaskan. Yakni, meluncurkan program aplikasi pariwisata Indonesia.
"Sekarang (progres pembuatannya, Red) baru 70 persen," kata Kezia ketika ditemui di Graha Mustika Ratu, Pancoran, Jakarta Selatan, kemarin (7/2).
Kezia memang merupakan sarjana teknik informatika Universitas Esa Unggul, Jakarta. Berdasar pengalaman selama menjadi Puteri Indonesia dan ketika mengikuti Miss Universe di Filipina lalu, dia ingin menghasilkan produk teknologi yang bisa membuat sektor pariwisata Indonesia semakin berkembang.
Menurut dia, sangat sayang jika destinasi wisata Indonesia yang mencapai ribuan itu tidak dibuatkan aplikasi. "Apalagi sekarang hampir semua orang pegang ponsel pintar. Jadi, aplikasi bukan hal yang asing," tegasnya.
Lewat apps, Kezia berharap kesadaran dan wawasan mengenai pariwisata Indonesia bisa semakin berkembang. Ngomong-ngomong soal apps, apa saja fiturnya nanti? Kezia masih enggan menjelaskan dengan detail. Namun, aplikasi itu akan memberikan kemudahan bagi mereka yang suka traveling maupun ingin mengenal pariwisata Indonesia lebih jauh. Yang jelas bakal ada peta, penjelasan mengenai objek, rute, sampai panduan membuat itinerary.
"Selain mengenalkan pariwisata, aplikasi kan memang untuk memudahkan pengalaman wisata," tambah Kezia. Ide itu sebenarnya muncul sejak Kezia terpilih sebagai Puteri Indonesia tahun lalu. "Kan hobi saya juga coding (pemrograman komputer, Red). Jadi, bisa dimanfaatkan untuk proyek aplikasi ini," jelasnya.
Dalam proyek itu, Kezia dibantu teman-temannya. Ada yang sealmamater, ada juga yang tidak. Total ada tujuh orang yang terlibat. Mereka lebih banyak berperan mengerjakan coding selama Kezia berkeliling Nusantara menjalankan tugas sebagai Puteri Indonesia.
Jika apps itu sudah jadi, Kezia akan menggelar soft launching sesaat sebelum dirinya melepas jabatan. Setelah tidak lagi menjabat, dia bakal lebih berfokus mengembangkan proyek aplikasi tersebut sehingga semakin optimal. "Doakan aja tahun ini juga semakin berkembang ya," ujar cewek yang masuk 13 Besar Miss Universe 2016 tersebut.
Selain aplikasi, Kezia sudah mendapat tawaran di bidang teknologi informasi. Rencananya, dia menjadi Duta Gerakan Nasional 1000 Startup untuk Kibar Kreasi Indonesia, sebuah perusahaan inkubator start-up digital Indonesia. Namun, untuk yang satu itu, dia masih tutup mulut.
Terlepas dari rencana-rencana setelah melepas mahkota Puteri Indonesia, Kezia menyatakan menikmati masa-masa menjelang pensiun. Minggu (5/2) dia tampil di Indonesia Fashion Week (IFW) 2017, memperagakan koleksi Ivan Gunawan. Muse Ivan itu kembali mengenakan gaun Kedjora yang dipakainya saat preliminary show Miss Universe.
Bagi Kezia, bisa mengenakan Kedjora lagi merupakan kesempatan berharga. Saat preliminary, gaun Kedjora sempat tersangkut dan Kezia merasa tidak maksimal. "Kemarin jalan di catwalk sesi Kak Ivan, saya merasa lebih total. Prosesnya pun berjalan mulus," ungkapnya berseri-seri. (len/c5/na)

MUARADUA- Di tengah kesulitan keuangan yang dialami Pemerintah saat ini, Pemerintah Daerah dituntut untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia. Nah tidak ketinggalan Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin berpesan kepada Bupati OKU Selatan untuk memaksimalkan pembangunan dengan kondisi keuangan yang ada.

“Sekarang kondisi keuangan memang lagi masa sulit, Provinsi saja dipangkas sampai Rp1 triliun lebih dan harus bolak-balik merevisi kembali anggaran,”kata Gubernru Sumsel Ir H Alex Noerdin ketika diwawancarai wartawan usai menghadiri hari jadi Kabupaten OKU Selatan ke 13 di gedung DPRD OKU Selatan, Kamis (26/1).

Untuk OKU Selatan, kata orang nomor satu di Sumsel ini, harus bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada. Karena OKU Selatan memiliki potensi besar seperti sektor pariwisata yang tidak dimiliki Kabupaten lainnya di Sumsel yakni Danau Rananu. Sektor ini salah satu sektor potensial yang bisa memberikan nilai tambah pemasukan untuk daerah.

Jadi dengan anggaran yang ada fokus aja pembangunan sektor ini, fokus saja membenhi dan meningkatkan sarana dan parsarana pendukungnya.

“Kalau APBD yang masih kecil itu dibagi rata ke program-program lainnya, tidak akan ada hasil yang dicapai. Tidak akan menghasilkan apa-apa,”ujar Alex seraya mengatakan pemerintah provinsi juga akan berupaya mendorong dan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten OKU Selatan. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (27/1). 

 

PAGARALAM – Meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemerintah Kota Pagaralam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sudah mengagendakan serangkaian kalender event wisata yang menjadi andalan.

“Serangkaian kalender event wisata yang sudah diagendakan dan menjadi andalan, yakni Jelajah Alam Besemah Motor Trail, Festival Kopi pada Oktober 2017 mendatang, juga kalender wisata Besemah Expo Juni mendatang, bertepatan dengan HUT Kota Pagaralam dan objek wisata bersifat keilmuan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pagaralam, Samsul Bahri.

Event wisata tahunan tersebut, sambung Samsul juga didukung pihak ketiga sebagai penyelenggara berbagai kegiatan. “Intinya, lebik baik satu event yang menjadi andalan, tapi berisi,” ujarnya. (ald)

JAKARTA – PT Pelni mulai melirik potensi bisnis lain di luar core jasa angkut penumpang dan barang. Sektor pariwisata, menjadi alternative pilihan bisnis yang ingin digapai di 2017.

“Ini lini bisnis yang dimulai sekarang. Pariwisata sangat menjanjikan," kata Direktur Utama PT Pelni Elfien Guntoro, Selasa (3/1).

Guntoro tak asal meraba. Dia juga tak asal menggeser planning bisnis PT Pelni. Gambaran pariwisata di 2016 memang terlihat sangat seksi. PDB dari pariwisata menyumbangkan 10 persen PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Angka pertumbuhannya? Mencapai 4,8 persen dengan trend naik sampai 6,9 persen. Angkanya jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. Devisanya pun menempati posisi ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3 persen dibandingkan industri lainnya.

“Faktanya memang seperti itu. Apalagi naik pesawat sekarang lebih murah. Orang-orang lebih memilih naik pesawat ketimbang kapal laut. Jadi mindsetnya harus diubah.Naik kapal Pelni tak hanya sekedar mencapai tujuan, tapi juga berwisata," katanya.

Respon masyarakat? Ternyata lumayan bagus. Paket Wisata Bahari 2016 bertema Ship Xperience: New Way to Explore Wonderful Indonesia, banyak dilirik wisatawan. Dari Labuan Bajo-Pulau Komodo, Derawan, Raja Ampat, Wakatobi, dan Bandaneira, rutenya selalu ramai dipesan wisatawan.  Siapa yang bisa menolak berwisata ke Raja Ampat? Destinasi dengan kekayaan terumbu karangnya, dan juara dunia untuk snorkeling versi CNN International. Siapa juga yang bisa menolak rayuan Labuan Bajo dengan Komodo-nya? Destinasi yang merupakan runner up snorkeling versi CNN International.

Wakatobi dengan 3.000 spesies ikan dan 600 jenis koral dunia juga banyak dilirik wisatawan. Begitu juga Banda Neira dengan pesona Gunung Api Laut dan Taman Wisata Bawah Lautnya, hingga Derawan dengan penyu raksasa dan ubur-uburnya yang sulit ditemukan padanannya di dunia.

“Konsep yang kami tawarkan mirip-mirip dengan live on board. Kapal Pelni punya fasilitas lengkap, jadi wisatawan tidak perlu kuatir. Kami menyediakan shower dengan air panas, makanan dengan menu bervariasi, dan tentunya sumber listrik atau colokan, agar urusan selfie-selfie tetap lancar,” paparnya.

Selain paket wisata ke berbagai daerah di Indonesia, Pelni juga disebut sukses menyelenggarakan perayaan pergantian tahun baru di kapal Umsini pada akhir 2016, membuka paket rapat di kapal, sarana edukasi, juga membuka paket pernikahan sampai wisuda di atas kapal.

"Pemerintah daerah saat ini sudah ada beberapa yang mengadakan rapat di kapal, juga kita edukasi siswa sekolah untuk eksplorasi di kapal, melihat suasana dan laut. Secara bisnis ini ada kenaikan yang signifikan. Ini yang membuat kita makin optimis, mulai kelihatan dan mulai dikenal," timpal Direktur Komersial PT Pelni, Harry Boediarto.

Saat ini ada 26 kapal Pelni yang memungkinkan untuk menjalankan fungsi wisata dan MICE. Dan di 2017 ini, Pelni bahkan berani merencanakan membeli satu kapal khusus wisata. "Kemungkinan besar kapal bekas di-upgrade, karena kalau membangun membutuhkan waktu yang lama. Butuh waktu sampai dua tahun," kata Harry. (*/kmd)

JAKARTA – Pekerjaan fundamental Menpar Arief Yahya soal branding dan advertise sudah tuntas di 2016. Next step adalah selling! Mengejar target Presiden Joko Widodo yang mematok di angka 20 juta di 2019, yang dimulai dengan 15 juta di 2017. Kemenpar pun harus berjibaku menaikkan performance dengan growth 25% wisman, di tengah pertumbuhan global 4,4% dan regional ASEAN 5,1%. Dan, di dunia, tidak ada sejarah sebuah Negara sanggup menaikkan kunjungan wisman hingga 100% lebih dalam 5 tahun.Tidak banyak
orang yang pede dengan angka proyeksi itu. Bahkan ada yang memplesetkan, bahwa target optimistic itu terlalu optimis. Ada yang menyebut mission impossible. Tetapi, sebagai fighter, Menteri Arief Yahya harus mengubah asumsi itu menjadi mission “in-possible!” Dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Rabu 21 Desember 2016, Mantan Dirut PT Telkom itu pun mengeluarkan tiga jurus andalannya. Go Digital, Air Connectivity dan Homestay Desa Wisata!“Ingat! Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!” sebut Menpar Arief Yahya mengawali JPAT 2016, Rabu (21/12).

Saat JPAT, Marketeer of The Year 2013 itu. Syarat menuju ke sana, harus ada 3S, corporate  culture Kemenpar, yakni 3S, solid, speed, spread. Harus kompak, harus cepat dan impact bisnisnya bisa besar.Tiga poin penting - Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata menjadi pegangan semua tim Kemenpar untuk melangkah di kuartal pertama 2017. Tiga hal itu akan diselaraskan dengan kapasitas destinasi di 3 greaters (Bali, Jakarta, Kepri) serta 10 top branding dan 10 Top Desinasi sebagai Bali Baru.Gerakan Go Digital tourism sudah dimulai dengan peluncuran platform selling, ITX (Indonesia Tourism Exchange), September 2016. Ini merupakan platform
digital market place dalam ekosistem pariwisata atau yang mempertemukan buyers dan sellers.Semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk bertransaksi via digital. “Kami berharap triwulan II/2017 sudah operasional 100% dan semua industri pariwisata sudah go digital,” kata Menpar Arief Yahya.

Digital market place khusus tourism sudah disosialisasikan di 10 kota. Dari Batam Kepri, Medan Sumut, Banda Aceh NAD, Jakarta, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Surabaya, Banyuwangi. "Promosi yang selama ini bertitik berat di Branding dan Advertising, mulai bergeser ke Selling. Ingat BAS. Branding sudah dilakukan gencar di tahun pertama, Advertising digeber tahun kedua. Tahun ketiga sudah harus Selling to the point. Kita buat wisatawan tidak bisa menolak untuk berwisata ke Indonesia,” kata Arief Yahya.Selain itu juga telah diluncurkan War Room M-17 di gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar sebagai pusat pemantauan berbasis teknologi digital. Dalam ruang War Room M-17 memiliki 16 layar LED touch screen untuk memantau 4 aktivitas utama yakni; pergerakan angka-angka pemasaran mancanegara dan pemasaran nusantara, tampilan big data berisi keluhan, kritik, saran, semua testimoni baik negatif maupunpositif. Pusat intelejen ini menampilkan pergerakan wisman dan wisnus secara real up date termasuk data strategi untuk menghadapi kompetitor seperti Malaysia sebagai common enemy dan Thailand sebagai musuh profesional pariwisata Indonesia. Selain itu ditampilkan pula indikator positif-negatif mengacu pada Tour and Travel Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF) sebagai standar global.Air Connectivity atau akses udara, juga ikut digeber. Daya angkut atau seats capacity terus diperbesar. Target 2017, sudah harus 4 juta seats. Domainnya memang bukan di Kemenpar. Tapi kolaborasinya sudah dilakukan bersama Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura.Problemnya pun sudah terdeteksi. Karenanya, jelang akhir tahun, Menpar Arief Yahya bersama tim Kemenpar makin getol melakukan roadshow ke industri Airlines, Angkasa Pura I-II dan Authority, dalam hal ini Kemenhub. Solusinya dicari dengan gaya business to business. Tak lagi kaku seperti gaya birokrasi.

Lantas mengapa akses udara ikut digeber? “Karena 75% wisatawan itu masuk Indonesia dengan airlines. Kita sentuh yang terbesar dulu untuk quick win,” katanya.Airlines nantinya akan didorong terbang ke destinasi wisata di Indonesia. Jam operasional airport akan diperpanjang hingga 24 jam.Deregulasi juga ikut didorong. Begitu juga dengan kemudahan penambahan slot bagi pesawat yang hendak masuk ke Indonesia. “Lakukan joint promo dan paket hard selling,” ucap pria kelahiran Banyuwangi itu.Saat Go Digital sudah berlari kencang, akses udara sudah terbuka lebar, faktor amenitas juga ikut dibangun. Kamar hotel, resort, vila, jumlahnya juga harus ikut massif. Solusi tercepat dan termurah? Homestay desa wisata. “Kuartal I 2017 harus bisa bangun 1.000 homestay. Itu dibagi ke-10 top destinasi,” ucap Arief Yahya.Itu artinya, Danau Toba (Sumatera Utara); Tanjung Kelayang (Bangka Belitung); Tanjung Lesung (Banten); Kepulauan Seribu (DKI Jakarta); Candi Borobudur (Jawa Tengah); Bromo Tengger Semeru (JawaTimur); Mandalika (Lombok, NTB); Labuan Bajo (Flores, NTT); Wakatobi (Sulawesi Tenggara); dan Morotai (Maluku). masing-masing kebagian 100 homestay desa wisata. “Di luar 10 Bali Baru itu silakan diusulkan. Target 2017 adalah 20.000 homestay,” tegasnya.Sejauh ini, capaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari hingga Oktober 2016 mencapai 9.403.614 wisman. Angkanya tumbuh 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 8.54.832 wisman. Hingga akhir Desember 2016, target 12 juta wisman diproyeksikan akan terlampaui dengan estimasi kunjungan wisman November sebesar 1,3 juta dan Desember 1,5 juta wisman.“Target pada triwulan 4 (Oktober, November, Desember) 2016 sebesar 3,9 juta wisman atau 32,5%. Pada Oktober sudah tercapai 1,040 juta atau tumbuh 18,55%. Sedangkan sisanya 2,86 juta. Saya optimis akan terlampaui karena dalam tiga bulan tersebut adalah saat peak seasons dan menurut data akan terjadi pertumbuhan tinggi hingga dua digit,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga menjelaskan bahwa selama 2016 pariwisata sudah on the track. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 11%. Devisa yang dihasilkan Rp 172 triliun dan penyerapan 11,8 juta tenaga kerja (langsung, tidak langsung, dan ikutan). “Capaian kinerja pariwisata tahun 2016 ini semakin menguatkan kita untuk meraih target 2017 hingga 2019,” kata Arief Yahya.Untuk 2017, pemerintah sudah mematok target kontribusi Pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13%. Sementara devisa yang dihasilkan sebesar Rp 200 triliun. Penyerapan tenaga kerja dipatok 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta dan pergerakan wisnus 265 juta, serta indeks daya saing (WEF) berada di ranking 40, dari posisi saat ini di ranking 50 dunia. (*/kmd)

 

KUALA LUMPUR – Kalian pasti ingin melihat pamor Indonesia berkibar di ujung tahun 2016? Setelah sukses dengan 32 penghargaan di 22 negara di dunia? Sebelum memasuki tahun 2017, masih ada satu opportunity untuk membuat angka cantik, 33 kemenangan di 22 negara! Nah, masih ada e-vote untuk mengukuhkan dominasi Indonesia dalam urusan digital. Yakni mensukseskan Dikna Faradiba, Putri Pariwisata 2015 yang ikut berkompetisi di ajang Miss Tourism International 2016. Kini, soal putri kecantikan, nama Indonesia mulai diperhitungkan di level dunia. Oktober 2016, ada Ariska Putri Pertiwi yang sukses menyambar mahkota Miss Grand International 2016. Selain memenangkan Miss Grand International 2016, wanita berusia 21 tahun ini pun menyabet gelar Best National Costume.

Desember 2016, Indonesia kembali jadi sorotan dunia di ajang putri kencatikan. Itu setelah Natasha Mannuela dinobatkan menjadi runner-up kedua Miss World 2016. Maria Harfanti juga tak kalah okenya. Dia dinobatkan nangkring di peringkat ketiga dalam ajang Miss World 2015 dan meraih gelar Beauty with a purpose. Belum lagi Elvira Devinamira. Puteri Indonesia 2014 ini mampu menyambar juara pertama Best National Costume dan masuk dalam 15 peserta terbaik di ajang Miss Universe 2014. Dan di penghujung tahun ini, Dikna Faradiba yang berpeluang mengibarkan nama Indonesia di ajang Miss Tourism Internasional. Putri Pariwisata 2015 ini berpeluang merebut salah satu gelar juara via voting online. “Terima kasih, sudah membantu memberikan vote ke saya,” sapa Dikna Faradiba.

Caranya? Sangat mudah. Cukup klik link https://mbasic.facebook.com/gi ntellmalaysia/photos/a.1015470 4908385915.1073741858.18404833 0914/10154704918465915/?_e_pi_ =7%2CPAGE_ID10%2C4401030004. Lalu, pilih foto delegasi Indonesia (Dikna Faradiba) dan berikan like pada foto tersebut sebagai voting.Pemenang dinilai berdasarkan like terbanyak. Batas akhir voting pukul 16.00 WIB atau 05.00 pm local time (Malaysia), Minggu, 25 Desember 2016. Dan pemenang Miss Gintell Wellness akan diumumkan pada 25 Desember 2016. “Yuk, kita bantu vote! Kita menangkan wakil Indonesia via digital,” ajak Johnie Sugiarto, CEO El John Grup, Kamis (22/12). Sampai dengan peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2016 pukul 07.21 WIB, Indonesia masih jauh berada di bawah wakil Vietnam. Posisi teratas digenggam wakil Vietnam dengan raihan 6.200 vote. Dikna Faradiba yang mewakili Indonesia ada di posisi dua dengan 2.300 vote.Peru menguntit satu strip di bawah Indonesia dengan raihan 2.100 vote. Setelah itu, ada Filipina yang mengumpulkan 1.400 vote. Dan di lima besar, ada musuh professional Wonderful Indonesia, Thailand, yang mengumpulkan 800-an vote.
“Di World Halal Tourism Award 2016 kita sudah membuktikan bahwa Indonesia itu solid. Voters Merah Putih itu kompak. Netizen kita punya spirit nasionalisme yang tinggi. Kita bisa buktikan bahwa bangsa ini hebat. Sekarang gilirannya Miss Tourism International . Satu suara Anda sangat bermakna untuk diplomasi pariwisata Indonesia di level dunia,” sambung Johnie.

Memasuki tahun ke-19 penyelenggaraan, Miss Tourism International diikuti 60 kontestan dari berbagai negara. Malam final Miss Tourism International 2016 akan berlangsung 31 Desember 2016, di Ballroom Hotel JW Marrioot Putrajaya, Malaysia. (*/kmd)

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani turut gerah dengan tantangan Menpar Arief Yahya, soal target 15 juta wisman di 2017. Amenitas adalah wilayah Busniess dalam Pentahelix ABCGM –Academician, Business, Community, Government, Media-- yang diwakili oleh PHRI. Ketika Government atau pemerintah bergerak cepat, tugas pelaku bisnis lah yang harus bergerak lebih cepat. Tantangan itulah yang dijawab Haryadi Sukamdani, President Director PT Hotel Sahid International Tbk itu. Di acara Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2016 Kemenpar yang dilangsungkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Rabu, 21 Desember 2016 itu, dia bersemangat untuk berkolaborasi. “Terima kasih Pak Menpar Arief Yahya sudah mempromosikan pariwisata menjadi mendunia. Branding awareness Wonderful Indonesia sudah sampai ada dimana-mana,” aku Haryadi.

”Justru di sini tantangan untuk kami, pelaku industri pariwisata dan kami sambut tantangan Kemenpar untuk merealisasikan target 15 juta di 2017. Tentu saja kami akan implementasikan lebih rinci di lapangan, dengan segala skema yang sudah kami buat,” ujar Haryadi saat sesi jumpa pers. Yang paling terdekat, imbuh Haryadi, pihaknya di low season dari Januari hingga Maret 2018 pihaknya akan menyambut wisatawan dengan tagline Visit Indonesia. Haryadi mengaku sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar mampu merealisasikan target, dengan membuat paket-paket semenarik mungkin.

”Begitu juga di tahun 2017, kita akan keluarkan harga bagus dan terbaik untuk pariwisata Indonesia. Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak. Untuk tahun 2018 di Januari dan dan maret 2018 akan kami buka Visit Indonesia di low season. Karena pak Menteri sangat teliti dan terukur, maka akan kita buktikan di Low Season,” ujar Haryadi. Pada tahun 2017, PHRI akan mengambil langkah-langkah efektif terutama menggenjot dan bersosialisi kepada Airline di seluruh dunia agar mau menyambangi dan membuka penerbangan ke Indonesia. ”Apalagi Kemenpar mencanangkan Go Digital, tentu dengan cara ini kami juga harus berinovasi. Yang paling efektif adalah kita akan melakukan program dengan Bank untuk mempersiapkan pembayaran wisata bagi Wisman, ini agar semua bisa berjalan lancar. Kita juga akan mensosialisasikan hal ini kepada anggota agar mampu menterjemahkan dengan baik target Kemenpar ini, kalau tidak menerjemahkan dengan baik maka target tidak akan terealisasi,” ujarnya.

Haryadi memaparkan, saat ini jumlah total kamar yang dimiliki adalah 507 ribu kamar, kalau seandainya rata-rata kamar Rp 500 ribu, maka akan ada angka Rp 1,3 Triliun Rupiah uang masuk ke Indonesia. ” Maka angka ini sangat bagus untuk Pariwisata Indonesia. Maka dari itu di tahun 2017 dan 2018 nanti kita semua harus kompak dan mengisi even-even yang bagus, dukungan kami akan tetap kami pegang teguh kepada semua usaha Pariwisata yang ada, dalam arti lain menerima tantangan Kemenpar,”ujarnya.

Salah satu buktinya adalah, PHRI melakukan nota Kosepahaman dengan PT AP II. Nota Kesepahaman tersebut tentang Promosi Pariwisata Indonesia oleh Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dengan Ketua Umum PHRl Hariyadi B. Sukamdani disaksikan oleh Menpar Arief Yahya. Kata Haryadi, dalam nota kesepahaman tersebut antara lain dilakukan kerjasama pmmosi bersama (joint promotion) untuk mempromosikan pariwisata dan perhotelan Indonesia kepada pasar internasional dan domestik di area 13 bandar udara yang dikelola oleh PT AP II. ”Nota kesepahaman itu poinnya pada pertukaran data dan informasi; peningkatan frekuensi kunjungan wisman (inbound) ke Indonesia khususnya melalui bandara yang dikelola PT AP , serta partisipasi pada event event pawisata dan perhotelan internasional maupun nasional atau domestik,” bebernya.

Haryadi mengatakan, PHRI akan sama-sama berjuang bersama kemenpar. Betapa tidak, karena Perhotelan dan Restoran adalah amenitas, penopang utama destinasi wisata. Dua unit usaha itu berada di bawah koordinasi pariwisata. Karena itu, maju tidaknya pariwisata akan berdampak langsung pada bisnis PHRI. Haryadi juga kembali menyinggung terkait dengan produk Pariwisata. Produk itu adalah destinasi dan destinasi itu berada di bawah Bupati, Walikota dan Gubernur, di daerah. Dengan otonomi, maka daerah punya kewenangan kuat mengelola daerahnya. Termasuk destinasi pariwisata yang dimiliki oleh daerah tersebut. Celakanya, jika CEO di daerah tidak mengalokasikan sumber daya, budget dan perhatiannya di pariwisata, maka promosi jatuhnya juga di daerah-daerah yang paling siap.

”Apalagi kami semakin percaya diri karena Pariwisata sudah ditetapkan sebagai satu dari lima prioritas pembangunan, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime. Branding, positioning, differentiation, Pariwisata Indonesia juga sudah semakin kelihatan di pentas dunia. Kami akan berjuang bersama Kemenpar,” katanya. Putra pengusaha Prof Dr Sukamdani Sahid Gitosardjono itu juga akan memantau seluruh anggotanya untuk welcome dengan program Kemenpar di 2017. ”Program yang sudah pernah di-sounding kepada Menpar Arief Yahya salah satunya adalah Visit Indonesia 2018. Terserah nanti namanya apa saja. Yang penting mereka datang ke Indonesia,” ujarnya.
Menurut Haryadi, program ini untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara di tahun pencapaian target tersebut.”Kami bantu target pemerintah, selaras dengan target kunjungan wisman 20 juta tahun 2019. Kalau kita bicara program besar untuk memajukan pariwisata itu harus dilakukan join pogram atau program bersama, kami akan meluncurkan Visit Indonesia tahun 2018. Intinya, program ini menjadi program bersama, bukan hanya PHRI saja," jelas Hariyadi yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.

Acara ini akan digelar serentak di sejumlah daerah pada tiga bulan pertama 2018. Pihak-pihak yang dilibatkan mulai dari maskapai penerbangan asing dan dalam negeri, hotel, restoran, hingga biro perjalanan. Mengenai pemilihan kota hingga saat ini masih dalam pembahasan. Menurutnya, kota-kota yang ingin terlibat harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan seperti sarana dan prasarana penunjang hotel seperti hotel, restoran, destinasi yang menarik, aksebilitas, hingga faktor keamanan wisatawan.(*/kmd)

BANDA ACEH – Dua belas tahun silam, Anda masih menyisakan memori peristiwa tsunami dahsyat Aceh, 26 Desember 2004 silam? Renungan atas gempa berkekuatan 8,9 skala richter itu sudah disiapkan Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam. Akhir tahun ini, pesona destinasi wisata yang terdiri atas tsunami heritage mulai mengajak wisatawan untuk kembali mengingat bencana dahsyat yang sempat meluluhlantakkan Bumi Serambi Mekah itu.

"Peringatan 12 tahun bencana Tsunami di Aceh akan dipusatkan di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, Senin, 26 Desember 2016," terang Kadisbudpar Aceh, Reza Pahlevi yang didampingi Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, Selasa (20/12).

Saat gempa dan tsunami menghantam Aceh, 2004 silam, Aceh luluh lantak. Ratusan ribu orang meninggal dunia. Sarana dan prasarana hancur. Dunia pun ikut berduka. Setelah 12 tahun tenggelam dalam kepahitan, Aceh akhirnya mampu bangkit. Infrastruktur kembali dibangun. Obyek wisata yang terdiri atas tsunami heritage, bahari, danau, bawah laut, yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh makin banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan, jelang akhir tahun ini, Aceh ikut mendonasikan dua dari 12 gelar juara dunia yang disambar Indonesia di World Halal Tourism Award 2016 yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang Aceh Besar terpilih sebagai World’s Best Airport for Halal Travellers. Satu gelar lainnya disumbang Aceh lewat kategori World’s Best Halal Cultural Destination. “Ini merupakan bukti nyata bagi kita semua. Sikap yang diambil rakyat Aceh adalah sikap kemandirian, kegigihan serta semangat sehingga tidak selamanya kita bergantung dan mengharapkan bantuan dari luar,” sambung Reza.

Tema Majukan Negeri Bangun Budaya Siaga Bencana Masyarakat akhirnya dipilih untuk memperingati 12 tahun bencana Tsunami di Aceh. Melalui tema tersebut, Reza berharap seluruh lapirsan masyarakat bisa terus melahirkan perilaku kreatif, inovatif dan amanah serta semangat untuk terus membangun Aceh lebih baik.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, ikut buka suara. Dari paparannya, peringatan 12 tahun Tsunami di Aceh kali ini tidaklah dilakukan secara massif. Skalanya tidak sebesar peringatan 2014 yang memasuki satu dekade. "Ini bukan berarti memperkecil makna dan filosofi peringatan itu sendiri. Sebaliknya, peringatan itu sendiri dilakukan semata-mata untuk selalu mengenang kembali kejadian gempa dan Tsunami dan berterima kasih kepada masyarakat nasional dan internasional yang telah pernah membantu masyarakat Aceh," jelasnya.

Lantas mengapa lokasinya di Ulee Lheue? Kenapa juga bukan di Banda Aceh yang menjadi Ibukota Provinsi? “Ulee Lheue telah menjadi daya tarik wisata dan ikon kebangkitan masyarakat. Masjid Baiturrahim Ulee Lheue yang didirikan sekitar abad ke-17 masa Kesultanan Aceh juga tidak luput dari hantaman gelombang Tsunami, namun menjadi satu-satunya bangunan yang mampu berdiri tegak dan saksi sejarah serta menjadi ikon kebangkitan masyarakat setempat," jelasnya.

Sekarang, Masjid Baiturrahim Ulee Lheue dengan desain dan arsitekturnya yang indah memang sudah bertransformasi menjadi salah satu masjid yang sering dikunjungi wisatawan. Banyak wisatawan Malaysia menjadikan masjid ini sebagai tempat transit untuk melakukan shalat sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Kota Sabang.

Bagi yang ingin menyaksikan Peringatan 12 Tahun Tsunami di Aceh, ada banyak kegiatan yang sudah disiapkan Pemprov Aceh. Zikir, Doa dan Santunan Anak Yatim yang akan dipimpin oleh Ust. Tgk. Jamhuri Ramli SQ, siap digelar Minggu, 25 Desember pukul 08.30 WIB di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh. Ziarah ke Kuburan Massal akan dilaksanan, Senin, 26 Desember pukul 07.30 WIB di Kuburan Massal Ulee Lheue – Banda Aceh. Setelah itu, ada upacara Peringatan Tsunami yang digelar Senin, 26 Desember pukul 09.00 WIB di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue – Banda Aceh. Adajuga Tausyiah Tsunami yang akan disampaikan Ust. Bachtiar Nasir, Lc dan makan siang (kenduri) bersama masyarakat.

Kegiatan pendukungnya juga lumayan banyak. Di deretan teratas, ada Lomba Marathon 10K Tsunami Games di Kabupaten Aceh Jaya yang digelar Dispora Aceh. Selain itu, ada Dialog “Daerah Bencana menuju Masa Depan” – Aceh dan Japan bersama The Laboratory for Global Dialogue. Yang suka fotografi, silahkan arahkan pandangan ke Pameran Foto Tsunami yang digelar Metro Group. Bahkan berbagai komunitas di Aceh dan Jepang, ikutan nimbrung menggelar sejumlah kegiatan pendukung lainnya.

Masih belum puas? Silahkan kunjungi beberapa lokasi yang terdampak tsunami. Sekarang, lokasi-lokasi tadi sudah bertransformasi menjadi daerah tujuan wisata. Di deretan teratas ada Monumen Aceh Thanks to the World di Lapangan Blang Padang. Di sekeliling lapangan, ada monumen yang bertuliskan kata 'Terima Kasih' dan 'Damai' yang diterjemahkan ke dalam bahasa puluhan negara yang telah membantu Aceh.

Setelah itu, ada Kapal di Atas Rumah (Boat on the Roof). Destinasi ini ada di Lampulo, Banda Aceh. Ini merupakan situs peristiwa tsunami, yakni sebuah kapal feri yang berlabuh di atas atap rumah penduduk. Di dalam situs ini terdapat informasi detail tentang apa yang dialami kapal tersebut sewaktu peristiwa tsunami.

Masih belum puas? Silahkan langkahkan kaki ke Kapal PLTD Apung I. Letaknya di Desa Punge, Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh. Sama seperti kapal sebelumnya, ini merupakan kapal yang terdampar ke tengah daratan. Bedanya, Kapal PLTD Apung I ini ukurannya lebih besar. Di sekitar pintu masuk situs ini terdapat monumen tsunami. Pengunjung dapat naik langsung ke bangkai kapal ini untuk melihat pemandangan kota dari atas kapal.

Setelah itu, ada Taman Edukasi Tsunami. Taman Edukasi Tsunami berlokasi dekat dengan kapal PLTD Apung I. Luasnya 4500 meter kubik dan berlokasi di Desa Punge, Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh. Taman ini menyediakan informasi tentang tsunami, kesaksian sejarah, serta foto-foto tsunami di Aceh. Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, termasuk taman bermain, teater, dan fasilitas publik seperti rest area dan sebagainya.

Destinasi berikutnya adalah Museum Tsunami. Pintu masuk museum ini dihiasi dengan helikopter yang merupakan salah satu peninggalan dari bencana tsunami 12 tahun lalu. Istimewanya, di museum ini memiliki jalur khusus, sehingga wisatawan tidak akan melewatkan ruang kenangan yang ada di dalamnya. Dilihat dari luar, bentuk museum ini seperti memiliki cerobong kapal, namun jika dilihat dari dalam ternyata itu dekorasi lafadz Allah. Museum ini beralamatkan di Jalan Sultan Iskandar Muda, Aceh.

Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, juga layak disambangi. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di Aceh. Ketika diterpa tsunami, bangunan masjid ini selamat dan hanya terdapat kerusakan kecil saja. Bahkan, ketika itu, masjid ini dijadikan tempat perlindungan masyarakat Aceh dari serbuan gelombang tsunami. Masjid ini berada di Jalan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Masjid Rahmatullah juga sangat oke untuk dikunjungi. Terletak di Pantai Lampuuk, Lhoknga, Aceh Besar, masjid ini juga selamat dari serangan badai tsunami. Pantai Lampuuk sendiri terkenal dengan pasir putihnya, dan mulai digunakan sebagai tempat selancar internasional. Saat tsunami, masjid Rahmatullah merupakan satu-satunya bangunan yang masih berdiri kokoh di antara puing-puing kehancuran bangunan lainnya. Fotonya pasca kejadian tsunami sangat epic, dan tersebar viral ke masyarakat dunia.

Destinasi berikutnya, Kubah Masjid Al-Tsunami. Kubah masjid dengan berat 80 ton ini berada di Desa Gurah, Peukan Bada, Aceh Besar. Kini kubah tersebut dikenal dengan sebutan Kubah Masjid Al-Tsunami. Saat tsunami menghantam 2004 silam, seluruh bangunan masjid rusak dan hanya menyisakan kubah berdiameter 4x4 meter ini. Kubah itu terseret arus sejauh 2,5 kilometer dan beberapa orang dikabarkan selamat berada di dalamnya. Sekarang situs ini juga ramai dikunjungi sebagai tempat rekreasi. (*/kmd)

JAKARTA – Crossborder Festival sukses dilangsungkan di banyak area perbatasan di tanah air sepanjang 2016. Karena itu, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya bakal melanjutkan program menangkap peluang baru di titik-titik lintas batas dengan negara tetangga. Terutama di Aruk, Kab Sambas, Kalbar yang berbatasan dengan Malaysia, Atambua NTT yang berdekatan dengan Timor Leste, Merauke dan Irian Jaya, Papua yang berimpitan dengan PNG.

Bahkan, Kepari yang meliputi Bintan, Batam, Anambas, Tj Balai Karimun juga terus dicarikan program festival yang bisa menghadirkan wisatawan mancanegara. “Di mana-mana, crossborder itu bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanagara. Di Prancis, Spanyol, dan banyak Negara Eropa sudah menempuh cara ini, menaikkan wisman dari crossborder,” jelas Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Pertama, konsistensi Festival Crossborder akan terus dilakukan. Kalau selama ini ditangani oleh Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara, I Gde Pitana melalui Asdep Rizki Handayani Mustafa untuk wilayah ASEAN, dan Vinsensius Jemadu untuk Asia Pasifik, maka tahun depan dipindahkan ke Deputi Pengembangan Pemasaran Nusantara. “Yang sudah sukses, harus terus dioptimalisasi agar lebih konkret menghasilkan wisman dan wisnus,” jelasnya.

Kedua, Menpar Arief Yahya mengajak kepada pelaku bisnis untuk menanamkan modalnya ke usaha pariwisata di daerah perbatasan itu. Kalau bisa mengumpulkan 25 ribu orang di satu lokasi di Atambua, misalnya bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Begitu pun di Aruk yang didatangi lebih dari 10 ribu wisatawannya. “Bagi pelaku bisnis, ini menarik. Mereka pasti sudah mulai berhitung untuk membangun amenitas seperti hotel, resort atau akomodasi, lalu membuat atraksi seperti theme park, seni pertunjukan, dan lainnya. Tujuannya agar orang lebih lama tinggal,” kata dia.

Dia juga memprediksikan, akan ada lebih banyak akses yang dibangun menuju ke perbatasan, termasuk bisnis transportasi dan pengiriman cargo yang ada di dalamnya. “Perbatasan tidak lagi sepi, tidak lagi dianggap sebagai daerah pinggiran. Tetapi justru menjadi wilayah terdepan di tanah air,” ungkap Arief Yahya.

Saat ini nyawa aktivitas di perbatasan adalah music atau show, plus festival seperti kuliner, kesenian, dan lainnya. Ke depan, bisa berkembang ke semua bisnis yang dibutuhkan dengan orang lain. Presiden Jokowi memang sedang getol membangun daerah terluar, daerah tertinggal, dan daerah perbatasan. Seperti saat 19 Oktober 2016 lalu, meresmikan Bandar Udara Miangas, dan meninjau Pulau Miangas yang memiliki luas 3,2 kilometer persegi itu. Pulau itu hanya memiliki penduduk sebanyak 800 jiwa. Bukan hanya pertimbangan
ekonomis, dalam membangun fasilitas public di pulau terluar seperti Miangas. Tapi, membangun mereka yang juga merupakan Warga Negara Indonesia yang perlu ditanamkan rasa cinta tanah air.

"Saya kira kita ingin ada sebuah nasionalisme, kebanggaan dari masyarakat bahwa mereka adalah Warga Negara Indonesia yang masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Presiden Joko Widodo, yang kala itu didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Sehari sesudahnya, Presiden Jokowi juga melihat pembangunan perbatasan di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Jokowi harus memanjat pos menara tertinggi Pos Perbatasan, Sei Pancang, Pulau Sebatik untuk melihat situasi dan kondisi. Akhir tahun lalu, Presiden Jokowi juga meninjau perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua dan mengunjungi perbatasan wilayah di Kabupaten Belu, Kupang, NTT, 28 Desember 2015.

Tanggal 23 Maret 2016 lalu, Mantan Gubernur KI Jakarta itu juga berkunjung ke Entikong, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Jokowi memerintahkan agar dibangun perbatasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang lebih baik dari pos negara tetangga. Termasuk memperlebar jalannya dari 5 meter jadi 20 meter. “Ini akan lebih baik dari yang lalu, lebih besar dari yang lalu dan lebih baik dari yang di sana (Malaysia). Pasti lebih baik,” ucap Jokowi saat di Entikong.

Presiden Jokowi juga merencanakan membangun pasar yang besar dan bagus. Tujuannya agar aktivitas ekonomi berkembang, tidak memilih belanja di negara tetangga. Kali ini, solusi Kemenpar lebih cerdas lagi, mendatangkan warga Malaysia, Timor Leste dan Papua yang berdekatan dengan wilayah perbatasan untuk bergerak ekonominya, dengan pariwisata.

“Karena itu, menggerakkan perekonomian masyarakat di perbatasan dengan Crossborder Festival itu akan semakin konkret. Apalagi ada pengusaha local dari daerah sana yang bergerak, itu akan sangat kuat multiplying effect-nya. Di Pariwisata itu setiap investasi yang ditanamkan, akan berdampak 170% buat masyarakat di sekitar itu,” kata dia.(*/kmd)

Halaman 1 dari 23

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca