JAKARTA- Pengamat komunikasi politik, Emrus Sihombing mengatakan, suara pemilih Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada pilkada DKI Jakarta, Rabu (15/2) lalu, bukanlah penentu kemenangan pilkada DKI Jakarta putaran kedua nanti.

Dia tidak sepakat dengan wacana di publik yang memunculkan pemilih AHY merupakan penentu kemenangan.

"Menurut saya, suara pemilih AHY bukan penentu utama kemenangan pasangan calon Pilkada DKI Jakarta putaran kedua," kata Emrus, Sabtu (18/2).

Sementara politikus Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, sebelum ada hasil perhitungan real count dari KPU, partainya belum menentukan sikap.

"Jadi, kami belum memutuskan akan dikemanakan suara Agus-Sylvi nantinya," kata Roy saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2).

Hingga saat ini, partai pengusung Ahok-Djarot, maupun Anies-Sandi masih melakukan konsolidasi menghadapi putaran kedua. Empat partai pengusung Agus-Sylvi, belum menentukan sikap. (boy/jpnn)

Anies

18 Feb 2017

JAKARTA- Soepomo Institute, sebuah lembaga kajian ilmiah merilis hasil Pilgub DKI 2017-2022. Ada beberapa kejutan. Salah satunya, partisipasi pemilih kurang lebih 80 persen. Angka itu dinyatakan terbesar di antara semua pilgub DKI sejauh ini.
Andika Anwar, direktur kajian strategis Soepomo Institute menjelaskan, di antara sebab tingginya angka partisipasi tersebut adalah informasi media yang masiv, berpindahnya beberapa tokoh parpol yang berbeda sikap dengan DPP. ”Selain itu masyarakat DKI sudah semakin melek politik,” ucap dia kemarin.
Dia melanjutkan, putaran pertama telah berlangsung dengan damai. Peraturan di DKI mengharuskan raihan suara 50 plus 1 persen untuk menang. Kesimpulan saat ini menunjukkan pilgub DKI akan berlangsung dua putaran. ”Tidak ada pasangan calon yang menang di putaran pertama,” jelas dia.
“Dan menurut kami, pasangan nomor 3 Anies-Sandi akan menang mutlak dengan angka di atas 60 persen, pada putaran dua nanti,” cetus dia.
Sebab, sambungnya, suara pemilih Agus-Sylvi akan berpindah cepat kepada Anies-Sandi. Dika mengungkapkan, kesamaan target pemilih, kesamaan visi dan misi, serta kesamaan arah pergerakan dengan total hasil yang didapat pada putaran pertama mengarah kepada predisksi di atas.
Beberapa tandanya sudah terlihat. Misalnya, sehari yang lalu relawan Simpul Relawan Agus-Silvy menyatakan dukungan kepada Anies-Sandi,” sambung dia.
Menanggapi hal itu, politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid menyatakan, tidak ada kata puas dan bangga. Perjuangan tidak boleh kendur sampai kapan pun. ”Sekali lagi ini bukan untuk berpuas diri.Apa yang tergambar saat ini, boleh saja menjadi penambah semangat untuk menjamin kemenangan nanti,” tegas dia.
Sementara itu, Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Imelda Sari menyatakan, apa yang dilakukan tim relawan Agus – Sylvi tak bisa dikaitkan dengan partai koalisi pengusung pasangan itu. Partai Demokrat menurut dia masih terus melakukan konsolidasi internal sampai kemarin.
”Tim pemenangan Agus –Sylvi sampai saat ini masih melakukan konsolidasi internal. DPP Demokrat akan menunggu hasil penghitungan manual dan pleno KPU,” ucap dia.
Juru bicara Tim Pemenangan Agus – Sylvi, Rico Rustombi menambahkan partai-partai pengusung Agus – Sylvi belum memiliki keputusan bersama. ”Bila ada informasi resmi akan kami sampaikan secara resmi pula,” katanya.
Isu seputar peralihan suara Agus – Sylvi ke dua pasangan lainnya memang santer. PDIP dikabarkan sudah mulai ”merayu-rayu” Demokrat. Di sisi lain, peralihan suara memang sudah terjadi berdasarkan fakta di lapangan. Sehari yang lalu, sekelompok relawan Agus – Sylvi telah resmi mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Anies – Sandi. (ydh)

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sempat mengusung pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi rebutan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga S Uno untuk memberikan dukungan pada putaran kedua Pilkada. 

Ketua Desk Pemilu DPP PKB, Bambang Susanto mengatakan partainya belum menentukan sikap apakah akan mendukung Basuki atau Anies.

"Kalau soal strategi, sampai sekarang belum dibicarakan secara teknis, baik rapat resmi maupun informal. Kami baru selesai kerja di putaran perama, meski hasilnya kurang menggembirakan. Intinya masih dalam posisi cooling down dulu," kata Bambang saat dihubungi pada Jumat (17/2).

Dia mengatakan, PKB masih akan menunggu keputusan resmi KPU terlebih dahulu. Namun tetap akan melakukan komunikasi dan penjajakan dengan kubu Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi. "Tapi kalau sudah resmi KPU memutuskan dua putaran, baru kami akan bersikap," ujarnya.

Bambang menambahkan, setelah pencoblosan 15 Februari lalu, PKB sudah didekati oleh kedua kubu meski baru sebatas informal. "Tapi apa pun perkembangannya, semua akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan partai," tandas Bambang. (fat/jpnn)

JAKARTA- Panwaslu Kabupaten Bekasi pastikan bahwa semua kasus kecurangan selama masa kampanye dan masa tenang masih terus diproses. Termasuk salah satunya dugaan politik uang oleh kubu pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani (SAH).

Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi Akbar Khadafi, setiap laporan yang masuk ke instansinya akan terus dilakukan penindakan sesuai dengan peraturan.

“Ya kita akan terus tindaklanjuti. Saat ini kita masih mengumpulkan alat bukti dan akan melakukan pemanggilan pada saksi dan pihak-pihak terkait guna penindakan pelaporan,” ujarnya.

Dugaan kecurangan yang dilakukan pihak SAH adalah terkait pembagian kartu gas subsidi 3 kilogram. Kartu tersebut dibagi-bagikan kepada warga pada saat masa tenang.

Mengenai serangan fajar, Akbar mengaku banyak mendengar selentingan terkait hal itu. Namun, sejauh ini belum ada satupun laporan yang masuk ke Panwaslu terkait serangan fajar.

“Sejauh ini tidak ada laporan masuk ke panwaslu. Untuk laporan yang ada, kita akan tindak lanjuti,” katanya. (dan)

JAKARTA- Pengamat politik, Heri Budianto mengatakan suara Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup berpengaruh dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta.

Dengan suara 17 persen lebih, pengaruh SBY patut diperhitungkan di (kemungkinan) putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. "SBY harus menentukan sikap di Pilkada DKI. Kalau di Pilpres 2014, SBY tidak berpihak ke calon satu pun, untuk DKI harus ada sikap tegas dari SBY," kata Heri di Jakarta, Jumat (17/2).

‎Sikap tegas SBY untuk menentukan suara Partai Demokrat dan parpol pendukung diarahkan ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno, sangat ditunggu publik.

Apalagi banyak relawan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sudah menyatakan sikap mendukung salah satu paslon.

‎"Dari pengamatan saya, aroma politik Pak SBY condong ke pasangan Anies-Sandi. Memang masih ada kesempatan dua bulan untuk melakukan pendekatan-pendekatan, tapi kemungkinan sepekan sudah ada keputusan akhirnya. Saat ini, koalisi Cikeas yang tengah terpukul atas kekalahan di Pilkada DKI masih harus melakukan recovery," paparnya. (esy/jpnn)

MUBA - KPU Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), akan merampungkan pelaksanaan Pilkada. Agenda penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muba dilakukan dalam rapat pleno 24 Februari mendatang. Saat ini, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bergerak cepat dalam menuntaskan rekapitulasi suara.
Kemarin, sehari setelah pencoblosan, petugas telah mengirim logistik ke Petugas Pemilih Kecamatan (PPK). Berbagai kendala dihadapi di lapangan. Petugas harus menerobos dan menghadapi buruknya infrastruktur jalan yang berlumpur. Logistik terpaksa diangkut dan diantar pakai motor dan mobil dobel gardan.
Kondisi tersebut seperti di Desa Sungai Labih, Kecamatan Lais. Di sana, mobil pembawa logistik terjebak di jalan berlumpur. Pemerintah desa terpaksa melakukan penarikkan mobil. “Barulah logistik dikirim ke PPK,” kata H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muba.
Diakuinya, beberapa PPK telah melakukan pleno terbuka. Seperti PPK Babat Toman, Lawang Wetan, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, dan Sanga Desa. "Ini laporan yang diterima, ada PPK sudah lakukan pleno,” tegasnya.
Bahkan, di PPK Babat Toman telah menyelesaikan rapat pleno, sekitar pukul 14.00 WIB. Seluruh logistik Pilkada pun, telah tiba ke KPU Kabupaten Muba, sekitar pukul 16.00 WIB. Padahal pelaksanaan pleno dan pengembalian logistik, mulai 16-22 Februari mendatang
Logistik itu, ada sekitar 72 kotak suara yang dipakai dalam pemungutan suara yang tersebar di 13 desa yang ada.Lalu tiga kotak menyimpan surat suara yang dicoblos, diangkut menuju ruangan di lantai dua Kantor KPU Kabupaten Muba. “ Tiga kotak disimpan di rungan KPU dan dikunci,” kata Fajeri, ketua PPK Babat Toman.
PPK Babat Toman pun, menyelesaikan pleno dan mengembalikan logistic yang ada. Pada pleno itu, diketahui Paslon 1, Dodi-Beni meraih 12.004 suara dan Paslon 2, Amiri-Toha, meraih 2434. Jumlah suara sah calon 14.439 suara, jumlah surat suara tidak sah 301 lembar, surat suara yag rusak dan keliru mencoblos 14 lembar.
“ Pasangan Dodi-Beni unggul telak di Kecamatan Babat Toman,” tegasnya. Terpisah, calon Bupati (Cabup) Muba, Amiri Arifin terlihat santai di posko pemenangannya di Jalan Lingkar Randik Sekayu. Dia memantau hasil quick count perolehan suara yang dirilis berbagai lembaga survey dan media yang ada. “Kami akan mengaku kalah, bila tidak ada yang merusak dan mencederai pelaksanaan Pilkada Muba ini,” tegasnya.
Amiri masih menunggu perolehan suaranya yang tertuang dalan C1. “Masih ada beberapa perolehan suara belum masuk. Kita ingin melihat angka maksimal perolehan suara,” tegasnya. Yang terpenting, Amiri berharap tuhan tetap memberikannya kesehatan sekarang ini. “Saya siap mengaku kalah nantinya,” jelasnya.
Bila seluruh timnya mengakui dan menerima perolehan suara yang ada. Amiri pun, akan beraktifitas kembali secara normal. Yakni sebagai Komisaris Utama PT Mainmora dan Direktur Utama PT Seribu Satu Nian, dan Ketua Umum BPD Gapensi Provinsi Sumsel.
Barulah Calon Wakil Bupati (Cawabup), Ahmad Toha SPdI MSi, datang dan tiba di Posko Pemenangan Sekayu. Toha mengakui yang terpenting bukanlah menang kuantitas melainkan kemenangan kualitas sebagai pemimpin Kabupaten Muba. Telah sepatutnya pemimpin mengemban amanah dan merealisasikan janjinya itu. “ Kita telah berikan pelajaran politik kepada rakyat. Pilkada bukanlah ajang mencari keuntungan, melainkan memilih pemimpin yang berkualitas,” tegasnya.
Hal serupa Cawabup, Beni Hernedi, terlihat santai di Kantor DPD PDI-Perjuang Diaan. Beni terus mengawal proses tabulasi perolehan suaranya yang ada. “ Kita telah unggul telak,” ungkapnya. Meski demikian, seluruh pihak haruslah bersabar dan menunggu keputusan KPU Kabupaten Muba.
Yakni menetapkan pasangan yang terpilih Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022. Lantaran pasangan Dodi-Beni, meraih perolehan terbanyak di Pilkada Muba. Kediamaan rumah milik Dodi Reza Alex di Jalan Kol Wahid Udin, Kelurahan Kayuara, telah dipenuhi ucapan selamat sepanjang jalan.
Berbagai ucapan tertulis selamat terpilih Bupati Muba, dikirimkan kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Muba Lantaran Dodi memenangkan Pilkada. Mulai banyak pejabat yang mencari muka kepada Dodi. “Ucapan ini, sangatlah tidak masuk akal dan over,” kata Hasan Usman, Ketua Pemenangan Dodi-Beni. Lantaran KPU Kabupaten Muba, belumlah menetapkan Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih.
Sementara, PPK Tungkal Jaya kemarin mulai menggelar rapat pleno terbuka di tingkat kecamatan. Antara lain Sungai Lilin, Bayung Lencir dan Babat Supat. "Pengamanan kita lakukan hingga surat suara diantar ke KPU," kata Kapolsek Babat Supat Iptu Zanzibar. Ketua PPK Bayung Lencir, Siarudin menegaskan rapat pleno PPK baru dilakukan Jumat (17/2). "Kotak suara masih disekretariat tidak dibawa kemana-mana. Besok (hari ini) kami baru berencana untuk pleno," pungkasnya.
Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaran KPU Sumsel, Liza Lizuarni SE mengungkapkan, seluruh anggota KPU Sumsel, sempat turun langsung ke Muba, saat pencoblosan dua hari lalu. Sejauh ini, samasekali tidak ada temuan berarti.
Namun, dari dua TPS di kota Sekayu, partisipasi masyarakat, diakui Liza memang agak kurang. Ia belum bisa memastikan penyebab kurangnya partisipasi masyarakat ini. Pihaknya pun, masih menunggu laporan resmi dari KPUD Muba.
“Dua TPS dilihat kemarin pun, belum bisa dikatakan sample, karena belum lihat di desa. Untuk kepastiannya, kami tunggu dulu laporannya,” jelasnya. Berdasarkan Pileg 2014 silam, partisipasi pemilih sudah mencapai 72 persen. Sehingga, di Pilkada Muba, pihaknya berharap, partisipasi bisa berada diatas angka tersebut. Jika pun kurang, pihaknya akan melakukan evaluasi.
“Apakah soal cuaca hujan kemarin, kurang sosialisasi, belum ada KTP elektronik atau Surat Keterangan dari Dukcapil? Nanti kami evaluasi,” jelasnya. Hasil laporan sementara didapat, hingga pukul 07.00 wib pagi kemarin (16/2), scan C1 sudah mencapai 1.1102. Dari total jumlah 1.464, diyakininya bisa diselesaikan kemarin. “Hari ini sampai tanggal 21 Februari, jadwalnya masih rekapitulasi tingkat kecamatan,” tukasnya.
KPU Muba akhirnya menyelesaikan pendataan tabulasi (pemindahan) dan scan form C, C1, lampiran C1 serta KWK, yang dituangkan dalam system informasi penghitungan suara (SITUNG). Pendataan tabulasi itu, telah selesai 100 persen pukul 15.06 WIB, kemarin.
Pasangan Dodi Reza Alex Noerdin-Beni Hernedi memperoleh 212.350 suara atau 78.49 persen suara. Pasangan Amiri Aripin-Ahmad Toha SPdI MSi memperoleh 58.197 suara atau 21.51 persen. Total pemilih 461.362 orang dengan jumlah pengguna hak pilih 279.076 orang. Partisipasi pemilih 60.5 persen. Jumlah suara sah 270.341 orang dan suara tidak sah: 5.056 orang.
Kinerja KPU Kabupaten Muba, sangatlah cepat dan professional. Sementara daerah lainnya, masih melakukan proses input dan scan. “ Data ini, terbukti pada portal resmi KPU RI,” kata H Ahmad Firdaus Marvel’s, Ketua KPU Kabupaten Muba.
Dia mengucap syukur proses SITUNG yang ditetapkan KPU RI dapat diselesaikan dengan lancar dan baik. Pasalnya pihaknya menyebar petugas dan mengambil C1 dari 1464 TPS yang tersebar di 14 Kecamatan. “ Pengambilan C1 ini, setelah pelaksaan penghitungan suara di TPS selesai,” ucapnya.
Tak ayal, diakuinya, berkat kerja keras seluruh petugas KPU Kabupaten Muba, yang bekerja lembur semalaman. Kerja keras ini, sebagai bentuk petugas KPU memiliki rasa tanggungjawab atas tugas yang diembannya. “ Kita telah buktikan Pilkada Muba, berjalan aman dan lancar,” tegasnya.
Meskipun, lanjutnya, jumlah partisipasi menurun di Pilkada Kabupaten Muba tahun ini. Bila dibandingkan di pelaksaan Pemilihan Legislatif (Pileg), tingkat partisipasi sekitar 60- 70 persen. Berbagai permasalahan dan kendala dihadapi di pemilihan itu.
Mulai dari hujan deras yang menguyur, infrastruktur jalan yang berlumpur serta georafis yang sulit. “ Kita telah melaksanakan Pilkada, dengan lancar dan baik,” tegasnya. (yud/kur/win)

 

PALEMBANG – Banyak pekerjaan rumah (PR) yang sudah menanti pasangan Bupati dan Wakil Bupati Muba terpilih 2017-2022. Hal itu disadari betul oleh H Dodi Reza Alex bersama Beni Hernedi, yang menurut hasil hitung cepat (quick count) serta real count sementara KPU unggul dari pasangan Amiri Aripin dan Ahmad Toha.
“Prioritas kerja, kami titik beratkan pada perbaikan infrastruktur, utamanya jalan. Target saya dua tahun harus kelar,” ungkap Dodi dibincangi usai pengundian Kuis SFC kerja sama Harian Sumatera Ekspres dengan PT SOM di Graha Pena, kemarin (16/2).
Selain infrastruktur, pihaknya akan meningkatan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan gratis. Ini agar bisa dinikmati secara baik dan gratis oleh seluruh warga Muba.
Dia menilai, masyarakat Muba sudah cukup lama menunggu perubahan. Ada wasting time (waktu terbuang, red) 2-3 tahun. Muba satu-satunya kabupaten di Indonesia yang selama lima tahun terakhir berganti pemimpin hingga lima kali, termasuk bupati dan wakil bupati terpilih dalam pilkada ini.
“Artinya, ada sesuatu yang salah dan tidak beres dalam pengelolaan dan jalannya roda pemerintahan di Muba,” kata Dodi lagi. Nah, karena terus berganti pimpinan, berdampak pada tidak adanya kesinambungan program yang harus dilakukan untuk membenahi kondisi Muba.
Terkait statement Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang memintanya mengembalikan kejayaan Muba jika terpilih, Dodi menanggapi hal itu secara diplomatis. “Itu masuk dalam visi misi kami. Maksudnya agar kami bisa menyenangkan dan mensejahterakan warga Muba,” jelasnya.
Dengan infrastruktur yang baik, warga bisa memasarkan hasil pertanian dan perkebunan. Imbasnya, terjadi perbaikan taraf perekonomian warga Muba secara keseluruhan.
Terkait angka partisipasi warga di Pilkada Muba yang hanya sebesar 60 persen, Dodi mengaku hal itu telah diprediksi sebelumnya. Sekaligus menjadi PR mengingat faktor cuaca yang kurang bersahabat.
“Faktor cuaca sehari sebelum hari pemilihan dengan topografi yang sulit dan kualitas infrastruktur jalan yang buruk menyebabkan pemilih enggan ke TPS,” ungkapnya. Pihaknya bahkan memprediksi, angka partisipasi pemilih kurang dari 60%.
Ada sekitar 20 persen warga Muba yang tidak memilih paslon nomor satu, melainkan memberikan hak suaranya kepada paslon independen nomor dua, Amiri-Ahmad Toha, Dodi mengatakan hal itu wajar saja terjadi. Bukan karena mereka tidak suka kepada paslon satu.
Ada beberapa faktor penyebab. Seperti faktor keterikatan dan kekerabatan dengan paslon dua sejak dulu. Mantan anggota DPR RI itu mengaku tidak pernah berpikiran soal persentase perolehan suara. "Yang terpenting ini anugerah bagi warga Muba agar tetap solid dan kompak dalam mendukung dan menyukseskan keberlangsungan pembangunan ke depan,” pungkasnya.
Disinggung soal kansnya untuk maju di Pilgub Sumsel pada 2018, sama seperti sang ayah H Alex Noerdin, Dodi secara diplomatis mengaku belum memikirkan hal itu. “Sudah tahu aku, pasti bakal ditanya soal itu,” ujar dia sembari masuk ke dalam mobil yang dikendarainya sendiri.
Sebelumnya, Dodi mengatakan dirinya sekarang sedang tidak memiliki pekerjaan. Dia sudah mundur dari kursi legislatif sebagai anggota DPR-RI sejak namanya ditetapkan sebagai calon bupati Muba, Oktober lalu. “Saya sekarang masih pengangguran. Jadi bupati juga belum, anggota DPR tidak lagi,” tambah pria berkaca mata ini.
Makanya, suami Thia Yufada ini akan lebih menyibukkan diri untuk Sriwijaya FC. Kebetulan dia masih menjabat sebagai presiden klub berjuluk Laskar Wong Kito. “Ada kesempatan untuk ikut, kemungkinan Sabtu (18/2) nanti saya ke Bali untuk menyaksikan laga pamungkas penyisihan grup 4 Piala Presiden 2017, Sriwijaya FC akan melawan Pusamania Borneo FC. Ya, kami berharap Sriwijaya FC bisa menang dan menjadi juara grup,” tandas pria yang mimiliki putri kembar ini. (kms/ce1)

JAKARTA- Pilkada Kota Bekasi, Jawa Barat, akan digelar pada 2018 mendatang.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi dikabarkan mulai mengincar kalangan artis untuk diusung sebagai calon wali Kota Bekasi.

Rumor yang beredar, PAN sedang melakukan pembicaraan dengan musisi Anang Hermansyah yang juga merupakan anggota Fraksi PAN DPR RI untuk maju di Pilkada Kota Bekasi.

“Siapa pun bisa, Anang kan kader PAN, bisa saja dia yang diusung oleh PAN pada Pilkada mendatang,” ujar Wakil Ketua DPD PAN Kota Bekasi, Syaiful Bahri.

Meski hanya memiliki empat kursi di DPRD Kota Bekasi, Syaiful optimis partainya bisa mengusung calon kepala daerah, dengan catatan harus berkoalisi dengan partai lain.

“Empat kursi itu besar, di Pilkada lalu saja mengusung calon, dan meraih posisi kedua,” ucapnya, seperti diberitakan Gobekasi.co.id.

Namun kata Saiful, hingga kini partainya belum membuka pendaftaran calon kepala daerah yang ingin maju lewat PAN. Meski demikian, dirinya memastikan PAN akan mengutamakan kader.

“Soal Pilkada 2018, PAN memprioritaskan kader dulu untuk diusung, jika memang ada wacana Anang akan maju, dia sebagai kader, bisa saja itu terjadi, hanya semua keputusan ada di partai,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi ini.

Lanjut Syaiful, PAN nantinya akan melakukan survei melalui lembaga survei yang berintegritas dan kredibel.

“Menjelang proses pendaftaran ke KPU, DPP akan menentukan siapa yang akan diusung PAN,” terangnya.

Menurut dia, masih ada waktu bagi kader yang ingin maju untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi politik dengan masyarakat. “Semua kader berpeluang,” pungkas Syaiful. (sar/rbs/gob)

JAKARTA- Rakyat DKI Jakarta telah menentukan pilihannya pada pilkada yang digelar Rabu (15/2). Hasil pemungutan suara berdasar hitung cepat berbagai lembaga survei menunjukkan duet Agus Yudhoyono-Sylviana Murni (Ahy-Sylvi) menempati posisi paling buncit dalam perolehan suara.

Agus-Sylvi pun telah menghubungi dua pesaingnya di pilkada DKI, yakni Basuki T Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Tujuannya untuk mengucapkan selamat.

Menurut Raja Juli Antoni yang menjadi juru bicara Tim Pemenangan Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat, semula komunikasi antara jagonya di pilkada dengan pihak Agus-Sylvi terjadi tadi malam. Mulanya, Ahok baru saja mau pulang dari jumpa pers di rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Awalnya, Sylvi menghubungi ajudan Ahok. Namun, ajudan Ahok tidak sempat mengangkat.

Setelah itu, ajudan Ahok pun menelepon balik Sylvi. Dalam komunikasi itu Agus-Sylvi mengucapkan selamat kepada Ahok yang berdasarkan hasil hitung cepat berhasil menempati posisi teratas.

“Bu Sylvi ucapkan selamat ke Pak Ahok. ‘Terima kasih bu’ kata Ahok. Mas Agus juga ucapkan selamat,” kata Antoni, Kamis (16/2).

Dia mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Agus-Sylvi. Menurut dia, hal itu merupakan bagian dari tradisi demokrasi yang baik.

“Luar biasa yang dilakukan oleh Mas Agus. Sebuah teladan yang baik menurut saya. Ini awal komunikasi yang baik,” uujar Antoni.(gil/jpnn)

JAKARTA- Kubu calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat akan melakukan komunikasi dengan partai pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Berdasarkan hasil hitung cepat, Ahok-Djarot menempati posisi teratas. Mereka mendapatkan suara sekitar 42-43 persen. Posisi kedua ditempati oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sementara, Agus-Sylvi menempati posisi paling buncit.

Jika melihat hasil hitung cepat, tidak ada pasangan yang berhasil meraih 50 persen plus satu, maka Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 akan berlangsung dua putaran. Pada putaran kedua, Ahok-Djarot akan bertemu dengan Anies-Sandi.

Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot Raja Juli Antoni mengatakan, untuk menambah jumlah suara bagi pasangan petahana itu, maka diperlukan pembicaraan dengan partai pendukung Agus-Sylvi.

“Kami akan berkomunikasi dengan seluruh partai pendukung Mas Agus, yakni PPP, PAN, PKB, dan Demokrat untuk melihat kemungkinan koalisi atau support ke Pak Ahok,” kata Toni saat dihubungi, Kamis (16/2).

Meski begitu, Toni belum mengetahui apakah sudah ada tim Ahok-Djarot yang melakukan komunikasi dengan partai pendukung Agus-Sylvi.

“Belum cek, tapi ada tim yang bergerak dan diamanahkan untuk itu (komunikasi),” ungkapnya. (gil/jpnn)

 

Halaman 1 dari 49

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca