MUARA ENIM - Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar meminta para guru di Muara Enim untuk bersabar terkait belum dibayarnya uang sertifikasi guru untuk triwulan ke-empat tahun 2016. Muzakir mengatakan, Pihak Pemkab menyadari uang sertifikasi ini merupakan hak guru yang harus dibayar.

”Itu hak mereka (guru) tetap harus dibayar. Namun karena kondisi keuangan yang belum memungkinkan terpaksa belum bisa kita bayarkan,” kata Muzakir, Jumat, (17/2).

Menurut Muzakir, hal ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Muara Enim, tapi hampir di seluruh daerah. Penyebabnya sama, belum ada transfer dari pemerintah pusat. ”Kita sudah meingatkan dan menagih dana yang memang hak Pemkab Muara Enim. Kemarin saya baru terima surat dari Dirjen Keuangan. Mereka menyatakan Dana Pemkab Muara Enim memang ada, nilainya Rp220 miliar. Namun dana tersebut belum bisa ditransfer," ujar Muzakir.

Meskipun belum menerima uang sertifikasi, Muzakir berharap guru-guru tetap bekerja dengan penuh semangat. ”Kita tetap akan upayakan agar segera dibayar, Kami minta mereka bersabar dan tetap melaksanakan tugasnya dengan maksimal,”harapnya.Sementara seorang guru yang mengajar di salah satu SMPN di Muara Enim mengaku sangat berharap agar uang sertifikasi segera dibayarkan.

"Semoga segera dibayarkan. Soalnya gaji sudah habis untuk bayar utang. SK dijaminkan ke bank. Jadi uang sertifikasi itu sangat kami harapkan,”ujar guru yang tak mau disebut namanya itu.Namun dia juga mengerti jika hal ini bukan kesalahan Pemkab Muara Enim. ”Mau
diapakan lagi, kalu duit dari pusat belum turun, minta-mintalah jangan terlalu lama,” ujarnya dengan nada pasrah.

Meski demikian, dia tetap menjalankan tugas seperti biasa. ” Kami tetap mengajar seperti biasa. Kalau tidak mengajar kasihan anak didik," tukasnya.(roz)

LAHAT - Kepala desa harus menjadi contoh bagi warganya. "Saya minta kades menjadi contoh bukan memberi contoh," kata Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE saat mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Pemerintah Desa, Jumat (17/2)


Kata Aswari, memberi contoh sifatnyaa hanya sementara yakni pada momen tertentu saja. Tapi kalau menjadi contoh, sifatnya setiap saat dan jadi panutan.

Diingatkannya, jabatan Kades sebagaimana halnya jabatan bupati merupakan amanah masyarakat. Amanah itu diberikan, tidak lain karena masyarakat percaya pada pemangku jabatan.

"Karenanya, jaga kepercayaan masyarakat melalui jabatan yang diemban. Kita ini bukan siapa-siapa kalau tidak didaulat masyarakat," ingatnya. (irw)

PENDOPO - Peringatan satu tahun terpilihnya pasangan Bupati dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo-Ferdian Andreas Lacony, dilakukan dengan menggelar doa bersama dan pembacaan Surat Yaasin di aula kantor bupati, Jumat (17/2). 

‎Ferdian Andreas Lacony mengungkapkan, terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten PALI atas kebersamaanya membangun daerah ini. Terutama kepada seluruh pegawai yang berada di jajaranya yang telah bekerja sama hingga Kabupaten PALI bisa mengalami kemajuan dari sebelumnya.

"Kita juga berharap untuk tahun-tahun selanjutnya, Kabupaten PALI bisa semakin baik dan bisa cepat setara dengan daerah lain yang ada di Provinsi Sumsel. Dan perlu gotong royong dan kebersamaan apabila ingin maju, sebab bupati dan wakilnya tidak  bisa jalan apabila bekerja sendiri. Oleh sebab itu, jaga sinergi ini tetap berjalan agar kedepan terus semakin maju," kata Ferdian.

Dikatakanya, selain ikhtiar diperlukan juga doa serta bersyukur agar keberhasilan yang telah dicapai mendapatkan berkah dari yang Maha Kuasa. "Semoga apa yang kita cita-citakan menjadikan PALI Cemerlang dan visi misi kami yakni Serasi Nia bisa cepat tercapai. Dengan ikhtiar serta doa yang kita panjatkan dan puji syukur yang kita sampaikan mendapatkan berkah dari Allah SWT," tukasnya. (ebi)

JAKARTA- Panwaslu Kabupaten Bekasi pastikan bahwa semua kasus kecurangan selama masa kampanye dan masa tenang masih terus diproses. Termasuk salah satunya dugaan politik uang oleh kubu pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani (SAH).

Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi Akbar Khadafi, setiap laporan yang masuk ke instansinya akan terus dilakukan penindakan sesuai dengan peraturan.

“Ya kita akan terus tindaklanjuti. Saat ini kita masih mengumpulkan alat bukti dan akan melakukan pemanggilan pada saksi dan pihak-pihak terkait guna penindakan pelaporan,” ujarnya.

Dugaan kecurangan yang dilakukan pihak SAH adalah terkait pembagian kartu gas subsidi 3 kilogram. Kartu tersebut dibagi-bagikan kepada warga pada saat masa tenang.

Mengenai serangan fajar, Akbar mengaku banyak mendengar selentingan terkait hal itu. Namun, sejauh ini belum ada satupun laporan yang masuk ke Panwaslu terkait serangan fajar.

“Sejauh ini tidak ada laporan masuk ke panwaslu. Untuk laporan yang ada, kita akan tindak lanjuti,” katanya. (dan)

MURATARA-Bupati Kabupaten Muratara, H Syarif Hidayat meminta kepada seluruh awak media untuk selalu bersikap propesional dalam menjalankan kegiatan jurnalistik. Menurutnya, tanpa peranan media masa, Kabupaten Muratara tidak akan dikenal oleh masyarakat luas.

"Saya minta Kabag Humas dianggarkan untuk pendidikan pers, sehingga rekan-rekan media bisa meningkatkan kompetensi mereka. Kita sangat menyadari tanpa insan pers, Muratara ini tidak akan pernah dikenal masyarakat luas," Kata Bupati dalam kegiatan silaturahmi dengan seluruh awak media di aula pertemuan Pemkab Muratara, Jumat (17/2).

Pihaknya berharap, khususnya di wilayah Muratara tidak terjadi insiden seperti di wilayah kota Lubuklinggau karena ada tiga orang oknum wartawan yang diciduk polisi karena melakukan aksi pemerasan.

"Saya rasa semua wartawan di Muratara ini baik, tidak pernah ada yang terlibat dalam kasus pemerasan‎. Tapi yang saya perhatikan, berita yang mereka terbitkan selalu sama, mungkin banyak yang saling tukar berita," sindirnya. (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/2). 

LAHAT - Kepala desa harus menjadi contoh bagi warganya. "Saya minta kades menjadi contoh bukan memberi contoh," ujar Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE saat mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Pemerintah Desa, Jumat (17/2)

Kata Aswari, memberi contoh sifatnyaa hanya sementara yakni pada momen tertentu saja. Tapi kalau menjadi contoh, sifatnya setiap saat dan jadi panutan.

Diingatkannya, jabatan kades sebagaimana halnya jabatan bupati merupakan amanah masyarakat. Amanah itu diberikan, sambungya, tidak lain karena masyarakat percaya pada pemangku jabatan.

"Karenanya, jaga kepercayaan masyarakat melalui jabatan yang diemban. Kita ini bukan siapa-siapa kalau tidak didaulat masyarakat," ingatnya.

Terkait pengukuhan Forum Kades Aswari mengapresiasi. Kali pertama era kepemimpinannya dibentuk Forum Kades. Karenanya, melalui forum ini hendaknya para kades dapat lebih solid di dalam menjalin komunikasi dan silaturahmi di antara mereka, serta maksimal dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. (irw)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/2). 

 

PALI - Tanpa terasa satu tahun sudah berlalu masa jabatan Ir H Heri Amalindo MM dan Ferdian Andreas Lacony SKom MSi, dilantik Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin, sebagai Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 9 Desember 2015 lalu.

Dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinannya, pasangan yang dipercaya masyarakat Bumi Serepat Serasan ini, mengajak seluruh para pegawainya di lingkungan pemerintah Kabupaten PALI untuk membaca doa bersama dan surat Yasin sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang telah dicapai selama ini untuk masyarakatnya.

Acara yang digelar di ruang aula Kantor Sementara Bupati PALI, di Jalan Merdeka Kilometer 10, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi ini, dihadiri langsung Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony SKom MM, Sekertaris Daerah H Robby Kurniawan SSTP MSI, dan seluruh jajaranya baik itu PNS maupun TKS.

‎Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony SKom MM mengungkapkan, terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten PALI atas kebersamaanya membangun daerah ini. Terutama kepada seluruh pegawai yang berada dijajarannya yang telah bekerjasama hingga Kabupaten PALI bisa mengalami kemajuan dari sebelumnya. (ebi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (18/2). 



PALEMBANG – Banyak pekerjaan rumah (PR) yang sudah menanti pasangan Bupati dan Wakil Bupati Muba terpilih 2017-2022. Hal itu disadari betul oleh H Dodi Reza Alex bersama Beni Hernedi, yang menurut hasil hitung cepat (quick count) serta real count sementara KPU unggul dari pasangan Amiri Aripin dan Ahmad Toha.
“Prioritas kerja, kami titik beratkan pada perbaikan infrastruktur, utamanya jalan. Target saya dua tahun harus kelar,” ungkap Dodi dibincangi usai pengundian Kuis SFC kerja sama Harian Sumatera Ekspres dengan PT SOM di Graha Pena, kemarin (16/2).
Selain infrastruktur, pihaknya akan meningkatan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan gratis. Ini agar bisa dinikmati secara baik dan gratis oleh seluruh warga Muba.
Dia menilai, masyarakat Muba sudah cukup lama menunggu perubahan. Ada wasting time (waktu terbuang, red) 2-3 tahun. Muba satu-satunya kabupaten di Indonesia yang selama lima tahun terakhir berganti pemimpin hingga lima kali, termasuk bupati dan wakil bupati terpilih dalam pilkada ini.
“Artinya, ada sesuatu yang salah dan tidak beres dalam pengelolaan dan jalannya roda pemerintahan di Muba,” kata Dodi lagi. Nah, karena terus berganti pimpinan, berdampak pada tidak adanya kesinambungan program yang harus dilakukan untuk membenahi kondisi Muba.
Terkait statement Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang memintanya mengembalikan kejayaan Muba jika terpilih, Dodi menanggapi hal itu secara diplomatis. “Itu masuk dalam visi misi kami. Maksudnya agar kami bisa menyenangkan dan mensejahterakan warga Muba,” jelasnya.
Dengan infrastruktur yang baik, warga bisa memasarkan hasil pertanian dan perkebunan. Imbasnya, terjadi perbaikan taraf perekonomian warga Muba secara keseluruhan.
Terkait angka partisipasi warga di Pilkada Muba yang hanya sebesar 60 persen, Dodi mengaku hal itu telah diprediksi sebelumnya. Sekaligus menjadi PR mengingat faktor cuaca yang kurang bersahabat.
“Faktor cuaca sehari sebelum hari pemilihan dengan topografi yang sulit dan kualitas infrastruktur jalan yang buruk menyebabkan pemilih enggan ke TPS,” ungkapnya. Pihaknya bahkan memprediksi, angka partisipasi pemilih kurang dari 60%.
Ada sekitar 20 persen warga Muba yang tidak memilih paslon nomor satu, melainkan memberikan hak suaranya kepada paslon independen nomor dua, Amiri-Ahmad Toha, Dodi mengatakan hal itu wajar saja terjadi. Bukan karena mereka tidak suka kepada paslon satu.
Ada beberapa faktor penyebab. Seperti faktor keterikatan dan kekerabatan dengan paslon dua sejak dulu. Mantan anggota DPR RI itu mengaku tidak pernah berpikiran soal persentase perolehan suara. "Yang terpenting ini anugerah bagi warga Muba agar tetap solid dan kompak dalam mendukung dan menyukseskan keberlangsungan pembangunan ke depan,” pungkasnya.
Disinggung soal kansnya untuk maju di Pilgub Sumsel pada 2018, sama seperti sang ayah H Alex Noerdin, Dodi secara diplomatis mengaku belum memikirkan hal itu. “Sudah tahu aku, pasti bakal ditanya soal itu,” ujar dia sembari masuk ke dalam mobil yang dikendarainya sendiri.
Sebelumnya, Dodi mengatakan dirinya sekarang sedang tidak memiliki pekerjaan. Dia sudah mundur dari kursi legislatif sebagai anggota DPR-RI sejak namanya ditetapkan sebagai calon bupati Muba, Oktober lalu. “Saya sekarang masih pengangguran. Jadi bupati juga belum, anggota DPR tidak lagi,” tambah pria berkaca mata ini.
Makanya, suami Thia Yufada ini akan lebih menyibukkan diri untuk Sriwijaya FC. Kebetulan dia masih menjabat sebagai presiden klub berjuluk Laskar Wong Kito. “Ada kesempatan untuk ikut, kemungkinan Sabtu (18/2) nanti saya ke Bali untuk menyaksikan laga pamungkas penyisihan grup 4 Piala Presiden 2017, Sriwijaya FC akan melawan Pusamania Borneo FC. Ya, kami berharap Sriwijaya FC bisa menang dan menjadi juara grup,” tandas pria yang mimiliki putri kembar ini. (kms/ce1)

LAHAT - Data pada Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, per hari masyarakat di daerah tersebut menghabiskan 2 ton ikan air tawar. Hanya saja dari jumlah yang lumayan besar itu, hanya 40 persen mampu disediakan pembudidaya ikan Kabupaten Lahat. Sisanya masih bergantung dengan ikan dari luar daerah, seperti Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan Bengkulu Selatan.

"Tidak disuplay dari luar daerah, tidak makan ikan kita. Hasil kita masih jauh dari cukup," kata BUpati H Aswari RIvai melalui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, Ir Agustia Budiman MM. 

Minimnya jumlah pembudidaya ikan jenis mujair, emas dan lele di Kabupaten Lahat, menjadi penyebab kebutuhan lokal belum terpenuhi. Padahal sumber air melimpah di beberapa kecamatan, seperti Kota Agung, Mulak Ulu, Tanjung Sakti Pumi, Jarai, Muara Payang, Sukamerindu dan Tanjung Sakti Pumi. Pola pikir masyarakat yang belum mengarah ke bentuk usaha, atau hanya sebatas memenuhi kebutuhan rumah tangga saja, membuat peluang ini belum dimanfaatkan dengan maksimal.

"Cuma sebatas konsumsi rumah tangga saja. Sumber air kita tersedia sangat luar biasa," jelasnya. (irw)

PALEMBANG - Delapan pemenang beruntung kuis Sriwijaya FC dan Sumatera Ekspres diumumkan. Dalam undian yang berlangsung di Graha Pena itu dihadiri langsung Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, Kamis (16/2).

Turut hadir pula jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) seperti Direktur Pertandingan dan Kompetisi Augie Bunyamin, Sekertaris PT SOM Faisal Mursyid, Direktur Keuangan Yuliar, dan Sekertaris tim Sriwijaya FC Ahmad Haris.

Dodi yang baru saja terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin ini menyambut atas antusias besar dari kuis Sriwijaya FC. Wajar mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito, memang salah satu tim sepakbola terbesar sekaligus ikon di Sumsel.

Sedangkan Sumatera Ekspres yang juga menjadi koran terbesar di Sumsel juga sukses menjadi media partner Sriwijaya FC dari tahun ke tahun.

"Insya Allah kuis ini kita harap akan terus belanjut. Bahkan tahun depan kita harap konsepnya kita perbesar lagi, hingga ke pelosok-pelosok kabupaten," kata Dodi di sela kata sambutannya.

Lebih besar lanjut Dodi, maksudnya yakni di setiap kabupaten juga siap digelar satu kuis undian. Dengan begitu, pecinta klub Sriwijaya FC yang ada di setiap daerah juga bisa ikut dalam kuis undian tahun depan.

"Kita harap Sriwijaya FC bisa terus ditopang, dalam hal kerja sama publikasi bersama Sumeks Grup," tuturnya.

Senada Wakil GM Harian Sumatera Ekspres H Mahmud juga menyambut baik, dengan kerja sama yang dilakukan Sriwijaya FC dan Sumeks Grup. "Untuk menampung partisipasi Sriwijaya FC yang cukup besar tidak hanya di Palembang. Maka tahun depan kita siap membuat kuis dengan konsep lebih melebar di setiap regional kabupaten. Seperti Sekayu, Muba, LubukLinggau, ataupun Lahat," jelasnya. (cj11)

Daftar Pemenang Kuis Sriwijaya FC:

1 Unit Sepeda Motor
-Sri Mastuti (32 Ilir Palembang) NIP :1671016603770004

1 Unit Televisi
-M Hasan Haikal (Palembang) Nip :167111070985002

1 Unit Kulkas
-M Wahyudi (Lubuk Linggau)Nip :1673062904840003

5 Jersey Original Sriwijaya FC
-Kemas Ramadhan (Palembang) Nip :1671046607900003
-Yuliana A(Palembang) Nip: 1671046607900003
-Sri intaniah (Palembang) Nip: 1671086710630001
-Yolanda Aresta (Lubuk Linggau)Nip : 1673054212970001
-Jumana (Kertapati Ogan baru)Nip :1671134608930002

Halaman 1 dari 42

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca