TEBING TINGGI - Kartu tanda penduduk (KTP) kerap ditemukan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dengan adanya KTP ganda tersebut, menguntungkan salah satu calon saat pelaksanaan Pilkada. Namun untuk di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati sampai saat ini, belum ditemukan KTP ganda.

"KTP Ganda sampai saat ini belum ada di Kabupaten Empat Lawang. Namun kedepan akan tetap kita antisipasi," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Empat Lawang, Peterson Okki Bial, Rabu (29/3).

Saat mendekati Pilkada, pihaknya, akan mengantisipasi adanya KTP ganda di Kabupaten Empat Lawang dengan cara melakukan jemput bola untuk perekaman data di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Empat Lawang. Permasalahan KTP ganda itu, kata Okki, tidak mudah untuk dibuat. Sebab satu orang itu hanya memiliki satu Nomor Induk Kependudukan (NIK). Walaupun warga tersebut pindahan dari luar daerah, tentunya ada pengantar dari tempat sebelumnya.

"Jika pindah daerah nantinya akan dicabut surat data kependudukan ditempat sebelumnya. Yang jelas satu orang itu hanya memiliki satu NIK. Insya Allah dengan adanya aplikasi pencatatan kependudukan ini tidak akan ada KTP ganda, " ujarnya. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (30/3). 

TEBING TINGGI - Meskipun Pilkada Empat Lawang 2018 masih cukup lama, namun sejumlah kandidat yang mau maju sebagai calon bupati (balonbup) sudah mulai pasang “kuda-kuda dan tebar pesona”. Tak mau kalah dengan balonbup daerah lain, mereka kini juga aktif sosialisasi, memasang spanduk maupun banner, sekaligus bertatap muka dengan masyarakat sampai ke desa-desa.
Ada 7 nama balonbup yang diyakini akan ikut “bertarung”, yakni H Joncik Muhammad. Lalu Yulius Maulana, anggota DPRD Sumsel dari Fraksi PDIP. Selanjutnya Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah, H David Hadrianto Aljufri, dan Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanganan Bencana Alam, Yulizar Dinoto.
Tak hanya mereka, pejabat Pemkab seperti HM Eduar Kohar juga tertarik bersama Kepala BNN Empat Lawang, H Amancik Marzuki. Dari sejumlah nama itu, beberapa yang sudah memastikan seperti H Joncik Muhammad. Ketua DPD PAN Empat Lawang ini menegaskan bahwa dirinya akan maju pada Pilbup 2018 nanti.
Dia pun bersama timnya mengaku sudah mulai melakukan persiapan seperti survei, pemasangan spanduk, pemetaan, pembaruan tim, serta bersosialisasi dengan masyarakat. “Setiap libur Sabtu dan Minggu, saya pulang kampung berkunjung ke desa-desa untuk bertatap muka langsung dengan warga,” kata pria yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Sumsel ini.
Meski, kata dia, pilkada terbilang masih lama. “Namun politik itu bukan hitungan tahun, bulan, dan hari. Tapi hitungannya per detik. Karena setiap saat akan mengalami perubahan,” ujarnya. Itulah kenapa sosialisasi harus gencar sedini mungkin agar masyarakat cepat mengenal.
Untuk menghadapi pilkada ini, kata dia, tidak ada teknik dan trik baru. Dirinya lebih mengedepankan program yang bersentuhan dengan masyarakat. “Hasil survei, program seperti ini jauh lebih efektif,” kata dia. Makanya dia tetap mengedepankan teknik bersentuhan langsung. “Situasi sekarang sudah berubah, capaian itu akan kita lalui dengan mulus. Mudah-mudahan gesekannya tak seperti dulu,” katanya.
Mengenai pasangan, Joncik memastikan, masih akan berpasangan dengan Yulius Maulana dari PDIP. “Bahkan hasil survei, jika kami berpasangan bisa mendapat poin 53 persen,” ujarnya. Selain partai sendiri, keduanya juga akan melakukan pendekatan dengan partai lain untuk koalisi. “Mudah-mudahan PKPI, PKB, Demokrat siap dukung kita,” jelas Joncik.
Ketua DPC PDIP Empat Lawang, A Rifa'i menambahkan PDIP bakal mencalonkan kader terbaiknya sendiri yang duduk di DPRD Sumsel. “Kami berharap Yulius Maulana bisa maju. Tapi karena kursi PDIP di DPRD hanya empat, kami harus berkoalisi,” ujarnya. Nah, saat ini tim partainya pun sudah bersilaturahmi dengan masyarakat serta memasang spanduk-spanduk.
Apakah akan berpasangan dengan Joncik Muhammad? Rifa'i belum bisa menentukan karena itu keputusan ketua umum. “Meski memang banyak dukungan masyarakat agar Yulius berpasangan dengan Joncik,” jelasnya. Apalagi keduanya juga teman di DPRD Sumsel dan sering berkomunikasi.
Bagaimana calon incumbent, H Syahril Hanafiah? Bupati Empat Lawang itu belum mau memastikan bakal mencalonkan diri. Dia mengaku masih fokus dengan jabatannya sekarang karena dia baru diamanatkan menjadi bupati defenitif. “Kita lihat dulu nanti. Sekarang fokus yang ini dulu (bupati, red), wakil bupati juga belum ada. Kita berkeinginan, tapi lihat kondisi dan tolok ukurnya,” kata dia.
Senada Ketua DPRD Empat Lawang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Empat Lawang, H David Hadrianto Aljufri (HDA). “Nanti saja, masih terlalu cepat,” ujar pria yang terkenal dengan slogan lebiHDAmai ini.
Sementara, balonbup lain yang juga mantan Sekda Empat Lawang, HM Eduar Kohar sudah menyiapkan diri. Beberapa spanduk dengan fotonya banyak dipasang di pinggir-pinggir jalan. “Persiapannya sudah kita mulai. Tapi sekarang sosialisasi dulu dan membuat konsep,” kata pria yang kini menjabat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lahat ini.
Sementara Kepala BNNK Empat Lawang H Amancik sudah memastikan akan maju pilkada. “Sudah ada niat dan ini harus ada dukungan. Tapi untuk sekarang kami ikhtiar dulu,” kata Amancik. Mengenai partai, dia belum bisa mengatakan, namun dia masih melakukan persiapan pelan-pelan terutama sosialisasi.
Dari jalur independen, datang dari H Yulizar Dinoto SH. Dia mengaku saat ini lebih kurang 20 ribu KTP sudah dia kumpulkan dari 7 kecamatan, yakni Muara Pinang, Lintang Kanan, Pendopo, Pendopo Barat, Itap Dalam, Ulu Musi, dan Basemah Air Keruh. Tinggal saat ini berkonsentrasi di dua kecamatan lain yakni Tebing Tinggi dan Talang Padang. “Saya memiliki keyakinan, perjuangan ini bisa berhasil,” ujarnya.
Meski independen, dirinya pun tak akan terlalu kaku jika ada partai yang mengajaknya berkomunikasi, khususnya Partai Golkar. Kini Yulizar pun banyak sosialisasi ke masyarakat dengan menawarkan program pelayanan kesehatan. Mulai dari berobat gratis, KB, pemberian kacamata, dan lainnya.
Dia juga meyakinkan kepada masyarakat dengan program keamanan, pengurangan pengangguran, serta perbaikan infrastruktur jalan jembatan hingga sosial budaya. Dengan begitu pelayanan masyarakat ke depan bisa lebih baik. “Masyarakat Empat Lawang ini 60 persen petani, sisanya berkebun dan berdagang. Potensi inilah yang akan saya gali. Selain juga fokus pelayanan kesehatan dulu,” urainya.
Sementara, Ketua KPU Empat Lawang, Mobius Alhazan menerangkan pemasangan spanduk oleh balonbup boleh-boleh saja karena belum masuk tahapan Pilkada. Tapi jika nanti sudah masuk tahapan, pihaknya akan mengimbau dan melakukan penertiban. “Nanti Panwaslu yang menindak,” kata dia.
Diakuinya, tahapan pilkada sekitar Juni 2017. Tapi sebelum itu, pihaknya sudah mulai menyiapkan anggaran, membentuk panitia ad hoc. “Kami juga akan menyiapkan rumah pintar untuk pemilih pemula,” tuturnya. Sementara, persiapan penandatanganan Naskah Perjanjian Dana Hibah Daerah (NPHD) sekitar Mei atau awal Juni 2017.
Mobius memaparkan, syarat mencalonkan diri sesuai UU No 10/2016 tentang Pilkada. Yakni harus mendapat perolehan kursi di DPRD 20 persen, sedangkan jumlah kursi DPRD Empat Lawang ada 35. Artinya, untuk mengusung calon sendiri minimal partai punya 7 kursi. “Hanya Golkar yang bisa mengusung kader sendiri karena memiliki 10 kursi di DPRD. Sedangkan partai lain harus koalisi,” jelas Mobius. Sebab, kursinya kurang seperti PAN 5 kursi, PDIP 4 kursi, Demokrat 4 kursi, Nasdem 4 kursi, PKB 3 kursi, Gerindra 2 kursi, PKPI 2 kursi, dan terakhir PPP 1 kursi. (eno/uni/fad/ce1)

 

JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melakukan konsolidasi dengan partai pendukung dan relawan di Hotel Novotel, Gajah Mada, Jakarta, Kamis (9/3).

Dalam pertemuan ini membahas strategi internal untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

"Kami membangun strategi ke depan untuk proses pemenangan," kata Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan DPP Golkar Yorrys Raweyai.

Yorrys ‎menyatakan, pasangan Ahok-Djarot minimal membutuhkan 500 ribu suara yang memilih pada putaran kedua.

Karena itu, dia menyatakan perlu ada komunikasi dan koordinasi dilakukan oleh partai dan relawan, sehingga terjadi soliditas.

Selain itu, Yorrys menyatakan, kriteria pemilih perlu diperhatikan.

Pasalnya, ada pemilih yang sengaja tidak menggunakan hak suaranya karena liburan.

Kemudian, ada pemilih yang termakan provokasi sehingga menjadi pasif.

Terakhir, ada pemilih tidak bisa memilih terkait administra‎si. "Ini yang kami pilah-pilah," ucap Yorrys. (gil/jpnn)

JAKARTA- Warga ibu kota bakal kembali dihebohkan dengan gonjang-ganjing politik dan kekuasaan. Ya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua segera dimulai.

"Putaran kedua salah satu tahapannya adalah kampanye," kata Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno dalam diskusi 'Kawal Pilkada DKI' di Cikini, Jakarta, Sabtu (4/3).

Sumarno menyatakan, launching Pilkada DKI Jakarta 2017‎ putaran kedua akan dilakukan nanti malam. Launching ini ditandai dengan penetapan pasangan calon yang lolos di putaran kedua.

"Kampanye dilakukan tiga hari setelah penetapan pasangan calon. Dimulai tanggal 7 Maret," ucap Sumarno.

Dia mengatakan, kampanye diselenggarakan hingga 15 April 2016. Setelah itu, Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua memasuki masa tenang. "16, 17, dan 18 April 2017 masa tenang," ujar Sumarno.

Pada putaran pertama, pasangan petahana yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat harus cuti karena kampanye. Hal itu juga berlaku pada putaran kedua.

"Gubernur dan wakil gubernur yang mencalonkan harus cuti dan dilarang menggunakan fasilitas yang melekat,"‎ ucap Sumarno. (gil/jpnn)

PALEMBANG - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumsel Periode 2016-2021 resmi dilantik, kemarin. Mereka diminta untuk langsung bergerak. Mempersiapkan diri menyambut Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019.
Caranya, turun ke lapangan. Bertemu dengan masyarakat. “Kami sudah canangkan, di Sumsel Demokrat Juara,” ucap Sekjen DPP Demokrat, Hinca Pandjaitan usai acara Jalan Sehat Demokrat di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB). Juara tersebut tidak hanya untuk pilgub, tapi juga pilwako, pilbup, serta raihan kursi di DPR-RI, DPRD Sumsel, dan DPRD kabupaten/kota.
Pengurus DPP Demokrat sudah mendorong itu. Kata Hinca, saat bimbingan teknis, semua pengurus sudah diberi motivasi. Mereka diharapkan siap kerja. “Target kami memenangkan seluruh pilkada di Sumsel,” tandasnya.
Terobosan dengan menggelar pelantikan di tengah masyarakat merupakan arahan dari DPP kepada pengurus DPD. “Datangilah rakyat dan bersama rakyat, karena rakyat yang akan memilih Anda dan inilah cara untuk menang,” tuturnya.
Berbagai hadiah mulai dari rumah, mobil, umrah, sepada motor dan sepeda wujud rasa saling berbagi. Hinca berharap pengurus DPD Partai Demokrat yang sudah dilantik dapat mengibarkan panji partai setinggi mungkin di Bumi Sriwijaya. Mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa kelurahan, RT dan RW untuk warga negara di seluruh Indonesia. Buktikan Demokrat peduli dan beri solusi kepada masyarakat.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, H Ishak Mekki menyampaikan, pelantikan pengurus di pelataran BKB bentuk kecintaan Demokrat kepada masyarakat Sumsel. Hadir para pengurus DPC Demokrat kabupaten dan kota, dan DPD Demokrat provinsi lainnya. Dua anggota DPR-RI asal dapil Sumsel juga hadir, yakni H Sofwatillah Mohzaib dan Wahyu Sanjaya. Sedangkan dari pengurus partai lain, seperti Ketua PDIP Sumsel, HM Giri Ramanda Kiemas SE MM, Sekretaris Gerindra Sumsel Novran Marjani.
Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki menambahkan, kegiatan kemarin sangat luar biasa. Baru pertama kali Pelantikan Pengurus Partai Demokrat dilakukan di luar ruangan. Dan, antisiasme masyarakat sangat tinggi. “Alhamdulillah, kegiatan hari ini (kemarin, red) berjalan sukses. Sangat ramai,” katanya.
Menurutnya, jalan sehat ini merupakan bentuk kecintaan Partai Demokrat terhadap masyarakat Sumsel. “Kami pun mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah menyukseskan event ini,”ujar Ishak.
Bersama pengurus dan kades yang tersebar di Sumsel, dia akan berusaha memajukan dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat. Ada dua agenda besar di 2018, yakni Asian Games yang diikuti 43 negara dan pilkada serentak di lima kabupaten dan empat kota.
Juga ada Pilgub Sumsel. “Sukses dua event ini memerlukan dukungan segenap warga Sumsel,” sebut Ishak sembari menegaskan kalau Demokrat akan jadi juara. Tak hanya memenangi pemilihan kepala dan wakil kepala daerah, tapi juga memperebutkan kursi legislatif. Targetnya, meraih dua kali lipat dari lima tahun lalu.
Caranya, melalui sosialisasi dan pendekatan dengan masyarakat secara langsung. “Kehadiran Demokrat harus mampu berikan solusi bagi masyarakat,” tuturnya. Tampak dalam kepengurusan DPD Demokrat yang dilantik kemarin, sejumlah nama tetap dipertahankan pada jajaran elite.
Di antaranya, H Chairul S Matdiah SH, Ir Holda MSi, dan Adi Rasyidi. Surat keputusan (SK) kepengurusan DPD Demokrat Sumsel yang baru dibacakan Ir Hj A Timo Pangerang sebelum semuanya resmi dilantik.
Ketua pelaksana acara, Muchendi Mahzareki memberikan apresiasi kepada semua masyarakat yang sudah berpartisipasi pada acara jalan santai dan pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Sumsel. “Kami minta maaf jika karena kegiatan ini jalan menjadi macet,” katanya.
Ketua DPC Partai Demokrat Muratara, Drs HA Gani Subit MM pihaknya berupaya meningkatkan suara dan silaturahmi dengan masyarakat. “Melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat,” kata pria yang juga menjabat anggota DPRD Sumsel tersebut.
Karena kata dia, masih banyak adat di masyarakat yang masih terjaga. Selain itu, melakukan kenduri partai. Kemudian secara struktur partai, sebutnya, melakukan konsolidasi internal sampai ranting dan anak ranting.
DPC Demokrat Muratara kata dia siap mengantarkan Ishak Mekki merebut kemenangan dalam Pilgub 2018. Terlebih dia menilai wakil gubernur Sumsel ini figur pemimpin yang berpengalaman. Baik di birokrasi, kepala daerah, dan menjabat wakil gubernur. “Dia santun dan bersahabat, serta dari keluarga yang religius,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Empat Lawang, Herman Rusul tak kalah dengan DPC lainnya. Dia dan jajaran terus melakukan penguatan infrastruktur. Selain kader tetap, kata dia, juga membentuk jejaring relawan.
Relawan ini, kata dia, mereka yang berasal dari luar partai, tapi difungsikan untuk membantu kemenangan partai. Jadi diharapkan dapat lebih mengoptimalkan kinerja partai. Pihaknya juga menyiapkan saksi untuk di TPS.
Demokrat Empat Lawang, sebutnya, siap merebut kemenangan untuk Ishak Mekki. Apalagi, kata dia, Ishak Mekki, disebutnya sebagai pemimpin yang clean dan tidak terlibat masalah hukum. Orangnya juga sebut dia low profile, ramah, agamis. Dari 10 dapil di Empat Lawang, kata dia, memiliki wakil di legislatif. Itu menjadi modal untuk meraih kemenangan dalam pilkada dan pilgub.
Ketua DPC Demokrat Muara Enim, Ir A Yani MM tak mau muluk-muluk dalam upayanya merebut kemenangan dalam pilkada mendatang. “Mesin partai sudah siap,” tegasnya. Sampai ke TPS, kata dia, sudah disiapkan kader yang akan membantu partai.
Di Muara Enim, sebutnya, ada sekitar 1.055 TPS dengan 251 desa. Kader Demokrat, sebutnya sudah siap berjuang. Setiap enam bulan sekali, sebutnya, dilakukan pelatihan bagi kader. Menurutnya, bila tolok ukur objektif yang digunakan, Ishak Mekki kata dia, telah berhasil. Ini terbukti, berhasil mempertahankan jumlah dewan di Sumsel tetap 11, dibanding periode sebelumnya.
Meski kata dia, periode itu masuk masa sulit bagi Demokat. Termasuk untuk di Kabupaten Muara Enim, dari sebelumnya jumlah anggota DPRD Muara Enim hanya 4 orang, berhasil bertambah menjadi 5 orang.
Pantauan koran ini, kawasan BKB berubah jadi lautan manusia. Saking banyaknya yang ikut, meski bendera start telah dikibarkan, namun peserta tak bisa bergerak. Terkunci cukup lama, hampir satu jam.
Usai jalan santai melewati ruas Jl Jenderal Sudirman, kawasan depan IP, Simpang Kedaung dan belok ke Jl Merdeka lagi. Perlahan kepadatan di area garis start berkurang dengan jalannya peserta menuju rute yang ditentukan. Kepadatan kembali terjadi saat puluhan ribu peserta jalan sehat tiba di BKB kembali.
Desak-desakan dan panasnya cuaca membuat sejumlah orang pingsan. Semprotan air ke arah kerumunan manusia lumayah menyegarkan. Jalan-jalan sekitar kawasan BKB ikut terimbas dari acara tersebut. Seperti di Jl Merdeka dan Jl Jenderal Sudirman. Ratusan kendaraan nyaris tak dapat bergerak karena peserta jalan sehat memadati jalan-jalan yang ada.
Kemacetan terjadi mulai kawasan Cinde hingga pangkal Ampera. Jalur sebaliknya sama, kendaraan mengular. Personel Satlantas Polresta Palembang dibantu jajaran Dishub Kota Palembang terlihat kewalahan dalam mengatur arus lalu lintas kendaraan.(bis/yun/kms/ce1)

Selain Pilgub, ada 8 kabupaten/kota Sumsel yang juga akan menggelar pesta demokrasi, Pilwako dan Pilbup. Beberapa calon kandidat pun sudah menyatakan kesiapan mereka mencalonkan diri. Tapi ada pula yang belum mau terang-terangan, malu-malu, tapi sudah gencar sosialisasi. Siapa saja mereka.
--------------------------

TOTAL di 2018, ada 8 daerah yang akan melaksanakan Pilkada, yakni Palembang, Banyuasin, Empat Lawang, Lubuklinggau, Palembang, Muara Enim, Prabumulih, Lahat, OKI, dan Pagaralam. Sejumlah nama pun disebut-sebut sudah memproklamirkan diri mau maju menjadi calon kepala daerah. Mereka, ada yang sudah sosialisasi, memasang berbagai spanduk, dan mengenalkan diri ke publik, ada pula yang baru konsolidasi dengan partai pengusung.
Contohnya di Palembang. Kota yang jadi titik penting pelaksanaan Pilgub ini ikut menggelar Pilwako. Walikota Palembang H Harnojoyo dipastikan ikut bursa Palembang 1. Partai Demokrat juga mendeklarasikan dan mengusung namanya untuk pertarungan itu. Tapi, Harnojoyo sendiri sepertinya masih malu-malu mengungkapkan keinginannya dengan tegas mencalonkan diri. "Sekarang yang penting begawe dulu," ujarnya, kemarin.
Selain itu, partainya juga akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu untuk menguatkan mesin-mesin partai meraup suara yang besar di Pilkada 2018. Selain Harnojoyo, sosok lama Ir Sarimuda pun menyatakan siap bertarung. Dikonfirmasi semalam, dia menegaskan akan merebut kembali kemenangan yang sempat diraihnya.
“Kemarin itu sudah dapat. Karena dizalimi saja. Sekarang posisinya mau merebut kembali,” jelasnya. Dari survey yang dilakukan, perolehan suaranya masih tinggi. Melalui organisasi FAKEM yang dibentuk sejak 2005, hingga saat ini, pihaknya terus dekat dengan rakyat. “FAKEM ini bergerak bukan mau Pilkada saja,” cetusnya.
Selain mereka, ada lagi nama H Mularis Djahri, Ketua DPD Partai Hanura Sumsel. "Saya siap kembali menjadi salah satu kandidat Pilwako Kota Palembang 2018," terang dia sebelumnya. Dia pun akan maju dari partainya sendiri. “Dari internal cabang Hanura sudah meminta saya maju kembali,” katanya. Selanjutnya Anggota DPD RI, Hendri Zainuddin pun menyatakan bakal maju. “Insya Allah jika hasil survei bagus,” ucapnya. Menurut Hendri, sudah ada yang mendorongnya untuk maju. "Saya berupaya akan maju melalui jalur partai politik," tuturnya.
Mantan Kadishub Kota Palembang, H Syaidina Ali mengaku dirinya masih akan melihat angka elektabilitasnya dulu, sebelum mencalonkan diri dengan tegas. "Sekarang ini birokrasi itu pelayanan. Nah, kita tahu saat ini aparatur birokrasi di pemerintahan menuai sorotan akibat kinerjanya yang tidak sesuai harapan masyarakat. Fokus kami apabila dipercaya rakyat memimpin Palembang, pertama-tama pembenahan birokrasi yang bersih, professional dan mengayomi,” ungkap Syaidina, tadi malam.
Dia menjelaskan, persoalan birokrasi sejatinya bukan person-nya yang salah, tetapi sistem sedari awal sudah salah. "Saya 10 tahun memimpin Dishub Palembang. Sangat sulit meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), padahal kami kerja siang malam menata lalu lintas. Beda sekarang sepertinya mudah mendapat WTN," tuturnya.
Ada juga nama Ir Kgs H Abdul Rozak, Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Palembang. Dia bercita-cita mewujudkan Palembang religi, madani sekaligus Darussalam dengan sejarah wisata religinya. “Palembang dengan Sungai Musi-nya salah satu aset yang wajib dilestarikan sekaligus dikembangkan,” imbuh Rozak, tadi malam.
Untuk menuju kemenangan itu dan merealisasikan cita-cita sesuai kehendak partai yang ingin mengusungnya sebagai calon Palembang 1, dirinya telah membentuk tim Dulur Rozak Centre. Tergabung seluruh elemen lintas etnis, suku, dan agama. Selain mereka, ada dua nama lagi yang diisukan maju Pilwako yakni duet Lury Elza Alex Noerdin (Duta Anti Narkoba) dan Belman Karmuda (Plt Kadinsos Sumsel).
"Belum kepikir kesana, sekarang masih fokus sosialisasi bahaya narkoba di kalangan remaja. Memang sudah banyak sekali yang tanya-tanya saya soal ini (maju Pilwako, red), tapi belum tahu ya nanti ke depan,” akunya. Sebelumnya, koran ini juga sempat memastikan Wawako Palembang Fitrianti Agustinda mau maju atau tidak. Tapi dia belum mau komentar soal itu. "No comment, ya," terangnya.
Di Muara Enim, banyak calon kandidat yang sudah sosialisasi dan menebar spanduk dan baliho di pinggir jalan. Di antaranya, H Nurul Aman yang kini menjabat Wabup Muara Enim. Sebagai petahana, Nurul pun mengaku sudah resmi dicalonkan partainya, DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Saya sudah siap mencalonkan diri sebagai calon bupati Muara Enim," tegasnya.
Ada juga nama Ketua DPD KNPI Muara Enim, Adriansyah SE yang menyatakan diri kesiapannya. "Kita mengusung jargon 'Yang Muda Memimpin'. Saatnya Muara Enim dipimpin yang muda. Insya Allah saya siap maju Pilkada 2018," ujar Adriansyah. Sebagai tokoh pemuda, dia merasa terpanggil meneruskan estafet kepemimpinan untuk ikut membangun Muara Enim.
Sementara itu, Hj Shinta Paramitha Sari SH MHum, istri Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar juga disebut-sebut mau maju meneruskan kepemimpinan suaminya yang sudah 2 periode. Namun dia masih enggan berkomentar dan mengaku belum bisa memastikan maju atau tidak. "Kalau maju saya harus menanggalkan status sebagai PNS," tuturnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Pemprov Sumsel, Dr Ir H Syamsul Bahri MM mengaku baru akan memulai sosialisasi Mei nanti. "Kalau memang ada peningkatan elektabilitas dan dipercaya, ya saya siap maju Pilkada Muara Enim," katanya. Dirinya juga akan berkomunikasi dengan partai politik. Dia fokus mau karena ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas agar Muara Enim bisa bangkit, mempercepat infrastruktur, mengatasi kemiskinan dan pengangguran, serta pemenuhan kebutuhan pokok.
Selain mereka ada nama-nama lain, seperti adik kandung mantan Bupati Muara Enim, Kalamudin Djinab yaitu Kolonel CZI Komarudin Djinab. Ketua DPD PKS Muara Enim Syuryadi SE MS dan Ketua DPC Partai Demokrat Muara Enim, Ahmad Yani.
Di Lubuklinggau, pasangan incumbent H SN Prana Putra Sohe dan Sulaiman Kohar (Nansuko) yang kini menjabat Walikota-Wakil Walikota Lubuklingau tetap akan maju 2018. Hasil survey menyebut, kata dia, hampir 71 persen warga Lubuklinggau tetap menginginkan Nansuko berlanjut berpasangan. "Maka itu, doakan Insya Allah mulai tahun ini kami akanmelakukan gerakan politik untuk 2018," bebernya.
Di Empat Lawang pun sama, beberapa kandidat sudah mulai melakukan persiapan seperti memasang spanduk dan bertatap muka dengan warga di desa-desa. Salah satunya ada nama H Joncik Muhammad, anggota DPRD Sumsel. Dari PAN, Joncik akan maju berpasangan dengan Yulius Maulana dari PDI-P.
"Masih tetap dengan Yulius. Persiapan sudah mulai, survei sudah jalan, pemasangan baliho, pemetaan tim dan pembaruan tim," ujarnya.
Kemudian ada nama HM Eduar Kohar, Kepala Dinas Perhubungan Lahat, juga telah bersiap-siap. Beberapa spanduknya tampak di pinggir-pinggir jalan. "Perinsipnya siap, baru sosialisasi dulu dan membuat konsep," katanya. Sementara Kepala BNNK Empat Lawang, H Amancik sudah ada niat untuk maju pada Pilkada Empat Lawang. "Tapi ini harus ada dukungan, sekarang ikhtiar dulu," kata Amancik. Untuk partainya, dia belum bisa komentar.
Sementara H David Hadrianto Aljufri (HDA) yang terkenal dengan slogannya lebiHDAmai ini belum mau berkomentar. "Nanti saja, masih terlalu cepat," tukasnya. Tak hanya mereka, Yulizar Dinoto, Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanganan Bencana Alam juga disebut-sebut calonkan diri.
Di Prabumulih, beberapa kandidat sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat. Contohnya Anggota DPRD Prabumulih Komisi 1, Adi Susanto SE.
Sejumlah even mengundang massa banyak sudah digelarnya, seperti jalan santai, lomba grasstrack, futsal, kejuaraan voli. Bahkan, Adi juga tak segan turun ke lokasi banjir.
Adi pun tak menampik bakal maju. "Jika rakyat menghendaki, saya siap maju Pilkada 2018," ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Terkait strategi politik, Adi tak mau berkomentar banyak. "Saya fokus menuntaskan tugas sebagai anggota DPRD dulu dan berbuat sebaik mungkin bagi rakyat," bebernya.
Calon lain yang sudah menyatakan siap serta memiliki partai pengusung, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) adalah TR Hulu SH. Di kancah perpolitikan, pengusaha ini pernah menjabat sebagai anggota DPRD Prabumulih periode 2009-2014.
TR Hulu membenarkan itu. Selain melakukan pendekatan dengan PKPI, dia juga mendekati partai lain. "Sudah ada partai lain yang siap mendukung. Jika ditotal, ada 7 kursi di parlemen yang siap beri dukungan," ungkapnya.
Hulu sendiri sudah menyiapkan jargon politiknya mewujudkan Prabumulih Bersinar (Bersih, Investasi, Aman dan Religius). Pihaknya juga sudah sosialisasi. "Tim saya terus konsolidasi agar sosialisasi tepat sasaran," ungkapnya.
Kandidat kuat yang sudah memastikan diri maju yakni calon incumbent Ir H Ridho Yahya MM, Wali Kota Prabumulih. "Tapi karena saya dibawah partai, mekanisme pengusungan calon juga tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada proses survey dan semacamnya," ujarnya. Meski menjabat ketua partai, katanya, Ridho tidak ingin batasi kader Partai Golkar jika ada yang ingin mencalonkan diri. "Kami tidak ingin membatasi. Kader memiliki hak yang sama. Jika ada yang lebih baik dari saya yah partai akan mendukungnya," tuturnya.
Sebelumnya ada kandidat lain Hanan Zulkarnain. Dia nama lama dan telah dua kali mencalonkan diri periode 2008-2013 dan 2013-2018 namun gagal. "Saya siap kembali mencalonkan diri," tuturnya. Dirinya pun mengaku kini melakukan survey politik. "Persiapan harus matang. Saya tidak ingin terulang lagi (kekalahan)," bebernya.
Di Banyuasin, kandidat lain pun muncul di kalangan masyarakat dan media sosial yaitu Arkoni, Anggota DPRD Sumsel. Dia mengaku, partainya PDIP pasti mempersiapkan kader untuk bertarung di Pilkada, tapi belum diputuskan siapa kader yang akan maju.
"Yang pasti semua kader memenuhi syarat dan mengikuti sebuah
rangkaian proses. Akan di tentukan partai," bebernya. Saat ini, semua kader
diinstruksikan turun ke bawah untuk sosialisasi dan terus bekerja bersama rakyat. "Namun jika nantinya Allah SWT memberikan ridho dan partai memberikan izin, saya akan maju Pilkada Banyuasin," tukasnya.
Ada lagi Wakil Ketua PBB Provinsi Sumsel, Karyono. Dia mengaku kalau sudah melakukan sosialisasi beberapa bulan terakhir ini. Ini bertujuan untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat Banyuasin, serta menyerap aspirasi rakyat.
"Jika di Pilkada nanti tidak ada parpol yang mengusungnya, saya akan menyiapkan strategi lain yaitu mengumpulkan KTP dan ikut jalur independent,” ungkapnya. Tapi saat ini saya terus konsolidasi dengan parpol pendukung. ”Baik tingkat provinsi dan kabupaten sudah saya jajaki, bahkan ketua umum PBB Yusril Izha Mahendra bertekad habis – habisan mendukung saya,” tuturnya.
Selain dua nama itu, ada Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, Syaiful Bakhri, Hazuar Bidui, Alamsyah Hanafiah, SA Supriono (Plt Bupati Banyuasin), Askolani (wakil ketua I DPRD Banyuasin), Sholih (wakil ketua III DPRD Banyuasin), Rudi Apriadi (DPRD Provinsi Sumsel), Agus Sutikno (DPRD Provinsi Sumsel), Wasista Bambang Utoyo (DPR RI), Firmansyah (Sekda Banyuasin), Slamet Soemontono, Agus Yudiantoro. (kms/win/uni/yun/kos/wek/eno/qda/roz/fad)

 

MENINGKATKAN elektabilitas, bakal calon gubernur Sumatera Selatan maupun bupati/wali kota kian gencar menyosialisasikan diri. Partai politik mulai "start" memanasi mesin-nya. Bersiap lakukan penjaringan. Seperti apa?
-------------------------

PARTAI Demokrat satu-satunya partai yang sudah menabuh genderang “perang” menuju Pilkada serentak 2018 di 9 kabupaten/kota plus Pilgub Sumsel. Penjaringan bakal calon (balon) kepala daerah akan dilakukan April. Hanya saja, partai berlambang Mercy itu, sudah mendeklarasikan Ishak Mekki, sebagai bakal calon gubernur.
Sedangkan pada Pemilihan Walikota Palembang mengusung H Harnojoyo yang kini menjabat ketua DPC Partai Demokrat Palembang. "Saya siap maju di Pilgub Sumsel," ujar Ishak kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Deklarasi Ishak ini disambut para balongub maupun wakil gubernur yang selama ini bergerak "diam-diam". Mereka mulai berani bicara blak-blakan.
Sosok lama Ir H Eddy Santana Putra (ESP) MT, mantan wali kota Palembang misalnya. Meski sempat gagal di Pilgub 2013 lalu, ESP bertekad maju lagi di Pilgub 2018. Sebagai kader PDIP, ESP bakal segera mendaftarkan diri melalui penjaringan partainya.
“Balon yang lolos penjaringan, akan diserahkan kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri,” jelasnya kemarin (26/2). Modal dua periode memimpin Palembang, membuatnya yakin menang dan mampu membangun Sumsel lebih baik. Palembang, katanya, 80 persen sudah bagus. Tinggal mengentaskan kemiskinannya.
Ada nama lain yang juga digadang-gadang, yakni HM Giri Ramanda Kiemas, Ketua DPD PDIP Sumsel. Keponakan ketum PDIP Megawati Soekarno Putri itu, berusaha realistis. Dia juga akan mengikuti proses penjaringan.
Kata Giri, sejauh ini belum ada nama yang diputus oleh DPP. “Belum ada calon, belum juga ada yang akan dicalonkan,” tegasnya. Dia juga tidak mau berspekulasi untuk maju atau tidak dalam Pilgub 2018 nanti. “Yang jelas kita mempersilakan kepada seluruh kader PDIP yang berminat maju Pilkada 2018. Termasuk jika ada tokoh-tokoh Sumsel yang mau mendaftar. Kita lakukan penjaringan,” ucap Giri.
Dikatakan, pendaftaran dilakukan setelah survei Juni 2017. Sejauh ini belum ada bakal calon gubernur dari PDIP. Karena itu diputuskan melalui mekanisme partai yakni, kewenangan DPP PDIP.
Selain Giri, Bupati Lahat yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel, H Aswari Riva'i SE sudah sejak lama memastikan maju Pilgub Sumsel 2018, dibantu mesin politik partainya. “Dukungan masyarakat untuk maju pilgub jadi modal utama. Karena tolak ukur keberhasilan pilkada itu adanya permintaan masyarakat untuk maju mencalonkan diri menjadi kepala daerah,” tandasnya.
Lalu, Ketua DPW Partai Nasdem Sumsel, Ir H Syahrial Oesman MM juga maju menjadi calon gubernur dari partainya. “Dalam Pilgub 2018, saya akan ikut dan siap melayani rakyat Sumsel kembali,” ujar mantan gubernur Sumsel periode 2003-2008 ini. Selain mendapat dukungan dari partai, suami Hj Maphilinda ini juga mengklaim mendapat dukungan besar dari rakyat. “Banyak rakyat meminta saya. Itulah alasan saya mau maju dan kini terus sosialisasi kepada rakyat,” terangnya.
Sementara mantan bupati OKU Timur, Herman Deru menyatakan akan maju kembali pada Pilgub 2018. Meski dia juga sempat gagal di Pilkada 2013, saat itu dia berpasangan dengan Maphilinda. Meski sosialisasi lewat baliho terbilang tidak jor-joran dibanding para calon lain, Deru mengatakan tetap bersosialisasi dengan masyarakat. “Tetap keliling, sifatnya recalling kembali,” katanya.
Deru mengaku maju kembali bukan tanpa perhitungan. Dalam hasil survei dia mengaku banyak mendapat dukungan. “Saya maju pilgub, tak sekadar ingin berbuat, tapi ‘mewakafkan’ diri untuk kepentingan rakyat. Jadi lebih kepada pengabdian, bukan materi yang dikejar,” tegasnya.
Selain nama-nama tersebut, beberapa nama yang santer yakni mantan kabareskrim Susno Duadji. Lalu, calon Golkar dalam hal ini pengurus DPP, Indra Bambang Utoyo dan Dodi Reza Alex Noerdin. "Di Muba saja belum dilantik. Nanti kita bicara soal Pilgub. Muba ini butuh percepatan pembangunan terutama di bidang infrastruktur," kilah Dodi.
Sebetulnya, hingga saat ini balongub maupun balonwagub yang muncul belum ada satupun yang mengerucutkan koalisi. Semua masih penjajakan alias membangun komunikasi. Hanya saja, melihat peta perolehan kursi masing-masing parpol di DPRD Sumsel, maksimal cuma bisa 4 pasang calon yang dimunculkan.
Total ada 75 kursi di DPRD Sumsel. Satu pasangan calon harus mengantongi minimal 15 kursi untuk bisa maju. Nah, di antara nama yang muncul umumnya mereka ketua partai. Dan partai yang dipimpinnya belum satupun memenuhi syarat maju sendiri. Pendek kata, masih harus koalisi.
Ishak mekki dengan perahu demokrat hanya kantongi 11 kursi. PDIP yang memunculkan nama Giri Ramandha 13 kursi. Lalu, Syahrial dengan motor Nasdem 6 kursi. Sedangkan Syaifuddin Aswari ketua Gerindra kantongi 11 dukungan. Lalu, Herman Deru informasinya akan dihantarkan PKB dengan 6 kursi.
Partai juga sudah melakukan survei internal. Informasinya, elektabilitas tertinggi masih Herman Deru. Lalu, posisi kedua Syahrial Oesman. Ketiga Syaifuddin Aswari. Beda koma dengan Ishak Mekki. Terakhir, posisi Giri Ramandha. "Survey itu internal kita. Belum memasukkan nama Dodi Reza Alex," ujar sumber koran ini tadi malam.

Terpisah, Komisioner Teknis KPU Sumsel Liza Lizuarni SE menjelaskan, untuk saat ini KPU Sumsel baru sebatas pengusulan anggaran. Dia menerima informasi, anggaran yang bisa dialokasikan untuk membiayai persiapan tahapan Pilgub Sumsel 2017 sebesar Rp40 miliar dari total Rp80 miliar. “Tapi kita belum ada teken naskah perjanjian hibah daerah,” katanya. Sisanya dicairkan pada tahun berikutnya.
Nah, untuk masuk tahapan baik pilgub maupun pilkada kabupaten/kota, sebutnya, masih menunggu peraturan PKPU (Peraturan KPU). Jika sudah ditetapkan KPU, kata dia, baru dilakukan agenda program. Termasuk mengenai jadwal penyerahan Daftar Penduduk Pemilih Potensial (DP4). Dari pusat data itu diserahkan ke KPU. Baru diteruskan ke KPU daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota.
Untuk verifikasi faktual, kata dia, dilakukan KPU kabupaten/kota. Data itu juga digunakan untuk pemetaan pemilih yang ditetapkan dalam DPT. Meski belum masuk tahapan pilgub, lanjut Liza, pihaknya tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat. Tahun 2017 juga disebutnya, akan melakukan perekrutan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan petugas pemungutan suara (PPS).
(bis/win/irw/via/fad/ce1)

 

SEKAYU – Rencana sekitar 10 ribu pendukung pasangan calon nomor nomor 2, Amiri Aripin-Ahmad Toha, “menduduki” kantor KPU Muba tak terealisasi. Ratusan polisi yang disiagakan tetap tak ditarik. Mereka mengamankan jalannya Rapat Pleno.
“Ada 486 polisi terus berjaga melakukan pengamanan,” ujarnya. Hanya saja, pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, yang dipimpin H Ahmad Firdaus Marvel’s, Ketua KPU Kabupaten Muba, berjalan panas dan tegang.
Ketua tim saksi paslon Amiri-Toha, Astawilah D langsung interupsi. Rapat pleno mulai berjalan pukul 09.30 WIB. Mantan Anggota DPRD Kabupaten Muba itu, berteriak kepada pimpinan rapat. Minta agar KPU menghadirkan Camat Babat Supat, Marko Susanto SSTP MSi, Kepala Kesbangpol Provinsi Sumsel, Richard Cahyadi AP MSi, dan Camat Babat Toman, Agus Kurniawan SIP.
Astawilah menduga, ketiga pejabat ASN itu, melakukan kegiatan politik dan mendukung paslon 1 Dodi-Beni. Lantaran tak mendapatkan tanggapan Ketua KPU Kabupaten Muba, H Firdaus Marvel’s SE MSi, tim saksi paslon Amiri-Toha dengan komando Astawilah langsung walk out (WO). Meninggalkan ruangan rapat di Kantor KPU Muba.
“Kita minta rapat pleno diskor terlebih dahulu. Sebelum menghadirkan ketiga pejabat ASN ini,” teriak Astawilah. Dirinya menginginkan pengakuan ketiga pejabat ASN itu, di rapat pleno yang ada. Lantaran laporannya ke Panwaslih, tidak tindaklanjuti dan diproses.
Ketua KPU selaku pimpinan rapat bersikukuh meneruskan rapat pleno rekapitulasi hasil penghtiungan perolehan suara. “ Kita persilakan rapat dilanjutkan dan tim WO,” jelasnya.
Setelah tim saksi Amiri-Toha meninggalkan ruangan dan kantor KPU Muba, rapat pleno rekapitulasi perolehan suara, terus dilanjutkan. Satu persatu petugas 14 PPK, membuka kotak suara dan bacakan DA1 KWK yang ada. ”Alhamdulillah rekap selesai 17.30 WIB,” ujar Ketua KPU H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi.
Dalam pleno itu, ada evaluasi beberapa pemilih wanita dan laki yang masuk daftar pemilihan tetap (DPT). Mengenai saksi Amiri-Toha yang melakukan WO, kata Firdaus, itu sebuah keputusan.
Berdasarkan rekapitulasi, dipastikan paslon 1 Dodi-Beni memenangkan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Muba periode 2017-2022 mendatang. Pasangan yang memborong dukungan dari semua partai itu, paslon 1 Dodi-Beni. Mereka meraih total 212.800 suara atau 78,51 %. Sedangkan paslon 2 meraih total 58.244 suara atau 21,49%. KPU Kabupaten Muba pun, melakukan penetapan pasang calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih, pada 8-10 Maret mendatang. (yud/ce1)

 

SEKAYU - Hari ini (23/2), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muba akan melaksanakan rekapitulasi suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022. Pleno tersebut akan mendapat pengamanan ketat sekitar 486 aparat kepolisian.
Pengamanan tersebut terdiri 141 personil BKO Brimob, 35 personil BKO Dalmas, serta gabungan Polres dan Polsek. Tak hanya itu, mobil baracuda dan water canon disiagakan di Kantor KPU Kabupaten Muba yang berada di Jalan Merdeka, Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu.
Pengamanan ketat karena bakal ada demo pendukung pasangan calon (paslon) nomor dua, Amiri Aripin-Ahmad Toha. Sekitar 10 ribu orang pendukung Amiri-Toha akan mengkepung kantor KPU Muba. “Kita tidak bisa menahan kehendak pendukung,” kata Asthawilah Darmawi, ketua Tim Sukses Amiri-Toha, kemarin (22/2).
Meski demikian, Astawilah mengaku, pihaknya akan menimalisir jumlah pendukung dan massa yang mengikuti demo. Para pendukung Amiri-Toha itu, menganggap Pilkada Muba 2017 tidak netral. Karena ada dugaan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengumpulkan masyakat dan membagikan alat peraga d itahapan kampanye. “ Kita kesulitan melakukan penangkapan dan pembuktian ASN yang berpihak dan melanggar aturan ini,” tegasnya.
Kapolres Muba AKBP Julihan Muntaha Sik melalui Kabag Ops Kompol Janton S membenarkan bakal ada demo mewarnai pelaksanaan pleno rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya melakukan pengamanan ketat di Kantor KPU Kabupaten Muba. “Kita berharap pendukung ini melakukan aksi dengan damai,” harapnya.
Ketua KPU Kabupaten Muba H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi mengatakan, pelaksanaan pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten akan dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB. Pleno tidak dihadiri kedua paslon, hanya kedua tim saksi. KPU Muba juga telah menerima suarat rencana aksi damai yang diikuti 10 ribu pendukung Amiri-Toha itu.
Diperkirakan pleno rekapitulasi tingkat Kabupaten itu tak jauh berbeda jumlah suara di pleno tingkat PPK. Meliputi Kecamatan Babat Toman paslon 1 Dodi-beni meraih 12.004 suara, paslon 2 Amiri-Toha, 2.434 suara; Kecamatan Sungai Keruh paslon 1 Dodi-Beni (15.606 suara) dan paslon 2 Amiri-Toha (3.409 suara). Lalu, Kecamatan Sanga Desa, paslon1 Dodi-Beni (9.651 suara) dan paslon 2 Amiri-Toha (3.748 suara).
Di Kecamatan Lais, paslon 1 Dodi-Beni (16.424 suara) dan paslon 1 Amiri-Toha (6.205 suara), Kecamatan Keluang, paslon 1 Dodi-Beni (13.157 suara) dan palson 2 Amiri-Toha (2.754 suara). Kecamatan Babat Supat, paslon 1 Dodi-Beni (11.563 suara) dan paslon 2 Amiri-Toha (3.936 suara). Kecamatan Tungkal Jaya paslon Dodi-Beni (16.914 suara) dan palson 2 Amiri-Toha (5.886 suara).
Kecamatan Plakat Tinggi paslon 1 Dodi-Beni (11.536 suara) dan paslon 2 Amiri-Toha (1.588 suara). Kecamatan Lawang Wetan, Dodi-Beni (6.663 suara) dan Amiri-Toha (3.299 suara). Kecamatan Sekayu, Dodi-Beni (32.442 suara) dan Amiri-Toha (4.801 suara). Kecamatan Sungai Lilin, Dodi-Beni (18.700 suara) dan Amiri-Toha (7.484 suara). Kecamatan Bayung Lencir, Dodi-Beni (22.846 suara) dan Amiri-Toha (8.908 suara). Kecamatan Batang Hari Leko, Dodi-Beni (6.263 suara) dan Amiri-Toha (2.545 suara); Kecamatan Lalan, Dodi-Beni (19.331 suara) dan Amiri-Toha (2.057 suara). (yud)

SEKAYU – Rampung sudah semua proses pleno di 14 panitia pemilihan kecamatan (PPK) dalam Pilkada Muba. Tadi malam, pukul 23.00 WIB, PPK Sekayu menuntaskan perhitungan suara yang masuk dari 184 tempat pemungutan suara (TPS).
Pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Dodi Reza Alex-Beni Hernedi meraih 32.142 suara. Sedang paslon nomor urut 2, Amiri Aripin-Ahmad Toha hanya 4.801 suara. Sementara yang tidak sah ada 621 suara.
Ketua PPK Sekayu, Drs HM Bambang EA MSi mengakui, petugasnya butuh waktu cukup lama menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara tingkat PPS. Setelah itu, barulah dilakukan pleno tingkat kecamatan.
“Kecamatan Sekayu memililiki TPS terbanyak, jumlahnya 184, tersebar di empat kelurahan dan 10 desa,” bebernya. Belum lagi, jumlah pemilihnya pun terbanyak. Angkanya, 61.105 pemilih. “Alhamdulillah kerja keras seluruh petugas rekapitulasi suara dan pleno kecamatan selesai malam ini (tadi malam),” pungkasnya.
Sementara 13 PPK lain telah menuntaskan pleno perhitungan suara pada Sabtu (18/2) lalu. “Hasil pleno tak berbeda dengan real count yang dilakukan sebelumnya,” ujar H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi, Ketua KPU Kabupaten Muba. Saat real count, KPU menghitung perolehan suara berdasar lampiran C1 yang dikumpulkan.
Hasil keseluruhan, pasangan Dodi-Beni meraih 210.042 suara dan Amiri-Toha hanya 57.489 suara. Untuk jumlah yang tidak sah ada 5.073 suara. Total ada 272.604 pemilih yang memberikan suaranya. “Paslon nomor 1 menang mutlak di tiap kecamatan dari pasangan nomor 2,” tutur Firdaus.
“PPK yang telah menyelesaikan pleno lebih dulu sudah mengirimkan logistik ke KPU Muba. Sudah diterima,” katanya. Mulai 22-24 Februari, akan digelar Muba pun, akan melaksanakan pleno tingkat Kabupaten pada 22-24 Februari mendatang.
KPU Muba akan menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih pada 8-10 Maret. tanpa permohonan perselisihan hasil pemilih (PHP) pada 8-10 Maret. Lalu pengusulan pengesahan penangkatan pasangan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
“Nama bupati dan wakil bupati terpilih akan diajukan ke DPRD Kabupaten Muba,” jelasnya. Lalu, dewan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai surat keputusan (SK) pelantikan. Bila seluruh proses lancar. KPU Kabupaten Muba pastikan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022 pada April mendatang.(yud)

Halaman 1 dari 10

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca