JAKARTA – Persaingan di industri elektronik makin ketat, terlebih pemain global juga masuk ke pasar Indonesia. Polytron punya strategi untuk bersaing di industri ini, yakni dengan meluncurkan program Semarak Polytron. Program yang baru dijalankan ini sebagai apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayai Polytron sebagai produk elektronik pilihan.

“Program atau kesempatan undian Semarak Polytron dibuka untuk semua masyarakat Indonesia, caranya mudah dan tanpa dipungut biaya,” ujar Tekno Wibowo, Marketing Director Polytron, Jumat (17/2). Program ini berlaku untuk semua pembelian segala jenis produk Polytron, seperti audi, video, home appliances dan mobil phone. Periode pembelian 1 Februari-30 Juni dan pengundian dilakukan pada akhir periode melalui surat kabar.

“Hadiah jumlahnya ratusan, diantaranya 250 unit LED TV 39 inci, 100 unit motor Honda Revo Fit dan 1 unit Grand Prize Mercedes Benz C200,” ungkapnya. Caranya mudah, cukup mengisi kartu garansi lengkap, sertakan data identitas atau foto kopi KTP dan kwitansi pembelian via Whatsapp ke 08111607609 atau ke PO Box 6666 JKB Si dan In-Store Box.

“Semoga program ini berjalan sukses guna mempertahankan dan meningkatkan pasar Polytron di Indonesia dan sekaligus menjadi indikator peningkatan kualitas layanan dan produk,” imbuhnya. (rei)

PAGARALAM – Usai melakukan patroli bersepeda mengecek kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Kapolres Pagaralam AKBP Pambudi SIK MSi menyempatkan diri berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama di kawasan Pasar Pagaralam Square, Kamis (16/2).

“Aksi berbagi kebahagiaan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian, kemanusiaan dan kegiatan sosial yang wajib dilaksanakan bersama. Kita juga support para pelajar yang ikut aksi berbagi ini, karena bukan hanya membagikan nasi kotak, tapi juga ikut menjaga kebersihan kawasan pasar, lewat aksi pungut sampah,” kata Pambudi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Panti Asuhan Rumah Berbagi Madrasah Rohaniah, Khairil didampingi Ketua D-Team, Mirco Andreal mengungkapkan, aksi peduli sesama, tak hanya membagikan nasi kotak, tetapi menggelar aksi pungut sampah di kawasan Pasar Dempo Permai.

“Untuk aksi peduli sesama, kita menyiapkan 150 nasi kotak dibagikan kepada saudara-saudara yang berhak menerimanya. Operasi pungut sampah kita tujukan agar kawasan Pasar Dempo Permai senantiasa terjaga kebersihannya, karena kebersihan sebagian daripada iman,” pungkasnya. (ald)

PALEMBANG - Mengapresiasi seniman yang ada di Metropolis, Dinas Pariwisata akan membuka Pasar Seni di Kawasan Monpera yang dilaunching dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani mengatakan bahwa Pasar Seni tersebut bisa dimanfaatkan para seniman untuk menampilkan lukisannya kepada masyarakat, khususnya pengunjung. "Jumat nanti kami akan melakukan paparan di depan wali kota dan investor mudah-mudahan tertarik jadi sponsor," kata Isnaini, Rabu (15/2).

Tapi sebelumnya harus dikaji terlebih dulu kondisi kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas dan semua merasa nyaman. Pasalnya, lokasi ini menjadi satu kawasan yang terintegritas.  (uni)

MUARA ENIM - Kepolisian Resor (Polres) Muara Enim berpatroli di wilayah hukumnya, Rabu (15/2). Uniknya, patroli yang dilakukan petugas dengan mengendarai sepeda untuk memantau wilayah yang dianggap rawan tindak kejahatan. Mereka mengitari Kota Muara Enim secara konvoi seperti mengelilingi ruas jalan utama, pasar dan pusat perbelanjaan. Tampak Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi, Kabag Ops Kompol Zulkarnain SH, Kasat Sabhara AKP Lukman Nurhakim SIK MSi, Kasubag Humas AKP Arsyad beserta jajaran serta anggota Polwan.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan mengatakan, mereka mengitari kota dengan mengendarai sepeda dinas. Menurut Hendra, anggota kepolisian diharapkan mampu lebih dekat dengan masyarakat.

"Kalau naik sepeda, kita bisa mampir dan langsung berinteraksi dengan berdialog dengan masyarakat. Bersepeda juga lebih sehat," kata Hendra.

Polres Muara Enim sendiri, terang Hendra, telah menyiapkan sepeda yang bisa dimanfaatkan masing-masing anggota kepolisian. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres dan rombongan juga langsung berinteraksi dan menyapa warga di keramaian seperti di pasar Inpres dan tukang becak. (roz)

PALEMBANG – Dinas Perdagangan Pemprov Sumsel mencatat jumlah kebutuhan pasokan gas elpiji 3 kg, meningkat setiap tahunnya. Rata-rata meningkat 10 hingga 15 persen dari realisasi. Sejauh ini, kebutuhan dan pasokan gas masih dapat dipenuhi oleh PT Pertamina dan Hiswana Migas.
“Kalau pun memang terjadi kekurangan segera dilakukan penambahan hingga operasi pasar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ir Permana, ketika ditemui diruang kerjannya kemarin. Dikatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan kedua stakeholder itu.
Disamping, kata dia, dilakukan berbagai inovasi untuk mengurangi permintaan gas bersubsidi. Cara-nya dengan me-luanching gas eplpiji 5,5 kg, untuk mengurangi permintaan elpiji subsidi. Diakui Permana, permintaan (konsumsi elpiji 3 kg) kebutuhan konsumen di Kota Palembang, sudah dipenuhi dengan jaringan gas kota.
Menggingat memang tabung bersubsidi berangsur dikurangi. Tidak lagi menggunakan tabung gas. Disamping memang gas ini (Jargas kota) lebih hemat, aman dan tepat sasaran. “Nah, ini belum terlaksana. Hanya berapa persen masyarakat yang menikmati jaringan gas kota,” paparnya.
Selain memang, tambah Permana, masih terjadi konsumsi gas 3 kg yang tidak tepat sasaran. Masih ada industri yang menggunakan tabung gas 3 kg. Padahal, seharusnya mereka menggunakan tabung gas 12 kg. “Untuk mengawasi itu perlu ada-nya pengawasan dari aparatur pedagangan,” bebernya.
Juga, kata dia, PT Pertamina dan Hiswana Migas pun harus memperbanyak titik distribusi gas di kabupaten/kota sehingga penjangkauan gas ini lebih mudah bagi masyarakat. Terutama daerah perairan seperti Ogan Ilir, Bayung Lencir, dan daerah terpencil lainnya dan sulit akses.
Secara estimasi, sambung Permana, memang terjadi kekurangan pasokan gas bersubsidi di Sumsel. Dibandingkan jumlah permintaan (kebutuhan), jumlahnya memang tidak signifikan. “Sekitar 10 persen. Tapi ini memang ada gas yang tidak tepat sasaran,” cetusnya.
Terpisah Humas Pertamina Sumbagsel, Siti Rachmi menambahkan, kuota gas elpiji 3 kg tahun ini masih sama dengan tahun lalu. Sejauh ini, pasokan dan kebutuhan gas elpiji 3 kg masih normal dan masih terkendala. “Kalau kuota masih sama, belum ada informasi lebih lanjut terkait itu,” katanya.
Terkait realisasi, penyaluran elpiji 3 kg untuk bulan Januari 2017 mengalami peningkatan 107 persen. Dari semula sekitar 37 ribu Mton menjadi 39 ribu Mton “Penyaluran ini menyebar di lima provinsi di Sumatera. Yakni Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung dan Bangka Belitung,” tukasnya. (yun/air/ce1)

 

PALEMBANG - Ada yang berbeda di aliran Sungai Sekanak, dekat Jeramba Karang. Mulai kemarin hingga 10 hari ke depan, belasan pedagang warung terapung akan berdagang dari atas perahunya. Terkait kalender event wisata Palembang di bulan Februari ini, Festival Palembang Bingen dalam Bingkai Emas.
Sejak pagi, para pedagang dari wilayah Seberang Ulu hingga Kertapati, tiba diangkut ketek. Salah seorang pedagang, Yuana, mengaku dari Kelurahan Karya Jaya, Kertapati. Dia sudah biasa berdagang sayur, di aliran Sungai Musi. Keluar masuk kampung di perairan. “Saya juga bantu anak saya di sini, dia berjualan makanan ringan,” terang Yuana.
Menurutnya, 17 pedagang yang diundang berdagang di Sungai Sekanak. Tapi karena kemarin pagi hujan, hanya 14 orang yang datang. Mereka biasa bedagang makanan ringan ke sekolah-sekolah di tepi sungai. “Berjualan di perahu ini besar risikonya. Bisa terbalik. Apalagi pagi, air pasang cukup tinggi,” sebutnya.
Sejak dibuka pagi kemarin, diakuinya lumayan orang yang datang untuk membeli makanan. Mulai dari keripik singkong, pempek, kopi, es dogan, tusuk gigi dan lainnya dengan harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp5 ribu. “Kalau harganya sama seperti di warung biasa,” ucapnya.
Fuzia, pedagang lainnya, mengaku hari pertama pembeli masih sepi karena belum banyak yang tahu. Diharapnya ke depan, akan lebih ramai apalagi jika tidak hujan. Hanya saja air di Sungai Sekanak yang hitam dan berbau, membuat mereka terganggu.
Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani, mengungkapkan, ini merupakan tahap awal untuk kembali memperkenalkan wisata Sungai Musi yang sempat berjaya pada masanya. Nanti Sungai Sekanak akan ditata mulai dari kebersihannya hingga jembatan sehingga meskipun kondisi Sungai Surut pedagang tetap bisa berjualan di atas perahu karena jembatan yang ada di sana akan ditata.
Para pedagang bisa berjualan hingga ke Jl Radial karena anak sungai ini cukup panjang hingga ke jalan tersebut. “Jadi para pembeli dari Ramayana bisa berbelanja di perahu terapung,” terangnya.
Di Kantor Wali Kota Palembang, Wako H Harnojoyo meminta seluruh kelurahan untuk terlibat dalam melakukan penataan kawasannya untuk mempertahankan piala Adipura. Dalam penilaian tahap pertama (P1), beberapa wilayah dianggap harus terus diperbaiki, termasuk kawasan sungai.
Pemanfaatan sungai seperti dengan mengadakan pasar terapung, salah satunya bisa menambah penilaian. Karena itu, Harnojoyo berharap seluruh penilaian mulai dari P1 dan penilaian tahap kedua (P2) Kota Palembang mendapatkan hasil yang memuaskan dengan dukungan setiap lurah.
Agar saat verifikasi, Palembang tidak ada penilaian lagi karena kelayakan kotanya sudah masuk standar nilai yang ditentukan panitia. “Dilakukan penilaian di tingkat kelurahan, agar tahu mana yang baik dan tidak baik. Serta potensi apa yang harus diperbaiki,” katanya, disela membuak Festival Palembang Bingen Dalam Bingkai Emas, kemarin.
Menurut Wali Kota, yang terpenting saat ini adalah kesadaran masyarakat akan prestasi yang didapat. Bukan sekadar piala. Sebab, masih banyak di sana-sini, lokasi di Palembang yang masih belum dapat dikatakan baik dair segi kebersihan.
“Dalam penilaian pertama ini, ada di angka 72,11 artinya kategorinya cukup baik. Namun ada wilayah yang perlu ditingkatkan lagi kebersihannya,” ujar Harnojoyo. Pasar Terapung, yang menjual jajanan pasar bagi masyarakat ini, masih bagian dari merupakan bagian dari festival yang memperlombakan kreativitas seni warga Palembang.
Mulai Fotografi dan seni lukis, yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kota Palembang. Festival ini, diikuti oleh 56 peserta, tak hanya secara nasional, tetapi juga dari Singapura dan Filipina yang menggambarkan kemegahan budaya Palembang. (uni/aja/air/ce1)

JAKARTA – Pasar otomotif nasional tak hanya bertumpu pada penjualan di Jabodetabek. Meski pangsa pasarnya besar, sejumlah pabrikan juga melirik wilayah lain seperti Sumatera. Suzuki bahkan menganggap pasar di Sumatera cukup penting untuk digarap. Terlebih, harga komoditas dan tambang yang tak lama lagi akan membaik membuat pasarnya bergairah.

“Penjualan di Sumatera cukup baik, saat ini pertumbuhannya sedang positif. Termasuk di Kalimantan,” ujar Donny Ismi Sahputra, Markting Director 4W Suzuki Indomobil Sales (SIS), kemarin. Baiknya pertumbuhan tersebut terlihat sejak tiga bulan sebelum 2016 berakhir (Oktober-Desember), dimana harga komoditas dan pertambangan mulai merangkak naik.

“Kami tetap optimis menghadapi pasar, terlebih adanya low MPV Ertiga Diesel Hybrid yang ditarget penjualannya naik 20 persen. Meski segmen pasarnya (MPV) menurun menjadi 28 persen, diprediksi tahun ini akan stagnan,” ungkapnya. Di Sumatera, pasar tertinggi Suzuki ada di Medan dengan kontribusi 21 persen, kemudian Pekanbaru 14 persen, Palembang 11 persen, Lampung 10 persen dan Batam 9 persen, Padang dan Pangkal Pinang masing-masing 8 persen, Bengkulu 7 persen, Jambi 6 persen, Aceh 4 persen dan Tanjung Pinang 2 persen.

Di Palembang sendiri, pasar pikap Suzuki memberi kontribusi 14 persen jauh dari Medan yang mencapai 23 persen. Kemudian Ertiga hanya 7 persen, sementara Medan 24 persen, Batam 19 persen, pangkal Pinang 12 persen dan pekanbaru 11 persen. Tipe Wagon R, Palembang berkontribusi hanya 5 persen, tertinggi Pekanbaru dengan 27 persen, Padang 20 persen, Lampung 12 persen, Pangkal Pinang 10 persen dan Medan bersama Jambi masing-masing 9 persen.

Kemudian tipe S Cross, Palembang hanya memberi kontribusi 6 persen. Tertinggi di Medan dengan 23 persen, Pekanbaru 19 persen, Batam 18 persen dan Jambi 9 persen. Untuk tipe lain, seperti APV, Grand Vitara, Swift dan Splash, Palembang memberi kontribusi 13 persen. Tertinggi di Medan 21 persen, Pekanbaru 13 persen dan lampung 11 persen. Secara nasional, Suzuki tahun lalu hanya mampu mendapat pangsa pasar 12 persen.(rei)


Penjualan Suzuki di Palembang WIlayah Sumatera

Pikap 14 Persen

Ertiga 7 Persen

Wagon R 5 Persen

S Cross 6 Persen

Tipe Lain 13 Persen

LUBUKLINGGAU - Harga bawang merah dan bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Lubuklinggau mengalami kenaikan. Seperti di pasar tradisional Bukit Sulap dan Satelit, harga bawang per kilo seperti bawang merah Rp30 ribu sedangkan bawang putih Rp38 ribu.

Mori (45), pedagang di pasar tradisional Bukit Sulap mengatakan, kenaikan harga bawang merah dan bawag putih sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Kenaikan tersebut perkiraannya karena kurangnya pasokan sehingga berdampak terhadap harga bawang.

"Bawang putih dari Jawa, kalau bawang merah dari Padang," kata Mori, Jumat (10/2).

Kata dia, lain halnya dengan harga cabai merah dan cabai rawit yang tadinya sempat mengalami kenaikan harga. Untuk saat ini harga cabai merah dan rawit alami penurunan. Harga cabai merah perkilo Rp55 ribu tadinya Rp60 ribu. Sedangkan harga cabai rawit per kilonya antara Rp75 ribu dan Rp78 ribu, tadinya Rp80 ribu sampai Rp85 ribu.

"Turun karena pasokannya banyak dari curup dan Palembang," ujarnya. (wek)

PAGARALAM – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM dan PP) Kota Pagaralam akan merevitalisasi sarana pasar kalangan (pasar sepekan). Tahun ini, melalui suntikan DAK (dana alokasi khusus) dari Kemendag, pasar kalangan Talang Darat, Kelurahan Burung Dinas, Kecamatan Dempo Utara segera dibangun.

“Segera dibangun secepatnya di tahun ini dengan dana sekitar Rp2,1 miliar,” kata Kadisprindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam, Rasyidi Asin, melalui Kabid Perdagangan, Rano Fahlesi.

Saat ini, sambung Rano, sedang melakukan menunggu SK panitia teknis. Mulai dari PPK, PPTK hingga KPA. “Teknisnya kita akan berkoordinasi dengan bagian Cipta Karya Dinas PU Penataan Tata Ruang serta lelang dengan ULP,” ujarnya. (ald)

LUBUKLINGGAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau berencana untuk membangun tugu Linggau Bisa yang merupakan tagline Wali Kota H SN Prana Putra Sohe selaku pemimpin di daerah tersebut.

Tugu Linggau Bisa rencananya dibangun di depan Pasar Inpres Lubuklinggau. Yang mana di bagian paling atas tugu dilambangkan dengan jempol kanan yang menandakan Bisa artinya Brand (Cerdas), Inovation (Karya), Speed (Terukur) dan Accountability (Dapat dipertanggungjawabkan).

"Dulunya jalan untuk berbelok ke arah Pasar Inpres, tapi karena sering macet jadi kita tutup dan belokan dialihkan ke dekat Masjid Agung. Jadi kita lagi mencari ide untuk buat tugu saja di sini," kata Nanan, -panggilan Prana Putra Sohe.

"Insya Allah kita bangun tugu baru nanti. Kemungkinan tugu Linggau Bisa, nanti bagian atasnya lambang jempol, kita memang belum ada tugu Linggau Bisa," ungkapnya. (wek)

Halaman 1 dari 17

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca