PALI - Warga Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak heboh. Lantaran sebuah mobil Honda Civic warna silver, bernopol BG 2727 AP, tiba-tiba menabrak gorong-gorong yang terbuat dari besi milik PT Energate Prima Indonesia (PT EPI) di wilayah desanya.

Namun, kejadian yang berlangsung, Rabu (29/3) sekitar pukul 08.30 WIB ini justru mengagetkan lantaran sang sopir yang tidak dikenal berada di dalam mobil tersebut tiba-tiba keluar dan langsung melepaskan celananya dan berlarian ke dalam hutan sambil memegang senjata tajam (sajam).

Tak ayal, warga yang melihat orang ini langsung mencoba mendekatinya. Namun, bukannya meminta tolong, justru orang tersebut mengancam warga dengan pisau yang dibawanya tersebut, hingga membuat warga yang berada di kebun karet lebih memilih pulang ke
rumah.

Kepala Desa Prambatan, Amiruddin mengatakan, bahwa dirinya mendaptkan laporan dari warganya sekitar pukul 09.00 WIB, sesaat setelah kejadian. Langsung saja membuat dirinya menghubunggi aparat Kepolisian Penukal Abab, yang langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

"Kita sendiri sempat mencarinya bersama warga setempat. Namun, sayangnya tidak menemukan keberadaan orang tersebut. Kemudian hingga akhirnya aparat kepolisian datang dan melakukan penyisiran kembali disekitar lokasi kejadian hingga radius tiga kilometer," ujarnya, Rabu (29/3). (ebi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (30/3). 

MURATARA- Akibat menghembuskan isu bohong mengenai aksi penculikan, Eka Efendi (55) warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara diringkus polisi. Tersangka diamankan setelah polisi mendapat laporan korban yang dituding tersangka sebagai pelaku penculikan dianiaya warga. Padahal korban merupakan pedagang yang hendak menanyakan alamat.

Kapolres Mura AKBP Hari Brata melalui Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Fajri Anbiya menuturkan, Minggu 26 Maret 2017 sekira pukul 18.00 WIB, di jalan  Desa Pauh I, Kecamatan Rawas ilir Kabupaten Muratara‎, terjadi pengrusakan kendaraan dan penganiayaan terhadap enam orang warga yang tengah melintas di wilayah Rawas Ilir.

Aksi itu dilakukan oleh warga Desa Pauh I, karena terpancing oleh isu yang dilontarkan oleh Eka Efendi yang mengatakan anaknya sempat mau menjadi korban penculikan yang dilakukan oleh ke enam orang pelintas tersebut. Akhirnya ratusan warga marah dan mendatangi korban sembari melakukan penganiayaan, dan merusak kendaraan milik korban bahkan sampai dibakar.‎

Untuk menghindari amuk warga, keenam korban langsung diamankan ke rumah kades Pauh I, lalu dibawa ke kantor polisi.  "Setelah kami melakukan pemeriksaan korban dan saksi-saksi, ternyata yang pertama kali mengatakan penculik dan mengajak warga itu si tersangka ini. Dia langsung kami tahan karena menghembuskan isu bohong dan melakukan penganiayaan serta pengrusakan," katanya, Rabu (29/3). (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (30/3). 

 

PALI - ‎Akibat tetap nekat melakukan aksi pungutan liar (pungli) terhadap angkutan batubara yang melintas, Evan Dimas (16), warga Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), diciduk jajaran Unit Reskrim dan Unit Intel Polsek Talang Ubi pimpinan Iptu Rusli SH dan Ipda Andi.

Penangkapan tersebut berlangsung, Selasa (28/3) sekitar pukul 23.30 WIB, di jalan provinsi, wilayah Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, saat pelaku Evan Dimas, usai memberhentikan lalu mengambil uang dari salah satu sopir angkutan batubara yang melintas di jalan tersebut.

Anggota Polisi yang melakukan penyamaran sebagai sopir angkutan batubara langsung saja melakukan kejar-kejaran terhadap pelaku, setelah uang sebanyak Rp5 ribu diberikan terhadap palaku. Langsung saja anggota yang berada di dalam mobil tersebut turun dan terjadi kejar-kejaran.

Setelah berhasil diamankan, petugas langsung melakukan pegeledahan di tubuh pelaku. Benar saja, ‎petugas berhasil menemukan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp36 ribu diduga hasil pungli, yang disimpan pelaku di dalam saku kanan jaket yang digunakan pelaku.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK, melalui Kapolsek Talang Ubi, Kompol Victor Eduard Tondaes, didampingi Kanit Reskrim Iptu Rusli SH mengatakan bahwa pihaknya pada Desember 2016 lalu sempat mengamankan pelaku Evan Dimas atas kasus yang sama.

"Memang sempat kita amankan pada Desember 2016 lalu. Atas perkara yang sama yaitu pungli angkutan batubara. Namun, karena pelaku masih dibawah umur maka kita kembalikan lagi kepada orang tuanya, dengan jaminan Kepala Desa (Kades) Benuang," jelasnya. (ebi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (30/3). 

MUSI RAWAS-Banyak modus yang bisa dilakukan oleh pelaku kriminalitas dalam memperdaya korbannya. ‎Selasa (28/3) sekitar pukul 01.00 WIB, Rusman bin Inul (35), warga asal Desa Lubuk Dayang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, diseret ke kantor polisi setelah mengantar pulang bocah SD.

Rusman merupakan buruh perusahaan kelapa sawit yang tingal di camp milik perusahaan di sekitar Desa Rantau Serik, Kecamatan TPK, ‎Kabupaten Musi Rawas (Mura). Awalnya Rusman beritikad baik mau mengantar jemput Bunga (9) bocah SD kelas dua, anak rekannya sendiri untuk pulang pergi sekolah, di Desa Kebur, Kecamatan TPK.

Rupaya niat baik tersebut hanya modus pelaku untuk mendekati korbannya. Buktinya, keluarga Bunga ngamuk setelah mendengar pengakuan anaknya dicabuli oleh pelaku. Awalnya, Bunga diantar pergi sekolah Senin (27/3) sekitar pukul 08.00 WIB, oleh Rusman. Sebelum pergi ke sekolah, Bunga dan Rusman mampir sebentar kerumah nenek Bunga untuk mengganti seragam sekolah dengan pakaian training.

Karena Nenek korban tengah berkebun jadi rumah dalam keadaan kosong. Korban langsung diantar ke sekolah, lalu pelaku menunggu di rumah nenek korban. Sekitar pukul 09.30 WIB, Bungan dijemput dari sekolah dan kembali kerumah neneknya. Pelaku enggan mengantarkan Bunga pulang kerumahnya dengan alasan kedua orang tuanya belum pulang bekerja.

Selanjutnya, Rusman meminta bunga menonton video porno yang berada di dalam handphone miliknya, sebagai syarat jika ingin pulang kerumah. Bocah polos tersebut mengiyakan saja permintaan Rusman dan ikut menonton video porno yang ditampilkan oleh pelaku.

Setelah puas menonton video dewasa tersebut, pelaku menyuruh korban memegangi batang kemaluannya. Awalnya Bunga enggan mengikuti intruksi pelaku, namun Rusman mengatakan hal itu lumrah seperti yang dilakukan artis di dalam video porno yang mereka saksikan tadi. (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (29/3). 

TEBING TINGGI - Tujuh pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) mulai dari penodongan atau begal dan jambret diringkus tim gabungan Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba Polres Empat Lawang, Senin (27/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Para pelaku masih tergolong ABG (anak baru gede) berusia antara 13 hingga 19 tahun. Bahkan dua diantaranya masih berstatus pelajar SMP dan SMA di Kecamatan Tebing Tinggi.

Ketujuh pelaku tersebut yakni, MS (15) warga Talang Banyu, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi; SW (13) warga Sungai Payang, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi. Selanjutnya, DS (17) pelajar di salah satu SMA di Tebing Tinggi, warga Talang Banyu, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi; Dedek Supandi (19), buruh harian lepas, warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kikim Barat, Lahat;  JAG (15) warga Perumnas Budidaya, Kecamatan Tebing Tinggi; Rahma Ronaldo alias Dona (18) warga Sungai Payang dan terakhir SC (15), pelajar di salah satu SMP di Tebing Tinggi warga Sungai Payang. Selain itu seorang penadah sepeda motor curian juga ditangkap yakni Slamet (46) juga warga Sungai Payang.

Kapolres Empat Lawang AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara mengatakan, modus yang digunakan pelaku sebelum menjalankan aksinya, terlebih dahulu mengintai korban yang menggunakan sepeda motor dan ketika korban lewat, langsung di
hadang dan apabila melawan maka langsung dibacok oleh para pelaku.

"Mereka jika berhasil mendapat motor terlebih dahulu bersembunyi, jika kondisi sudah dianggap aman pelaku langsung menjualnya kepada penadah yakni Slamet. Dalam melakukan aksinya mereka ini menggunakan Sajam dan Senpi," kata Robi, Selasa (28/3). (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (29/3). 



LUBUKLINGGAU - Sudah tiga kali keluar masuk penjara, tak membuat Joni Ismadi alias Muis (31), warga Jl Sulawesi, RT 13, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II ini jera. Tersangka residivis spesialis curas dan curat itu kembali berurusan dengan polisi.

Kali ini melakukan aksi curat. Tersangka diringkus di Muara Cabang, Kelurahan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (24/3) pukul 00.10 WIB. Saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha melawan dan melarikan diri. Sehingga polisi memberikan tindakan tegas dan satu pelor bersarang di kaki kanan tersangka hingga tersungkur.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin mengatakan aksi curat yang dilakukan tersangka Muis di rumah korbannya yakni Novian Deca (33), warga Gg Sawo, RT 03, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II berdasar Lp/B- 802/XI/2015 / Res Llg tanggal 25 November 2015.

"Tersangka dengan Ahmad Yunus alias Ujang (sedang menjalani hukuman) dan Redi (DPO) melakukan curat sekitar pukul 00.30 di rumah korban," ujarnya.

Aksi curat yang dilakukan kawanan tersangka yakni dengan cara mencongkel jendela depan rumah korban. Kemudian mengambil tiga unit HP merek iphone, blackberry, dan Nokia. Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami korban ditaksir senilai Rp18 juta. (wek)

KAYUAGUNG - Eka Sanjaya (20), warga asal Desa Cahyo Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Tuba Barat Provinsi Lampung ditangkap jajaran satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Komering Ilir (OKI). Pemulung ini disergap lantaran hendak menjual senjata api rakitan (senpira) dengan warga OKI. Saat ditangkap di dusun Sialang Tengah Blok C, Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya OKI, sekitar pukul 17.45 WIB, Sabtu (25/3) disita sepucuk senpira dan dua amunisinya.

"Saya beli senpi itu 10 hari lalu seharga Rp1,5 juta untuk jaga- jaga. Lalu ada yang nawar untuk ditawar motor. Waktu saya menjualnya teryata polisi yang menyamar," ungkapnya.

Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto SH MH didampingi Kasat Reskrim AKP Haris Munandar mengungkapkan bahwa penangkapan tersangka berdasarkan informasi masyarakat. Selanjutnya saat tersangka sedang berada di Lubuk Seberuk langsung disergap.

"Saat ini aparat sedang mendalami tersangka apakah pernah terlibat kasus kejahatan lainnya menggunakan senpira," bebernya.

Ditambahkannya, guna terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif dihimbau kepada seluruh masyarakat OKI yang masih memiliki atau
menyimpan senjata api ilegal, senjata api rakitan, senjata berburu, senjata latihan atau soft gun yang tanpa dilengkapi dokumen perijinan agar segera melaporkan dan menyerahkan senjata yang dimiliki ke Mapolres OKI ataupun Polsek-polsek terdekat dalam jajaran polres OKI. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (28/3). 

 

PALI - Jajaran Unit Reskrim Polsek Talang Ubi pimpinan Iptu Rusli SH berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Bumi Serepat Serasan. Tak tanggung-tanggung, tujuh orang langsung diamankan. Namun, hanya dua orang yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun kedua pelaku itu yakni Anton Wijaya alias Anton (36), warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, dan Kurnia alias Nia (40), warga Talang Ubi Bawah, Ibukota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Para tersangka ini berhasil diringkus, Senin (27/3) sekitar pukul 01.00 WIB, di dalam rumah kontrakan milik Salimun, di wilayah Talang Ubi Bawah, Ibukota Pendopo, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Disanalah, kedua pelaku dan kelima saksi yang juga berada didalamnya tak mampu berkutik. Setelah petugas kepolisian tidak memberi cela bagi para pelaku untuk kabur. Langsung saja di dalam kontrakan tersebut, petugas melakukan pegeledahan. Benar saja, petugas berhasil menemukan barang bukti (BB) berupa paketan sabu-sabu berbagai ukuran.

Dimana, dari tangan kedua tersangka ini petugas berhasil menemukan dua paket sabu-sabu masing-masing seharga Rp2,1 juta, yang disimpan didalam bungkus cotoon bud, bersamaan dengan satu paket sabu-sabu senilai Rp4 juta, dan empat butir ekstasi warna coklat, yang disembunyikanya di dalam lemari kamar kontrakan tersebut.

Lalu, petugas kembali menemukan satu bungkus sabu-sabu senilai Rp1,5 juta. Dua paket berisikan sabu-sabu senilai Rp800 ribu. Satu paket sabu seharga Rp500 ribu, tersimpan didalam dompet kedua pelaku. Dan sejumlah uang tunai berbagai pecahan dengan total sekitar Rp8,9 juta, yang diperkirakan hasil menjual sabu-sabu. (ebi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (28/3). 

LUBUKLINGGAU - Pendaftaran untuk menjadi calon taruna akpol, bintara dan Tamtama Polri di Mapolres Lubuklinggau sudah berlangsung. Senin (27/3), sejumlah calon peserta telah mendaftarkan diri dengan melengkapi persyaratan.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga menegaskan agar masyarakat jangan mudah tertipu jika ada iming-iming yang dapat memastikan akan membantu kelulusan. Sebab ditegaskannya lagi bahwa hal itu bohong.

"Sesuai dengan pimpinan Polri, masyarakat jangan mudah tertipu adanya iming-iming yang bisa memastikan akan membantu kelulusan, jangan dipercaya, sudah pasti bohong, mendaftar polisi tidak bayar," tegasnya.

Lebih lanjut Hajat menambahkan, jika ada anggotanya yang mengiming-ngimingi agar segera melapor. "Jangan percaya, sebab akhirnya ada kasus penipuan. Kalau ada anggota yang mengiming-iming, segera lapor ke saya. Misal dijamin lulus, segera lapor ke Kapolres," timpalnya.

Saat ini, kata dia, proses pelaksanaan sudah dilakukan secara transparan. Bahkan hasilnya-pun langsung disampaikan, mana yang memenuhi syarat atau tidak.

"Jadi tidak ada lagi celah untuk orang menembak diatas kuda," bebernya. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (28/3). 

 

MARTAPURA – Tak ada lagi rasa takut kawanan bandit bersenpi (gerandong) di wilayah OKU Timur. Mereka tak pandang bulu siapa calon korbannya. Anggota polisi sebagai aparat penegak hukum pun jadi sasaran mereka.
Korbannya, Bripka Taslim (40), anggota Polsek Bahuga, jajaran Polres Way Kanan Lamung. Kejadiannya di jalan irigasi Desa Sumber Agung, Kecamatan Buay Madang, OKU Timur, Kamis (23/3), pukul 10.30 WIB. Siang itu, korban naik sepeda motor melintas di lokasi.
Warga Unit II Batumarta itu melihat ada dua sepeda motor terkapar di tengah jalan. Dia menduga telah terjadi kecelakaan. Nalurinya sebagai petugas berusaha membantu empat pria yang tampak kesakitan di dekat motor. Dengan cepat, korban menghampiri lokasi kecelakaan tersebut. Saat itu, jalanan kebetulan sedang sepi.
Begitu turun dari sepeda motor V-ixion BG 3491 FB miliknya, dua pria yang hendak ditolongnya tiba-tiba langsung mengeluarkan senjata api (senpi) jenis pistol. “Di bawah todongan pistol, korban disuruh berlari oleh keempat pelaku jika tidak ingin ditembak,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru Sik melalui Kasubag Humas AKP
Hardan HS, kemarin (24/3).
Kondisi korban sedang tidak bisa melawan. Selain pelaku lebih banyak dan bersenjata, korban yang lepas dinas tidak membawa senjata. Karena kondisi tak menguntungkan, korban akhirnya memilih kabur dari lokasi.
Setelah berlari sejauh 200 meter, korban berhenti dan menoleh ke belakang. Dia melihat para pelaku kesulitan untuk menghidupkan mesin sepeda motornya. Mengetahui Bripka Taslim urung kabur, pelaku kembali mengarahkan senpi mereka ke arah sang polisi.
Terpaksa, korban langsung menjauh dari lokasi. “Untung anggota polisi tersebut tidak terluka. Namun, motor miliknya hilang dibawa kabur para pelaku,” tandas AKP Hardan. Menurut keterangan yang bersangkutan, dia tidak kenal keempat begundal itu.
Mereka beraksi tanpa mengenakan penutup wajah maupun helm. “Tapi korban sama sekali tidak mengenali wajah keempatnya,” kata jelas Hardan. Kejadian itu telah dilaporkan korban ke Polsek Buay Madang. Kasus tersebut kini dalam penyelidikan.
Adanya anggota polisi yang dirampok gerandong mengundang beragam komentar warga OKU Timur. Termasuk dari sejumlah PNS yang hari-harinya pulang pergi dari Belitang-Martapura yang melintasi tanggul irigasi tersebut
“Jadi waswas kita karena kejadian itu. Polisi saja kena rampok, apalagi orang biasa seperti kami,” cetus salah seorang PNS. Dia berharap, jajaran Polres OKU Timur bisa segera menangkap para pelaku perampokan tersebut. (sal/ce1)

 

Halaman 1 dari 79

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca