PALEMBANG - Sriwijaya FC memastikan akan melakukan segala upaya untuk menyingkirkan Pusamania Borneo. Menang jadi harga mati bagi kedua tim demi memastikan lolos ke babak 8 besar. Saking krusialnya, pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, bahkan menganggap laga ini layaknya final.

"Ini laga berat. Meski dalam kondisi apa pun, kita harus bisa memenangkan pertandingan nanti. Tidak ingin ada kata kalah atau seri. Kita tetap menginginkan kemenangan," ujar Widodo, kemarin (17/2).

Demi memuluskan peluang lolos, pelatih asal Cilacap Jawa Tegah itu, sudah menyiapkan strategi terbaik. Termasuk mendatangkan tiga pemain baru untuk menambah daya gedor di pertandingan nanti.

Dua pemain U-22 tersebut, winger lincah Maldini Pali dan gelandang energik Hendra Sandi. Sementara satu pemain belakang lainnya, Indra Permana. "Saya harapkan pemain Sriwijaya FC bisa menjalankannya dan apa yang kita cita-citakan bisa terwujud," tambahnya.

Namun, Widodo enggan jika dikatakan kapan pastinya menurunkan tiga pemain anyar tersebut. Karena sebagai pelatih, tentu dia juga harus cermat menentukan taktik komposisi pemain starting eleven. Karena jika salah, justru peluang itu bisa dimanfatkan oleh lawan, Pusamania Borneo.

"Jadi, kemungkinannya, bisa iya bisa juga tidak. Kita lihat perkembangannya sampai besok pagi," tambahnya.

Melihat perkembangan lawan PBFC, mantan arsitek Timnas itu cukup apresiasi dengan performa dominasi para pemain muda. Di dua laga terakhir, pemain muda menujukkan agresivitas cukup baik sistem permainannya. "Jadi, tinggal pemain kita menunjukkan hati mereka untuk memenangkan pertandingan seperti dua laga terakhir," beber WCP. (cj11/ion/ce4)

 

JAKARTA - Sriwijaya FC tidak pernah asben menyumbang pemain ke Timnas Indonesia. Tak terkecuali saat PSSI siapkan Timnas Indonesia U-23 untuk menatap SEA Games 2017 Malaysia Agustus nanti.

Ini setelah nama Zalnando masuk dalam daftar 25 pemain seleksi Timnas Indonesia U-23 yang akan dilaksanakan pada 21-23 Februari di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, Banten. "Akhirnya diberikan kesempatan masuk Timnas Indonesia. Saya tidak akan sia-siakan kesempatan ini. Momentum ini tentu sebuah kebanggaan dan menjadi motivasi saya dalam bermain sepak bola," ungkap Zalnando ketika dihubungi semalam (17/2).

Zalnando akan membawa semangat ini dalam pertandingan pamungkas penyisihan Grup 4 Piala Presiden 2017 saat Sriwijaya FC melawan Pusamania Borneo FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, malam ini. "Saya pasti ingin harumkan nama Sriwijaya FC. Saya akan fokus dulu untuk berikan kemampuan terbaik agar bisa antarkan Sriwijaya FC ke delapan besar," ungkap pengagum Mohammad Nasuha, bek kiri Indonesia yang bersinar saat perkuat timnas di Piala AFF 2010.

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro tidak terkejut dengan pemanggilan Zalnando ke seleksi Timnas Indonesia U-23. Ini karena bek jebolan Sriwijaya FC U-21 tersebut selalu bisa mengemban tugas yang diberikan. Baik itu saat menyerang atau sigap dalam membantu pertahanan.

"(Pemanggilan) Itu hasil kerja keras pemain sendiri. Semua pemain sudah diberi kesempatan bermain waktu Torabika Soccer Championship (TSC) A kemarin, dan Zalnando bisa memanfaatkan kepercayaan pelatih," terang pelatih yang karib disapa WCP ini.

Sementara Pelatih Timnas Indonesia U-23 Luis Milla menjelaskan, pada seleksi 21-23 Februari ini dipanggil 25 pemain. Rinciannya, tiga posisi kiper, sembilan bek, 11 gelandang, dan dua penyerang. Mereka akan jalani seleksi tahap pertama ini dimulai latihan pagi pukul 08.00 WIB pada 21 Februari. Kemudian 22 Februari latihan pagi pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB. Lalu pada 23 Februari sekali latihan sore pukul 16.00 WIB.

"Hal pertama akan saya lakukan setelah memanggil 25 pemain ini adalah mengenal mereka lebih dalam, baik dari sisi permainan maupun personal. Saya harus memperkenalkan kewajiban dan peraturan tim nasional, tentunya dengan bantuan federasi. Terkait menu latihan, aktivitas akan lebih banyak dengan bola untuk mengenal pemain lebih baik," ungkap Luis Milla. (kmd/ion/ce2)

BALI - Sriwijaya FC jalani laga terakhir penyisihan grup 4 Piala Presiden 2017. Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, ditantang Pusamania Borneo FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (13/2) malam (Live SCTV, pukul 18.30 WIB).
Tetap jadi laga berat bagi Yu Hyun Koo dan kawan-kawan. Mengingat klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini masih berpeluang tergelincir dari penyisihan grup, jika gagal menorehkan kemenangan.
Teja Paku Alam penjaga gawang utama Sriwijaya FC punya pandangan khusus terhadap Pesut Etam, julukan Pusamania Borneo FC. Dia menganggap bukan lawan enteng. Dari catatan dua pertandingan terakhir Asri Akbar bersama kolega punya statistik pertahanan cukup baik.
Baik menghadapi Bali United (13/2) atau Barito Putra (7/2). Gawang Wawan Hendrawan masih clean sheet atau tanpa kebobolan. “Ya, Pusamania punya kelebihan segi pertahanan yang terbilang kuat,” tutur Teja usai uji coba lapangan, kemarin (17/2).
Tetapi bukan berarti penjaga gawang jebolan Sriwijaya FC U-21 itu lantas pesimistis. Itu karena lini depan Sriwijaya FC yang digawangi Alberto “Beto” Goncalves tampil garang. Empat gol sudah ditorehkan dari dua laga terakhir.
“Pastinya kami juga akan tampil habis-habisan di laga terakhir ini. Demi meraih kemenangan karena kami datang untuk mencari menang. Insya Allah kami harus yakin,” jelasnya.
Meski tak punya persiapan khusus, tetapi alumnus SAD Uruguay ini akan semakin memperbaiki penampilannya untuk laga terakhir nanti terutama dalam hal komunikasi. “Karena posisi saya sebagai penjaga gawang, mungkin difokuskan untuk perbaikan segi komunikasi dengan rekan di area pertahanan. Jika komunikasi sudah baik, pertahanan juga akan lebih solid lagi,” tukasnya.
Skuat Jakabaring dipastikan tampil tanpa Hilton Moreira. Striker 36 tahun itu terkena akumulasi kartu. Meski begitu, sang pelatih tak kehabisan akal. “Kami masih punya alternatif di lini depan. Airlangga Sucipto atai Riszki Dwi Ramadana bisa dimaksimalkan. Jadi tidak ada masalah,” kata Widodo C Putro, pelatih kepala Sriwijaya FC dalam sesi jumpa pers sebelum laga, kemarin.
Soal target dan peluang di Grup 4, eks pemain timnas itu enggan timnya terbebani. Meski hanya perlu hasil imbang untuk lolos, dia ingin pemainnya tidak lengah. Pasalnya, andai kalah dari Pesut Etam, peluang lolos ke babak berikutnya menipis. “Pertandingan pasti sengit. Tidak ada tim mau mengalah. Kami ingin jaga nama besar Sriwijaya FC,” tuturnya.
Widodo patut berbangga. Rekor pertemuan kedua tim memihak kesebelasan ber-jersey kuning. Dari tiga laga bentrok kedua tim, Laskar Wong Kito unggul dua kali. Sisanya berkesudahan imbang. “Namun head to head juga tidak bisa jadi patokan,” pungkas dia.
Menuju laga pamungkas nanti malam, juru taktik PBFC II Ricky Nelson bisa menurunkan semua pasukan terbaiknya. Dua bek asing Kunihiro Yamashita dan Dirkir Glay dalam kondisi fit. Pun demikian striker Reinaldo Elias da Costa yang sempat kurang bugar. Kabar terakhir, sang penyerang bisa dimainkan.
Ricky, kepada Kaltim Post, memastikan tidak memandang remeh calon lawannya tersebut. SFC di Grup 4 Piala Presiden 2017, sementara nangkring di posisi pertama. Posisi yang tentu lebih bagus ketimbang PBFC II. “Calon lawan kami adalah klub yang kaya pemain bintang. Di kompetisi nasional, materi pemain bagus punya nilai plus dalam menentukan hasil pertandingan,” tutur Ricky.
Pria asal Kupang itu mengingatkan, Laskar Wong Kito dengan materi pemain kurang lebih sama seperti musim lalu, adalah tim dengan daya gedor terbaik. SFC berhasil membukukan 62 gol selama semusim lalu. Namun, torehan sepadan dibuat Pesut Etam di bawah asuhan Dragan Djukanovic.
Sosok pelatih Widodo Cahyono Putro adalah otak di balik solidnya lini depan SFC. Dari dua laga terakhir, mereka mencatatkan empat gol. Terbanyak di Grup 4. “Bang Widodo senior saya dan kebetulan posisinya saat bermain adalah penyerang. Jadi kami patut mewaspadai ketajaman lini depan mereka,” kata Ricky. (cj11/abe/ion/ce1)

BALI - Sriwijaya FC sudah menemukan formula untuk membongkar pertahanan super-rapat Pusamania Borneo FC (PBFC), pada partai pamungkas Grup 4 Piala Presiden di Bali, Sabtu nanti (18/2). Untuk menembus benteng pertahanan, tim berjuluk Laskar Wong Kito harus cepat menusuk dalam melancarkan serangan. Terutama saat melakukan counter attack.

“Kami harus bermain cepat saat melancarkan serangan usai sukses merebut bola. Jangan menunggu lama karena Barito Putera dan Bali United kesulitan taklukkan mereka karena suka delay saat menyerang,” ungkap Winger Sriwijaya FC, TA Mushafry, ketika dihubungi, Kamis malam (16/2).

Dikatakan mantan pilar Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan ini, di dua pertandingan penyisihan PBFC suka memainkan pola 4-1-4-1. Mereka menumpuk pemain di belakang saat ditekan dan keluar menyerang dengan kekuatan maksimal. Transisi mereka juga cepat dari menyerang ke bertahan maupun bertahan ke menyerang.

Cepatnya transisi ini karena PBFC didukung materi muda dengan militansi tinggi. Mereka rajin bergerak untuk menutupi minimnya jam terbang para pemain. Dengan modal ini, di dua pertandingan sebelumnya mereka bermain efektif dengan tidak kebobolan.

“Kami sudah tahu harus bagaimana di pertandingan nanti. Kami harus langsung ke jantung pertahanan untuk menang. Saya siap dan selalu siap mengemban tugas sebaik mungkin jika dipercaya pelatih,” ujarnya.

Sementara itu, Widodo Cahyono Putro warning para penyerang. Pelatih Sriwijaya FC itu ingin anak asuhnya tidak membuang-buang peluang. Mengingat, untuk ciptakan peluang tidak mudah dan peluang juga tidak akan datang dua kali, sekalipun permainan sepak bola ditentukan dalam rentang 90 menit.

“Peluang yang sudah ada harus jadi gol. peluang tidak datang dua kali. Ketika dapat peluang pertama, ya harus jadi gol. Bagaimana pun caranya dan kami sudah bekali anak-anak dalam latihan,” terang Widodo.

Dalam dua pertandingan sebelumnya, banyak peluang tercipta namun hanya empat gol tercipta. Masing-masing dua gol saat imbang lawan Bali United dan menang 2-1 atas Barito Putera. Peringatan ini diapungkan karena lawan di laga pamungkas grup 4 adalah Pusamania Borneo FC yang rapat dalam membangun pertahanan.

Widodo juga berharap anak asuhnya menjaga koordinasi di lini belakang. Tiga gol yang bersarang ke gawang Teja Paku Alam cukup jadi alarm di laga berikutnya. Apalagi, pemain belakang Sriwijaya FC masih mudah dikelabui bola yang datang dari crossing.

Saat lawan Bali United, dua kali bola crossing membahayakan gawang Sriwijaya FC. Satu berawal dari set piece yang kemudian disundul dan membentur mistar gawang. Set piece lagi datang yang kemudian bisa dikonversi menjadi gol oleh Abdul Rahman. Gol semata wayang Barito Putera juga tercipta berawal dari bola crossing Rizky Rizaldi Ripora usai memenangi sprint dengan Marckho Meraujie.

Bola yang datang bergelombang gagal diantisipasi Bio Paulin dan Yanto Basna sehingga penyerang Barito Aron Muniz da Silva tinggal nyenggol sedikit ke mulut gawang. “Gol tercipta karena lemahnya koordinasi dalam menempatkan posisi di lini belakang. Terutama saat antisipasi bola crossing. Kejadian ini tidak boleh lagi terulang karena itu setiap pemain harus siap melakukan antisipasi setiap gerakan lawan, jangan sampai ketinggalan langkah,” ingatnya.

Pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC) Ricky Nelson tidak silau dengan Sriwijaya FC. Dia yakin bisa menjinakkan tim berjuluk Laskar Wong Kito. “Kalau bisa menang lawan Sriwijaya FC kenapa tidak? Kemenangan dari mereka akan memuluskan kami ke delapan besar,” ungkap Coach Ricky. (kmd/ion/ce1)

PALEMBANG - Delapan pemenang beruntung kuis Sriwijaya FC dan Sumatera Ekspres diumumkan. Dalam undian yang berlangsung di Graha Pena itu dihadiri langsung Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, Kamis (16/2).

Turut hadir pula jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) seperti Direktur Pertandingan dan Kompetisi Augie Bunyamin, Sekertaris PT SOM Faisal Mursyid, Direktur Keuangan Yuliar, dan Sekertaris tim Sriwijaya FC Ahmad Haris.

Dodi yang baru saja terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin ini menyambut atas antusias besar dari kuis Sriwijaya FC. Wajar mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito, memang salah satu tim sepakbola terbesar sekaligus ikon di Sumsel.

Sedangkan Sumatera Ekspres yang juga menjadi koran terbesar di Sumsel juga sukses menjadi media partner Sriwijaya FC dari tahun ke tahun.

"Insya Allah kuis ini kita harap akan terus belanjut. Bahkan tahun depan kita harap konsepnya kita perbesar lagi, hingga ke pelosok-pelosok kabupaten," kata Dodi di sela kata sambutannya.

Lebih besar lanjut Dodi, maksudnya yakni di setiap kabupaten juga siap digelar satu kuis undian. Dengan begitu, pecinta klub Sriwijaya FC yang ada di setiap daerah juga bisa ikut dalam kuis undian tahun depan.

"Kita harap Sriwijaya FC bisa terus ditopang, dalam hal kerja sama publikasi bersama Sumeks Grup," tuturnya.

Senada Wakil GM Harian Sumatera Ekspres H Mahmud juga menyambut baik, dengan kerja sama yang dilakukan Sriwijaya FC dan Sumeks Grup. "Untuk menampung partisipasi Sriwijaya FC yang cukup besar tidak hanya di Palembang. Maka tahun depan kita siap membuat kuis dengan konsep lebih melebar di setiap regional kabupaten. Seperti Sekayu, Muba, LubukLinggau, ataupun Lahat," jelasnya. (cj11)

Daftar Pemenang Kuis Sriwijaya FC:

1 Unit Sepeda Motor
-Sri Mastuti (32 Ilir Palembang) NIP :1671016603770004

1 Unit Televisi
-M Hasan Haikal (Palembang) Nip :167111070985002

1 Unit Kulkas
-M Wahyudi (Lubuk Linggau)Nip :1673062904840003

5 Jersey Original Sriwijaya FC
-Kemas Ramadhan (Palembang) Nip :1671046607900003
-Yuliana A(Palembang) Nip: 1671046607900003
-Sri intaniah (Palembang) Nip: 1671086710630001
-Yolanda Aresta (Lubuk Linggau)Nip : 1673054212970001
-Jumana (Kertapati Ogan baru)Nip :1671134608930002

PALEMBANG - Satu per satu talenta muda Sriwijaya FC terus menunjukkan penampilan mengilap. Jika musim lalu, Teja Paku Alam, Ichsan Kurniawan, Zalando, dan Manda Cinggi bikin terpana.

Musim ini kini giliran winger kanan Selamet Budiono yang penampilannya cukup mengejutkan. Menggantikan peran M Ridwan di sisi flank, pergerakannya bisa dibilang cukup merepotkan lini belakang lawan.

Puncaknya saat jebolan Persimura (Musi Rawas) itu mencetak gol untuk klub berjuluk Laskar Wong Kito kala kandaskan Barito Putra 2-1 pada menit 45 di Bali, kemarin. Gol yang dicetak jebolan Sriwijaya FC U-21 dan PON Sumsel itu pun cukup fantastis.

Yakni dengan pergerakan di luar kotak penalti sisi kiri gawang, dengan melepaskan tembakan cannonball di pojok atas gawang Barito dijaga Adhitya. Satu gol pemain nomor punggung 87 itu pun membantu tim berjuluk Laskar Wong Kito amankan tiga poin grup 4 Piala Presiden.

"Budi bagus yah. Saya harap penampilannya tak membuat dia lantas meninggi, tetapi tetap membumi," ungkap pelatih Widodo C Putro usai laga.

Usut punya usut, penampilan apik Budi memang sudah tercium cukup lama oleh pelatih asal Cilacap, Jawa Tengah itu. Tepatnya saat dia sudah bergabung bersama Sriwijaya FC musim Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016.

Hanya saja talenta yang dimiliki Budi, sengaja disimpan Widodo untuk lebih dimatangkan lagi. Tipe gaya permainan yang cukup disukai mantan arsitek Timnas Indonesia itu, yakni tusukan dan shooting-shooting jarak jauh yang cukup keras.

"Dia juga punya jumping yang cukup tinggi saat menyambut bola atas. Meskipun tubuhnya bisa dibilang kecil, itu juga jadi kelebihan dia," ulas Widodo.

Sementara itu Selamet Budiono sedikit tidak menyangka bisa mencetak gol saat menghadapi Barito. "Gol itu saya persembahkan untuk ibu saya yang saat ini bekerja di Malaysia," ungkapnya.

Meskipun terkejut, dia mengaku senang karena bisa mencetak gol untuk membawa Sriwijaya FC semakin berpeluang lolos ke fase 8 besar. "Saya juga senang karena ada banyak senior yang banyak membantu. Terutama bang Ronggo (Airlangga Sucipto) yang saat ini sekamar dengan saya. Dia sering berbagi cerita pengalaman khususnya untuk sepak bola," tukasnya. (cj11/ion/ce2)

PALEMBANG – Kemenangan 2-1 (0-0) atas Barito Putra pada laga kedua grup 4 Piala Presiden 2017 harus dibayar mahal Sriwijaya FC. Striker Alberto Goncalves menjadi tumbal setelah mengalami cedera engkel kanan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (13/2).

Dua gol masing-masing dibukukan Selamet Budiono dan Hilton Moreira. Akan tetapi victory itu menyisakan sesuatu lantaran bomber terbaiknya, Alberto Goncalves diterpa cedera pada menit ke-77.

Beto, sapaan Alberto Goncalves, yang nyaris menceploskan bola lewat muntahan kiper Adhitya mendapat benturan cukup keras dengan pemain bertahan Barito. Beto meringis kesakitan dan memegang engkelnya akhirnya digantikan oleh Airlangga Sucipto.

"Beto cedera di sekitar engkel kanannya. Belum bisa kita prediksikan kondisinya sekarang, apakah cederanya kategori ringan atau berat," kata Maradona, fisioterapi Sriwijaya FC saat dikonfirmasi usai pertandingan.

Cedera Beto jelas cukup mengkhawatirkan. Maklum, sang bomber asal Brasil itu jadi pemain yang cukup subur dalam urusan cetak gol. Beto pada dua pertandingan sudah mencetak satu gol, kala bertamu Bali United laga pertama, (7/2).

"Beto sudah kita lakukan perawatan dengan kompres es. Sejauh ini saya lihat dia (Beto, Red) bisa berjalan cukup bagus. Kita harap kondisinya semakin membaik besok," tukasnya. (cj11/ion/ce2)

PALEMBANG – Sriwijaya FC sudah menginjakkan satu kaki ke babak Delapan Besar Piala Presiden 2017. Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu berpeluang melenggang setelah berhasil kalahkan Barito Putra 2-1 pada laga kedua Grup 4 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (13/2).

Langkah Yu Hyun Koo dan kawan-kawan semakin ringan setelah Bali United hanya mampu bermain imbang 0-0 kontra Pusamania Borneo FC, tadi malam. Dengan demikian anak asuh Widodo C Putro nangkring di puncak klasemen sementara koleksi 4 poin, disusul Bali United dan Pusamania pada posisi kedua dan ketiga sama-sama koleksi 2 angka (lihat Agenda Gelora Sriwijaya).

Jika ingin lolos sebagai juara grup skuat Jakabaring tetap harus menang pada laga pamungkas hadapi Pusamania Borneo FC, Sabtu (18/2). Nah, jika tim ber-jersey kuning hanya imbang sementara pada pertandingan lain, Bali United menang atas Barito kans lolos sebagai runner up terbaik sangat terbuka atau bahkan tetap sebagai pemimpin klasemen dengan unggul agregat gol.

Dua gol klub pemilik gelar double winner edisi 2007/2008 itu dicetak winger Selamet Budiono menit 45 dan Hilton Moreira menit 60. Balasan tim berjuluk Laskar Antasari diciptakan Aron Muniz menit 83.

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro mengatakan kemenangan didapat anak asuhnya tidak dengan mudah. Itu karena Barito yang juga tampil cukup rapat dalam menerapkan pertahanan grendel diprakarsai Hansamu Yama. “Laga berat, cuaca panas dan lapangan tebal. Saya berterima kasih pada pemain yang tetap berjuang maksimal hingga 90 menit,” kata Widodo usai pertandingan.

Mantan pelatih Persegres Gersik United ini mengaku cukup kesulitan membongkar pertahanan anak asuh Jeksen F Thiago pada babak pertama. Pola yang diterapkan di awal babak selalu menemukan jalan buntu. Selain itu para pemain juga kerap terburu-buru untuk menerapkan pola menyerang. “Tetapi babak kedua mereka lebih enjoy, dan bisa mengontrol permainan,” ungkapnya.

Meski menang, bukan berarti Sriwijaya FC tanpa evaluasi. Lini pertahanan yang dikomandoi duet Bio Paulin dengan Yanto Basna kembali jadi sorotan. Salah satunya karena kecolongan gol Aron Muniz menit 83, berkat salah antisipasi oleh pemain belakang tim jersey kuning.

“Tadi mereka buat kesalahan, melakukan position di daerah sendiri, namun berhasil direbut lawan. Ini jadi pekerjaan rumah (PR) kita ke depan, agar kesalahan ini tidak terulang lagi,” bebernya.

Kapten Sriwijaya FC, Yu Hyun Koo mengaku laga menghadapi Barito cukup sulit. Terutama mengatasi kendala cuaca yang sewaktu waktu sering berubah. “Tetapi kami senang bisa meraih tiga poin. Ini jadi modal kita mengarungi laga-laga selanjutnya ke depan,” tutur mantan gelandang Semen Padang itu.

Sementara itu, Pelatih Barito, Jacksen F Thiago tak memungkiri kekalahan atas Sriwijaya FC membawa banyak evaluasi ke depan. “Catatan mungkin di laga pertama tadi kami tidak terlalu agresif. Kami lebih banyak menunggu, sehingga Sriwijaya FC lebih banyak bergerak bebas menekan pertahanan kami,” ungkap Jeksen.

“Target saya membangun dan membentuk tim dengan karakter keras, percaya diri tinggi, dan tidak takut pada siapapun. Tadi di lapangan kelihatan itu masih kurang, ini faktor utamanya juga,” sambungnya.

Selain faktor mental, pelatih yang juga banyak mengantarkan gelar di Persipura Jayapura itu mengevaluasi sektor penyelesaian akhir. “Ada empat peluang mutlak tadi, tetapi tidak mampu kami memanfaatkan. Ini juga jadi evaluasi kami sebelum masuk kompetisi resmi nanti,” tutup Jacksen. (cj11/ion/ce1)

 

GIANYAR - Tren bagus ditunjukkan skuat Sriwijaya FC pada Piala Presiden 2017. Dalam laga babak penyisihan Grup D yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Laskar Wong Kito, -julukan Sriwijaya FC- berhasil menang 2-1 atas Barito. Atas hasil tersebut setidaknya mengobati hasil imbang saat melawan United 2-2 pada laga sebelumnya. 

Atas hasil tersebut, SFC berpeluang besar melaju ke babak delapan besar. Tinggal menunggu hasil pertandingan selanjutnya. (net/dom)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Selasa (14/2)

GIANYAR - Sriwijaya FC masih menjadi unggulan. Klub berjuluk Laskar Wong Kito ini lebih siap dari Barito Putra. Namun di lapangan semua bisa terjadi. Skuat Jakabaring tetap tidak bisa anggap remeh pada duel lanjutan Piala Presiden 2017 grup 4 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali (live Indosiar, pukul 14.30 WIB).

Kelebihan Sriwijaya FC, skuat tidak banyak alami perubahan (60 persen bertahan). Sementara Barito rombak skuat hingga 50 persen. Tidak terkecuali lini depan anak asuh Widodo C Putro tidak berubah sama sekali. Duo striker Brasil, Hilton Moreira dan Alberto Goncalves tetap jadi andalan.

Keduanya jelas sudah tahu sama tahu pola permainan masing-masing. Di Piala Presiden Hilton dan Beto mengemas masing-masing satu gol, ketika imbangi tuan rumah Bali United 2-2 pada laga perdana di Bali, (7/2).
Tapi Bali United bukanlah Barito Putra. Tim berjuluk Laskar Antasari selalu jadi tim underdog bagi tim kebanggaan masyarakat Sumsel. Pemilik gelar double winner edisi 2007/2008 ini selalu kesulitan untuk meraih kemenangan dari Barito.
Lima pertemuan terakhir, keduanya hanya masing-masing menggondol sekali kemenangan. Sedangkan tiga pertandingan tersisa lebih banyak berakhir imbang. Termasuk dua laga terakhir di ajang Torabika Soccer Cahmpionship (TSC) A 2016 keduanya selalu berbagi angka.
Sriwijaya FC yang notabene-nya selalu diunggulkan, justru keseringan dibuat sport jantung oleh Paulo Sitanggang bersama rekan-rekan. Barito kerap membuat kejutan menciptakan gol di awal-awal babak.
Saat bermain di kandang Barito Putera (1/8/2016), laga berakhir sama kuat 1-1 dan Yohanis Nabar menjadi penyelamat Sriwijaya FC setelah golnya di babak kedua mampu menyamakan kedudukan. Pertemuan kedua di Stadion Gelora Sriwijaya (28/10/2016) walau sempat unggul 2-1, namun Teja Paku Alam dkk kembali harus puas dengan hasil imbang setelah Yongki Aribowo membuyarkan kemenangan saat mencetak gol kedua Barito di menit 82.
Evaluasi yang betul-betul direkam pelatih kepala Widodo Cahyono Putro. “Kami sudah menonton rekaman video dan melihat gaya bermain mereka, Barito tetap merupakan lawan yang tangguh dan dihuni pemain berkualitas serta pengalaman,” kata Widodo saat dikonfirmasi, Kemarin (12/2).
“Soal peluang, seperti saya katakan sebelumnya bahwa dengan persiapan seluruh tim yang rasanya tidak maksimal di turnamen ini. Sulit diprediksi, siapa saja bisa mengalahkan atau dikalahkan. Namun kami juga sudah memperbaiki kekurangan usai laga melawan Bali United lalu,” sambung eks asisten pelatih timnas ini.
Positioning dan transisi dari bertahan ke menyerang juga jadi perbaikan sebelum melawan Barito Putera nanti. Jangan sampai terulang lagi, kesalahan seperti laga pertama lalu. Keasikan menyerang, kerap lupa bertahan.
Dalam sesi latihan terakhir yang digelar di lapangan Trisakti Kuta, Widodo sering koar-koar ingatkan anak asuhnya untuk tidak lagi terlambat bertahan usai melakukan atacking. “Melawan Barito, saya berharap para pemain bisa fokus dan konsentrasi selama 90 menit. Selain itu juga jangan terpancing emosi, apapun kondisi di lapangan nanti,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih Barito Putera, Jacksen F Tiago menegaskan pihaknya tak terlalu fokus untuk mencari titik lemah atau pun kekuatan Sriwijaya FC. Eks tactitian Persipura Jayapura ini lebih memilih menyiapkan timnya.
“Sebagai pelatih, jelas saya sudah mengantongi catatan mengenai tim lawan. Namun, saya lebih fokus untuk membentuk aspek-aspek dari permainan tim saya sendiri,” ujar pelatih berpaspor Brasil tersebut.
“Seandainya ini kompetisi resmi, sudah pasti kita akan bekerja dengan cara yang berbeda dan lebih banyak mempelajari tim lawan. Tapi saat ini berbeda. Sejak awal saya sampaikan target utama kami membentuk tim yang kuat di kompetisi resmi Liga 1,” tambahnya.
Hal ini juga yang membuat Jacksen, lebih banyak memfokuskan untuk membentuk struktur kuat tim pada gaya bermain Barito. “Kita sudah berusaha membangun sebuah filosofi jangka panjang tim. Menghadapi Sriwijaya besok (hari ini, red) adalah bagian dari proses itu,” pungkasnya. (cj11/ion/ce1)

Halaman 1 dari 27

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca