SEORANG warga asal Korea Utara (dua dari kanan) diamankan oleh polisi Malaysia karena dicurigai  sebagai tersangka dalam kasus terbunuhnya Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Pria tersebut diketahui bernama Ri Jong Chol dan digelandang ke kantor polisi di Sepang, Malaysia, Sabtu (18/2). (*) Park Jung-ho/News1 via reuters. 

MUARA ENIM - Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim dan Reskrim Polsek Talang Ubi menggerebek rumah tersangka bandar narkoba, Sabtu (18/2) pukul 02.00 WIB. Tersangkanya, Alex Setiawan alias Bang Valen (40), di Dusun II Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Tersangka merupakan Wakil Ketua Badan Permusyaratan Desa (BPD) Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, PALI dan juga mantan anggota polisi yang sempat bertugas di Polsek Lempuing, Polres OKI ini  diberhentikan secara tidak hormat pada tahun 2000 karena menikah sebelum habis masa ikatan dinas.

Dari dalam rumah tersangka, ditemukan barang bukti yakni satu kotak bekas kunci rumah berisi satu paket sedang sabu-sabu dengan berat bruto 3,82 gram, 19 lembar plastik bening diduga sisa sabu, 2 skop terbuat dari pipet yang ada sisa sabu, 1 unit timbangan, 17 pirek berikut dot karet, 1 bal plastik bening berbagai ukuran.

Lalu dua unit HP milik tersangka, 36 HP berbagai merek dalam keadaan rusak, uang tunai Rp1.193.000, dua pucuk senpira laras pendek, 1 senpira laras panjang, 1 airsoftgun, 10 butir aminisi FN kaliber 9 mm.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi didampingi Kabag Ops Kompol Zulkarnain dan Kasat Narkoba AKP Alhadi mengatakan, tersangka merupakan target operasi (TO) yang dicari dalam dua bulan terakhir ini. "Modus yang dilakukan tersangka menjual sabu dengan sistem gadai. Para pembeli bisa menggadaikan HP atau surat berharga sebagai jaminan," kata Hendra dalam release, Sabtu (18/2).

Dijelaskannya, tersangka diduga kuat sebagai bandar sabu-sabu dan pihaknya masih mengembangkan kasus ini. "Tersangka sebagai bandar pasti ada kaki atau kurirnya. Itu yang kita selidiki," jelasnya. (roz)

PALEMBANG - Empat pria asal Kabupaten Musi Rawas, ditangkap aparat dari Polres Bengkalis, Riau. Mereka, Jhony Irawan (42), Rohmin (39), Fasko (49), dan Supriyono (32), karena membawa 89 ekor trenggiling.
Satwa yang dilindungi itu, diduga akan diselundupkan ke Malaysia lewat perairan Bengkalis. Keempat pelaku ditangkap di Kecamatan Siak, Kabupaten Bengkalis, Minggu (122) sore, mengendarai dua mobil Innova, nopol BG 1246 MW dan BG 2534 HD
Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sumsel, AKBP Tulus Sinaga, enggan menyebut keempat tersangka yang ditangkap Polres Bengkalis sebagai sindikat hewan langka asal Sumsel. “Dari beberapa pelaku yang sudah kami tangkap, cenderung bekerja sendiri-sendiri,” kata Tulus, kemarin.
Itu artinya, para pelaku di tingkat lapangan menjual kepada pengepul. Selanjutnya pengepul menjual ke pemesan. “Terkait pelaku lapangan, umumnya hanya petani yang tidak berprofesi di bidang perdagangan satwa. Mereka melakukan itu hanya sebagai sampingan saja,” lanjutnya.
Kapolres Musi Rawas, AKPB Hari Brata mengatakan, hewan yang dilindungi memang banyak terdapat di Musi Rawas. Termasuk Trenggiling. “Untuk sindikat perdagangan hewan dilindungi, akan kami pelajari dan selidiki info tersebut. Memang, Mura dan Muratara masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat. Kami juga segera koordinasi dengan BKSDA,” singkatnya. (vis/air)

 

PALEMBANG – Empat oknum anggota Polresta Palembang dan jajaran, dinyatakan terbukti melakukan aksi pungutan liar (pungli) dan pelanggaran disiplin, kemarin (17/2). Mereka yang disidang kemarin, Brigadir AM, Brigadir Hen, Brigadir LA dan Brigadir Af, yang disidang disiplin dengan hakim ketua AKBP Iskandar F Sutisna.
“Anggota yang melakukan pungli ini, kedapatan oleh tim Propam saat pungli di jalan," aku Iskandar, dibincangi disela-sela skorsing sidang. Wakapolresta Palembang itu menyebut, ada anggota yang terbukti saat meminta uang Rp10 ribu dan ada juga yang kedapatan meminta mie.
Untuk hukuman yang diberikan, dilakukan penempatan khusus di Propam (sel tahanan propam). Ada yang 7 hari, 14 hari, 21 hari, hingga 24 hari. Tergantung tingkat kesalahan. Berikut permintaan maaf, dan diberikan teguran tertulis. “Sidang ini untuk memberikan efek jera. Tahun lalu (2016), ada seorang anggota polisi yang terpaksa di PTDH karena melakukan kesalahan berat,” pungkasnya.
Terpisah, dua anggota Polres Ogan Ilir (OI), dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari kesatuannya. Upacara PTDH terhadap Brigadir Musyadi dan Brigadir Dely Okvianto, dipimpin Kapolres OI AKBP M Arif Rifai, kemarin (17/2). “Keduanya telah melakukan tindak pidana, terlibat kasus sabu (Musyadi,red) dan salah satunya melarikan tahanan (Dely,red),’’ terang Arif.
Musyadi, telah divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh PN Kayuagung. Dia melanggar pasa 12 ayat 1 huruf a PP No.1/2013 dan pasal 7 ayat 1 huruf b Perkap No.14/2011. Sedangkan Dely, Pasal 7 ayat 1 huruf b dan pasal 11 huruf b serta pasal 13 ayat 1 huruf f Perkap No.14/2011. “Untuk PTDH sudah melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku,” ucapnya. (chy/sid/air)

MARTAPURA – Berakhir sudah pelarian dua pelaku pembunuhan terhadap Hendra (21), warga Desa Kotabaru, Martapura. Mereka, Rudi (32) dan Maryadi (24), warga Martapura, diringkus anggota Polres OKUT di Lampung, Selasa (14/2) malam.
Penangkapan berlangsung di rumah orang tua angkat tersangka Rudi. “Karena berusaha kabur, terpaksa dilumpuhkan,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru didampingi Kabag Ops Kompol Nurhadiansyah dan Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto, Jumat (17/2).
Keduanya menghabisi nyawa korban dengan jerat tali pada 18 Desember 2016. Kejadiannya di kebun ubi milik warga di Desa Kotabaru. Selain membunuh korban, kedua tersangka juga menggasak mobil Avanza putih BG 1760 KB milik korban. Mobil itu dijual kepada Sam seharga Rp21 juta
“Sebelum dihabisi, korban dicekoki dengan sabu sampai teler oleh Rudi. Setelah teler, kedua pelaku menjerat leher korban dengan seutas tali hitam,” tandasnya. Untuk motif pembunuhan diduga masalah dendam dan utang piutang antara tersangka Rudi dengan korban.
Selain kedua pembunuh, Audie juga merilis delapan tersangka lain yang ditangkap sejak Januari hingga 17 Februari. Ada tersangka curas dan curat. Seorang pelaku tewas ditembak dalam penangkapan.
”Dari delapan pelaku ini, kami juga amankan senpinya. Salah satunya milik pelaku yang tewas dalam baku tembak minggu lalu,” tutur Audie. Menurut pengakuan Rudi, dia dendam karena korban telah menggadaikan sepeda motor Beat milik kakaknya. Kejadiannya dua bulan lalu.
Saat ditagih, korban selalu menghindar. Muncul niat tersangka menghabisi nyawa korban. Tersangka lalu minta bantuan Maryadi untuk menghabisi nyawa korban. “Rupanya, motor kakak aku sudah digadaikannya,” cetus tersangka sembari mengaku menyesal telah menghilangkan nyawa orang lain.
Tersangka Maryadi mengaku diajak Rudi dengan iming-iming akan mendapatkan upah sebesar Rp7 juta. Tanpa pikir panjang, mantan pekerja harian lepas (PHL) Polres KU Timur itu langsung menyanggupi itu. “Setelah itu, kami lari ke Lampung. Belum dapat apa-apa, sudah ditangkap,” kata tersangka Maryadi.(sal/ce2)

MUARA ENIM--Sejak diresmikan belum lama ini, Masjid Al Hikmah di lingkungan Mapolres Muara Enim digunakan untuk salat Jumat, (17/2). Pelaksanaan salat Jumat pertama kali di masjid tersebut diikuti Kapolres Muara Enim beserta jajarannya. Uniknya, hampir semua jemaah semuanya ialah anggota Polres Muara Enim dan PNS Polres Muara Enim.

Sementara itu, untuk petugas salat Jumat tersebut juga dari anggota Polres Muara Enim. Bertindak sebagai imam dan khotib yakni Ipda M Yarmi dengan Muazin/bilal Brigadir Agus Syaifudin SH.Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi mengatakan, dengan sudah selesai dibangunnya Masjid Al Hikmah yang berada di dalam Mapolres, maka sudah bisa digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat.

"Anggota polisi tidak perlu jauh-jauh dan repot untuk mencari masjid untuk Salat Jumat. Karena di dalam Mapolres sudah bisa dilaksanakan Salat Jumat,"terang Hendra didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad.

Sebelumnya jika ingin Salat Jumat, anggota Polres Muara Enim harus menunaikannya di masjid yang ada di luar komplek Mapolres. Dengan berdirinya masjid baru ini, maka anggota polisi tidak perlu keluar Mapolres. (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/2). 

 

KAYUAGUNG – Jajaran SatReskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI) mengungkap home industri senjata api rakitan (senpira) di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Rabu (15/2) sekitar pukul 03.15 WIB. Dari penangkapan tersebut, ditangkap dua tersangka Lois (23) dan Seli Wardana (21) warga Dusun V, Desa Sungai Ceper. Selain itu disita perlatan pembuatan senpi seperti alat bor, gergaji, mata bor, mata pahat. Lalu puluhan amunisi baik jenis FN dan SS1. Serta senjata pai rakitan laras pendek jenis revolver dan duplikat senjata laras panjang SS1.

Bagaiamana ceritanya, diungkapkan Kapolres OKI, AKBP Amazonna Pelamonia SH S.Ik didamapingi Kasat Reskrim AKP Haris Menundar bahwa pengungkapan kasus tersebut setelah dilakukan pengintaian selama seminggu. Selanjutnya sekitar 30 personel bersenjata lengkap dan rompi anti peluru melakukan penggerebekan.

“Kami melalui jalur air agar tidak mudah ketahuan, lalu langsung menyergap rumah tersangka Lois yang saat itu bersama kerabatnya Seli,” ungkap Kapolres.

Dalam pengungkapan tersebut pula, pihaknya langsung bergerak cepat mengamankan barang bukti dan para tersangka yang langsung dibawa ke dalam perahu ketek.

“Selain dilakukan di tempat tersembunyi, ternyata pembuatan senpira sudah mulai berani dilakukan di rumah. Kita harap peran dan informasi masyarakat terus diberikan untuk menindak tegas para pelaku kejahatan,” tegasnya. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (17/2). 

 

MUARA ENIM--Dua jabatan Kapolsek baru di serahterimakan di halaman Mapolres Muara Enim, Kamis (16/2). AKP Bustomi SH menjabat sebagai Kapolsek Rambang Dangku menggantikan AKP Herli Setiawan SH MH yang dipromosikan sebagai PAUR 1 Subbid Bankum Bidkum Polda Sumsel. Sedangkan Kapolsek Rambang Lubai kini dijabat AKP Indra Kusuma (sebelumnya Kanit 03 Stur jawali Subdit Gasum Dit Sabhara Polda Sumsel) menggantikan AKP Bustomi SH.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi menegaskan, bahwa proses pergantian posisi dan jabatan ditubuh Polri merupakan hal yang biasa dan dilakukan dalam rangka penyegaran, guna meningkatkan kualitas serta kinerja personil.

"Personil Polri harus mampu memainkan peran dengan profesional sehingga dapat mewujudkan situasi yang kondusif,"tegas Hendra didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad.

Untuk itu, dia berharap, dengan adanya mutasi ini agar seluruh anggota Polres Muara Enim untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (17/2). 

 

JAKARTA- Kepolisian di Malaysia telah menangkap dua orang wanita terkait kasus pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, saudara tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Satu di antara dua wanita tersebut memiliki paspor Indonesia, Siti Aishah namanya. The Star melansir, dia ditangkap Kamis (16/2) dini hari.

Jenderal Inspektoral Kepolisian Kerajaan Malaysia mengonfirmasi wanita tersebut terkait dengan kematian Kim Jong-nam pada 13 Februari 2017.

Tersangka kedua itu sesuai dengan rekaman CCTV yang diperoleh polisi. ”Dia ditangkap sendirian,” tulis pernyataan yang ditandatangani oleh Khalid Abu Bakar, Inspektur Jenderal Polisi Kepolisian Kerajaan Malaysia itu.

Siti Aishah lahir di Serang, Indonesia pada 1992. Khalid mengatakan, penyelidikan masih terus berlangsung dan tindakan selanjutnya terhadap tersangka akan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sementara perempuan tersangka pertama beridentitas Vietnam, ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (15/2). ”Namanya Doan Thi Huong, usianya 28 tahun,” tulis polisi dalam pernyataan resmi mereka.

Jong-nam diserang pada Senin pagi saat menanti penerbangan di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 10.00 sebelum terbang ke Macau. Kronologi kejadian belum jelas. Ada beberapa versi. Ada yang mengatakan kalau dia disemprot dengan cairan kimia. Ada juga yang menyebutkan wajahnya dibekap dengan kain. Jong-nam sendiri meninggal dunia saat menuju RS.

Dalam rekaman CCTV yang beredar di media, ada dua perempuan yang berada di samping Kim Jong-nam sebelum dia terjatuh. Keduanya kemudian meninggalkan Jong-nam naik taksi. Dalam image yang tersebar di media Korea Selatan dan Malaysia, terlihat salah seorang tersangka menggunakan t-shirt bertulis LOL (lots of laugh - tertawa terbahak-bahak, Red) di bagian depan.

Memang, belum ada pernyataan resmi bahwa lelaki yang meninggal dunia itu adalah Kim Jong-nam yang berpergian dengan mengunakan nama Kim Chol. Namun, pemerintah Korea Selatan meyakini itu adalah Jong-nam. Mata-mata negara bahkan mengatakan kalau Jong-nam diracun.

Sementara Korea Utara belum memberikan komentar atas kematian tersebut. Tetapi pejabat dari kedutaan Korut di Malaysia sudah mengunjungi RS tempat mayat Jong-nam berada. (the star/reuters/tia/jpnn)

PALEMBANG - Ada–ada saja ulah penjambret satu ini. Saat tangannya yang sudah memegang tas korban digigit, dia balas menggigit untuk mendapatkan tas itu. Kejadiannya di Jl Bambang Utoyo, Selasa (24/1) lalu, pukul 17.00 WIB.
Tersangka, Andi (25), warga Jl Sosial, Kelurahan Ario Kemuning. Sedang pemilik tas, Liliana (54). Diungkap dalam ekspose di Polsek Ilir Timur (IT) II, kemarin (15/2), saat kejadian, korban hendak keluar dari mobil yang parkir di lokasi.
Tersangka yang sebelumnya menyewa ojek untuk mencari mangsa langsung mendekat dan menarik tas serta handphone (Hp) korban. Apes, saat akan mengambil Hp, tangannya digigit sopir korban.
“Karena tangan aku yang pegang tas digigit, aku balas gigit tangan sopir korban,” ujar tersangka. Dengan aksinya, tersangka mendapatkan tas korban. Namun, belum sempat kabur jauh dari lokasi, dia tertangkap dan jadi bulan-bulanan warga.
Pengakuan tersangka, dia terpaksa melakukan aksi tersebut karena butuh uang untuk membayar utang. "Aku punya utang sekitar Rp1 juta. Baru sekali inilah melakukan ini karena terdesak,” ungkapnya.
Kapolsek IT II Kompol Hadi Wijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Andrian mengatakan, tersangka diamankan oleh anggota patroli yang melintas di lokasi kejadian.
"Tersangka dan sopir korban sempat saling gigit. Dia sempat berhasil kabur, tapi tidak jauh," katanya.(wly/ce2)

Halaman 1 dari 70

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca