MADRID – Gareth Bale sedikit terlupakan dalam lintasan perjalanan Real Madrid musim ini. Petaka cedera engkel kaki kanan sejak November lalu membuatnya istirahat total dalam dua bulan.

Bale tak bermain penuh dalam pertandingan terakhirnya 22 November silam. The Welsh Wizard, julukan Bale, hanya tampil 58 menit ketika Real melakoni matchday kelima Liga Champions versus Sporting Lisbon di Stadion José Alvalade Lisbon.

Malam ini (18/2) di Stadion Santiago Bernabeu fokus pertandingan bukan soal berapa skor kemenangan Real versus Espanyol. Melainkan apakah Bale akan diturunkan entrenador Zinedine Zidane di lapangan.

Sebenarnya sejak Selasa (14/2) lalu Bale sudah berlatih bersama Sergio Ramos dkk. Madridista, sebutan suporter Real, berharap pemain 27 tahun itu cukup kuat buat diturunkan Zidane pada first leg 16 besar Liga Champions Kamis (16/2) lalu di Santiago Bernabeu.

Namun harapan tersebut urung terealisasi. Jangankan turun ke lapangan, masuk dalam barisan pemain yang dibawa Zidane pun tidak. Zidane beralasan Bale akan dipantau terus perkembangannya.

“Sejauh ini Bale sudah berlatih bersama tim di Valdebebas. Kondisinya membaik dan kesembuhannya lebih cepat dari yang diprediksikan,” tutur Zidane pada Eurosport. Saat awal cedera Bale diperkirakan baru bisa tampil antara awal atau pertengahan Maret. Jadi kondisi penyembuhan ini sebulan lebih cepat.

Dari obrolan Zidane dengan Bale sejak kembali berlatih Selasa (14/2) lalu, Zidane tak mendengar keluhan pada bekas operasi Bale di engkel kanan. Bahkan kata pria 44 tahun itu semua materi latihan dilahap oleh Bale.

“Dia beristirahat lebih dari dua bulan dan membutuhkan adaptasi. Jadi, saya tak mungkin langsung memaksanya bermain ketika lawan Napoli,” ucap Zidane. “Bale membutuhkan adaptasi,” tambah mantan pemain Juventus dan timnas Prancis itu.

Sejak cederanya Bale akhir November lalu, trio BBC (Gareth Bale-Karim Benzema-Cristiano Ronaldo) sudah tersubstitusi. Meski masih memakai formasi 4-3-3 Zidane secara rotasi menggilir pemainnya untuk posisi Bale di trisula lini depan Real.

Nama Lucas Vazquez paling sering menjadi pengisi pos lini depan saat Bale absen. Total formasi Vazquez-Benzema-Ronaldo diturunkan Zidane tujuh kali. Trio ini menyumbang 12 gol dan membuat lima assist di semua ajang.

Atau trio lain yang dipakai Zidane ketika Bale absen adalah Isco-Benzema-Ronaldo. Formasi ini dipakai dua kali dengan jumlah gol enam kali dan dua kali assist. Namun saat bertanding lawan Napoli Kamis (16/2) lalu, Zidane memilih nama lain di luar Vazquez dan Isco. Yakni James Rodriguez. Meski tak berkontribusi gol namun performa James dinilai cukup luar biasa.

Bale sendiri sangat antusias dengan bisa bergabung dalam latihan Real. Hal tersebut terlihat dalam aktifitas Bale di dunia maya. Dalam akun Twitter-nya, Bale selalu mengabarkan kondisi terkininya. “Latihan pertama dengan rekan-rekan semua. Tak sabar untuk kembali beraksi di lapangan,” cuit Bale dalam akun @GarethBale11.

Cuma ketika Bale dikabarkan siap kembali bermain kapten Real Sergio Ramos ditulis Marca akan diistirahatkan dalam laga versus Espanyol ini. Zidane tak mau ambil resiko dengan memaksa Ramos tampil setelah pada laga lawan Napoli, pemain 30 tahun itu berjalan terpincang-pincang meninggalkan lapangan menit ke-71.

Absennya Ramos membuat lini belakang Real berganti komposisinya. Di jantung pertahanan bisa saja Pepe berduet dengan Raphael Varane. Atau Varane ditandemkan dengan Nacho Fernandez. (dra/ion)

 

MANCHESTER - Zlatan Ibrahimovic menjadi senjata utama Manchester United saat menjamu wakil Prancis, Saint-Etienne di leg pertama 32 besar Liga Europa, di Old Trafford, Jumat, 17 Februari. Bermain beberapa musim di Ligue 1, Ibra memang menjadi teror paling menakutkan bagi klub-klub Prancis.

Meski usianya tak lagi muda, ia tetap menjadi pembunuh nomor satu Paris Saint Germain (PSG) dan sukses mengantarkan klub ibu kota itu merajai kompetisi domestik. Sejak bergabung dengan PSG pada awal musim 2012/ 2013, striker internasional Swedia itu mencetak 113 gol di Ligue 1. Hal itu membuatnya menjadi langganan top skor, termasuk musim lalu dimana striker jangkung berusia 35 tahun itu mencetak 38 gol.

Catatan luar biasa itu membuat Saint-Etienne sangat paham siapa pemain MU yang paling berbahaya bagi gawang mereka. Manajer Saint Etienne, Christophe Galtier mengakui itu jelang duel ini. "Ia pemain luar biasa dan mencetak banyak gol,” kata Galtier di The Telegraph.

"Semua orang bilang dia akan kesulitan di Inggris, tetapi dia sudah mencetak 20 gol. Dia profesional. Dia panutan. Saya kira itulah alasan mengapa mereka membawanya ke Manchester. Teman saya yang katakan, 'Jika Anda beri bola padanya, dia akan membunuhmu'," lanjutnya.

Selain faktor Ibra, bek Etienne, Florentin Pogba mengakui United raksasa Eropa yang sulit ditaklukkan. Ia menegaskan akan bertarung habis-habisan. "Semua bisa terjadi. Fakta bahwa mereka lebih baik dari kami di atas kertas, adalah benar, tetapi itu bukan masalah," tegasnya di situs UEFA.

Walau tamu memberi respek tinggi, kubu MU tak ingin lengah. Manajer MU, Jose Mourinho mengatakan, sebagai juara grup, Etienne memiliki kualitas untuk bersaing. "Ini adalah klub Prancis dan mereka memiliki kualitas," kata Mourinho MUTV.

"Ini adalah klub bersejarah, meskipun bertahun-tahun tanpa gelar, mereka adalah klub besar dengan tradisi besar. Ini adalah klub dimana Michel Platini, sebelum pergi ke Italia, melakukan hal luar biasa yang membuat mereka dominan di Prancis pada periode itu," tegasnya. (amr/ion/ce2)

JAKARTA - Hangtuah Sumsel baru koleksi tiga kemenangan dari enam pertandingan yang dijalani di Grup Putih IBL Indonesia 2017. Rapor ini tidak membuat tim berjuluk Laskar Segantar Alam tersebut minder. Mereka justru memiliki keyakinan bahwa peluang lolos playoff IBL Indonesia 2017 masih tetap besar.

"Ini baru tiga seri, masih ada lima seri lagi yang masih di depan. Optimisme lolos babak playoff tetap dijaga karena masih banyak pertandingan tentunya yang akan dilalui," terang Pelatih Hangtuah Sumsel Mario Sangor, kemarin (15/2).

Saat ini, Hangtuah Sumsel berada di peringkat keempat dari enam klub di Grup Putih. Dengan modal 9 poin dari tiga kemenangan dan tiga kekalahan, Ary Sapto dan kawan-kawan menyamai koleksi poin Pelita Jaya yang ada di satu peringkat di atasnya. Masih ada sembilan pertandingan yang bisa dijadikan modal ke playoff yang diramaikan enam klub.

Kata Mario, agar peluang lolos semakin lapang ada dua pertandingan yang mendapat perhatian khusus. Pertandingan itu adalah ketika melawan JNE Siliwangi pada Seri V Bandung pada 26 Februari dan kontra Pacific Caesar di Seri V Bandung pada 25 Februari nanti.

Sebelum ketemu mereka, Hangtuah harus fokus menatap pertandingan lawan Aspac di Seri IV Jakarta pada 18 Februari nanti. "Lawan Satya Wacana (4 Maret Seri VI di Jakarta) juga berusaha kami ambil. Jika skenario ini jalan, jalan ke playoff akan terjaga. Tapi untuk saat ini kami akan fokus lawan Aspac Jakarta," terang Mario yang jadi legenda hidup Hangtuah Sumsel ini. (kmd/ion/ce2)

 

PALEMBANG - Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang gerak cepat gelar seleksi pemain proyeksi tim nasional (timnas) U-19 proyeksi Piala AFF 2017. Kemarin di Stadion Patra Jaya, Plaju, induk organisasi sepak bola di Bumi Sriwijaya ini kumpulkan bintang-bintang muda dari seluruh penjuru Kota Pempek untuk ikut seleksi.
Waktunya sangat mepet hanya satu hari karena pukul 16.00 WIB nama-nama pemain sudah harus masuk ke email Asprov PSSI Sumsel. "Ada sekitar 40 pemain dari perwakilan sekolah sepak bola (SSB) dan klub anggota PSSI Palembang ikut seleksi. Sesuai kuota dari Asprov PSSI Sumsel, kita menjaring dua pemain berdasarkan rekomendasi Komite Wasit PSSI Palembang," kata Irwansyah, sekretaris umum PSSI Palembang, usai seleksi, Selasa (14/2) sore.
Dalam seleksi PSSI Palembang tidak intervensi sama sekali. "Kita hanya terima nama saja dari komite wasit. Pertama Muhammad Faiz Wafie dan Dedi Qholid. Ya, kita berharap anak-anak kita mampu bersaing di tingkat nasional dan bisa menjadi kebanggaan bangsa," tandas dia.
Terpisah, Muhammad Faiz Wafie, gelandang PS Palembang, mengaku bersyukur bisa mewakili Palembang dalam seleksi timnas U-19. Pemain yang pernah masuk skuat AC Milan Junior Camp dan Pertamina School itu tetap tidak berpuas diri.
"Alhamdulillah. Tapi ini baru permulaan, masih terlalu jauh menuju timnas. Karena masih harus melewati seleksi nasional di Jakarta bersama ratusan pemain utusan dari 32 provinsi," timpal pelajar kelas XII IPS 3 SMAN 22 Palembang itu.
Alumni SONS itu tidak mau mimpi terlalu tinggi. Karena bisa menembus zona Sumsel saja termasuk sudah sangat baik. "Tapi tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik. Mohon doa dari masyarakat Palembang dan Sumsel pada umumnya," tandas penggawa Palembang Muda ini.
Untuk seleksi timnas U-19 di Jakarta, akhir Februari nanti Sumsel punya kuota 20 pemain dibagi 11 asosiasi cabang (ascab) PSSI. Semua pemain merupakan jebolan Piala Soeratin U-17 2016. OKU Timur (OKUT) dan Musi Banyuasin (Muba) paling mendominasi masing-masing diperbolehkan rekomendasikan empat pemain.
Sementara PALI, Palembang dan Prabumulih sama-sama dipercaya mengirim dua pemain terbaiknya. Sedangkan Lahat, Musi Rawas, Lubuklinggau, OKI, Banyuasin, dan Ogan Ilir semua hanya dapat jatah satu nama. (ion/ce2)

PALEMBANG – Sumsel diminta kirim pemain dalam seleksi tim nasional (timnas) Indonesia U-19. Kuotanya lumayan banyak, total 20 pemain. Namun, tiket tersebut tidak diberikan gratis oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumsel.
Induk organisasi sepak bola di Sumsel ini membagi 20 pemain untuk 11 Asosiasi Cabang (Ascab) PSSI. Semua pemain merupakan bintang-bintang Piala Soeratin U-17 2016. OKU Timur (OKUT) dan Musi Banyuasin (Muba) paling mendominasi masing-masing diperbolehkan rekomendasikan empat pemain.
Sementara PALI, Palembang, dan Prabumulih sama-sama dipercaya mengirim dua pemain terbaiknya. Sedangkan Lahat, Musi Rawas, Lubuklinggau, OKI, Banyuasin, dan Ogan Ilir semua hanya dapat jatah satu nama.
“Memperhatikan surat PSSI Pusat nomor 161/PDG/13/11-2017, perihal seleksi pemain timnas U-19, (8/2) lalu, maka sehubungan dengan hal tersebut ada beberapa ketentuan. Tahun kelahiran, 1 Januari 1999 dibuktikan dengan akta kelahiran asli,” kata Augie Bunyamin, sekretaris Asprov PSSI Sumsel, kemarin (13/2).
Seleksi dilaksanakan di Jakarta. “Jadwalnya tunggu konfirmasi pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. Yang pasti di Februari ini. Sejauh ini kita sudah berkomunikasi termasuk soal kuota. Coach Indra menangapi dengan serius, dia banyak tahu kiblat sepak bola muda sudah mulai bergeser ke Sumsel dengan talenta-talenta luar biasa,” tambah bos Hotel Swarna Dwipa ini.
Biaya seleksi meliputi akomodasi, transportasi, dan konsumsi ditanggung masing-masing asosiasi kabupaten (askab) atau asosiasi kota (askot). “Nama pemain dan akta kelahiran sesuai dengan jumlah kuota diterima melalui email asprov.pssi.sumsel.@mail.com paling lambat 14 Februari atau besok (hari ini, Red) pukul 16.00 WIB,” tutur direktur keuangan Sriwijaya FC tersebut.
Bahkan, Asprov PSSI Sumsel mengusulkan seleksi untuk zona Sumatera dilaksanakan di Palembang. “Ketua Asprov PSSI Sumsel Musni Wijaya sudah minta sama coach Indra namun belum ada jawaban. Harapan saya minimal dua pemain lolos seleksi dan bisa huni starting eleven di Piala AFF U-19 2017,” tandas dia.
Dari kuota 20 pemain baru empat nama dipublikasikan. Yakni asal OKU Timur. Masing-masing Nando Sanjaya, Adi Fatkur, Alpin Prayogi, dan Sheva Andriyansyah. “Alhamdulillah buat kalian berempat. Kami seluruh warga OKU Timurshanya bisa mendoakan untuk keberhasilan kalian,” kata Djoko Nugroho, pelatih PS OKU Timur. (ion/ce2)

JAKARTA - Sejak IBL Indonesia 2017 diputar 20 Januari lalu, Hangtuah Sumsel memakai dua pemain asing, Andre Smith dan Jajuan Smith. Tiga seri berlalu, tim berjuluk Laskar Segantar Alam tersebut bakal melakukan revisi. Andre Smith akan dipulangkan ke Amerika Serikat karena kurang sesuai dengan permainan yang dikembangkan tim.

"Andre tidak bisa kerja sama dengan pemain lokal. Secara attitude juga tak begitu bagus. Kami memutuskan memulangkan dia setelah Seri III Semarang," terang Asisten Eksekutif GM Hangtuah Sumsel, Ferri Jufry, Senin (13/2).

Seri Semarang berakhir Minggu malam (12/2). Selama tiga hari bertarung di Kota Lumpia, Hangtuah Sumsel hanya mampu kemas satu kemenangan dari tiga pertandingan yang dijalani. Satu-satunya kemenangan diambil saat lawan Satya Wacana. Kemudian dua games berikutnya takluk kepada Pelita Jaya dan Satria Muda.

Andre sejak seri pertama hingga seri tiga di Semarang, menjadi andalan di bawah ring. Total dari enam pertandingan dijalani, Andre menyumbang 57 poin dan 80 rebound. Sumbangan poin dan rebound dia tidak bisa mengubah rencana manajemen Hangtuah mendepaknya.

"Kami berharap penggantinya bisa datang secepatnya. Bidikan sih sudah ada dan kami juga sudah komunikasi dengan Pengelola IBL. Jika belum juga datang, di seri berikutnya di Jakarta nanti, kami akan mengandalkan Jajuan Smith," ujarnya.

Pelatih Hangtuah Sumsel Mario Sangor mengaku tidak masalah dengan kebijakan memulangkan Andre. Rencana ini sudah dibicarakan di internal demi keutuhan tim dan kesolidan dalam bermain. Mengingat, Andre sulit menyatu dengan skema yang disiapkan pelatih.

Dia sering main dengan pattern-nya sendiri. "Jika memang hanya Jajuan yang jadi andalan, big man lokal kita harus kerja keras. Di sana kami bisa mengotimalkan tenaga Steven Pattikawa, Toni Sugiarto, dan Fadlan Minallah," ujar Mario.(kmd/ion/ce2)

Rapor 5 Laga Andre Smith di Hangtuah
12/02/2017 v Satria Muda 16 rebound
11/02/2017 v Pelita Jaya 13 rebound
10/02/2017 v Satya Wacana 29 poin dan 18 rebound
22/01/2017 v Garuda Bandung 11 rebound
21/01/2017 v Pacific Caesar 28 poin 22 rebound

PALEMBANG – Kemenangan 2-1 (0-0) atas Barito Putra pada laga kedua grup 4 Piala Presiden 2017 harus dibayar mahal Sriwijaya FC. Striker Alberto Goncalves menjadi tumbal setelah mengalami cedera engkel kanan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (13/2).

Dua gol masing-masing dibukukan Selamet Budiono dan Hilton Moreira. Akan tetapi victory itu menyisakan sesuatu lantaran bomber terbaiknya, Alberto Goncalves diterpa cedera pada menit ke-77.

Beto, sapaan Alberto Goncalves, yang nyaris menceploskan bola lewat muntahan kiper Adhitya mendapat benturan cukup keras dengan pemain bertahan Barito. Beto meringis kesakitan dan memegang engkelnya akhirnya digantikan oleh Airlangga Sucipto.

"Beto cedera di sekitar engkel kanannya. Belum bisa kita prediksikan kondisinya sekarang, apakah cederanya kategori ringan atau berat," kata Maradona, fisioterapi Sriwijaya FC saat dikonfirmasi usai pertandingan.

Cedera Beto jelas cukup mengkhawatirkan. Maklum, sang bomber asal Brasil itu jadi pemain yang cukup subur dalam urusan cetak gol. Beto pada dua pertandingan sudah mencetak satu gol, kala bertamu Bali United laga pertama, (7/2).

"Beto sudah kita lakukan perawatan dengan kompres es. Sejauh ini saya lihat dia (Beto, Red) bisa berjalan cukup bagus. Kita harap kondisinya semakin membaik besok," tukasnya. (cj11/ion/ce2)

GIANYAR - Sriwijaya FC masih menjadi unggulan. Klub berjuluk Laskar Wong Kito ini lebih siap dari Barito Putra. Namun di lapangan semua bisa terjadi. Skuat Jakabaring tetap tidak bisa anggap remeh pada duel lanjutan Piala Presiden 2017 grup 4 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali (live Indosiar, pukul 14.30 WIB).

Kelebihan Sriwijaya FC, skuat tidak banyak alami perubahan (60 persen bertahan). Sementara Barito rombak skuat hingga 50 persen. Tidak terkecuali lini depan anak asuh Widodo C Putro tidak berubah sama sekali. Duo striker Brasil, Hilton Moreira dan Alberto Goncalves tetap jadi andalan.

Keduanya jelas sudah tahu sama tahu pola permainan masing-masing. Di Piala Presiden Hilton dan Beto mengemas masing-masing satu gol, ketika imbangi tuan rumah Bali United 2-2 pada laga perdana di Bali, (7/2).
Tapi Bali United bukanlah Barito Putra. Tim berjuluk Laskar Antasari selalu jadi tim underdog bagi tim kebanggaan masyarakat Sumsel. Pemilik gelar double winner edisi 2007/2008 ini selalu kesulitan untuk meraih kemenangan dari Barito.
Lima pertemuan terakhir, keduanya hanya masing-masing menggondol sekali kemenangan. Sedangkan tiga pertandingan tersisa lebih banyak berakhir imbang. Termasuk dua laga terakhir di ajang Torabika Soccer Cahmpionship (TSC) A 2016 keduanya selalu berbagi angka.
Sriwijaya FC yang notabene-nya selalu diunggulkan, justru keseringan dibuat sport jantung oleh Paulo Sitanggang bersama rekan-rekan. Barito kerap membuat kejutan menciptakan gol di awal-awal babak.
Saat bermain di kandang Barito Putera (1/8/2016), laga berakhir sama kuat 1-1 dan Yohanis Nabar menjadi penyelamat Sriwijaya FC setelah golnya di babak kedua mampu menyamakan kedudukan. Pertemuan kedua di Stadion Gelora Sriwijaya (28/10/2016) walau sempat unggul 2-1, namun Teja Paku Alam dkk kembali harus puas dengan hasil imbang setelah Yongki Aribowo membuyarkan kemenangan saat mencetak gol kedua Barito di menit 82.
Evaluasi yang betul-betul direkam pelatih kepala Widodo Cahyono Putro. “Kami sudah menonton rekaman video dan melihat gaya bermain mereka, Barito tetap merupakan lawan yang tangguh dan dihuni pemain berkualitas serta pengalaman,” kata Widodo saat dikonfirmasi, Kemarin (12/2).
“Soal peluang, seperti saya katakan sebelumnya bahwa dengan persiapan seluruh tim yang rasanya tidak maksimal di turnamen ini. Sulit diprediksi, siapa saja bisa mengalahkan atau dikalahkan. Namun kami juga sudah memperbaiki kekurangan usai laga melawan Bali United lalu,” sambung eks asisten pelatih timnas ini.
Positioning dan transisi dari bertahan ke menyerang juga jadi perbaikan sebelum melawan Barito Putera nanti. Jangan sampai terulang lagi, kesalahan seperti laga pertama lalu. Keasikan menyerang, kerap lupa bertahan.
Dalam sesi latihan terakhir yang digelar di lapangan Trisakti Kuta, Widodo sering koar-koar ingatkan anak asuhnya untuk tidak lagi terlambat bertahan usai melakukan atacking. “Melawan Barito, saya berharap para pemain bisa fokus dan konsentrasi selama 90 menit. Selain itu juga jangan terpancing emosi, apapun kondisi di lapangan nanti,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih Barito Putera, Jacksen F Tiago menegaskan pihaknya tak terlalu fokus untuk mencari titik lemah atau pun kekuatan Sriwijaya FC. Eks tactitian Persipura Jayapura ini lebih memilih menyiapkan timnya.
“Sebagai pelatih, jelas saya sudah mengantongi catatan mengenai tim lawan. Namun, saya lebih fokus untuk membentuk aspek-aspek dari permainan tim saya sendiri,” ujar pelatih berpaspor Brasil tersebut.
“Seandainya ini kompetisi resmi, sudah pasti kita akan bekerja dengan cara yang berbeda dan lebih banyak mempelajari tim lawan. Tapi saat ini berbeda. Sejak awal saya sampaikan target utama kami membentuk tim yang kuat di kompetisi resmi Liga 1,” tambahnya.
Hal ini juga yang membuat Jacksen, lebih banyak memfokuskan untuk membentuk struktur kuat tim pada gaya bermain Barito. “Kita sudah berusaha membangun sebuah filosofi jangka panjang tim. Menghadapi Sriwijaya besok (hari ini, red) adalah bagian dari proses itu,” pungkasnya. (cj11/ion/ce1)

PALEMBANG - Gelandang Firman Utina secara resmi berpamitan pada Sriwijaya FC, kemarin (10/2). Ya, pemain berjuluk FU-15 ini pada musim 2017 akan melanjutkan karier bersama Bhayangkara FC.

Dalam unggahan foto dan status di akun Instagram-nya, Firman menuliskan rasa terima kasih kepada klub berjuluk Laskar Wong Kito ini karena telah diberi kepercayaan bisa kembali membela Sriwijaya FC musim 2016. Meskipun secara hasil, ia mengaku belum bisa memberikan yang terbaik untuk seluruh pencinta Sriwijaya FC.

Skuat Jakabaring hanya duduk di peringkat empat klasmen akhir kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. "Assalamualaikum buat seluruh masyarakat Sumsel dan khususnya Singa Mania, Ultras Mania, dan lain-lain pendukung Sriwijaya FC Palembang, saya pribadi mengucapkan terima kasih dan mohon maaf selama di Sriwijaya belum maksimal dan kata-kata yang khilaf mohon dimaafkan,” tulis Firman.

“Semoga ke depan Sriwijaya FC bisa lebih berjaya di Liga Indonesia," tambah Firman.

Tak lupa, gelandang kreatif tersebut berterima kasih pada presiden klub Dodi Reza, dan manajer Nasrun Umar yang telah memberi kesempatan untuk kembali jadi bagian Sriwijaya FC musim kemarin. "Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih dan beribu-ribu maaf bila banyak salah selama di Sriwijaya, seluruh jajaran ofisial Sriwijaya FC, pelatih, dan pemain mohon maaf,” tukas dia. (cj11/ion/ce4)

PALEMBANG - Kebugaran masih menjadi dilema bagi Sriwijaya FC. Itu karena kondisi fisik Yu Hyun Koo bersama rekan-rekan belum seratus persen. Namun, tetap dituntut untuk mengeluarkan kemampuan terbaik di turnamen Piala Presiden 2017.

Alasan ini juga yang membuat tim berjuluk Laskar Wong Kito terlihat jelas ngos-ngosan saat menghadapi Bali United, (7/2). Evaluasi yang memang masih jadi pekerjaan rumah (PR) besar pelatih Widodo Cahyono Putro sebelum menghadapi Barito Putra, pada laga kedua, di Bali, 13 Februari mendatang.

"Itu yang saya bilang, butuh waktu untuk membuat tim dalam kondisi 100 persen. Kondisi tim pasti masih akan labil, bisa dilihat dari saat main lawan Bali United," ujar Widodo dihubungi dari Bali, Jumat (10/2) siang.

Dijelaskannya, kondisinya saat ini tim berjuluk Laskar Wong Kito di tahap 60-70 persen. Masih mengarah ke dalam tahap yang diinginkan. "Ini terbukti, ada beberapa klub besar justru meraih hasil tidak terduga. Seperti Madura United atau Persipura bisa kalah. Jadi sama saja, turnamen Piala Presiden ini semua hal bisa terjadi karena kondisinya memang tidak bisa diduga," ungkapnya.

Lalu, apa yang jadi solusi pelatih asal Cilacap, Jawa Tengah, itu untuk mengakali kondisi ini. Menurutnya, merotasi pemain jadi pilihan. Terlebih, di turnamen Piala Presiden setiap tim bisa melakukan kebijakan enam kali pergantian pemain.

Rotasi yang juga seperti bisa dimanfaatkan pelatih untuk melihat seluruh kemampuan terbaik setiap pemain. Seperti di laga perdana, Sriwijaya FC melakukan 3 kali pergantian dengan jumlah pemain yang diganti sebanyak 5 pemain.

M Nur Iskandar dan Marco Merudje masuk di awal babak kedua disusul Bio Paulin dan Airlangga Sucipto di menit 65 serta Hapit Ibrahim di menit 80. “Di Palembang, kami memang melakukan uji coba namun kualitas lawan jauh di bawah kami. Karena itu, turnamen Piala Presiden ini menjadi ajang yang pas untuk melihat kesiapan mereka menghadapi kompetisi Liga 1 mendatang,” ujar eks asisten pelatih Timnas Indonesia itu.

Baginya, meski akan melakukan rotasi, pihaknya tetap melihat kondisi di lapangan terlebih dulu. “Seperti saat melawan Bali United, saya melihat pergantian pemain yang dilakukan cukup efektif dan hasilnya positif. Tentu idealnya seperti di pertandingan, kami akan lakukan rotasi, tetapi harus disesuaikan kepentingan strategi yang akan dimainkan,” jelasnya.

Pemilihan penyusunan pemain di turnamen Piala Presiden dan Liga 1 diakuinya akan menjadi sangat menarik, mengingat ada regulasi yang mewajibkan setiap klub minimal memasukkan 5 pemain U-22 di setiap laga yang dimainkan.

“Saat ini kami punya 8 pemain U-22, 2 di antaranya penjaga gawang dan 2 lagi tengah cedera. Kami masih akan memantau lagi perkembangannya. Namun rasanya kami masih membutuhkan pemain tambahan yang sesuai regulasi ini,” tambahnya. (cj11/ion/ce4)

 

Halaman 1 dari 19

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca