PALEMBANG - Sriwijaya FC memastikan akan melakukan segala upaya untuk menyingkirkan Pusamania Borneo. Menang jadi harga mati bagi kedua tim demi memastikan lolos ke babak 8 besar. Saking krusialnya, pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, bahkan menganggap laga ini layaknya final.

"Ini laga berat. Meski dalam kondisi apa pun, kita harus bisa memenangkan pertandingan nanti. Tidak ingin ada kata kalah atau seri. Kita tetap menginginkan kemenangan," ujar Widodo, kemarin (17/2).

Demi memuluskan peluang lolos, pelatih asal Cilacap Jawa Tegah itu, sudah menyiapkan strategi terbaik. Termasuk mendatangkan tiga pemain baru untuk menambah daya gedor di pertandingan nanti.

Dua pemain U-22 tersebut, winger lincah Maldini Pali dan gelandang energik Hendra Sandi. Sementara satu pemain belakang lainnya, Indra Permana. "Saya harapkan pemain Sriwijaya FC bisa menjalankannya dan apa yang kita cita-citakan bisa terwujud," tambahnya.

Namun, Widodo enggan jika dikatakan kapan pastinya menurunkan tiga pemain anyar tersebut. Karena sebagai pelatih, tentu dia juga harus cermat menentukan taktik komposisi pemain starting eleven. Karena jika salah, justru peluang itu bisa dimanfatkan oleh lawan, Pusamania Borneo.

"Jadi, kemungkinannya, bisa iya bisa juga tidak. Kita lihat perkembangannya sampai besok pagi," tambahnya.

Melihat perkembangan lawan PBFC, mantan arsitek Timnas itu cukup apresiasi dengan performa dominasi para pemain muda. Di dua laga terakhir, pemain muda menujukkan agresivitas cukup baik sistem permainannya. "Jadi, tinggal pemain kita menunjukkan hati mereka untuk memenangkan pertandingan seperti dua laga terakhir," beber WCP. (cj11/ion/ce4)

 

MALANG - Luis Milla yang baru menukangi Timnas Indonesia menyempatkan diri menyaksikan pertandingan Arema FC melawan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/2) malam.

Milla juga menyaksikan pertandingan sebelumnya antara Bhayangkara FC dan PS TNI.

Dalam konferensi pers, dia menjelaskan, ada total 68 pemain muda bagus di Piala Presiden. Itu pun paling banyak di grup II (Malang) dan grup IV (Bali).

”Ini hari (kemarin, Red) pertama untuk memantau, sehingga belum memastikan siapa saja yang kami pilih,” beber Mila.

Mantan pelatih Timnas Spanyol U-21 tersebut ingin menggembleng pemain muda dari nol.

Menurutnya, yang utama adalah semangat dan keinginan dari pemain untuk membela Timnas Indonesia. ”Nanti kami seleksi untuk berkenalan dengan mereka,” terang dia.

Sementara itu, Deputi Sekjen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Fani Riawan menambahkan, pihaknya memilih Malang dan Bali untuk memantau pemain muda.

Pasalnya, dua tempat tersebut banyak pemain muda yang potensial. Lalu, pihaknya akan memanggil pemain muda untuk menyeleksi pemain timnas di Karawaci pada 22–24 Februari mendatang.
”Ini sebagai seleksi awal, nantinya kami pantau di semua klub,” tandasnya.

Iwan Budianto, wakil ketua umum (ketum) PSSI yang juga kepala staf Ketum PSSI menambahkan, asisten pelatih seperti Bima Sakti dan Danurwindo sudah memberikan 50 nama ke Milla.

”Akan tetapi, pelatih ingin melihat langsung, itu saya kira lebih baik,” kata IB, sapaan akrabnya. (asa/c4/riq)

PALEMBANG - Kebugaran masih menjadi dilema bagi Sriwijaya FC. Itu karena kondisi fisik Yu Hyun Koo bersama rekan-rekan belum seratus persen. Namun, tetap dituntut untuk mengeluarkan kemampuan terbaik di turnamen Piala Presiden 2017.

Alasan ini juga yang membuat tim berjuluk Laskar Wong Kito terlihat jelas ngos-ngosan saat menghadapi Bali United, (7/2). Evaluasi yang memang masih jadi pekerjaan rumah (PR) besar pelatih Widodo Cahyono Putro sebelum menghadapi Barito Putra, pada laga kedua, di Bali, 13 Februari mendatang.

"Itu yang saya bilang, butuh waktu untuk membuat tim dalam kondisi 100 persen. Kondisi tim pasti masih akan labil, bisa dilihat dari saat main lawan Bali United," ujar Widodo dihubungi dari Bali, Jumat (10/2) siang.

Dijelaskannya, kondisinya saat ini tim berjuluk Laskar Wong Kito di tahap 60-70 persen. Masih mengarah ke dalam tahap yang diinginkan. "Ini terbukti, ada beberapa klub besar justru meraih hasil tidak terduga. Seperti Madura United atau Persipura bisa kalah. Jadi sama saja, turnamen Piala Presiden ini semua hal bisa terjadi karena kondisinya memang tidak bisa diduga," ungkapnya.

Lalu, apa yang jadi solusi pelatih asal Cilacap, Jawa Tengah, itu untuk mengakali kondisi ini. Menurutnya, merotasi pemain jadi pilihan. Terlebih, di turnamen Piala Presiden setiap tim bisa melakukan kebijakan enam kali pergantian pemain.

Rotasi yang juga seperti bisa dimanfaatkan pelatih untuk melihat seluruh kemampuan terbaik setiap pemain. Seperti di laga perdana, Sriwijaya FC melakukan 3 kali pergantian dengan jumlah pemain yang diganti sebanyak 5 pemain.

M Nur Iskandar dan Marco Merudje masuk di awal babak kedua disusul Bio Paulin dan Airlangga Sucipto di menit 65 serta Hapit Ibrahim di menit 80. “Di Palembang, kami memang melakukan uji coba namun kualitas lawan jauh di bawah kami. Karena itu, turnamen Piala Presiden ini menjadi ajang yang pas untuk melihat kesiapan mereka menghadapi kompetisi Liga 1 mendatang,” ujar eks asisten pelatih Timnas Indonesia itu.

Baginya, meski akan melakukan rotasi, pihaknya tetap melihat kondisi di lapangan terlebih dulu. “Seperti saat melawan Bali United, saya melihat pergantian pemain yang dilakukan cukup efektif dan hasilnya positif. Tentu idealnya seperti di pertandingan, kami akan lakukan rotasi, tetapi harus disesuaikan kepentingan strategi yang akan dimainkan,” jelasnya.

Pemilihan penyusunan pemain di turnamen Piala Presiden dan Liga 1 diakuinya akan menjadi sangat menarik, mengingat ada regulasi yang mewajibkan setiap klub minimal memasukkan 5 pemain U-22 di setiap laga yang dimainkan.

“Saat ini kami punya 8 pemain U-22, 2 di antaranya penjaga gawang dan 2 lagi tengah cedera. Kami masih akan memantau lagi perkembangannya. Namun rasanya kami masih membutuhkan pemain tambahan yang sesuai regulasi ini,” tambahnya. (cj11/ion/ce4)

 

JAKARTA - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI memegang peran penting dalam pembentukan Timnas Indonesia U-19 dan U-16. Kepanjangan tangan PSSI Pusat di masing-masing provinsi ini diberi tugas menyuplai pemain terbaik dari masing-masing daerah. Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafrie dan Pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini memaksimalkan peran Asprov karena waktu persiapan yang tidak panjang.

"Persiapan kami berbeda dengan dulu. Dari sisi waktu juga beda. Tapi saya pastikan semua anak terbaik Indonesia akan diberi kesempatan. Caranya, Asprov diberdayakan untuk memberikan informasi atau menggelar seleksi tiap daerah," ungkap Coach Indra di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, saat Indra Sjafrie jadi pelatih Timnas U-19 pada 2013, blusukan ke kampung-kampung. Waktu persiapan yang hampir setahun membuatnya leluasa mencari talenta pesepakbola muda Indonesia sampai pelosok. Hasilnya, Indonesia juara di Piala AFF U-19 dan para pemainnya jadi andalan di klub-klub profesional dan timnas di level atasnya. Misal, Evan Dimas, Muchlis Hadi Ning, dan Hansamu Yama yang tidak hanya jadi tumpuan klub tapi juga timnas senior di Piala AFF 2016 lalu.

Untuk kali ini, dengan waktu delapan bulan Indra akan menggandeng Asprov PSSI. Masing-masing Asprov diharapkan merekomendasikan pemain muda berkualitas untuk dipanggil mengikuti seleksi. Pada tahun ini, mantan arsitek Bali United tersebut ditarget ulang pertasi pada 2013 yang akan diselenggarakan di Myanmar, September mendatang. Event lainnya yang akan dihadapi adalah Kualifikasi Piala Asia U-19 yang akan diselenggarakan Oktober sampai November 2017.

"Saya juga akan kunjungi beberapa daerah seperti Atambua, NTT yang punya banyak potensi tapi belum ada kanal jadi pemain timnas. Intinya saya akan cari potensi terbaik dari seluruh negeri karena saya juga punya keinginan membawa timnas lolos Piala Dunia sebagaimana harapan bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini juga akan memaksimalkan Asprov. Ini karena PSSI akan menggulirkan kompetisi U-15 di Asprov. Selain itu, dia juga akan berkoordinasi dengan Kemenpora yang sering menggelar Piala Menpora, LPI (Liga Pendidikan Indonesia), dan PPLP (Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar). Timnas asuhan Fakhri akan terjun di Piala AFF U-16 pada Juli 2017 di Bangkok, Thailand dan kualifikasi Piala Asia U-16 pada September 2016. "Februari sampai Maret ini saya masih cari pemain. Baru April saya seleksi 40 pemain hasil pantauan," terangnya. (kmd/ion/ce2)

 

JAKARTA - PSSI memperkenalkan secara resmi tiga pelatih di level umur berbeda bersamaan. Bertempat di Grand Rubina Business Park Lantai 17 Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2), untuk kali pertama menjejerkan pelatih Timnas U-16 Fachri Husaini, pelatih Timnas U-19 Indra Sjafrie, dan pelatih Timnas U-23 dan senior Luis Milla.

PSSI memperkenalkan mereka ke media setelah mereka melakukan rapat sinergi kepelatihan di level usia berbeda agar terjadi kesinambungan. "Ilmu dan teknologi terbaru yang dibawa coach Milla bisa diterapkan ke Indra dan Fachri. Kita yakini style atau cara main bola cara Indonesia akan jadi kenyataan. Cara main timnas senior, U-19, U-16 sampai ke akademi sama. Jika jadi kenyataan, akan luar biasa," terang Fanny Irawan, deputi Sekjen Bidang Sepak Bola PSSI.

Untuk membentuk tim, pelatih Timnas Indonesia U-23 dan senior, Luis Milla, akan menggelar seleksi dua tahap untuk menemukan pemain terbaik di skuatnya. Seleksi pertama akan dilakukan terhadap pemain yang ada dalam daftar 50 nama dari PSSI. Kemudian seleksi tahap kedua akan dilakukan sepekan setelah tahap pertama dengan materi pemain dari hasil pemantauannya di Piala Presiden 2017.

Dikatakan Milla, pada seleksi tahap pertama dirinya akan menyeleksi 25 nama dengan rincian 22 pemain plus 3 kiper. Seleksi awal ini dilaksanakan pada 22-24 Februari di Karawaci. Dalam menyeleksi, Milla akan ditemani ketiga asistennya macam Bima Sakti, Miguel Gandia, dan Eduardo Perez plus dokter tim Syarief Alwi.

Milla mengaku sudah mengetahui kualitas pemain yang di dalam daftar 50 nama dari PSSI. Selama mudik ke Spanyol setelah tanda tangan kontrak pada 20 Januari lalu, mantan arsitek Timnas Spanyol U-21 ini sudah menganalisisnya. Sebab, selain daftar nama PSSI, juga membekalinya rekaman dan data statistik para pemain.

"Saya tidak akan memberitahu siapa pemain yang saya suka dan memiliki kualitas bagus. Saya serahkan kepada PSSI siapa saja pemain yang dipanggil karena mereka yang lebih tahu," terang Milla saat perkenalkan asistennya di Kantor PSSI Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2). (kmd/ion/ce4)

JAKARTA - Tugas menumpuk sudah menanti Luis Milla saat injakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten, Rabu petang (8/2). Mulai dari melakukan talent scouting di Piala Presiden hingga membentuk Timnas Indonesia yang bisa juara di SEA Games 2017 Malaysia dan menembus semifinal Asian Games 2018.

Untuk memulai, Pelatih Timnas Indonesia U-23 dan Senior itu akan melakukan road show ke venue-venue tuan rumah Piala Indonesia 2017. Dikatakan Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin, coach Luis Milla akan memulai blusukan melihat pertandingan Piala Presiden 2017 pada Sabtu nanti (11/2).

Stadion Kanjuruhan Malang akan menjadi tujuan pertamanya saat memantau talenta yang dimiliki Indonesia. Pada sabtu nanti, stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu akan menjadi tempat pertarungan antara PS TNI melawan Bhayangkara FC.

"Dari malang kemudian dilanjutkan ke Bali lalu keliling ke tempat lainnya. Di Malang, match yang diprioritaskan PS TNI melawan Bhayangkara FC," ungkap Hanif melalui WhatsApp, Rabu sore (8/2).

Jika melihat pemain di kedua tim tersebut, banyak pemain muda alumni Timnas Indonesia U-19 yang juarai Piala AFF U-19 pada 2013. Di Bhayangkara saja yang isi daftar susunan pemain ada 10 nama. Di antaranya Putu Gede Juniantara, Evan Dimas, Zulfiandi, Ilham Udin Armayin, M Fatchur Rohman, Hargianto, Dinan Javier, Muchlis Hadi Ning, Sahrul Kurniawan, dan Rully Desrian.

Kemudian di PS TNI ada pemain di bawah usia 22 tahun macam Andy Setyo Nugroho, Ravi Murdianto, dan Dimas Drajad. Coach Milla resmi menukangi Timnas Indonesia U-23 dan Senior pada 20 Januari lalu.

Dia kemudian mudik ke Spanyol untuk mencari tandem yang akan jadi asistennya saat tukangi Pasukan Garuda. Dua asisten asal Spanyol sudah didapat, yakni Miguel Gandia dan Eduardo Perez. Gandia merupakan pelatih fisik dan sudah kerja sama dengan Milla saat tangani Lugo dan Real Zaragoza pada 2015 dan 2016. Sementara Eduardo adalah pelatih kiper dan seorang analis. Dia pernah bekerja sama dengan Milla di klub Uni Emirate Arab (UEA), Al Jazira pada 2013.

"Sebelum keliling ke venue Piala Presiden, Coach Milla akan mencari apartemen dulu. Kemudian meeting dengan direktur teknik (Danurwindo), coach Timnas U-19 Indra Sjafrie, dan coach Timnas U-16 Fachri Husaini," ungkapnya.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi siap mendukung jika ada pemain naturalisasi yang ingin membela timnas. Sejauh ini baru pemain muda Ajax Amsterdam, Ezra Walian yang mengajukan diri menjadi warna negara Indonesia.

"Naturalisasi Ezra sudah sampai DPR. Kami juga masih menunggu hasil pendataan atlet Indonesia di luar negeri terutama Eropa Barat dan Qatar," terang Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot Dewa Broto yang kemarin rapat di Menko PMK bersama beberapa kementerian, dan Pengurus PSSI menyusun grand design percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. (kmd/ion/ce2)

MINNEAPOLIS-Cerita hebat Miami Heat berlanjut. Tim asuhan Erik Spoelstra meraih kemenangan kesebelas beruntun musim ini. Catatan itu mereka raih pasca kemarin menumbangkan Minnesota Timberwolves 115-113 di Target Center-markas Timberwolves.
Hasil tersebut membuat Heat kini hanya terpaut satu kemenangan dari rekor winning streak terpanjang musim ini yang dimiliki Golden State Warriors (12 kali). Houston Rockets yang sebelumnya berada di urutan kedua dengan sepuluh kemenangan beruntun pun sudah mereka lewati. “Kami semakin kompak. Terus membagi bola. Setiap pemain tahu apa yang harus dilakukan. Sungguh menyenangkan,” ucap point guard Heat Goran Dragic dilansir Miami Herald kemarin.
Dari hari ke hari permainan Heat memang makin meyakinkan. Sembilan dari sebelas kemenagan beruntun yang mereka raih ini didapat dengan margin kemenangan double digit. Mereka juga begitu produktif dengan mengemas rata-rata poin mencapai 110 angka di sebelas laga terakhir. Bukan hanya itu, di tiga game terakhir poin kemenangan mereka mencapai 116, 123, dan 115 angka.
Bandingkan dengan rata-rata poin yang mereka cetak pada 41 laga sebelumnya. Saat itu Dion Waiters dkk hanya mengemas 98,3 poin per game. “Kami bisa bermain dengan berbagai cara. Lambat ataupun cepat. Setiap malam salah seorang dari kami mengambil peran besar,” tambah Dragic.
Kebetulan di laga kemarin point guard asal Slovenia itulah yang menjadi motor utama kemenangan Heat. Dia membukukan tujuh tembakan tiga angka. Itu adalah jumlah tembakan tiga angka terbanyak yang mampu dia cetak dalam satu laga sepanjang karir.
Total pemain 30 tahun tesebut juga begitu produktif. Dia punya raihan 33 poin plus sembilan assist. “Ring tampak begitu besar malam ini,” ucap Dragic. “Empat tembakan tiga angka pertama begitu mudah. Penghormatan untuk timku yang mampu menemukan posisi open shot untukku,” tambah mantan pemain Phoenix Suns tersebut. Bukan hanya Dragic, center Hassan Whiteside juga berperan besar. Whiteside mengemas 19 poin dan 13 rebound.
Heat pun kini punya rekor menang-kalah 22-30 dan berada di peringkat sebelas wilayah timur. Itu hanya terpaut dua kemenangan dari Detroit Pistons (24-28) yang kini berada di peringkat delapan yang merupakan posisi terakhir tim yang menembus playoff.
Di lain sisi kekalahan kemarin membuat Timberwolves meraih kekalahan ke-19 musim ini (19-33). Head coach mereka Tom Thibodeau mengaku sampai saat ini masih mencari cara untuk meningkatkan kinerja anak asuhnya. “Aku harus memastikan mereka tahu bagaimana cara membuat semuanya menjadi lebih baik,” ucapnya. (irr/nan)

HASIL KEMARIN (7/2)
Lakers vs Knicks 121-107
Cavaliers vs Wizards 140-135
Thunder vs Pacers 90-93
Clippers vs Raptors 109-118
Jazz vs Hawks 120-95
Sixers vs Pistons 96-113
Suns vs Pelicans 106-111
Heat vs Timberwolves 115-113
Mavericks vs Nuggets 87-110
Spurs vs Grizzlies 74-89
Bulls vs Kings 112-107
*Tuan rumah disebut terakhir

JAKARTA -Manajer Persib, Umuh Muchtar telah mengantongi penilaian terhadap performa pemain-pemain yang baru bergabung dengan Maung Bandung pada sesi latihan dan uji coba internal.

Baginya, sudah terlihat bagimana sosok Erick Weeks Lewis, Vladimir Vujovic, Supardi Nasir, dan Ahmad Jufriyanto saat bermain.

Erick menurutnya mulai menunjukkan performa yang lumayan saat bermain sebagai gelandang dan menjadi playmaker tim.

"Ini baru penilaian awal, tapi kan belum lawan tim yang sepadan, seimbang. Sejauh ini bagus, tapi harus maksimal lagi dia sebelum main di Piala Presiden nanti lawannya kan berat-berat," ungkapnya.

Di sisi lain, untuk tiga nama lainnya, pria yang akrab disapa Pak Haji tersebut menganggap masih perlu ada pemantapan lebih jauh.

"Ya mungkin perlu adaptasi lagi. Masih ada yang kurang dengan mereka, tapi kalau adaptasi saya yakin mereka bisa cepat karena sudah kenal bagaimana permainan pelatih Djadjang Nurdjaman," tandasnya. (dkk/jpnn)

PALEMBANG - Sudah 10 hari Sriwijaya FC gelar latihan untuk hadapi Liga 1 2017 yang kick off-nya mulai 26 Maret mendatang. Sebelum itu, kekuatan tim akan diuji di Piala Presiden pada 4 Februari nanti. Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro menatap dua event itu dengan mematangkan strategi bermain juga kekompakam tim.

Sayangnya, di saat proses penting ini berlangsung tidak semua pemain bisa gabung on time. Dari pemain asing, baru Yu Hyun Koo yang sudah menampakkan batang hidungnya. Sementara beberapa pemain lokal seperti Fachrudin Aryanto dan pemain bidikan yang sudah deal belum gabung.

Adapun pemain asing yang belum gabung macam Hilton Moreira dan Alberto Goncalves belum gabung latihan tim di Gelora Sriwijaya Jakabaring. Dengan kekuatan 19 pemain yang baru terkumpul, Pelatih Widodo tetap yakin skuadnya bisa kompak. Sekalipun waktu yang tersisa tinggal sekitar sepekan lagi sebelum akhirnya berjuang di Piala Presiden 2017.

"Mau bagaimana lagi karena pemain asing datang sesuai tiket yang sudah dipesankan, yaitu awal Februari. Tapi saya juga gak bisa salahkan siapa pun karena memang awalnya gak tahu kalau ada Piala Presiden. Namun saya gak khawatir, mereka pasti bisa menyatu karena yang terpenting adalah pemahaman sistem bermain dan mereka sudah mendapatkannya musim kemarin. Tinggal mengingatkan saja," terang arsitek yang karib disapa WCP ini.

Jika sistem bermain gak masalah bagaimana dengan fisik? Mengingat, mereka baru gabung beberapa hari sebelum kick off, sementara kontribusi mereka sangat dibutuhkan dalam dongkrak permainan tim? "Saya sudah lihat kegiatan mereka di media soaial. Mereka melakukan latihan rutin di rumahnya untuk menjaga fisiknya. Jadi saya kira gak masalah. Tapi kalau masalah turun atau gak, ya dilihat dulu nanti," terangnya. (kmd/ion)

Halaman 1 dari 19

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca