INDERALAYA - Malang nasib pengedar narkoba asal Desa Sungai Rotan, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir ini. Tersangka yang sempat lolos dari penyergapan petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Ilir pada Jumat (17/2) lalu, harus menemui ajalnya karena tenggelam di Sungai Ogan, Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan.

Mayat tersangka ditemukan warga mengapung di Sungai Ogan, Minggu (19/2) sekitar pukul 10.00 WIB dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, Polres Ogan Ilir belum berani menyebut bahwa mayat yang ditemukan di Sungai Ogan itu adalah tersangka Darmadi (43), warga Desa Sungai Rotan. Hanya saja, pihak keluarga mengenali ciri fisik tubuh tersangka.

"Ya, benar itu mayat Darmadi," kata Suhardiwinata, keluarga yang tercatat sebagai anggota DPRD Ogan Ilir ini. (sid/dom)

KAYUAGUNG – Jajaran SatReskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI) mengungkap home industri senjata api rakitan (senpira) di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Rabu (15/2) sekitar pukul 03.15 WIB. Dari penangkapan tersebut, ditangkap dua tersangka Lois (23) dan Seli Wardana (21) warga Dusun V, Desa Sungai Ceper. Selain itu disita perlatan pembuatan senpi seperti alat bor, gergaji, mata bor, mata pahat. Lalu puluhan amunisi baik jenis FN dan SS1. Serta senjata pai rakitan laras pendek jenis revolver dan duplikat senjata laras panjang SS1.

Bagaiamana ceritanya, diungkapkan Kapolres OKI, AKBP Amazonna Pelamonia SH S.Ik didamapingi Kasat Reskrim AKP Haris Menundar bahwa pengungkapan kasus tersebut setelah dilakukan pengintaian selama seminggu. Selanjutnya sekitar 30 personel bersenjata lengkap dan rompi anti peluru melakukan penggerebekan.

“Kami melalui jalur air agar tidak mudah ketahuan, lalu langsung menyergap rumah tersangka Lois yang saat itu bersama kerabatnya Seli,” ungkap Kapolres.

Dalam pengungkapan tersebut pula, pihaknya langsung bergerak cepat mengamankan barang bukti dan para tersangka yang langsung dibawa ke dalam perahu ketek.

“Selain dilakukan di tempat tersembunyi, ternyata pembuatan senpira sudah mulai berani dilakukan di rumah. Kita harap peran dan informasi masyarakat terus diberikan untuk menindak tegas para pelaku kejahatan,” tegasnya. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (17/2). 

 

JAMBI – Kapal Tongkang Marina Power 2717 yang ditarik Tag Boat Dabo 105, hilang kendali dan menghantam permukiman warga. Tongkang dari Jambi hendak ke luar laut lepas itu, didorong angin utara yang kencang akibat cuaca ektsrim yang melanda, kemarin sekitar pukul 06.30 WIB.
Tepatnya di perairan Parit Tiga Kelurahan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjambtim). Akibatnya, 18 rumah warga di tepi perairan, roboh dan tenggelam berikut harta bendanya. Fasilitas umum berupa jembatan rabat beton sepanjang Rp20 meter juga disapu tongkang. Kerugian material mencapai Rp2 miliar.
Belasan warga juga terjatuh ke laut, beruntung tak sambai menimbulkan korban jiwa. “Awalnya pikiran saya sudah tidak selamat, untungnya saya kena tendangan kapal (arus kipas tongkang, red) saya dapat keluar dari bawa tongkang,” tutur Selamat, salah seorang korban.
Korban lainnya, Murni (75), syok akibat dihimpit puing reruntuhan rumahnya saat tercebur ke laut. Memang Murni diselamatkan warga di dalam laut diantara parabotan rumahnya. ”Tahu-tahu tongkang ada di depan mata dan saya jatuh ke laut,” sebutnya singkat sambil berbaring.
Kasat Polair Polres Tanjabtim, Iptu Maskat Maulana, mengatakan nakhoda dan kapal sudah diamankan, kasusnya ditangani Direktorat Polair Polda Jambi. ”Kita belum tahu apa ada unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas saat ini sudah kita amankan,” singkatnya.
Wakil Bupati Tanjabtim H Robby Nahliansyah, menegaskan pemerintah dan warga meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan. ”Bukan hanya masyarakat, kami pemda juga akan melakukan hal yang sama (meminta pihak perusahaan bertanggung jawab, red), karena ada aset pemda. Tapi pada intinya masyarakat kita harus didahulukan,” tegasnya. (cr1/ ami/mui/air)

 

MUARA ENIM - Tingginya curah hujan akhir-akhir ini melanda Kabupaten Muara Enim, membuat jalan lingkar Kota Muara Enim makin tergerus longsor. Ditambah tingginya arus sungai membuat air terus mengikis tebing tersebut sehingga sebagian jalan amblas masuk ke dalam Sungai Enim.

Jalan lingkar Muara Enim yang tergerus longsor ini sudah terjadi sejak akhir tahun 2016 lalu. Namun hingga saat ini belum diperbaiki Pemkab Muara Enim. Meski begitu, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mengaku pihaknya sudah turun langsung melihat kondisi jalan lingkar tersebut. Pihaknya sudah mendapatkan laporan di beberapa titik ruas jalan baik itu statusnya milik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

"Untuk jalan lingkar Muara Enim juga akan mendapat prioritas untuk diperbaiki," kata Muzakir, Rabu (15/2).

Menurut Muzakir, untuk jalan yang statusnya milik pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sudah dilaporkan agar bisa segera diperbaiki, terutama seperti di wilayah Semendo yang sampai putus akibat hujan deras. Namun untuk jalan yang statusnya milik kabupaten akan dilakukan perbaikan pada tahun ini. (roz)

KAYUAGUNG – Jajaran Polres OKI menggerebek lima warga yang akan melakukan pesta sabu di Dusun 1, Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dua diantaranya ialah anak di bawah umur yakni An (16) dan Al (17). Keduanya warga Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, dan Al (17), yang merupakan kurir.

Sementara tiga orang dewasa yakni Taher (42) warga Desa Petaling, Kecamatan Tulung Selapan, Relly (41) warga Sungai Lumpur, dan Adi Chandra (36) warga Sungai Lumpur.

Diamankan barang bukti satu bundel bungkus plastik klip, satu bungkus kecil berisi sabu, empat bungkus plastik klip berisi serbuk ekstasi, seperangkat alat hisap, tiga unit timbangan digital, lima bong, dan 41 korek api, dan dua buah pirek kaca. Serta sepucuk senpira milik tersangka Taher.

Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Joni Pajri mengatakan bahwa kelima warga tersebut digerebek anggota Sat Pol Air Polres OKI, sekira pukul 19.00 WIB, Selasa (24/1). Selanjutnya diserahkan kepada Sat Nakorba Polres OKI. Hasil pemeriksaan diduga pengedarnya ialah Rely. (gti)

PALEMBANG - Terpergok menarik speedboat, sambil berenang di Sungai Musi, Ahmad Nabawi (32) babak belur dihajar massa dan akhirnya diserahkan ke polisi, Selasa (7/2) sekitar pukul 02.45 WIB. Namun, teman tersangka berhasil kabur.

Penangkapan tersangka berawal dari korban Harun (58) mengecek speedboatnya yang diikatkan di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di Lr Timbun Sungai Sikung Laut, Kecamatan Kertapati. Korban kaget, kenapa speedboat yang ia tambang sudah berada di tengah-tengah sungai. Korban pun memanggil keluarganya. Saat disenter, terlihat dua orang pelaku berenang menuju seberang sambil menarik speedboat miliknya.

Dibantu warga, korban berhasil menangkap salah satu pelaku yakni Ahmad Nabawi. Alhasil tersangka pun menjadi bulan-bulanan warga. 

Diakui warga Jalan Apati Usman, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang ini,  ia hanya diajak RD (DPO) untuk mencuri speedboat.

"Kami berenang sambil narik speed itu biar nggak ketahuan, biar orang berpikir speed itu hanyut," ujarnya saat diamankan di Makosat Polair Polresta Palembang. (wly)

TEBING TINGGI - Permasalahan sampah di Kabupaten Empat Lawang menjadi perhatian khusus. Sebab, volume sampah per harinya cukup tinggi, yakni mencapai 16 ton. Selain itu kesadaran masyarakat akan kebersihan masih rendah.

"16 ton perhari dan sampahnya itu campuran baik sampah organik maupun non organik, termasuk juga sampah rumah tangga," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Empat Lawang, Mgs Ahmad Nawawi, Jumat (3/2).

Karena itu, lanjut Wawi, di tahun 2017 ini pihaknya akan mencoba menghukum para penjahat sampah alias warga yang suka buang sampah sembarang dengan sanksi moral.

"Kami terpikirkan untuk membuat situs jejaring sosial untuk masyarakat yang membuang sampah sembarangan, khususnya yang berada di kawasan Pasar Tebing Tinggi dan di sungai," jelasnya.

Siapa yang sedang membuang sampah sembarangan akan tertangkap kamera dari petugas dan akan diunggah ke media sosial (medsos) supaya mereka malu dan jera membuang sampah sembarangan lagi. Metode Medsos ini, ingin dicobanya mengingat untuk di Empat Lawang jika ingin membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan membuang sampah sembarangan, itu akan sia-sia saja, karena kesadaran masyarakat Empat Lawang ini masih kurang akan kebersihan. (eno)

MUARADUA– Kecemasan terus melanda korban abrasi warga Talang Surau, Desa Damarpura, Kecamatan Buana Pemaca. Mereka hanya bisa pasarah sembari mengharap keberuntungan abrasi di bantasan Sungai Komering tak lagi meluas. Namun sayang, intensitas hujan yang kembali meningkat akhir-akhir ini telah memberi donasi hingga debit air Sungai Komering membesar.

Wajar jika kondisi ini menimbulkan kecemasan di tengah-tengah warga setempat. Kecemasan dari masyarakat setempat sangat beralasan. Mengingat setiap  dari turun hujan maka akan  membuat tanah di belakang rumah warga terus mengalmi abrasi. Satu hal yang diharapkan warga, yakni pemerintah secepatnya membangun talud. Dengan begitu abrasi tidak semakin meluas dan warga tidak dilanda kecemasan yang selalu menghantui setiap saat.

“Kalau saat ini kami hanya bisa pasrah saja dengan kondis ini, karna mau pindah kita tidak memilik tempat  lain sehingga meskipun reikonya sangat tingga kami masih bertahan, “ ujar Marvil, salah seorang warga setempat.

Padahal permasalahan ini sambung Marvil, telah terjadi hampir satu tahun belakangan ini serta juga baik dari Pemerintah Desa hingga Pemerintah Kabupaten melalui intansi terkait telah mengetahui dan telah menyempatkan dirinya untuk melihat langsung.

“Makanya kami sedikit bingung kok samapai saat ini di tempat kami ini belum di bangun talud, padahal dari instansi terkait telah datang beberapa kali untuk melakukan survey namun entah mengapa sampai saat ini belum di lakukan pembangunan,” kata Marvil. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (3/2).

 

KAYUAGUNG – Kawasan Kota Lama Kayuagung memang belum banyak dikenal masyarakat sebagai destinasi wisata di OKI . Namun usai penyelenggaran event Kota Lama Heritage Colortastic Fun Run akhir Desember lalu, kawasan ini mulai dikenal luas. Padahal event tahunan sering digelar di kawasan ini mampu menghipnotis masyarakat OKI dan sekitar. Bahkan para perantau “pulang kampung” untuk
melihat semarak kegiatan di kawasan ini.

Sebut saja lomba bidar yang diadakan hampir tiap tahun baik di acara peringatan Kemerdekaan RI maupun HUT OKI. Lomba ini digelar di bantaran Sungai Komering yang membelah Kota Kayuagung dari Kelurahan Sukadana, Jua-Jua, Perigi hingga Kelurahan Kedaton. Warga antusias menyaksikan lomba bidar tersebut hingga jalanan menjadi macet.

“Kini selain menyaksikan lomba bidar, wisatawan juga akan disuguhkan bangunan tua Kota Lama yang kini seperti kampung pelangi karena sudah dicat warna–warni,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Amiruddin S Sos.

Kemudian juga ada acara midang dan pagelaran budaya. Tiap tahun, kegiatan inidi selengarakan di kawasan Kota Lama menyusuri Sungai komering. Acara Midang mengenalkan budaya Kayuagung yang diikuti oleh tiap kelurahan di Kayuagung. “Tahun ini midang rencananya akan diikuti seluruh kelurahan dan desa di Kayuagung,” ungkapnya. (gti)

KAYUAGUNG – Jerit tangis terdengar dari rumah Ruslan alias Alan (40), seorang perempuan bernama Fatmawati yang merupakan istri Alan menangis lantaran anak bungsunya tewas tenggelam di Sungai Komering, Kamis siang (26/1). Bahkan rumah Alan pun dipenuhi warga dan kerabat korban yang ikut menangis. Jenazah korban bernama Firmansyah alias Firman (2,5) tahun warga RT 6, Lingkungan 3 Kelurahan Kedaton Kayuagung terebut ditemukan di Sungai Komering, Desa Tanjung Menang, Kayuagung.

Informasi yang dihimpun, siang itu Firman sedang bermain dengan ayahnya yang tingal di pinggir Sungai Komering, Kelurahan Kedaton. Lalu sang ayah masuk ke dalam rumah sebentar untuk minum. Saat keluar ternyata Firman telah hilang hanya terlihat celana pendek warna birunya saja yang berada di talut sungai Komering.Sontak sang ayah langsung meminta pertolongan warga. Warga yang mengetahui hal tersebut pun kemudian berbondong mencari Firman yang diduga tercebur dan tenggelam di Sungai Komering. Warga langsung mengerahkan perahu dan jala serta masuk ke dalam sungai guna mencari Firman.

“Dak ada yang lihat, tapi memang celananya ada di pinggir sungai dan kemungkinan tercebur di Sungai Komering.Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB tadi ,” ungkap Rian, salah satu warga sekitar.

Dengan peralatan seadanya, warga menyisir pinggiran sungai untuk mencari Firman. Namun hingga sore tubuh Firman belum ditemukan. Selain warga, juga ikut mencari pihak kepolisian, Sat Pol PP, Dishub dan BPBD OKI, serta Karang Taruna Kedaton. “Yang menghilang itu warga kita anak bungsu dari empat bungsu bersaudara. Saat ini ayahnya masih mencari kalau ibunya ada di dalam rumah,” ucap Lurah Kedaton Abdullah Sahri ditemui di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pencarian hingga sore hari, jenazah korban ditemukan hanyut Di Desa Tanjung menang oleh warga sekitar. (gti)

Halaman 1 dari 19

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca